Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.
Setiap ibu menyusui tentu tetap membutuhkan perawatan wajah, baik melalui asupan nutrisi maupun penggunaan skincare untuk ibu menyusui. Konsumsi makanan kaya antioksidan serta pemilihan skincare yang aman untuk ibu menyusui sangatlah penting agar tidak memengaruhi kualitas ASI maupun kesehatan buah hati. Ibu bisa memilih produk yang berfokus pada hidrasi dan perlindungan, memiliki formula minimalis, serta menggunakan skincare aman untuk busui yang bebas dari bahan berisiko seperti retinoid.
Merawat diri dan kesehatan kulit bukanlah tindakan egois, melainkan investasi agar Ibu merasa lebih bahagia dan berenergi saat mengurus buah hati. Jika waktu terasa sangat terbatas, Ibu tidak perlu khawatir karena mencari skincare yang aman untuk ibu menyusui dalam kemasan praktis kini semakin mudah ditemukan. Langkah-langkah perawatan yang ringkas, namun efektif akan membantu menjaga kulit Ibu tetap sehat dan bercahaya di tengah kesibukan mengasuh si kecil.
Selama hamil, lonjakan estrogen memicu sel pembentuk pigmen yang sering kali memunculkan melasma atau bercak gelap pada wajah. Kondisi ini kemudian berlanjut pascapersalinan, saat kadar estrogen turun drastis dan hormon prolaktin naik demi produksi ASI. Perubahan hormonal ini memperlambat produksi kolagen sekaligus mengurangi kemampuan kulit mengikat air, sehingga Ibu mungkin merasa kulit menjadi lebih kering, kasar, dan kehilangan elastisitasnya.
Di saat yang sama, kulit perut yang meregang maksimal selama sembilan bulan sering kali menyisakan stretch mark karena elastisitas kulit yang terlampaui. Selain faktor fisik tersebut, status hidrasi juga sangat berpengaruh. Tubuh Ibu membutuhkan cairan ekstra untuk memproduksi ASI, sehingga jika asupannya kurang, cadangan air dari jaringan kulit akan tertarik. Hal inilah yang membuat kulit tampak semakin kusam. Memahami rangkaian perubahan alami ini adalah langkah awal penting dalam menentukan perawatan yang paling tepat.
Memahami perubahan kulit yang terjadi pascamelahirkan adalah tahap permulaan sebelum Ibu merespons perubahan tersebut dengan rutinitas perawatan kulit. Ada setidaknya dua kali rutinitas merawat kulit, yakni pagi sebelum beraktivitas dan malam sebelum istirahat. Pagi hari biasanya adalah momen paling padat, jadi tahapan perawatan kulit tidak perlu berlama-lama. Cukup ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini.
Gunakan pembersih wajah yang lembut (gentle cleanser) dengan pH seimbang agar kelembapan alami kulit tidak hilang. Pilih yang teksturnya ringan seperti gel atau foam yang mudah dibilas untuk mencegah kulit terasa kering atau tertarik.
Daripada menumpuk banyak produk, cari pelembap multifungsi yang menggabungkan manfaat serum dan moisturizer sekaligus. Misalnya, pilih produk yang mengandung pelembap hyaluronic acid untuk hidrasi ekstra plus niacinamide atau vitamin C sebagai pencerah kulit. Menggunakan produk multimanfaat seperti ini akan jauh lebih praktis sekaligus menghemat waktu.
Paparan sinar UV bisa masuk ke dalam rumah dan tetap merusak kulit. Gunakan physical sunscreen (seperti zinc oxide atau titanium dioxide) karena lebih aman dan tidak mudah terserap ke dalam tubuh Ibu sehingga minim risiko memengaruhi kualitas ASI.
Jika rutinitas di pagi hari berfungsi untuk menutrisi sekaligus melindungi maka perawatan menjelang tidur memiliki peran penting untuk membersihkan sisa hari dan mendukung proses regenerasi alami kulit. Di saat Ibu beristirahat, kulit bekerja lebih aktif untuk memulihkan diri, sehingga penggunaan produk yang tepat akan membantu Ibu bangun dengan wajah yang lebih segar dan tetap sehat.
Gunakan micellar water terlebih dahulu untuk mengangkat sisa sunscreen, debu, dan minyak. Setelah itu, lanjutkan dengan sabun cuci muka yang lembut untuk memastikan wajah benar-benar bersih. Pembersihan ganda ini perlu Ibu terapkan agar pori-pori tidak tersumbat dan kulit bisa menyerap manfaat skincare setelahnya secara maksimal.
Malam hari adalah waktu terbaik bagi kulit untuk beregenerasi. Gunakan krim malam yang kaya akan hidrasi, seperti yang mengandung Ceramide atau lemak alami, tapi tanpa bahan aktif yang terlalu rumit atau kuat seperti retinol dan tretinoin. Formula yang sederhana ini justru lebih aman dan tetap efektif membantu kulit memulihkan diri selama tidur.
Kalau Ibu sedang menghadapi jerawat hormonal yang muncul pascamelahirkan, gunakan acne patch atau produk totol jerawat yang mengandung bahan aman seperti benzoyl peroxide atau centella asiatica. Hindari produk dengan kandungan salicylic acid dosis tinggi karena bisa terserap dan berisiko bagi bayi.
Kondisi kulit Ibu sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian, karena sel-sel kulit baru dibentuk dari dalam menggunakan gizi yang Ibu konsumsi. Meskipun skincare membantu merawat permukaan wajah, pemenuhan gizi dari dalam tetap menjadi kunci kesehatan kulit yang utama.
Bagi Ibu menyusui, tubuh akan memprioritaskan nutrisi untuk produksi ASI. Jika asupannya kurang mencukupi, kulit biasanya menjadi bagian pertama yang tampak kusam atau kering. Dengan menjaga pola makan berkualitas, Ibu tidak hanya mendukung kelancaran ASI, tetapi juga memastikan kulit tetap sehat, cerah, dan elastis dari dalam secara optimal.
Ada kaitan langsung antara produksi ASI dan hidrasi tubuh Ibu. Sekitar 87-88% kandungan ASI adalah air. Jadi, ketika Ibu kurang minum, tubuh akan mengambil cadangan air dari jaringan kulit demi memproduksi ASI yang berkualitas untuk buah hati. Akibatnya, kulit terasa kasar, kusam, dan garis halus mulai terlihat lebih jelas.
Demi mencegah dehidrasi saat menyusui, biasakan minum setidaknya 8 gelas sehari supaya tubuh cukup terhidrasi sehingga tidak perlu "menguras" cadangan air dari kulit. Hidrasi yang cukup juga akan menjaga sel-sel kulit tetap kenyal dan membantu proses detoksifikasi alami tubuh.
Kesehatan kulit Ibu perlu ditunjang oleh keragaman asupan nutrisi seperti vitamin C dan E. vitamin C berperan penting dalam produksi kolagen; tanpanya, kulit akan kesulitan menjaga kepadatan sehingga tampak kusam dan kendur. Ibu bisa mendapatkan asupan alami ini dari buah-buahan seperti jeruk dan stroberi, atau sayuran hijau seperti brokoli dan bayam. Sementara itu, vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel kulit dari radikal bebas sekaligus menjaga kelembapan alami dari dalam. Sumber terbaiknya meliputi kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat.
Selain vitamin, mineral seperti Zinc sangat dibutuhkan untuk regenerasi sel dan meredakan peradangan, terutama bagi Ibu yang menghadapi jerawat hormonal. Zinc dapat ditemukan pada daging merah, telur, dan kacang-kacangan, yang juga kaya akan PROTEIN. Sebagai komponen utama pembentuk jaringan, PROTEIN mempercepat pemulihan kulit dan peradangan. Jika dikonsumsi bersama vitamin C, PROTEIN akan bekerja lebih optimal dalam mendukung produksi kolagen dan elastin guna menjaga kekenyalan kulit Ibu.
Jangan takut dengan kata "lemak" karena bagaimanapun juga kulit manusia tersusun dari lipid (lemak). Konsumsi makanan berlemak sehat, terutama Omega-3 yang ditemukan dalam ikan salmon, minyak nabati, atau kacang-kacangan.
Omega-3 ini akan membantu memperkuat skin barrier, yaitu lapisan pelindung alami yang mencegah air di dalam kulit menguap terlalu cepat. Ketika lapisan pelindung (skin barrier) Ibu terjaga kekuatannya, kulit tidak akan mudah kehilangan kelembapan. Hal ini membuat wajah Ibu terasa lebih kenyal, terhidrasi dengan baik, dan tampak cerah alami dari dalam.
Ibu yang bahagia dan terawat akan lebih optimal dalam memberikan kasih sayang kepada buah hati. Oleh karena itu, luangkan waktu sejenak untuk merawat diri, baik dari dalam melalui nutrisi maupun dari luar dengan memilih skincare yang aman untuk ibu menyusui. Keduanya perlu berjalan beriringan agar Ibu tetap sehat, segar, dan berenergi dalam menemani perjalanan tumbuh kembang si kecil.
Masa menyusui memang sering kali penuh dengan informasi yang simpang siur, mulai dari pola makan hingga pemilihan skincare yang aman untuk ibu menyusui. Adapun munculnya berbagai mitos ini terkadang memicu kekhawatiran yang sebenarnya tidak perlu bagi Ibu. Itulah mengapa penting bagi Ibu untuk tetap berpijak pada fakta medis agar keputusan yang diambil tetap aman bagi kesehatan Ibu dan buah hati. Yuk, temukan kebenarannya di sini: Fakta dan Mitos Seputar Menyusui yang Perlu Diketahui.