Cara Manajemen Asi Perah Untuk Ibu Bekerja yang Harus Diketahui

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Cara Manajemen Asi Perah Untuk Ibu Bekerja yang Harus Diketahui

Momen menyusui merupakan momen yang menyenangkan bagi setiap ibu. Melihat dan merasakan bayi menyusu langsung pada ibu membuat bonding antara orang tua dengan anak semakin kuat. Tak hanya itu, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, tentunya menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi ibu yang dapat memberikannya.

Namun dibalik momen membahagiakan itu, memberikan ASI juga merupakan perjuangan. Ibu harus merasakan lecet pada puting payudara saat pertama kali memberikan ASI, payudara membengkak hingga mastitis jika ASI tidak keluar dengan lancar. Terlebih bagi ibu yang bekerja atau tak bisa memberikan ASI secara langsung, momen memerah ASI setiap hari juga menjadi perjuangan ekstra.

Baca Juga: Ketika ASI Harus Diganti Susu Formula

Demi dapat terus memberikan ASI pada sang buah hati, ibu bekerja perlu melakukan manajemen ASI perah yang tepat. Tentu hal ini bukan perkara mudah, dibutuhkan usaha dan kemauan keras untuk berhasil melakukannya. Lantas bagaimana cara memerah serta manajemen ASI perah bagi ibu bekerja yang tepat? Yuk, simak ulasan berikut ini, Bu.

Cara Memerah ASI

Saat si kecil masih membutuhkan ASI eksklusif, Ibu perlu menyusui setiap 2-3 jam sekali. Selain untuk memberikan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya, menyusui setiap 2-3 jam sekali juga dapat mengurangi resiko mastitis atau penyumbatan pada payudara ibu. Perlu Ibu ketahui bahwa ASI yang tidak dikeluarkan secara teratur dapat menyebabkan pembengkakan payudara hingga mastitis. Kondisi ini sangat tidak nyaman bagi ibu.

Tentunya jika harus menyusui langsung setiap 2-3 jam sekali sangat tidak memungkinkan bagi ibu yang bekerja atau berkegiatan di luar rumah. Meskipun demikian, Ibu dapat memerah ASI setiap 3 jam sekali. Memerah ASI dapat dilakukan baik dengan menggunakan tangan maupun menggunakan pompa ASI.

Memerah ASI Menggunakan Tangan

Manajemen ASI perah bagi ibu bekerja dapat dilakukan dengan cara yang paling sederhana yaitu memerah ASI dengan menggunakan tangan. Ibu tidak perlu membeli alat pompa atau repot membawa berbagai perlengkapan pompa ke kantor jika memerah ASI dilakukan dengan menggunakan tangan saja.

Memerah ASI dengan tangan juga memungkinkan Ibu untuk mendorong ASI dari bagian payudara tertentu, hal ini dapat mengurangi kemungkinan penyumbatan ASI pada saluran payudara. Berikut ini beberapa langkah yang dapat Ibu lakukan untuk mendapatkan ASI perahan dengan menggunakan tangan.

  1. Cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun.
  2. Ciptakan suasana yang nyaman dan tenang agar Ibu dapat memerah ASI dengan rileks.
  3. Pijat payudara perlahan dari bagian atas payudara ke bagian puting untuk memperlancar aliran ASI.
  4. Siapkan wadah bersih lalu letakkan di bawah payudara.
  5. Pastikan jari jempol di atas payudara dan jari lain berada di bawah payudara.
  6. Tekan payudara secara perlahan hingga puting mengeluarkan ASI.
  7. Kompres dengan menggunakan air hangat pada payudara jika aliran ASI terasa kurang lancar.

Memerah ASI Menggunakan Pompa

Selain menggunakan tangan, Ibu juga dapat memerah ASI dengan menggunakan pompa khusus ASI. Terdapat 2 jenis pompa ASI yang dapat digunakan, yaitu pompa elektrik dan pompa manual.

Pompa elektrik kerap dianggap paling praktis oleh ibu bekerja lantaran lebih cepat merangsang payudara untuk menghasilkan ASI dalam jumlah yang banyak. Terdapat juga pompa elektrik ganda yang mampu memerah ASI dari dua payudara sekaligus. Tak hanya itu, pompa elektrik juga sangat praktis digunakan karena iBu cukup menempelkan corong pompa pada payudara kemudian menyalakan mesinnya. ASI pun dapat di[erah dengan sangat mudah.

Sedangkan jika menggunakan pompa manual, Ibu perlu memijat payudara tersebut guna merangsang ASI keluar. Setelah ASI keluar, Ibu dapat menggunakan pompa manual sambil memijit payudara. Cara ini membuat Ibu mampu mendapatkan jumlah ASI lebih banyak. Namun dibandingkan pompa elektrik, pompa manual dinilai kurang praktis karena memerlukan usaha lebih untuk mendapatkan jumlah ASI yang berlimpah.

Cara Menyimpan ASI Perah

ASI yang telah diperah tentu tidak boleh sembarangan disimpan. Penyimpanan yang tidak benar dapat mengakibatkan ASI rusak, terkontaminasi, serta membahayakan kesehatan si kecil. Beberapa cara menyimpan ASI dengan tepat berikut ini perlu Ibu perhatikan agar manajemen ASI perah tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Jutaan Manfaat ASI untuk Ibu dan si Kecil

  1. Simpan ASI perah di kantong plastik atau botol kaca kedap udara dengan kondisi tertutup rapat.
  2. Hindari mengisi ASI terlalu penuh pada wadah karena saat dibekukan ASI perah akan mengembang sekitar 1-2 cm.
  3. Simpan ASI perah pada kulkas bawah jika akan digunakan dalam jangka waktu 24 jam ke depan. Bekukan ASI perah jika ingin menyimpannya dalam jangka waktu lama.
  4. ASI perah yang sudah dicairkan tidak dapat dibekukan kembali, jadi pastikan ASI disimpan pada wadah yang sesuai dengan porsi minum si kecil.
  5. Hindari mencampur ASI perah yang dibekukan dengan ASI perah yang baru saja diperah.
  6. Beri label serta tanggal ASI diperah untuk memudahkan Ibu dalam melakukan manajemen ASI perah.

Lama ASI Perah dapat Bertahan

ASI perah yang disimpan dalam suhu ruangan dapat bertahan selama kurang lebih 3-4 jam saja. Sedangkan ASI perah yang dimasukkan ke dalam kulkas bagian bawah atau cooler bag dapat bertahan hingga 24 jam. Ibu bisa menyiapkan cooler bag yang dilengkapi dengan ice pack atau ice gel untuk menyimpan ASI yang diperah di kantor. Sesampainya di rumah, ASI perah dapat langsung diberikan pada si kecil atau dibekukan di dalam freezer.

Untuk ASI yang dibekukan dapat bertahan dalam jangka waktu 2 minggu ke depan. Namun jika Ibu menggunakan freezer khusus untuk membekukan ASI perah, ASI dapat digunakan dan bertahan dalam jangka waktu 6 bulan.

Cara Memanaskan ASI Perah

Agar kualitas tetap terjaga, Ibu perlu menghangatkan ASI dengan manajemen ASI perah yang tepat. Berikut ini beberapa langkah memanaskan ASI perah yang dapat Ibu coba.

  1. Pilih ASI dengan label tanggal paling awal, gunakan sistem First In First Out.
  2. Pindahkan ASI dari freezer ke lemari es semalam sebelumnya.
  3. Rendam wadah yang berisi ASI perah ke dalam botol atau bak yang berisi air hangat. Hindari menyiram air panas langsung ke ASI perah karena dapat menyebabkan kualitas ASI rusak.
  4. Segera berikan pada bayi ASI yang telah dipanaskan. ASI yang telah dipanaskan ini hanya dapat bertahan dalam waktu 2 jam.
  5. Hindari memanaskan ASI perah berkali-kali. Jika tidak habis, jangan ragu untuk segera membuangnya.

Jumlah ASI Perah yang Harus Disiapkan

Untuk sukses dalam menjalankan manajemen ASI perah, Ibu tidak perlu pusing memikirkan berapa jumlah ASI perah yang harus disiapkan setiap harinya untuk si kecil. Jika terlalu terpatok pada teori, Ibu bisa stres jika jumlah ASI perah tidak sesuai dengan target. Lebih baik, usahakan untuk memerah ASI setiap 3-4 jam sekali kemudian menyimpannya dengan cara yang tepat agar kualitas dan kuantitas ASI tetap terjaga. Payudara pun tidak membengkak karena tersumbat aliran ASI yang tidak lancar.

Baca Juga: Donor ASI, Ketahui Fakta dan Manfaatnya!

Itulah beberapa hal yang perlu Ibu ketahui mengenai manajemen ASI perah pada ibu bekerja. Pastikan Ibu selalu enjoy dan rileks dalam memperjuangkan ASI sehingga dapat terus memberikan ASI pada buah hati tercinta. Semangat, Bu!