Begini Reaksi Buah Hati Dalam Kandungan Saat Ibu Menangis

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Begini Reaksi Buah Hati Dalam Kandungan Saat Ibu Menangis

Untuk Ibu yang sedang mengandung, tentu masa-masa tersebut tidaklah mudah. Mulai dari kondisi mual-muntah, mengalami perubahan fisik hingga mood swing yang dirasakan akibat perubahan hormon. Untuk itu, Ibu rentan stres dan memicu tangisan. Lalu, bagaimana reaksi janin saat Ibu menangis? Yuk Bu, ketahui reaksi Buah Hati dalam kandungan saat ibunya menangis.

Fakta Reaksi yang Dialami Janin Saat Ibunya Menangis

Kalau pernah mendengar apa yang dirasakan janin saat Ibu mengelus perut, nyatanya reaksinya tak berbeda jauh saat Ibu menangis. Janin sama-sama dapat mengalami apa yang Ibu rasakan. Sejak dalam rahim, janin mulai mengenal dan memberikan respons sentuhan dari luar seperti suara, gerakan seseorang, cahaya hingga saat Ibu mengelus perutnya.

Janin Bisa Menangis

Dilansir KlikDokter, sebuah studi pada tahun 2004 memperlihatkan rekaman video janin menangis di dalam rahim untuk pertama kalinya. Tampak janin menangis, menarik napas, membuka mulut, dan menjulurkan lidah. Janin juga menarik nafas tiga kali berturut-turut dan mengeluarkan nafas panjang.

Pada studi ini, aktivitas menangis ditemukan pada 10 janin lainnya. Perilaku ini juga menunjukkan jika Buah Hati di dalam rahim dan bayi baru lahir hanya berbeda pada suara tangisan saja. Pergerakan tubuh, ekspresi wajah dan pola bernafas sama seperti bayi pada umumnya saat menangis.

Reaksi Berlanjut Setelah Lahir

Reaksi Buah Hati saat Ibu menangis dipengaruhi dari kondisi emosional Ibu. Jika Ibu menangis dan mengalami stres, tumbuh kembang Buah Hati akan terhambat. Karena itulah, Buah Hati dapat mengalami rasa stres yang Ibu alami. Hal ini juga bisa berdampak pada Buah Hati yang nantinya sudah lahir karena sering menangis kencang.

Pada tahun 2007, studi oleh Marcel F van der Wal, dkk meneliti efek stres saat hamil pada tangisan bayi yang berlebihan. Studi ini dilakukan pada ibu hamil dengan usia kandungan 3-6 bulan, disertai depresi dan membuktikan stres selama hamil membuat Buah Hati sering menangis setelah dilahirkan.

Mulai Mengenali Stimulus Sejak Usia 20 Minggu

Pada usia 20 minggu, Buah Hati sudah mampu menerima rangsangan dan respons terhadap apa yang dia dengar dan rasakan, termasuk menangis. Buah Hati sudah mampu mengatur irama gerakan napas dan menggetarkan dagu. Namun begitu menurut KlikDokter, perilaku menangis dapat terekam jelas saat USG di usia kehamilan 28 minggu atau pada trimester ketiga.

Meski khawatir akan reaksi janin saat Ibu menangis, justru hal ini menandakan pertumbuhan Buah Hati semakin baik. Sebab, menangis memerlukan koordinasi pada sistem otak, otot, pernapasan dan saraf. Oleh karena itu, janin sudah bisa menangis namun dengan cara yang berbeda. 

Memiliki Dampak Negatif

Jika berbagai hal di atas merupakan tanda tumbuh kembangnya baik, Ibu perlu mewaspadai stres yang dialami terhadap kesehatan janin. Ibu yang mengalami stres saat hamil rentan menghambat pertumbuhan otak janin, Buah Hati rentan lahir prematur atau kelahiran dini akibat produksi hormon corticotropin-releasing (CRH) terlalu tinggi.

Tak hanya itu, bayi juga rentan lahir dengan berat rendah yaitu di bawah 2,5 kg. Hormon yang memicu stres bisa membuat pembuluh darah sempit dan turunnya aliran darah ke tali pusat. Dampaknya, janin tidak bisa menerima kebutuhan nutrisi yang cukup dari Ibu.

Efek Stres Pada Ibu Hamil

Stres yang dialami ibu hamil juga berdampak pada diri sendiri, selain janin. Apa yang dirasakan janin saat Ibu sakit atau stres, tentu mempengaruhi tumbuh kembangnya dalam kandungan. Ibu bisa memikirkan berbagai kekhawatiran saat hamil. Namun begitu, perlu diketahui jika stres yang dialami bisa menimbulkan efek yang kurang baik bagi kesehatan Ibu dan Buah Hati.

Lelah dan Tak Selera Makan

Sama seperti Ibu yang tidak sedang hamil, stres akan berdampak pada kelelahan karena kurangnya istirahat. Ibu terlalu banyak memikirkan hal ini dan itu sehingga sulit sekali untuk tidur. Kemudian, Ibu juga tak ingin makan walaupun makanan favorit sekalipun. Kedua hal ini berefek tidak baik, apalagi Buah Hati membutuhkan nutrisi yang cukup selama berada di rahim.

Meningkatkan Risiko Komplikasi Kehamilan

Stres yang Ibu alami akan membuat tubuh memproduksi hormon katekolamin, di mana Ibu dapat berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi hipertensi memicu timbulnya komplikasi selama kehamilan yaitu preeklampsia yang dapat membahayakan Ibu dan Buah Hati.

Ibu juga rentan mengalami ketuban pecah dini karena meningkatnya infeksi pada rahim. Ketuban yang pecah sebelum melahirkan memicu risiko cacat hingga kematian janin. Oleh karena itu, hindari stres berlebihan dan ceritakan masalah Ibu pada support system terdekat.

Membuat Kognitif Anak Terganggu

Tidak hanya reaksi janin saat Ibu menangis yang mengganggu tumbuh kembangnya, tetapi setelah dilahirkan akan berpengaruh pada kecerdasan dan emosional anak. Kemampuan kognitif dan emosional dari Ibu yang stres saat kehamilan memiliki tingkat yang lebih rendah dibandingkan anak yang lahir dari Ibu bahagia.

Cara Mengatasi Menangis Saat Hamil

Berikut ada tips yang bisa Ibu ikuti agar tidak mudah stress dan menangis. 

  • Lakukan Olahraga Ringan

Tahukah Bu, jika olahraga dapat melepaskan hormon endorfin atau hormon pemicu kebahagiaan? Nah biar terhindar dari stres, usahakan berolahraga ringan setiap harinya seperti berenang, berjalan kaki di pekarangan rumah atau senam hamil dan yoga. Selain itu, rasa ketidaknyamanan saat hamil akan berkurang.

  • Konsumsi Makanan Sehat

Dengan pilihan makanan yang tepat dan bernutrisi, Ibu akan lebih dapat menjaga kesehatan bersama janin dalam kandungan. Makanan sehat akan membantu tubuh Ibu lebih kuat. Ibu juga perlu rutin minum nutrisi khusus ibu hamil yang memiliki nutrisi lengkap, yaitu nutrisi makro dan nutrisi mikro dalam jumlah tepat serta seimbang.

  • Luangkan Waktu Me Time

Saat hamil, penting bagi Ibu untuk memiliki me time dengan cara yang tentunya menyenangkan, misalnya saja membaca buku, menonton film kesukaan hingga berjalan-jalan sendiri tanpa Ayah. Hal ini tentu menenangkan, apalagi jika Ibu rentan alami stres dari pekerjaan kantor.

  • Istirahat Cukup

Tidur merupakan aktivitas yang baik bagi Ibu dan tumbuh kembang janin. Untuk itu, usahakan tidur cukup selama 8-10 jam agar setiap harinya Ibu bisa lebih semangat dan terasa segar!

  • Fokuskan Pikiran pada Hal Positif

Bila Ibu memiliki masalah dengan pasangan atau keluarga, segera selesaikan dengan kepala dingin. Bangun hubungan harmonis setelah masalah usai dan tidak perlu ragu ceritakan apa saja masalah Ibu dengan orang terdekat.

Nah sekarang Ibu sudah tahu kan bagaimana reaksi janin saat Ibu menangis dan dampaknya bagi Ibu dan Buah Hati. Untuk itu, penting bagi Ibu dalam mengelola stres dengan baik agar tumbuh kembang janin tetap optimal. Selain itu, penting juga Ibu mengetahui apa saja yang dapat memicu stress saat hamil. Ketahui penyebab emosi naik turun saat hamil, yuk.