Gejala & Solusi

Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks) pada Hamil Tua

Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks) pada Hamil Tua

Kontraksi palsu, atau kontraksi Braxton-Hicks, sering disebut sebagai persalinan palsu. Kontraksi ini merupakan latihan kontraksi yang dilakukan tubuh Ibu untuk bersiap menghadapi persalinan sebenarnya. Apakah kontraksi palsu menandakan persalinan sudah dekat? Tentu tidak ya, Bu. Sayangnya, banyak ibu terkecoh dengan kontraksi ini, sehingga mereka merasa panik dan bergegas ke dokter, mengira itu adalah kontraksi asli.

Rasa Kontraksi Palsu Itu Seperti Apa?

Kontraksi ini mungkin terasa seperti perut yang mengencang atau seperti kram ringan ketika menstruasi. Nyeri tersebut datang dan pergi, dan tidak teratur. Kontraksi ini juga tidak bertambah kuat atau menyebabkan pembukaan pada leher rahim Ibu. Kontraksi ini lebih sering terasa tidak nyaman saja, namun tidak terlalu menyakitkan.

Kontraksi palsu dapat terjadi sejak usia kehamilan masih 27 minggu, bahkan masih berlangsung hingga bulan ke-9 kehamilan Ibu. Namun, karena kontraksi ini palsu, tetap saja tidak akan menyebabkan bayi lahir. 

Apa Perbedaan Kontraksi Palsu dan Asli?

Inilah cara Ibu mengetahui apakah itu persalinan palsu atau asli:

Ciri-ciri kontraksi persalinan palsu:

  • Tidak teratur dan tidak menjadi lebih dekat seiring berjalannya waktu.
  • Tidak dapat diprediksi dan dapat berlangsung kurang dari 30 detik, atau paling lama hanya 2 menit.
  • Biasanya lemah dan tetap sama atau menjadi lebih lemah lalu menghilang.
  • Seringkali hanya terasa di bagian depan perut atau di satu area tertentu.
  • Mungkin berhenti dengan perubahan tingkat aktivitas atau saat Ibu mengubah posisi. 
  • Ibu masih dapat tidur meskipun mengalami kontraksi ini.

Sebaliknya, kontraksi persalinan yang sebenarnya memiliki beberapa perbedaan utama sebagai berikut:

  • Kontraksi ini menjadi lebih teratur seiring berjalannya waktu dan semakin dekat satu sama lain.
  • Intensitasnya meningkat secara bertahap.
  • Biasanya dimulai dari punggung bawah dan berpindah ke bagian depan perut.
  • Kontraksinya tidak hilang ketika Ibu mengubah posisi atau beristirahat.
  • Kontraksi ini menyebabkan leher rahim Anda membesar dan bersiap untuk melahirkan.

Penyebab Kontraksi Palsu

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kontraksi palsu, antara lain dehidrasi, aktivitas fisik, kandung kemih penuh, dan aktivitas seksual. Aktivitas tersebut dapat memicu otot-otot di dalam rahim untuk menegang dan mengendur, sehingga meniru sensasi kontraksi persalinan yang sebenarnya. 

Dapatkah Mengubah Kontraksi Palsu menjadi  Kontraksi Asli?

Karena kadang-kadang kontraksi ini masih timbul pada bulan ke-9 kehamilan, banyak ibu mulai ingin segera melahirkan agar tidak terus-menerus mengalami kontraksi palsu. Namun, tidak demikian ya, Bu. Ibu hanya dapat mengalami kontraksi asli apabila memang telah tiba waktunya untuk persalinan, sehingga kontraksi yang Ibu alami akan betul-betul mampu menimbulkan persalinan.

Ibu masih tetap dapat menghadapi kontraksi palsu ini dengan membuat diri Ibu sendiri lebih nyaman. Berikut beberapa hal yang mungkin dapat membantu Ibu merasa lebih baik selama mengalami kontraksi palsu:

  • Ubah apa yang Ibu lakukan. Jika Ibu aktif, cobalah beristirahat. Jika Ibu sudah duduk, berjalanlah.
  • Santai. Mandi air hangat, pijat, membaca, mendengarkan musik, atau tidur siang.
  • Minumlah air: Dehidrasi terkadang dapat memperburuk kontraksi ini, jadi minumlah banyak air.

Ingat, sampai kontraksi Ibu menjadi asli, Ibu dapat meluangkan waktu untuk mempersiapkan kedatangan bayi. Bersiap untuk melahirkan dan mengetahui apa yang diharapkan setelahnya, seperti menyusui, sangatlah penting.

Untuk memudahkan menyusui di kemudian hari, Ibu bisa menyiapkan booster ASI seperti PRENAGEN lactamom, sehingga membantu mengatur agar pasokan ASI Anda cukup untuk kebutuhan bayi. Tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang PRENAGEN laktamom? Yuk, ketahui lebih lanjut di sini: PRENAGEN lactamom Booster ASI.

Sumber:

  • National Library of Medicine. Braxton Hicks Contractions. Diakses tanggal 20 Maret 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470546/ 

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!
Masa Kehamilan
Cegah Perdarahan Antepartum untuk Kesehatan Calon Buah Hati
Kenali perdarahan antepartum di trimester 3, penyebabnya, dan langkah pencegahan melalui nutrisi serta gaya hidup sehat ibu hamil.
Masa Kehamilan
AFLP pada Kehamilan Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Ibu
Pelajari tentang AFLP atau Acute Fatty Liver of Pregnancy pada kehamilan, gejala umum, dan tips pola hidup yang membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Masa Kehamilan
Tips Aman Mudik Saat Hamil dan Perlengkapan yang Wajib Ada
Simak tips aman mudik saat hamil dan checklist perlengkapan wajib agar perjalanan Lebaran tetap nyaman dan aman untuk Ibu dan janin.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN