Gejala & Solusi

Bentuk Perut Hamil Muda Orang Gendut Wajar Jika Sama Saja

Bentuk Perut Hamil Muda Orang Gendut Wajar Jika Sama Saja

Ibu dengan postur gemuk seringkali merasa cemas saat hamil muda. Alasan cemasnya adalah karena mereka seringkali tidak kelihatan sedang hamil. Hal ini terkadang menimbulkan rasa sensitif karena tidak nyaman mendengar komentar dari orang-orang sekitar.

Faktanya, bentuk perut Ibu gemuk saat hamil muda sama saja dengan bentuk perut saat tidak hamil, dan itu adalah normal. Jadi Ibu sebaiknya tidak perlu merasa sensitif jika mendengar komentar yang mengatakan bahwa "Ibu ini tidak kelihatan sedang hamil”. Tapi, ayo perhatikan, pada minggu keberapa perutnya mulai nampak berbeda?

Baca Juga: Beragam Perubahan Saat Kehamilan 36 Minggu

Jika Orang Gemuk, Hamil Tidak Kelihatan?

Baby bump atau keadaan perut yang membesar saat hamil seringkali dijadikan penanda kehamilan. Tetapi pada Ibu dengan postur tubuh gemuk seringkali tidak kelihatan sedang hamil saat trimester awal. Ini normal lho, Bu.

Dikutip dari Healthline, kemunculan baby bump bisa ditentukan oleh bentuk tubuh Ibu, misalnya bentuk pir atau apel. Pada Ibu dengan tubuh berbentuk pir, kehamilan biasanya tampak saat usia kehamilan 16-20 minggu. Sedangkan Ibu dengan postur tubuh berbentuk apel, kehamilan baru akan tampak saat usia kehamilan 20-24 minggu. Jadi kelihatan hamilnya bukan ketika hamil muda. Jangan sampai salah, baca selengkapnya tentang perbedaan perut buncit dan hamil yang harus ibu tahu.

Wanita Gemuk Hamil, Bagaimana Memelihara Kesehatannya?

Bu, jika Ibu memang gemuk sejak sebelum hamil dan kemudian menjadi hamil, maka risiko Ibu terkena diabetes maupun preeklampsia menjadi lebih tinggi lho, Bu. Makanya, penting sekali Ibu memelihara kesehatan selama kehamilan ini.

Dikutip dari HelloSehat, berikut beberapa tips yang dapat Ibu lakukan untuk memelihara kesehatan ini:

Membatasi kenaikan berat badan saat hamil

Faktanya, menurunkan berat badan selama kehamilan bukanlah solusi yang tepat pada Ibu gemuk yang sedang hamil. Hal yang perlu dilakukan adalah mengontrol kenaikan berat badan agar tidak berlebihan. Berikut aturan kenaikan berat badan yang perlu Ibu ketahui:

  • Pada Ibu hamil dengan BMI 25,0 – 29,9 (kelebihan berat badan), Ibu disarankan untuk menaikkan berat badan 7-11 kg selama kehamilan, atau 14-22 kg bila hamil anak kembar.
  • Pada Ibu hamil dengan BMI diatas 30,0 (obesitas), Ibu disarankan untuk menaikkan berat badan 5-9 kg selama kehamilan, atau 11-19 kg bila hamil anak kembar.

Konsumsi Makanan Sehat

Konsumsilah makanan dengan indeks glikemik rendah, yaitu makanan yang sulit dipecah menjadi karbohidrat sehingga tidak langsung menaikkan gula darah. Ibu juga bisa memilih makanan dengan kandungan serat tinggi untuk menunda lapar atau makanan kaya protein dan lemak baik. Beberapa makanan yang disarankan antara lain: sayuran dan buah, daging, ikan salmon, beras merah, roti gandum, serta biji-bijian.

Mengatur Jadwal Makan

Jika Ibu sering merasa lapar, Ibu bisa mengatur jadwal makan yang lebih sering tetapi dalam porsi yang sedikit. Selain itu, pastikan Ibu hanya ngemil makanan sehat seperti buah-buahan. Makanlah secara teratur dan hindari melewatkan jam makan.

Lakukan Olahraga secara Teratur

Ibu bisa melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki atau yoga. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang aman untuk Ibu.

Minum Banyak Air Putih

Tubuh membutuhkan lebih banyak asupan cairan saat hamil, terutama pada Ibu dengan postur gemuk. Hindari minuman yang berasa, seperti kopi, teh, soda, dan jus karena dapat menambah ekstra kalori dalam tubuh.

Itulah beberapa cara yang bisa Ibu terapkan untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Nah, selain menjaga kesehatan, Ibu juga perlu mengenai ciri-ciri perut saat hamil, terlepas kondisi badan Ibu seperti apa, dengan mengetahui ini akan memberikan banyak informasi terkait kehamilan. Untuk informasi selengkapnya, yuk baca artikel berikut: Ciri perut wanita saat hamil muda.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, jadi kalau Ibu memang gemuk dan kebetulan hamil, jangan fokus dengan bentuk perut ya, Bu. Lebih baik menjaga kesehatan ya, Bu, supaya tidak sampai kena preeklampsia. Apa itu preeklampsia? Ayo lihat penjelasannya di sini: Preeklampsia pada Ibu Hamil. 

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!
Masa Kehamilan
Cegah Perdarahan Antepartum untuk Kesehatan Calon Buah Hati
Kenali perdarahan antepartum di trimester 3, penyebabnya, dan langkah pencegahan melalui nutrisi serta gaya hidup sehat ibu hamil.
Masa Kehamilan
AFLP pada Kehamilan Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Ibu
Pelajari tentang AFLP atau Acute Fatty Liver of Pregnancy pada kehamilan, gejala umum, dan tips pola hidup yang membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Masa Kehamilan
Tips Aman Mudik Saat Hamil dan Perlengkapan yang Wajib Ada
Simak tips aman mudik saat hamil dan checklist perlengkapan wajib agar perjalanan Lebaran tetap nyaman dan aman untuk Ibu dan janin.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN