Perut Kram Saat Hamil Muda: Penyebab & Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Perut Kram Saat Hamil Muda: Penyebab & Cara Mengatasinya

Saat hamil, tak jarang kram perut menghampiri pada trimester awal. Berbagai intensitas dan frekuensi kram perut saat hamil muda pun berbeda antar wanita hamil. Kondisi dimana perut seakan ditarik ini normal dialami Ibu sesuai dengan tumbuh kembang bayi.

Selama hamil, Buah Hati akan terus berkembang sehingga terjadinya pelebaran rahim yang membuat Ibu mudah alami kram perut saat hamil muda. Ibu mengubah posisi atau batuk saja, kram perut mudah menghampiri. Meski normal, Ibu perlu mewaspadai kram perut jika disertai dengan gejala lainnya.

 Kram perut saat hamil muda pun berbeda dengan trimester kedua dan ketiga. Untuk itu, Ibu perlu memahami ciri-ciri seperti kram perut saat hamil muda terjadi biasanya dalam durasi berapa lama, gejala, penyebab hingga cara mengatasinya di artikel ini. Yuk, simak sampai habis ya Bu!

Ciri-ciri Kram Perut yang Terjadi Saat Hamil Muda

Sebelum Ibu tahu apa sih penyebabnya, pahami dulu jika setiap Ibu dapat mengalami ciri-ciri yang berbeda. Menurut Parents.com, kram perut saat hamil muda merupakan kondisi normal yang terjadi. Bahkan ini bisa menjadi pertanda baik bagi tumbuh kembang Buah Hati dalam kandungan.

Berikut ciri-ciri kram perut saat hamil muda yang perlu Ibu ketahui lebih lanjut:

1. Kram terjadi saat Ibu mengubah posisi

Hal ini menandakan peregangan rahim atau ligamen pendukungnya. Contoh perut kram saat hamil yakni seperti sensasi ditarik pada satu atau kedua sisi.

2. Kram dialami tidak lebih dari enam kali dalam satu jam

Jika kondisi ini terjadi, segera cek ke dokter karena bisa merupakan tanda persalinan prematur.

3. Kram tidak disertai pendarahan

Kalau Ibu alami pendarahan yang cukup banyak dan intens, disarankan secepatnya ke fasilitas kesehatan terdekat. Hal ini bisa menandakan kehamilan ektopik, gejala keguguran atau plasenta previa dimana plasenta menutupi leher rahim.

4. Letak kram perut saat hamil dirasakan pada perut bagian bawah atas kemaluan

Ibu juga perlu mengetahui perbedaan kram perut bawah saat hamil muda dan menjelang menstruasi. Menurut Indian Journal of Community Medicine, rasa sakit akan berkurang saat menstruasi telah keluar. Sedangkan, kram perut saat hamil muda akan terasa terjadi hingga 12 minggu kehamilan.

 

Perbedaan Gejala Kram Perut Pada Setiap Tahap

Ibu perlu memahami berbagai perbedaan gejala kram perut yang terjadi saat hamil muda, implantasi dan menstruasi. Berikut penjelasannya.

1. Kram Perut Saat Hamil Muda

Menurut Medicine Net, selama trimester pertama Ibu akan mengalami pelebaran rahim, otot dan ligamen atau jaringan ikat, sehingga kram pun akan dialami. Rasa nyeri lebih ringan dan tidak intens. Ibu akan merasakannya saat berubah posisi, batuk, bersin dan lainnya.

 

2. Kram Perut Saat Implantasi

Saat dimana sel telur telah dibuahi dan tertanam dalam rahim, Ibu akan mengalami nyeri implantasi. Umumnya, nyeri ini terjadi ketika menstruasi akan dimulai dan disertai dengan bercak ringan. Tentunya, proses ini merupakan tanda kehamilan diikuti gejala lainnya seperti terlambat datang bulan, sering buang air kecil hingga mual muntah.

 

3. Kram Perut Saat Menstruasi

Dilansir Verywell Health, saat hari pertama menstruasi tubuh sedang mengalami peningkatan prostaglandin dimana dapat memicu kram perut. Rasa sakit ini akan berkurang selama periode menstruasi Ibu karena kadar prostaglandin menurun. 

 

Penyebab Kram Perut Saat Hamil

Ibu tentu bertanya-tanya, apa sih sebetulnya penyebab kram perut apalagi saat hamil muda? Meski kondisi ini tergolong umum dirasakan saat kehamilan, penyebabnya perlu Ibu ketahui agar bisa membedakan kapan harus berkonsultasi pada dokter. Inilah 5 penyebab kram perut saat hamil muda dari KlikDokter berikut ini yuk, Bu!

1. Pelebaran Rahim dan Ligamen

Seperti pembahasan di atas, pelebaran atau pembesaran rahim akan membuat organ lain dalam perut menjadi terdesak sehingga timbulnya rasa nyeri. Ibu dapat mengalami sensasi tajam, namun durasinya singkat dan dapat membaik dengan beristirahat yang cukup.

Sedangkan ligamen yang terdiri dari jaringan ikat juga ikut mengalami pelebaran. Hal ini akan memicu rasa nyeri saat Ibu tertawa keras, berpindah posisi dan batuk. Umumnya, ibu hamil merasakan sakit perut pada area depan hingga bagian bawah. Sama seperti pelebaran rahim, rasa nyeri ini mudah hilang ketika Ibu beristirahat.

2. Kontraksi Palsu

Meski kram perut saat hamil muda tidak menandakan kontraksi palsu, Ibu perlu mengetahui kondisi yang bisa terjadi saat memasuki trimester ketiga ini. Kontraksi palsu atau dikenal juga Braxton Hicks, Ibu akan mengalami nyeri yang tidak berat dan sebentar. 

Kondisi ini tidak ada hubungannya dengan pembukaan leher rahim atau persalinan ya, Bu. Namun begitu, Ibu perlu mewaspadainya jika terjadi pendarahan yang cukup hebat. Untuk menghindari kontraksi palsu, perlunya mencukupi kebutuhan nutrisi air putih sehingga tidak rentan alami dehidrasi. Jadi, minum yang cukup ya Bu!

3. Penumpukan Gas dan Sembelit

Kedua kondisi ini terjadi akibat peningkatan hormon progesteron saat kehamilan. Dikutip KlikDokter, hormon yang menyebabkan otot saluran pencernaan berelaksasi ini membuat gerakan usus dan lambung melambat.

Kondisi penumpukan gas di lambung disebabkan ukuran badan kandungan atau uterus membesar, sehingga Ibu rentan mengalami kembung dan kram perut saat hamil muda. Sedangkan sembelit atau konstipasi, membuat pengeluaran feses lebih jarang dan sakit perut.

4. Infeksi Saluran Kemih

Apa Ibu merasakan kram perut saat hamil muda terutama perut bagian bawah, serta muncul urine yang keruh atau bercampur darah? Ini bisa menjadi pertanda adanya infeksi saluran kemih atau ISK. Kondisi ini kerap dialami ibu hamil dan menimbulkan rasa tidak nyaman. 

Beberapa ibu hamil bisa tidak mengalami gejala apapun. Namun jika ciri-ciri di atas, disertai rasa tidak nyaman saat buang air kecil, misalnya pedih, sakit maupun panas, segera konsultasikan pada dokter agar mendapat penanganan yang tepat ya, Bu.

5. Kondisi Lainnya

Penyebab kram perut saat hamil ini, pastinya perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan Ibu dan Buah Hati dalam kandungan. Sebut saja, keguguran yang dapat memberikan rasa nyeri dan adanya bercak darah yang tidak lazim serta intens.

Kemudian, kehamilan ektopik dimana Ibu hamil di luar kandungan atau rahim. Gejala kram perut yang dialami intens dan juga disertai pendarahan. Terakhir, penyebab kram perut adalah tanda preeklampsia. Letak sakit perut berada pada kanan atas atau area ulu hati menuju punggung. 

Cara Mengatasi Perut Kram Saat Hamil

Setelah Ibu tahu ciri-ciri, gejala dan penyebabnya, yuk ikuti  cara berikut ini untuk mengatasi kram perut yang bisa dilakukan saat hamil muda. Hal ini penting agar Ibu lebih nyaman dan leluasa ketika beraktivitas.

  1. Cukup istirahat minimal 7-8 jam sehari dan duduk apabila banyak berjalan
  2. Ubah posisi tubuh yang mengalami kram perut
  3. Kompres bagian kram perut menggunakan handuk hangat atau berendam dengan air hangat
  4. Kelola stres dengan melakukan me time ala Ibu seperti membaca buku dan mendengarkan musik
  5. Lakukan aktivitas fisik yang ringan, seperti jalan pada pagi hari, yoga dan senam hamil

Jika Ibu sudah melakukan berbagai cara di atas, tetapi kram perut tidak kunjung mereda. Sebaiknya, segera konsultasikan pada dokter atau bidan untuk mendapat penanganan yang tepat. Sebab nyeri saat hamil juga bisa jadi pertanda adanya gangguan. Cari tahu dan pahami gangguan kehamilan sejak dini yuk, Bu.