Kenali Ciri-ciri Orang Hamil dari Raut Wajahnya

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Kenali Ciri-ciri Orang Hamil dari Raut Wajahnya

Wanita hamil mengalami berbagai perubahan fisik, termasuk raut wajahnya. Peningkatan hormon seperti estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi produksi minyak kulit, aliran darah, dan produksi melanin, yang mengakibatkan perubahan pada kulit dan raut wajah ibu hamil. 

Beberapa ibu hamil akan mengalami flek hitam, jerawat, atau wajah yang lebih sembab dari biasanya. Namun, banyak juga ibu hamil yang mengalami pregnancy glow atau kondisi kulit yang lebih berkilau dan cantik selama kehamilan. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ciri-ciri orang hamil dilihat dari raut wajahnya, simak terus informasi di bawah ini.

Ciri-ciri Orang Hamil dari Raut Wajahnya 

Perubahan pada raut wajah atau kesehatan kulit ibu hamil sangat wajar dan umum. Kondisi tersebut juga tidak mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungan. Yuk, simak apa saja ciri-ciri wanita hamil dilihat dari raut wajahnya berikut ini:

Chloasma Gravidarum (Melasma)

Chloasma gravidarum, atau melasma atau sering disebut dengan 'mask of pregnancy', adalah perubahan kulit saat hamil. Sekitar 50-70% ibu hamil mengalami melasma yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik gelap, flek hitam, atau hiperpigmentasi pada wajah, terutama di area pipi, hidung, bibir atas, dan dahi ibu hamil. 

Penyebab umum melasma adalah perubahan hormon selama kehamilan–terutama peningkatan estrogen–yang dapat merangsang produksi melanosit (sel penghasil warna kulit) berlebihan sehingga menyebabkan area gelap di wajah. Paparan sinar UV juga dapat meningkatkan gejalanya. 

Meskipun melasma umumnya memudar setelah kelahiran, ibu hamil tetap disarankan untuk mencegah dan merawat kulitnya dengan baik. Gunakan sunscreen atau tabir surya, perawatan kulit yang tepat, serta hidrasi dan pola makan yang baik untuk mengurangi risiko. 

Jerawat

Jerawat sering timbul selama kehamilan, bahkan lebih dari separuh ibu hamil mengalaminya. Penyebab utamanya adalah lonjakan hormon pada trimester pertama yang meningkatkan produksi minyak kulit. 

Risiko jerawat lebih tinggi jika Ibu memiliki riwayat kulit berjerawat atau munculnya jerawat sebelum menstruasi. Meskipun tak bisa diprediksi, kemungkinan jerawat muncul di trimester berikutnya pun ada.

Jerawat kehamilan adalah kondisi alami dan biasanya akan sembuh setelah hormon normal kembali. Gunakan pembersih wajah yang lembut, bebas minyak, bebas alkohol, dan non-abrasif, gunakan kapas untuk membasuh wajah dengan lembut. Yuk, kenali jenis-jenis skincare yang aman untuk Ibu hamil di sini: Rekomendasi Skincare untuk Ibu Hamil. 

Ibu hamil juga harus menghindari resep obat jerawat atau obat kimia yang dijual bebas. Sebelum memulai perawatan jerawat apapun saat ibu sedang hamil atau berencana untuk hamil, bicarakan dengan dokter ibu terlebih dahulu ya. 

 

Wajah Sembab

Beberapa wanita hamil juga mungkin memiliki penampilan wajah terutama area mata yang nampak lebih sembab. Hal ini dapat terjadi akibat perubahan hormon, pembengkakan pembuluh darah, dan kelelahan. 

Cara yang dapat dilakukan oleh ibu untuk mencegah dan mengurangi wajah sembab yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat dan beristirahat dengan cukup dan nyaman.

Selain perubahan wajah, Ibu yang sedang hamil mudah juga akan mengalami perubahan fisik dan emosional. Yuk, ketahui selengkapnya tanda-tanda awal kehamilan berikut ini: Tanda-tanda Hamil Sebelum Telat Haid yang Mudah Dikenali.

Wajah Bengkak

Ibu yang sedang hamil dapat mengalami pembengkakan karena perubahan hormon dalam tubuhnya akan menyebabkan volume cairan tubuhnya meningkat. Akibatnya, cairan ini akan berkumpul pada beberapa bagian tubuhnya, termasuk wajah.

Bagian wajah Ibu, terutama di sekitar mata, akan nampak membengkak dan ini biasanya terjadi sejak usia kandungan Ibu mencapai 20 minggu. Bengkak ini akan terus terjadi hingga bayinya lahir. Bengkak ini merupakan kondisi yang umum dan normal.

Namun, jika terganggu, Ibu dapat mengatasinya dengan memberikan kompres dingin di area tubuh yang bengkak. Selain itu, minum air putih yang cukup dan mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung kalium juga akan mengurangi bengkak Ibu. Membatasi konsumsi minuman yang mengandung kafein serta natrium dalam kadar yang tinggi juga akan cukup membantu. 

Bengkak bahkan juga dapat terjadi pada tangan dan kaki. Namun, Ibu juga harus waspada jika pembengkakan pada kaki ini juga disertai sakit kepala. Terlebih lagi, Ibu perlu hati-hati jika Ibu merasa penglihatan Ibu cenderung kabur, atau merasa mual dan bahkan sesak nafas. Sebab, sangat mungkin pembengkakan pada area ini yang disertai gejala-gejala mengkhawatirkan tersebut merupakan gejala dari preeklamsia.

Alis dan Bulu Mata Rontok 

Ibu hamil mungkin juga mengalami kerontokan pada alis dan bulu mata akibat perubahan hormon, stres di awal kehamilan, atau kondisi medis terkait kehamilan. Gangguan tiroid serta kekurangan vitamin dan PROTEIN juga bisa berkontribusi pada rambut rontok saat kehamilan.

Untuk mencegahnya, Ibu bisa konsumsi makan sehat dengan asupan PROTEIN dan vitamin yang cukup. Gunakan skincare dan makeup area mata yang aman untuk ibu hamil. 

Spider Vein 

Spider vein kondisi di mana terlihatnya pembuluh darah kecil seperti jaring laba-laba pada permukaan kulit, terutama pada wajah. Spider vein biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan dan dapat terjadi di area lain seperti leher, lengan, dan kaki.

Ibu hamil dapat mengalami spider vein karena perubahan hormon, terutama estrogen, yang juga berperan dalam pembentukan varises. 

Rosacea

Rosacea adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan peradangan dan ruam kemerahan pada wajah, terutama di area pipi, dahi, dan hidung. Bila sebelum nya Ibu memiliki riwayat rosacea, gejalanya dapat memburuk selama kehamilan. 

Perubahan wajah ini kemungkinan disebabkan oleh perubahan sirkulasi darah dan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan.

Pregnancy Glow

Selama kehamilan, banyak ibu mendapatkan pujian karena kulit mereka terlihat lebih bersinar atau mengalami pregnancy glow. Hal ini terkait dengan fluktuasi hormon, aliran darah, dan perubahan lain selama kehamilan. Hormon seperti estrogen, progesteron, dan human chorionic gonadotropin meningkat selama kehamilan, menyebabkan kulit merah dan bercahaya. 

Fluktuasi hormon juga membuat produksi minyak kulit meningkat, memberikan efek kulit yang bersinar. Peningkatan aliran darah karena kebutuhan rahim dan organ vital yang lebih banyak juga dapat menyebabkan kulit merah. 

Biasanya, efek ini bisa muncul selama trimester kedua kehamilan.Meskipun tidak semua ibu hamil mengalami pregnancy glow, efek ini bersifat sementara dan akan hilang setelah melahirkan.

Dari ulasan diatas bisa dilihat bahwa beberapa perubahan pada wajah ini merupakan dampak dari hormon-hormon kehamilan ya bu. Kira-kira sebanyak apa ya fungsi hormon-hormon ini? Yuk, kenalan dengan hormon-hormon kehamilan di sini: Fungsi dan Efek Samping Hormon Kehamilan.