Perut Sering Kencang dan Keras Saat Hamil, Bahayakah?

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Perut Sering Kencang dan Keras Saat Hamil, Bahayakah?

Jika saat hamil, Ibu merasa bahwa perut Ibu sering kencang saat hamil, sebetulnya kencangnya ini normal. Tapi jika disertai gejala lain, kadang-kadang kencang ini bisa merupakan tanda bahaya, tergantung trimester usia kehamilan yang sedang dijalani Ibu. Mari lihat gejala bahayanya di sini.

Trimester 1

Perut kencang dan keras saat trimester pertama adalah hal yang normal. Kondisi ini disebabkan oleh rahim yang meregang untuk menampung janin yang sedang bertumbuh. Sensasi lain yang juga bisa dirasakan Ibu hamil pada trimester 1 termasuk rasa sakit yang menusuk di sisi perut saat otot meregang. Ada cara untuk mengatasi kram ini, info selengkapnya yuk kenali penyebab kram perut wanita hamil dan solusinya.

Namun Ibu juga perlu waspada karena perut kencang yang diikuti rasa sakit bisa menjadi tanda keguguran. Berikut beberapa gejala yang perlu Ibu waspadai:

  • Rasa sesak atau kram di bagian perut.
  • Nyeri atau kram di punggung bagian bawah.
  • Keluar bercak atau perdarahan
  • Adanya cairan atau jaringan yang keluar dari vagina.
  • Segera konsultasikan pada dokter apabila Ibu merasakan gejala tersebut saat kehamilan.

Trimester 2

Karena tubuh yang beradaptasi dengan perut yang terus membesar, Ibu mungkin merasakan rasa kencang. Bahkan Ibu juga akan merasa nyeri pada perut yang bisa meluas ke pinggul atau selangkangan.

Rasa nyeri ini masih dianggap normal. Namun jika terasa mengganggu, Ibu bisa berkonsultasi pada dokter.

Rasa kencang saat trimester kedua juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini diikuti dengan gejala sering buang air kecil, rasa nyeri saat buang air kecil, dan demam. Segera periksakan ke dokter jika Ibu mengalami gejala tersebut.

Pada beberapa kasus, Ibu bisa mengalami kontraksi pada trimester 2. Segera hubungi dokter jika Ibu tiba-tiba merasa keluar cairan dari jalan lahir Ibu, sebab itu pertanda kelahiran prematur.

Nyeri Ligamen Saat Hamil

Nyeri pada ligamen ini merupakan penyebab umum lainnya dari perut yang sering terasa kencang pada waktu trimester kedua.

Pada dasarnya, tubuh memiliki suatu jaringan sel bernama ligamen bundar yang bertugas menahan rahim pada posisinya di panggul. Ligamen ini awalnya ketat, namun hormon-hormon kehamilan menyebabkan ligamen ini menjadi lebih longgar.

Ketika calon bayi bertumbuh semakin besar, maka rongga rahim juga semakin luas, sehingga akan meregangkan ligamen bundar tadi. Bagi Ibu, saat ligamen bundar ini meregang, maka Ibu akan merasa nyeri yang kencang pada area perut bawah atau area selangkangan.

Rasa kencang ini terasa tajam bagi Ibu, dan semakin tajam jika Ibu bergerak mendadak, misalnya jika semula hanya duduk, kemudian tiba-tiba berdiri. Ibu bahkan juga merasa bahwa perut kencang ini terasa menekan sekali jika Ibu bersin atau batuk. 

Bahkan nyeri ini juga dapat meluas ke pinggul atau selangkangan. Sebetulnya, rasa nyeri ini masih dianggap normal. Namun jika terasa mengganggu, Ibu bisa berkonsultasi pada dokter.

Trimester 3

Perut yang terasa kencang saat trimester 3 bisa merupakan tanda persalinan. Biasanya diikuti oleh kontraksi yang lebih sering. Terdapat dua jenis kontraksi pada trimester 3, yaitu kontraksi palsu dan kontraksi asli.

Kontraksi Palsu

Tanda dari kontraksi palsu adalah kemunculan kontraksi yang tidak teratur dan tidak dapat diprediksi. Kontraksi palsu bisa terjadi pada trimester 2 dan 3. Selain itu, kontraksi palsu tidak menyebabkan pengembangan serviks yang merupakan tanda proses kelahiran telah tiba.

Segera pergi ke rumah sakit jika usia kehamilan kurang dari 36 minggu dan tiba-tiba Ibu merasa perdarahan atau keluar cairan dari jalan lahir. Sebab tanda tersebut merupakan tanda Ibu mau bersalin sebelum waktunya.

Kontraksi asli

Perut kencang bisa menjadi tanda kontraksi asli ketika mendekati hari perkiraan lahir (HPL). Berbeda dengan kontraksi palsu, kontraksi asli akan tetap terasa meski Ibu berganti posisi atau beristirahat. Selain itu waktu munculnya juga semakin teratur dengan jeda yang berlangsung antara 30-90 detik.

Segera hubungi dokter atau bidan ketika kontraksi muncul setiap tiga hingga lima menit, dan berlangsung selama 45 hingga 60 detik selama satu jam. Jika ini bukan persalinan yang pertama, pertimbangkan untuk menghubungi dokter atau bidan saat kontraksi muncul setiap lima hingga tujuh menit, dan berlangsung selama 45 hingga 60 detik selama periode satu jam. Segera ke rumah sakit jika ketuban pecah, terlepas dari apakah mengalami kontraksi atau tidak.

Ibu juga harus mengenali tanda-tanda waktu melahirkan sudah dekat agar bisa mempersiapkan diri dan kebutuhan persalinan lainnya dengan lebih baik. Yuk, ketahui selengkapnya di sini: Kenali Tanda-Tanda Melahirkan Sudah Dekat.

Apa yang Dilakukan Ibu jika Perut Sering Terasa Kencang Saat Hamil?

Saat mengalami perut kencang dan keras selama kehamilan, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu mengatasi gejala tersebut:

Istirahat yang Cukup

Berikan tubuh waktu untuk beristirahat dan pulih. Kurangi aktivitas fisik yang terlalu berat dan luangkan waktu untuk beristirahat secara teratur dalam posisi yang nyaman.

Pemanasan dengan Air Hangat

Gunakan kompres air hangat atau mandi air hangat untuk meredakan ketegangan pada otot perut. Air hangat dapat membantu merilekskan otot dan memberikan sensasi nyaman.

Minum Cukup Air

Pastikan Ibu terhidrasi dengan baik dengan minum cukup air. Kekurangan cairan dapat menyebabkan sembelit atau penumpukan gas, yang dapat membuat perut terasa lebih kencang dan keras.

Hindari Makanan yang Memicu Gas

Beberapa makanan dapat menyebabkan penumpukan gas di saluran pencernaan, yang dapat membuat perut terasa kencang dan keras. Hindari makanan yang dikenal sebagai pemicu gas, seperti kacang-kacangan, brokoli, kol, dan minuman berkarbonasi.

Sebaliknya, konsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi kemungkinan sembelit atau perut kembung.

Mengatur Posisi Tidur

Saat tidur, coba atur posisi tubuh yang nyaman. Beberapa wanita hamil merasa lebih baik tidur dengan bantal di bawah perut atau di antara kaki untuk memberikan dukungan tambahan. Mari ketahui panduan posisi tidur yang baik untuk ibu hamil berikut ini: Posisi Tidur yang Baik dan Aman untuk Ibu Hamil.

Teknik Pernapasan dan Relaksasi

Terapkan teknik pernapasan dalam, peregangan ringan, dan relaksasi yang membantu mengurangi ketegangan otot dan memberikan perasaan tenang. Lakukan meditasi, yoga, atau latihan pernapasan dalam.

Selalu ingat, jika perut kencang dan keras disertai dengan nyeri parah, perdarahan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.

Ibu juga perlu waspada jika janin tidak terasa bergerak di dalam perut, karena bisa menjadi pertanda janin sedang gawat dan harus segera ditolong. Dikutip dari Halodoc, segeralah ke dokter atau bidan jika Ibu mengalami tanda berikut:

  • Janin tidak bergerak sebanyak 10 kali dalam waktu 2 jam.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian tubuh ibu, seperti tangan, kaki, atau di sekitar mata.
  • Ibu mengalami sakit kepala lebih dari 24 jam dan tidak dapat melihat dengan jelas.
  • Ibu mengalami kram perut yang tak kunjung hilang.
  • Ibu mengalami perdarahan dari vagina.
  • Ibu demam dan sulit bernapas.
  • Ibu mengalami muntah dan kejang.
  • Perut terasa nyeri saat disentuh.

Tidak hanya perut yang makin kencang selama hamil lho, Bu. Banyak perubahan lain pada perut Ibu selain makin kencang. Lihat lengkapnya di sini yuk: Perubahan Perut Ibu Hamil dari Bulan ke Bulan.