Jangan Bingung, Bu. Ini Perbedaan Perut Buncit dan Hamil

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Jangan Bingung, Bu. Ini Perbedaan Perut Buncit dan Hamil

Bagi Ibu dan Ayah yang sedang menantikan Buah Hati, tentu setiap tanda-tanda muncul sering kali dikaitkan sebagai tanda kehamilan. Seperti salah satunya, perut terlihat membesar. Hal ini membuat sebagian pasangan bingung, sebetulnya apa sih perbedaan perut buncit dan hamil.

Perut membesar saat hamil berbeda antara satu Ibu dengan lainnya. Ada yang cepat membesar, ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama. Perut yang membesar terlihat dari luar karena perkembangan janin dan juga rahim. Yuk, ketahui perbedaan perut buncit dan hamil.  

Perbedaan Perut Buncit dan Hamil

Meski membingungkan, perut buncit bisa diakibatkan dari kembung yang dialami menjelang haid. Hal ini diakibatkan dari kelebihan retensi cairan. Selain karena premenstrual syndrome (PMS), kembung bisa disebabkan oleh makanan berlemak dan berminyak. Pada dasarnya, kembung membuat perut seseorang terlihat lebih besar dari biasanya. Sedangkan, kehamilan merupakan pelepasan sel telur yang bergabung dengan sperma membentuk janin. Masa kehamilan berlangsung sekitar 40 minggu.

1. Ngidam dan Mual

Ketika merasakan perut buncit akibat kembung, Ibu bisa saja mengidam makanan asin dan manis seperti coklat. Sedangkan hamil, cenderung suka dengan makanan yang sebelumnya tidak disukainya. Berbagai rasa makanan yang tidak biasa juga menjadi  favorit oleh ibu hamil.

Berbeda dengan hamil, perut buncit karena kembung tidak akan merasakan kondisi ini. Sebaliknya selama masa kehamilan, Ibu bisa saja mengalami mual dan muntah yang khas pada pagi dan sore hari.

2. Kram Perut

Rasa kram yang Ibu alami akibat rasa kembung berlangsung selama keadaan belum terobati atau setelah beberapa hari. Namun apabila Ibu hamil, kram perut yang dirasakan berpusat pada satu titik dan intensitasnya ringan. Jadi, lebih mudah untuk dibedakan ya Bu.

3. Mood Swing

Bukan rahasia lagi jika ibu hamil mengalami perubahan mood yang signifikan. Hal ini dikarenakan perubahan hormon selama masa kehamilan. Ibu pun dapat melalui fase depresi selama beberapa minggu. Sedangkan Ibu yang mengalami perut buncit karena kembung tidak mengalami fase ini.

Kapan Perut Membesar Saat Kehamilan?

Umumnya, perut membesar ketika hamil pertama terjadi pada usia kehamilan 12 minggu atau trimester kedua. Jadi, apabila Ibu ingin mengetahui bentuk perut hamil muda saat tidur atau duduk, atau perut berlipat saat duduk apakah hamil tidak bisa dipastikan secara spesifik.

Namun, untuk beberapa ibu hamil perut akan tampak membesar pada usia kehamilan ke 16 minggu. Bagi Ibu yang mengandung anak kedua dan seterusnya serta hamil kembar, perut akan tampak membesar lebih cepat. 

Bentuk tubuh dan berat badan juga memberikan pengaruh pada pembesaran perut. Misalnya, Ibu yang kurus akan lebih awal terlihat hamil dan Ibu yang berisi akan lebih lambat. Kemudian, posisi rahim terbalik atau kondisi rahim terletak ke belakang atau punggung bawah juga dapat membuat pembesaran perut lebih lama.

 

Ciri-ciri Hamil Muda

Sebelum tahu perbedaan perut buncit dan hamil baik saat berdiri atau duduk, Ibu perlu memahami apa saja tanda awal kehamilan yang sering kali dialami. Meski kondisi ini umum dialami, setiap tanda berbeda antara satu ibu dengan ibu lainnya ya. 

1. Terlambat Haid

Menurut American Pregnancy Association (APA), sepertiga wanita mengalami terlambat haid menjadi tanda awal kehamilan. Siklus menstruasi secara umum terjadi 24-35 hari setiap bulannya. Bila Ibu terlambat haid lebih dari 5 hari atau lebih dan siklus teratur, segera lakukan test pack untuk memastikan hasilnya. 

2. Mual Muntah

Selanjutnya APA mencatat 25% responden mengalami mual dan muntah pada awal kehamilan. Kondisi ini juga disebut sebagai morning sickness, dimana Ibu mengalami mual muntah pada pagi atau sore hari. Tanda awal kehamilan ini cenderung membuat Ibu sulit beraktivitas sehari-hari.

3. Perubahan pada Payudara

Sebanyak 17% wanita menjelaskan pada APA jika mengalami nyeri payudara, ukuran payudara bertambah, dan area puting lebih hitam. Hal ini menjadi dialami ibu hamil akibat perubahan hormonal yaitu estrogen, progesteron dan prolaktin. Ibu hamil akan mengalami gejala ini pada usia kehamilan 4-6 minggu.

Baca Juga: Penting Mengenali Ciri Tanda Awal Kehamilan 

4. Kram Perut disertai Bercak Darah

Tanda awal kehamilan ini sering kali membuat Ibu jadi bingung apakah menstruasi atau hamil. Kram perut dan bercak darah tanda hamil terjadi akibat adanya pendarahan implantasi, dimana pembuahan berhasil dan sel telur menempel pada dinding rahim.

Kram perut yang dialami tipis-tipis, berbeda dengan kram perut karena haid yang intens. Serta, bercak darah berupa titik atau garis yang tidak memenuhi celana dalam.  

5. Sering Buang Air Kecil

Jika ciri-ciri orang hamil dari bentuk perut tidaklah khas, berbeda dengan peningkatan frekuensi buang air kecil. Kandung kemih saat hamil menjadi penuh karena perubahan hormon. Ibu pun akan cenderung bolak balik kamar mandi untuk berkemih. 

6. Nyeri Punggung dan Perut Kembung 

Saat memasuki awal kehamilan, bagian punggung bawah menjadi lebih sering nyeri akibat dari pelonggaran ligamen. Hal ini didorong karena ukuran janin yang semakin besar. Kemudian, Ibu akan mengalami perut kembung karena peningkatan hormon progesteron yang membuat saluran pencernaan lebih lama. 

 

Penyebab Perut Buncit Akibat Kembung

Apabila Ibu bertanya, “Bagaimana sih bentuk perut hamil 2 bulan saat duduk?” Jawabannya, kembali pada kondisi Ibu ya. Umumnya, perut membesar pada saat kehamilan 12 minggu, namun bisa jadi lebih lama dan cepat tergantung keadaan fisik dan kandungan Ibu.

Namun berbeda dengan perut buncit akibat kembung, pembesaran perut terjadi karena berbagai penyebab dan bukan kehamilan. Berikut ini penyebab perut kembung dilansir Livestrong.

  1. Berlebihan makan, akibatnya ekspansi dan peregangan perut
  2. Tidak ada jeda antara jadwal makan satu dengan lainnya
  3. Sembelit dimana terjadinya distensi perut
  4. Mengonsumsi alkohol dan minuman berkarbonasi

Setelah tahu perbedaan perut buncit dan hamil di atas, tentu Ibu sudah bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Perut buncit tidak selalu dikaitkan dengan kehamilan, terkecuali Ibu sudah mengalami tanda awal kehamilan selama 12 minggu. Sebaiknya, pastikan hasil kehamilan dengan test pack atau konsultasikan pada ahlinya.