Perubahan Emosi Selama Kehamilan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Perubahan Emosi Selama Kehamilan

Kehamilan membawa perjalanan yang penuh warna, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional. Setiap trimester atau fase kehamilan memberikan pengalaman unik yang dipengaruhi oleh perubahan hormonal, kondisi fisik, dan persiapan mental untuk menjadi orang tua. Mari kita jelajahi bagaimana emosi berubah selama kehamilan dan apa pengaruhnya terhadap Ibu dan janin.

Trimester Pertama: Masa Adaptasi Awal

Dilansir dari situs National Childbirth Trust, Ibu akan sering menghadapi gelombang emosi yang didorong oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron sejak awal kehamilan. Rasa cemas dan bahagia bercampur menjadi satu, dan umumnya Ibu lebih mengkhawatirkan kesehatan janin. 

Bahkan, Ibu juga lebih cenderung lebih sering kelelahan dan merasa mual. Dengan segala perubahan yang dialami tubuh dan pikiran untuk beradaptasi dengan status kehamilan yang baru ini, maka emosi Ibu akan lebih sering naik dan turun.

Ibu perlu memahami bahwa perubahan suasana hati ini normal dan merupakan respons tubuh terhadap perubahan hormonal yang besar. Dukungan emosional dari Ayah, keluarga, dan teman sangat berharga pada saat ini.

Trimester Kedua: Stabilitas dan Pertumbuhan

Pada trimester kedua, yaitu antara bulan ke-4 dan ke-6 kehamilan, perasaan Ibu lebih stabil dan energi Ibu menjadi lebih banyak. Mungkin saja Ibu lebih gembira saat ibu mulai merasakan gerakan pertama bayi, sehingga Ibu lebih mudah menyesuaikan diri dengan identitas sebagai (calon) ibu. 

Namun, karena fisik Ibu juga nampak sangat berubah, maka Ibu mungkin saja akan mulai khawatir dengan citra tubuh dan identitas diri Ibu, walaupun Ibu lebih gembira daripada waktu awal kehamilan.

Pada masa ini, Ibu perlu tetap rutin untuk berolahraga, meskipun ringan. Ibu juga perlu mengonsumsi nutrisi secara seimbang, sebab keseimbangan nutrisi ini tidak hanya meningkatkan kesehatan tubuh Ibu, tetapi juga membuat emosi Ibu lebih stabil.

Trimester Ketiga: Persiapan dan Antisipasi

Mendekati kelahiran, ibu dapat merasa lebih cemas karena mulai memikirkan persalinan dan peran baru sebagai orang tua. Ibu juga lebih jarang bergerak, mulai kesulitan tidur, dan merasa fisik Ibu kurang nyaman, sehingga emosi Ibu semakin tertekan. Di sisi lain, karena Ibu merasa semakin cepat untuk bertemu dengan bayi, maka perasaan Ibu juga semakin gembira.

Berbagi pengalaman dengan ibu lain, membaca tentang kehamilan dan persalinan, serta persiapan praktis untuk kedatangan bayi dapat membantu mengurangi kecemasan Ibu. Ibu juga perlu meminta dukungan terus-menerus dari Ayah dan teman-teman Ibu.

Pentingnya Mengelola Emosi

Emosi ibu akan langsung mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin. Stres berlebih dan depresi selama kehamilan dapat membuat Ibu melahirkan lebih awal daripada seharusnya, sehingga menimbulkan masalah kesehatan pada bayi. Di sisi lain, jika Ibu selalu senang dan dapat mengelola stres, maka janin Ibu juga dapat berkembang dengan sehat.

Ibu perlu mengakui bahwa emosi Ibu yang naik-turun memang merupakan bagian normal dari kehamilan Ibu. Karena itu, agar emosi Ibu tidak terlalu labil selama kehamilan ini, Ibu perlu sering berkomunikasi secara terbuka dengan Ayah atau orang lain yang Ibu percayai mengenai perasaan dan kecemasan Ibu.

Ibu juga perlu merawat diri sendiri dengan selalu cukup beristirahat. Nutrisi yang cukup dan olahraga yang teratur, misalnya dengan yoga dan teknik pernapasan, juga akan membantu fisik Ibu agar tidak mudah lelah, sehingga emosi Ibu juga akan lebih baik.

Apabila emosi Ibu masih sering tidak stabil, Ibu juga dapat meminta bantuan dokter agar Ibu dapat mengatur emosi Ibu dan menjalani kehamilan dengan lebih tenang.

Jadi, perubahan emosi selama kehamilan ini sebetulnya normal ya, Bu. Namun, Ibu perlu mengelolanya agar Ibu tetap sejahtera selama hamil ini, dan janin Ibu juga tetap dapat tumbuh dengan sehat.

Nah, seperti yang disebutkan tadi, olahraga yang ringan tetapi dilakukan dengan teratur juga dapat membantu Ibu mengatur emosi agar tetap stabil. Olahraga seperti senam ringan termasuk dapat membuat Ibu tetap bugar tanpa menjadi kelelahan. Seperti apa gerakan senam yang cocok untuk ibu-ibu yang sedang hamil? Yuk, lihat contohnya di sini: Gerakan Senam Ibu Hamil Trimester 2 yang Dianjurkan

Sumber:

  • National Childbirth Trust. Pregnancy hormones: progesterone, oestrogen and the mood swings. Diakses tanggal 29 April 2024. https://www.nct.org.uk/pregnancy/how-you-might-be-feeling/pregnancy-hormones-progesterone-oestrogen-and-mood-swings.