5 Tahapan Tekstur MPASI untuk Bayi Usia 6 hingga 12 Bulan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

5 Tahapan Tekstur MPASI untuk Bayi Usia 6 hingga 12 Bulan

Menginjak usia 6 bulan, bayi sudah boleh diperkenalkan dengan MPASI untuk mendukung kebutuhan nutrisinya. Namun, pemberian MPASI tidak boleh sembarangan dan Ibu harus memahami tahapan tekstur MPASI sesuai dengan usia bayi agar pemberian nutrisinya tepat.

Tahapan Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi

Tahapan tekstur MPASI bukan hanya memastikan bayi mendapatkan asupan yang tepat, tetapi juga membangun kebiasan makan sehat sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan usianya. Berikut tahapan yang perlu Ibu ketahui.

Usia 6 Bulan

Pada tahap awal MPASI, bayi masih dalam tahap adaptasi. Mereka baru mengenal makanan padat untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, makanan perlu dibuat semi likuid untuk mencegah bayi tersedak. Tekstur MPASI untuk bayi 6 bulan harus halus dan semi cair. Ibu perlu menghaluskan makanan menjadi bubur atau puree dengan tekstur yang sangat halus. Tekstur ini akan membantu bayi Ibu perlahan membiasakan diri dengan makanan padat.

Untuk mempersiapkan MPASI bayi usia 6 bulan dengan tekstur halus, berikut beberapa tips yang bisa Ibu terapkan di rumah:

  • Manfaatkan blender atau food processor untuk menghaluskan makanan.
  • Pastikan makanan dimasak hingga matang untuk memudahkan proses penghalusan.
  • Hindari penambahan garam atau gula pada makanan karena bayi belum memerlukan kandungan ini.
  • Sajikan makanan dalam suhu hangat agar lebih mudah dikonsumsi oleh bayi.

Beberapa contoh menu MPASI untuk bayi usia 6 bulan dengan tekstur halus, antara lain:

  • Bubur nasi kental.
  • Puree buah.
  • Puree sayuran.
  • Puree daging atau ikan.

Ibu perlu mengamati bagaimana bayi merespons makanan dengan berbagai tekstur yang diberikan. Jika terdapat tanda-tanda kesulitan dalam menelan atau mengunyah, maka makanan bisa dihaluskan kembali sesuai kebutuhan bayi.

Jadwal MPASI 6 Bulan

Berikut ini panduan jadwal MPASI 6 bulan: 

  • Jam 6.30: Bangun tidur, berikan ASI atau susu formula.
  • Jam 7.30: Sarapan - Berikan bubur sereal bayi yang diencerkan dengan ASI atau susu formula.
  • Jam 10.00: Snack pagi - Berikan potongan buah yang dihaluskan, seperti pisang atau pir.
  • Jam 12.30: Makan siang - Berikan puree sayuran seperti wortel atau kacang hijau, diikuti oleh ASI atau susu formula.
  • Jam 14.30: Snack sore - Berikan yogurt bayi atau potongan buah lainnya.
  • Jam 16.30: Tidur siang.
  • Jam 18.30: Makan malam - Berikan puree protein seperti ayam atau ikan, diikuti oleh ASI atau susu formula.
  • Jam 20.00: Waktu tidur malam.

Perlu diingat bahwa jadwal MPASI bisa bervariasi antara bayi satu dengan yang lain, dan sangat penting untuk mengamati respon bayi terhadap makanan baru dan mengikuti petunjuk dokter atau ahli gizi. 

Pastikan juga untuk selalu memberikan ASI atau susu formula sebagai sumber utama nutrisi bayi hingga usia yang sesuai atau sesuai rekomendasi dokter. Jadwal di atas hanya sebagai panduan dan dapat disesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan bayi Ibu.

Usia 7-8 Bulan

Memasuki usia 7 bulan, tekstur MPASI bayi perlu ditingkatkan. Jika sebelumnya tekstur makanan sangat halus, kini bayi sudah siap untuk mencoba menu MPASI dengan tekstur yang sedikit lebih kasar. Ibu hanya perlu memblender makanan, tanpa perlu menyaringnya lagi. Di usia ini, bayi sudah mulai terbiasa dengan makanan padat dan perlu diperkenalkan dengan tekstur yang berbeda.

Berikut contoh menu MPASI yang cocok untuk bayi usia 7-8 bulan dengan tekstur yang agak encer atau puree yang lebih kasar:

  • Bubur nasi yang agak encer.
  • Puree buah dengan tekstur yang sedikit kasar.
  • Puree sayuran yang memiliki tekstur yang lebih kasar.
  • Puree daging atau ikan dengan tekstur yang agak kasar.

Pada tahap ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan MPASI pada bayi usia 7-8 bulan:

  • Makanan diberikan 2-3 kali sehari.
  • Porsi makan sekitar 1-2 sendok makan per sekali makan.
  • ASI tetap menjadi sumber makanan utama.
  • MPASI diberikan sebagai pelengkap, tidak menggantikan ASI.
  • Pastikan kebersihan dan keamanan makanan.
  • Pilih makanan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan bayi.
  • Penyajian makanan sebaiknya menarik untuk bayi.

Usia 9-10 Bulan

Di usia 9 bulan, tekstur MPASI perlu ditingkatkan lagi. Kini bayi sudah siap untuk mencoba makanan yang tidak diblender. Ibu hanya perlu mencacah makanan dan membuatnya menjadi bubur kasar. Di usia ini, bayi juga sudah mulai diperkenalkan dengan finger food atau makanan yang dapat mereka pegang sendiri.

Berikut beberapa panduan yang bisa diikuti dalam menyajikan MPASI bayi usia 9-10 bulan dengan tekstur bubur encer atau makanan yang dipotong kecil-kecil:

  • Pastikan makanan dimasak sampai matang untuk memudahkan pemotongan.
  • Potong makanan menjadi ukuran yang kecil-kecil, tetapi tetap dalam ukuran yang aman agar terhindar dari risiko tersedak.
  • Hindari penggunaan garam atau gula pada makanan.
  • Sajikan makanan pada suhu yang hangat.

Contoh menu MPASI yang cocok untuk bayi usia 9-10 bulan:

  • Bubur nasi yang lebih encer.
  • Potongan buah-buahan kecil-kecil.
  • Sayuran yang telah dipotong kecil-kecil.
  • Potongan daging atau ikan yang telah dipotong kecil-kecil.

Usia 11 Bulan

Memasuki usia 11 bulan, bayi sudah siap untuk naik tekstur lagi. Jika sebelumnya bayi diberikan makanan tanpa disaring atau bubur kasar, kini sudah waktunya mereka mencoba nasi tim. Nasi tim memiliki tekstur yang agak lembek namun tetap dapat dijadikan sarana latihan bayi untuk masuk ke tahap berikutnya.

Di bawah ini beberapa petunjuk yang dapat diikuti dalam penyajian MPASI bagi bayi usia 11 bulan dengan tekstur yang mendekati makanan orang dewasa:

  • Memasak makanan hingga matang agar mudah dipotong-potong.
  • Potong makanan agar mudah dikunyah bayi.
  • Menghindari penggunaan garam atau gula pada makanan.
  • Sajikan makanan dalam kondisi hangat.

Contoh variasi menu MPASI yang cocok untuk bayi usia 11 bulan:

  • Mie goreng
  • Sup ayam
  • Sayur lodeh
  • Ikan goreng

Selain tekstur, ada beberapa hal lain yang perlu diingat dalam memberikan MPASI untuk bayi usia 11 bulan, yakni:

  • Ragam bahan makanan: Perkenalkan beragam jenis bahan makanan, termasuk yang berbeda dari segi warna, rasa, dan tekstur.
  • Variasi menu: Berikan variasi makanan yang berbeda setiap harinya agar bayi tidak jenuh dan menerima nutrisi yang lengkap.
  • Cara penyajian: Tampilkan makanan secara menarik agar memikat minat bayi untuk makan.

Usia 12 Bulan

Yey, akhirnya bayi Ibu sudah berumur 1 tahun. Artinya, ia sudah siap untuk mencoba makanan keluarga seperti anggota keluarga yang lain. Bayi sudah bisa makan nasi dengan lauk rendang, ayam goreng, serta sup sama seperti orang tuanya.

Contoh menu MPASI yang sesuai untuk bayi usia 12 bulan dengan tekstur mirip makanan orang dewasa:

  • Nasi goreng
  • Bihun goreng
  • Mie goreng
  • Sup ayam
  • Sayur lodeh
  • Ikan goreng
  • Daging bakar
  • Roti bakar
  • Telur mata sapi
  • Buah-buahan yang dipotong kecil
  • Sayuran yang dipotong kecil

Selain mulai memberikan makanan yang lebih variatif, Ibu juga perlu melatih bayi agar makin terampil dalam mengunyah makanan, caranya:

  • Sediakan makanan yang mudah digenggam, seperti potongan-potongan buah atau sayuran.
  • Biarkan bayi berusaha menggigit dan mengunyah makanannya sendiri.
  • Berikan pujian saat bayi berhasil mengunyah dengan baik.

Itulah tahapan tekstur MPASI yang perlu Ibu ketahui. Bagaimana dengan jadwal MPASI bayi? Yuk, cari tahu di sini: Panduan dan Jadwal Makan Bayi 6 Bulan Menurut Dokter Anak.

Dengan memahami dan menerapkan tahapan ini, pemberian MPASI pada bayi akan jauh lebih mudah. Yang terpenting adalah jangan melunak dengan menurunkan tekstur makanan jika bayi menolak, karena dapat menjadi pola kebiasaan yang tidak baik. Jadi, tetap semangat untuk memberikan MPASI dengan tekstur yang tepat.