Tisu basah tidak sepenuhnya aman untuk kulit sensitif buah hati, terutama jika digunakan pada area wajah atau mengandung bahan kimia iritan. Penggunaan tisu basah komersial secara intensif berisiko memicu dermatitis kontak, timbulnya ruam kemerahan, serta rasa gatal pada kulit halus bayi.
Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar penggunaan tisu basah komersial dibatasi hanya saat bepergian atau kondisi mendesak. Untuk perawatan harian di rumah, pembersihan menggunakan air hangat dan kapas murni tetap menjadi pilihan paling aman bagi kesehatan kulit buah hati.
Kulit buah hati memiliki lapisan epidermis yang hingga 30% lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga jauh lebih mudah menyerap zat kimia luar. Ibu perlu bersikap ekstra selektif dalam memeriksa daftar komposisi (ingredients) pada kemasan tisu basah sebelum membelinya di pasaran.
Beberapa zat kimia berisiko tinggi yang kerap memicu reaksi alergi dan kerusakan skin barrier (benteng pertahanan kulit) pada buah hati meliputi:
Terdapat cara aman untuk memakai tisu basah untuk wajah bayi, yaitu dengan menggosok tisu basah seminimal mungkin. Hindari menggosok kulit bayi dengan tisu basah beberapa kali yang akan menimbulkan efek negatif bagi kulit. Sebaiknya, menggosok tisu basah sekali saja untuk menghindari iritasi.
Selain itu, sebaiknya tisu basah untuk wajah bayi tidak digunakan untuk membersihkan wajah bayi, melainkan membersihkan area pantat bayi setelah buang air besar atau kecil. Tisu basah untuk wajah bayi juga masih aman jika dipakai di area tangan, kaki, dan juga punggung bayi. Namun sangat tidak aman jika digunakan di area wajah yang umumnya lebih sensitif.
Baca Juga: Bayi Menangis Terus: Penyebab, dan Cara Ampuh Mengatasinya
Pilih tisu basah yang mengandung alkohol dan pewangi seminimal mungkin, atau sebisa mungkin carai tisu basah untuk wajah bayi yang tidak mengandung alkohol dan pewangi sama sekali.
Tisu basah untuk bayi yang tidak mengandung alkohol memang langka, untuk itu Ibu bisa membuatnya sendiri di rumah.
Lantas bagaimana cara membuat tisu basah untuk bayi? Tenang Ibu, Ibu hanya perlu langkah sederhana untuk melakukannya.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat tisu basah untuk bayi diantaranya adalah tisu gulung tebal, sabun bayi cair, baby oil, air hangat, serta wadah bersih tertutup untuk menyimpan tisu basah.
Ibu sebaiknya tidak membuat tisu basah homemade ini dalam jumlah banyak, mengingat tingkat keawetannya yang rendah.
Begini step/langkah membuat tisu basah untuk bayi ala rumahan yang bisa Ibu coba:
Tisu basah bayi ala rumahan tersebut dapat Ibu gunakan sebagai pengganti tisu basah yang dijual di pasaran. Ibu bisa menggunakan tisu basah rumahan untuk membersihkan kulit bayi. Ibu perlu memastikan bahwa wadah tisu basah selalu dalam keadaan tertutup ketika tidak digunakan supaya tisu basah tidak menjadi kering. Cara ini juga dapat mencegah tisu basah terkontaminasi debu atau bakteri.
Ibu tak perlu takut untuk menggunakan tisu basah homemade ini untuk membersihkan area wajah bayi, karena bahan yang digunakan cukup aman dan tidak mengandung alkohol yang membuat kulit bayi iritasi. Jadi khusus untuk tisu bayi rumahan ini, Ibu bisa menggunakannya untuk mengelap wajah ya!
Selama menggunakan tisu basah untuk membersihkan kulit bayi, hindari untuk menggosok-gosok kulit bayi berulang kali. Lebih baik kulit bayi ditepuk lembut saja, tanpa harus digosok. Menggosok kulit bayi berulang kali dengan tisu basah lebih berpotensi untuk membuat kulit bayi iritasi dan ruam.
Baca Juga: HB Bayi Rendah: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasi
Beberapa hal ini perlu Ibu hindari saat menggunakan tisu basah untuk kulit bayi:
Tidak memperhatikan komposisi tisu basah yang dipakai untuk bayi merupakan hal yang tidak boleh dilakukan, Ibu. Ibu harus melihat kandungan dari tisu basah bayi sebelum menggunakannya di tubuh bayi. Jangan sampai bahan kimia yang terdapat di tisu basah malah membuat kulit bayi terkena iritasi.
Ibu juga tidak boleh terlalu keras saat mengusap kulit bayi dengan tisu basah. Terkadang, iritasi pada kulit bayi bukan disebabkan oleh bahan tisu basah, melainkan Ibu terlalu keras saat mengusapnya. Kulit bayi sangat sensitif sehingga jika terkena benda dengan sentuhan yang keras akan mudah iritasi dan kemerahan.
Ibu sebaiknya tidak membiarkan kemasan tisu basah terbuka setelah menggunakannya. Suhu udara luar dapat mengurangi kadar air pada tisu basah sehingga hilang kelembabannya. Jika kelembapan hilang, maka tisu basah akan menjadi semakin kering dan semakin berpotensi mengiritasi kulit bayi.
Tisu basah yang dibiarkan terbuka juga mengakibatkan kuman dan bakteri bersarang pada tisu basah. Tisu basah menjadi tidak steril lagi dan tentu ini tidak baik jika digunakan untuk membasuh kulit bayi yang sensitif.
Ibu juga sebaiknya tidak menyeka kulit bayi yang terluka dengan tisu basah. Ketika bayi terluka mungkin Ibu berpikiran untuk menyeka dan membersihkan luka anak dengan tisu basah. Padahal, hal ini justru berbahaya. Tisu basah yang terkena luka kulit dapat menyebabkan luka bayi makin parah, bahkan berpotensi infeksi. Untuk itu, jangan sekali-sekali menyeka kulit bayi yang iritasi atau luka dengan tisu basah ya!
Itulah beberapa hal yang perlu Ibu ketahui tentang tisu basah untuk wajah bayi. Jika Ibu bisa bijak dalam menggunakan tisu bayi, maka kulit bayi pun akan aman dari ruam dan iritasi.
Pastikan kesehatan dan stamina Ibu senantiasa terjaga selama merawat si kecil dengan asupan nutrisi lengkap. Lengkapi kebutuhan gizi dan kelancaran ASI Ibu dengan mengonsumsi PRENAGEN lactamom 2 gelas sehari!
Referensi: