Rahasia Sleep Training Aman Agar Tidur Bayi Berkualitas

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Dewi Virdianti Pangastuti

dr. Dewi Virdianti Pangastuti adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Selain itu, dr. Dewi Virdianti juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Rahasia Sleep Training Aman Agar Tidur Bayi Berkualitas

Sleep training idealnya dimulai saat bayi berusia empat hingga enam bulan, atau setelah melewati fase four-month sleep regression, yaitu kondisi saat bayi menjadi lebih rewel dan sering terbangun di malam hari.

Penting untuk diingat bahwa melatih tidur bukan berarti membiarkan buah hati menangis tanpa henti. Ada berbagai metode sleep training terukur yang bisa Ibu terapkan untuk mencapai hasil positif. Meski awalnya menantang, kemampuan tidur mandiri adalah keterampilan hidup yang penting bagi buah hati sekaligus kunci keharmonisan keluarga.

Apa itu Sleep Training?

Sleep training adalah proses mengajarkan bayi untuk tidur secara mandiri, sehingga ia dapat kembali tidur sendiri ketika terbangun di malam hari. Saat dibaringkan dalam keadaan terjaga, buah hati Ibu dapat tertidur 10 hingga 12 jam tanpa bantuan apapun. Proses ini dilakukan secara rutin, konsisten, dan secara bertahap mengajarkannya menenangkan diri sendiri tanpa diayunkan, disusui, atau digendong.

Pelatihan ini mendorong kebiasaan tidur yang sehat. Bayi yang tidur nyenyak, teratur, dan lebih awal mampu mengelola emosinya dengan lebih baik. Ia juga memiliki risiko masalah kesehatan yang lebih rendah di kemudian hari. Manfaatnya bukan hanya bagi buah hati, kualitas tidur Ibu dan anggota keluarga juga meningkat, sehingga bisa lebih bahagia, sehat, dan memiliki lebih banyak waktu luang.

Kapan Usia yang Aman Memulai Sleep Training?

Menurut Cleveland Clinic, Ibu sudah bisa melatih pola tidur anak di usia empat hingga enam bulan karena ia mulai mampu menenangkan diri. Selain itu, ritme sirkadian atau kemampuan alami tubuh buah hati untuk membedakan siang dan malam sudah mulai terbentuk. Hal ini membuat hormon di tubuhnya bekerja lebih stabil dalam mengatur jadwal tidurnya.

Pandangan medis juga menjadi pertimbangan. Di usia ini, buah hati umumnya sudah mampu menahan lapar semalaman dan mungkin tidak lagi membutuhkan ASI di malam hari. Sistem pencernaannya pun sudah matang. Sleep training selambat-lambatnya dilakukan saat berusia sembilan bulan karena sebagian besar bayi tidak lagi perlu makan di malam hari.

Berbagai Metode Sleep Training Populer yang Bisa Dicoba Ibu

Melatih buah hati untuk tidur secara mandiri bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan. Ibu bisa memilih yang paling tepat dan sesuai dengan gaya pengasuhan. Mulai dari metode yang lembut hingga lebih cepat, berikut berbagai teknik yang dapat dicoba. 

Metode Paling Lembut (No-Tears Methods)

Bagi Ibu yang mengutamakan kedekatan emosional dan ingin meminimalisir tangisan bayi, metode ini sangat cocok karena prosesnya dilakukan secara perlahan dan tetap melibatkan kehadiran fisik Ibu.

1. The Fading/Chair

Jika ingin membuat buah hati belajar tidur tanpa menangis, metode ini adalah pilihan ideal. Konsepnya sederhana, Ibu tetap berada di sekitar sampai ia tertidur. Setiap malam, secara bertahap menjauh darinya sambil tetap berada dalam pandangan. 

Cara sleep train ini bisa dilakukan dengan berdiri atau duduk di kursi. Misalnya, pada malam pertama, Ibu duduk di kursi dalam radius 1 meter sebelum ia terlelap. Pada malam-malam berikutnya, buat jaraknya lebih jauh hingga ia merasa tetap aman meski Ibu tidak begitu dekat. 

Prinsip utamanya adalah memberikan kenyamanan minimal sambil tetap menjaga jarak fisik. Terkadang, dibutuhkan waktu lama hingga dua minggu agar buah hati terbiasa. Kelebihannya, chair method memberikan ketenangan pikiran lebih bagi sebagian orang tua karena mereka tidak merasa seperti meninggalkan anak.

2. Pick Up/Put Down Method

Melalui cara sleep train ini, Ibu bisa menempatkan buah hati di tempat tidur saat ia mulai mengantuk. Jika menangis atau rewel, gendong dengan lembut untuk menenangkannya. Kemudian, letakkan kembali setelah ia tenang dan sebelum tertidur lelap di pangkuan. 

Teknik ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi, tetapi bisa menjadi pilihan yang baik ketika Ibu ingin menghindari tangisan berkepanjangan sambil tetap mendorong kemampuan buah hati menenangkan diri.

Metode Paling Cepat (Extinction Methods)

Metode ini biasanya dipilih oleh orang tua yang menginginkan hasil lebih instan. Meskipun melibatkan fase tangisan yang lebih intens, metode ini fokus pada kemandirian penuh si Kecil dalam waktu yang relatif singkat.

1. The Ferber Method (Controlled Crying)

Metode Ferber dilakukan dengan membiarkan buah hati menangis, lalu dicek secara berkala dengan interval semakin lama, misalnya 3 menit, 5 menit, lalu 10 menit. Selama malam-malam pertama, Ibu bisa segera kembali setiap kali ia menangis, menepuk-nepuknya dan memastikan ia tenang sebelum ditinggalkan. Hari berikutnya, tingkatkan waktunya dan biarkan ia menangis sebelum ditenangkan kembali, hingga akhirnya mencapai titik di mana buah hati dapat menenangkan dirinya sendiri. 

Perlu diperhatikan, controlled crying harus dilakukan dengan konsisten dan sepengetahuan dokter. Tidak sedikit orang tua yang merasa pendekatan ini dapat menimbulkan trauma. Namun, Sleep Foundation menyebutkan, tidak ada bukti metode Ferber menimbulkan efek negatif jangka panjang pada emosi, stres, perilaku, atau keterikatan anak terhadap orang tua. 

2. Extinction (Cry It Out/CIO)

Ibu bisa mengajak buah hati melakukan rutinitas sebelum tidur, seperti memeluknya, memberinya ciuman selamat malam, lalu meninggalkan ruangan. Jika ia menangis, jangan ditanggapi. Tidak ada intervensi dan interval waktu untuk menenangkannya. Tujuan akhirnya, buah hati akan lelah menangis sendiri atau menenangkan diri hingga tertidur kembali.

Metode ini sudah dikenal luas, tetapi paling mengundang kontroversi. Tak sedikit orang tua yang mengatakan bahwa pendekatan ini berhasil dan cepat, tetapi ada juga yang merasa tidak nyaman membiarkan bayi menangis tanpa menenangkannya. Dikhawatirkan hal itu akan membuat stres dan trauma. Maka dari itu, pertimbangkan dengan matang sebelum menerapkan teknik ini.

Syarat dan Kunci Sukses Sleep Training

Sleep training tidak akan berhasil tanpa fondasi dan rutinitas yang kuat. Jika Ibu hanya melakukannya sesekali atau goyah saat menerapkan metode yang diadopsi, proses tidur mandiri bisa memakan waktu lebih lama, bahkan menjadi tidak efektif sama sekali.

Hal yang paling utama, pastikan buah hati sehat dan sudah diperbolehkan dokter untuk tidur tanpa menyusu di malam hari. Ketika belum siap namun tetap dipaksakan, ia akan lebih mudah terbangun karena lapar. Nutrisi yang masih dibutuhkan dan seharusnya bisa dipenuhi di malam hari akan hilang.

Sangat penting untuk mendapatkan dukungan anggota keluarga agar Ibu tidak merasa sendiri saat menjalankan misi ini. Pastikan ayah atau pendamping mengetahui metode yang dipilih agar bisa konsisten dan tidak setengah-setengah. Ayah bisa mengambil beberapa peran seperti membantu dengan rutinitas malam, atau mengambil giliran saat mengecek buah hati ketika menggunakan metode Ferber. Dengan demikian, Ibu tidak merasa lelah seorang diri. 

Rutinitas yang konsisten juga menjadi kunci keberhasilan. Dengan rangkaian aktivitas yang sama, dilakukan dalam urutan yang sama, buah hati bisa mengenali kegiatan tersebut sebagai transisi dari siang ke malam. Mandi air hangat, pijat ringan, membacakan buku cerita, atau menyetel lagu pengantar tidur yang lembut bisa dilakukan. Konsistensi ini akan mengirim sinyal ke otak bahwa waktunya tidur sudah tiba. 

Selain itu, lingkungan tidur juga secara signifikan memengaruhi kemampuan untuk tertidur. Pastikan ruangan tenang, sunyi, dan gelap. Tempat tidurnya harus bebas dari mainan, bantal, dan selimut untuk meminimalkan gangguan dan memastikan keamanan. Jika diperlukan, Ibu juga bisa menggunakan white noise.

Meskipun buah hati sudah memasuki usia cukup untuk sleep training dan tidak membutuhkan makan lagi di malam hari, memenuhi nutrisinya tetaplah penting. Pastikan ia sudah cukup kenyang sebelum tidur. Ibu bisa memberikan ASI atau susu formula pada sore atau malam hari. Dengan demikian, kemungkinan ia terbangun karena lapar bisa dihindari.

Indikator Keberhasilan dan Tanda Harus Dihentikan Sementara

Ketika Ibu mendapati durasi menangis semakin pendek, kemudian buah hati tertidur kembali dengan durasi yang lebih panjang, kemungkinan besar ia sudah mulai rileks. Saat terbangun untuk menyusu dan tidur kembali tanpa rewel, ini juga tanda-tanda yang menunjukkan kemajuan. Buah hati yang mulai bisa menenangkan diri sendiri menjadi indikator sleep training mulai berhasil.

Ada kalanya Ibu harus menunda atau menghentikan sejenak sleep training, terutama saat si Kecil sedang sakit, tumbuh gigi, atau berada dalam fase developmental leap. Pada kondisi ini, si Kecil membutuhkan dekapan dan kehadiran Ibu untuk merasa aman dibandingkan tuntutan untuk tidur mandiri. Memaksakan latihan saat kondisi kesehatan dan emosionalnya terganggu justru berisiko menghambat pemulihan dan membuat proses belajar tidur mandiri menjadi lebih lama bahkan gagal.

Selain kondisi si Kecil, Ibu juga perlu memperhatikan kesiapan diri sendiri; jika Ibu merasa stres atau lelah secara emosional, jangan ragu untuk beristirahat sejenak. Sangat penting untuk menjaga kesehatan mental orang tua karena kenyamanan Ibu adalah kunci ketenangan buah hati. Dengan memilih waktu yang tepat dan mempertimbangkan stabilitas emosi keluarga, proses sleep training akan berjalan lebih efektif tanpa mengorbankan ikatan kasih sayang.

Mulai Sleep Training dengan Rasa Tenang dan Yakin

Sleep training bisa sangat melelahkan secara emosional bagi orang tua. Oleh karena itu, cobalah bersabar dan terimalah itu sebagai bagian dari prosesnya. Satu hal yang perlu Ibu ketahui, ini adalah keterampilan seumur hidup yang berharga bagi buah hati. Bayi yang cukup istirahat akan lebih mudah didekati dan beradaptasi dengan situasi baru. Ia juga bisa tumbuh lebih baik, dari segi fisik maupun emosional.

Mungkin perlu beberapa kali mencoba untuk menemukan pendekatan yang nyaman bagi Ibu dan buah hati. Jangan takut untuk menghentikannya jika tampak tidak berhasil. Setelah menemukan metode yang paling sesuai, berkomitmenlah untuk tetap konsisten dan tidak menyerah. 

Agar stamina tetap terpelihara selama menjalani sleep training, penting bagi Ibu untuk mendapatkan nutrisi seimbang. Gizi yang baik juga bisa menjaga kualitas ASI yang turut berpengaruh pada tumbuh kembang buah hati. Yuk, dukung nutrisi yang krusial selama masa-masa perjuangan sleep training. Kenali 4 kandungan susu Ibu menyusui yang bantu perlancar ASI melalui informasi berikut: Produksi ASI Berlimpah dengan Bantuan Susu Ibu Menyusui.

Referensi:

  • Sleep Foundation. Sleep Training for Babies. Diakses pada 17 Januari 2026. https://www.sleepfoundation.org/baby-sleep/sleep-training
  • Smart Sleep Coach. How Sleep Training Sets Your Baby Up for Success. Diakses pada 17 Januari 2026. https://www.smartsleepcoach.com/blog/sleep-training/the-benefits-of-sleep-training
  • Cleveland Clinic. When and How To Sleep Train Your Baby. Diakses pada 17 Januari 2026. https://health.clevelandclinic.org/when-and-how-to-sleep-train-your-baby
  • Affinity Health. 5 Tips For Successful Baby Sleep Training Every Parent Should Know. Diakses pada 17 Januari 2026. https://www.affinityhealth.co.za/5-tips-for-successful-baby-sleep-training-every-parent-should-know/
  • Poppins. Is Sleep Training Safe? What the Research Really Says. Diakses pada 17 Januari 2026. https://www.heypoppins.com/blog/is-sleep-training-safe-what-the-research-really-says

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Rutinitas Skincare yang Aman untuk Ibu Menyusui
Ibu menyusui ingin pakai skincare? Simak panduan rutinitas skincare pagi dan malam yang aman serta tips agar kulit sehat dari dalam berikut ini!
Masa Persiapan
Rahasia Sleep Training Aman Agar Tidur Bayi Berkualitas
Pelajari definisi sleep training, usia aman memulainya, dan beragam metode yang paling efektif dan nyaman. Ketahui juga kunci agar sleep training berhasil.
Masa Persiapan
Langkah Pertolongan Pertama Diare pada Ibu Menyusui
Pahami cara pertolongan pertama diare pada ibu menyusui yang aman dilakukan. Cari tahu penyebab dan tindakan preventif yang bisa dilakukan.
Masa Persiapan
Panduan Lengkap Isi Diaper Bag untuk Bepergian dengan Bayi
Daftar barang yang perlu ada di diaper bag dan rekomendasi jumlah pakaian yang ideal untuk dibawa. Perjalanan bersama bayi jadi lebih aman dan nyaman.
Masa Persiapan
Usia Aman Bayi Naik Pesawat, Syarat, dan Tips Perjalanan
Ingin melakukan perjalanan udara bersama bayi? Ketahui syaratnya, tips menjaga kenyamanan telinga bayi, dan dokumen yang wajib dibawa oleh orangtua.
Masa Persiapan
Penyebab Bayi Sering Menggigit Saat Menyusui dan Solusinya
Puting lecet karena gigitan? Cari tahu penyebab bayi sering menggigit saat menyusui. Pelajari tips pencegahan dan cara mengobati gigitan bayi saat menyusui.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN