Cara-cara untuk Menghitung Usia Kehamilan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Cara-cara untuk Menghitung Usia Kehamilan

Mengetahui cara menghitung usia kehamilan sangat penting untuk membantu memperkirakan hari perkiraan lahir (HPL). Di bidang kebidanan, HPL dihitung berdasarkan rumus Naegele dan rumus Parikh. Kedua rumus ini berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT).

Jadi, jika ingin mengetahui usia kehamilan Ibu serta hari perkiraan lahirnya, kita perlu tahu dulu kapan HPHT Ibu.

Manfaat Menghitung Usia Kehamilan

Cara menghitung awal kehamilan memang penting untuk memperkirakan waktu persalinan agar Ibu dapat mempersiapkan diri secara mental dan fisik. Adapun beberapa manfaat lain ialah sebagai berikut:

  • Memantau perkembangan janin
  • Mengetahui jadwal pemeriksaan kehamilan
  • Menentukan hari perkiraan lahir (HPL)

Agar lebih siap menghadapi persalinan, ibu juga perlu memahami tanda-tanda persalinan yang menandakan bahwa saat kelahiran semakin dekat, seperti penurunan kepala bayi ke panggul, kontraksi yang semakin kuat, dan perubahan emosi. Yuk, ketahui lebih lanjut di sini: 8 Tanda-tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari

Cara Menghitung Usia Kehamilan dari HPHT

Hari pertama haid terakhir atau lebih dikenal sebagai HPHT adalah hari pertama dalam satu siklus menstruasi terakhir. 

Contoh: 

Jika Ibu mengalami menstruasi terakhir kali antara tanggal 1 sampai 5 Januari 2022, maka HPHT Ibu ialah 1 Januari 2022.

Jika Ibu mengalami menstruasi terakhir kali antara tanggal 21 sampai 26 Januari 2022, maka HPHT Ibu ialah 21 Januari 2022.

Sedangkan ovulasi terjadi pada 2 minggu setelah menstruasi ini. Jika pada periode ini sperma bertemu sel telur hingga terjadi pembuahan, maka saat itulah kehamilan dimulai.

Apakah Perhitungan Menggunakan HPHT Akurat?

Menggunakan kalkulator usia kehamilan dengan menggunakan HPHT memang tidak selalu akurat, namun bisa dijadikan acuan sementara. Ada baiknya ibu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kandungan. Banyak sekali Ibu yang melahirkan lebih atau kurang dari 2 minggu dari tanggal HPHT, namun ada juga yang tepat dengan tanggal HPHT. HPHT adalah hari yang mudah diingat dan dicatat oleh hampir seluruh wanita terutama yang sedang dalam program hamil.

Namun, ada faktor lain yang menyebabkan tanggal persalinan sulit diprediksi, yaitu hari pertama ovulasi atau kapan hubungan seksual terakhir yang menyebabkan kehamilan. Sangat wajar bila Ibu melahirkan jauh melampaui tanggal perkiraan persalinan.

Sebab, biasanya hal ini dipengaruhi oleh pertama kali mengandung, tidak tahu persis kapan HPHT, mengalami obesitas, mengandung bayi laki-laki, punya anggota keluarga dengan riwayat persalinan terlambat, serta sudah pernah memiliki anak dengan persalinan yang juga terlambat. Menjelang hari persalinan atau jika sudah melampaui tanggal perkiraan kelahiran, biasanya juga akan terjadi pengapuran plasenta.

Lebih Akurat HPHT atau USG dalam Menentukan Usia Kehamilan dan HPL?

Penentuan HPL dan usia kehamilan dengan metode USG dinilai lebih akurat dibanding dengan perhitungan HPHT. USG menggunakan dasar perhitungan berdasarkan beberapa indikator, seperti ukuran janin, plasenta, dan kondisi cairan ketuban.

Namun, HPHT juga bisa dikatakan akurat jika selisih perhitungan dengan hasil USG tak lebih dari 2 minggu, baik untuk perhitungan usia kehamilan dan HPL. Dianjurkan untuk tidak terlalu memusingkan perbedaan ini karena dengan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, Ibu akan lebih banyak  mendapat informasi akurat terkait kondisi kehamilan.

Cara Mengetahui Usia Kehamilan Melalui USG

Ada beberapa Ibu yang lupa dengan hari pertama haid terakhir (HPHT) dikarenakan kesibukan masing-masing. Adakah cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT? Ada! Cara menghitung usia kehamilan selain dengan HPHT bisa dilakukan dengan menggunakan Ultrasonografi (USG). Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Teknik ini digunakan untuk melihat perkembangan janin yang ada di dalam rahim. Ada beberapa cara yang digunakan untuk mengetahui usia kehamilan anak jika lupa HPHT dengan USG, yaitu:

  1. USG Transvaginal
    USG transvaginal adalah salah satu jenis USG yang digunakan sebagai cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT. Dengan menggunakan teknik USG transvaginal, panjang janin akan diukur dari ujung paling atas hingga paling bawah untuk menentukan usia kehamilan. Saat melakukan prosedur USG, sebuah alat panjang pun dimasukkan ke dalam vagina dan memindai keadaan janin di dalam rahim.
  2. USG Abdomen
    Selain teknik transvaginal, ada teknik USG abdomen yang berguna sebagai cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT. Prosedur USG abdomen atau perut sama seperti USG pada umumnya yaitu hanya digunakan pada permukaan perut Ibu.
    Sebagai patokan usia kehamilan, ada cara menghitung usia kehamilan jika lupa HPHT dengan menjadikan beberapa bagian tubuh yang akan ditandai untuk pengukuran, yaitu CRL (Crown-rump length) untuk mengukur panjang janin dari ujung kepala hingga bokong janin, BPD (Biparietal diameter) untuk mengukur diameter kepala janin, HC (Head circumference) untuk mengukur keliling kepala janin, FR (Femur length) untuk mengukur panjang tulang kaki janin dan AC (Abdominal circumference) untuk keliling perut janin.

Dalam pemeriksaan USG, dokter kandungan atau bidan akan menghitung diameter kantong kehamilan saat usia kehamilan kurang dari atau sama dengan 6 minggu. Ketika usia kehamilan 7-14 minggu, perkembangan janin mulai dihitung, khususnya panjang janin dari area pantat hingga kepala.

Untuk usia kehamilan di atas 12 minggu, dokter akan menghitung lingkar kepala janin. Dibandingkan metode HPHT, hasil USG trimester pertama lebih akurat sebagai cara menghitung usia kehamilan. Untuk itu, Ibu disarankan untuk melakukan setidaknya satu kali USG pada masa pemeriksaan trimester 1 kehamilan demi kelancaran persiapan melahirkan.

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Tinggi Fundus Uteri

Selain USG dan HPHT. Usia kehamilan bisa diketahui dengan mengukur tinggi pada fundus uteri. Dokter atau bidan akan mengukur jarak antara tulang pubis yang berada sedikit di atas tumbuhnya rambut kemaluan, ke bagian atas dari rahim. Pengukuran dilakukan menggunakan tali meteran dan dicatat dalam satuan sentimeter. Pengukuran tinggi fundus uteri hanya dilakukan satu kali untuk menghindari bias saat melakukan pengukuran.

Pertama, dokter atau bidan akan memeriksa Anda dalam posisi setengah bersandar dan perut sedang dalam keadaan rileks dan tidak sedang kontraksi. Setelah itu, dokter akan melakukan perabaan di area perut dan sekitarnya untuk menentukan titik pengukuran yang tepat. Lalu, dengan menggunakan meteran yang fleksibel, dokter atau bidan akan mengukur jarak antara rahim bagian atas hingga ke atas tulang pubis serta harus diletakkan hingga menyentuh kulit.

Cara Menghitung HPL dari HPHT

Nah, untuk mengetahui hari perkiraan lahir (HPL), Ibu dapat memanfaatkan kalkulator kehamilan dengan menggunakan rumus Naegele dan rumus Parikh.

Rumus Naegele

Rumus Naegele didasarkan pada tanggal menstruasi terakhir sebelum hamil, bagi para wanita yang memiliki siklus haid teratur 28 hari. 

Ada dua buah rumus Naegele.

Rumus pertama digunakan jika hari menstruasi terakhir berada dalam bulan Januari sampai Maret. Semisalnya HPHT Ibu adalah 17 Februari 2022, Ibu menstruasi selama 5 hari, jadi terakhir kali menstruasi Ibu adalah 21 Februari 2022. Maka perkiraan hari persalinan Ibu adalah:

Tahun = tetap 2022

Bulan = 2+9 = 11

Hari = 21+7 = 28

Maka hari perkiraan persalinan Ibu adalah 28 November 2022.

Sedangkan rumus kedua digunakan jika HPHT berada dalam bulan April sampai Desember. Semisalnya, HPHT Ibu adalah 3 Juni 2022, Ibu menstruasi selama 6 hari, jadi terakhir kali menstruasi Ibu adalah 8 Juni 2022. Maka perkiraan hari persalinan Ibu adalah:

Tahun = 2022+1 = 2023

Bulan = 6-3 = 3

Hari = 8+7 = 15

Maka hari perkiraan persalinan Ibu adalah 15 Maret 2023. 

Rumus Parikh

Jika rumus Naegele merupakan kalkulator menghitung usia kehamilan pada wanita dalam kebidanan yang memiliki siklus menstruasi 28 hari, lain halnya dengan rumus Parikh. Rumus Parikh merupakan cara menghitung usia kehamilan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi kurang atau lebih dari 28 hari. Cara penghitungan dilakukan dengan menghitung saat terjadi ovulasi, yaitu waktu siklus menstruasi dikurangi 14 hari.

Misalnya hari terakhir menstruasi Ibu pada tanggal 7 Januari 2023, jika siklus menstruasi Ibu semisal 35 hari maka dengan menggunakan rumus Parikh, tanggal persalinan Ibu menjadi: HPHT + 9 bulan + (35-21)hari = 22 Oktober 2023.

Nah, jika rumus Parikh maupun rumus Naegele masih terasa membingungkan bagi Ibu, boleh lho Ibu menggunakan bantuan kalkulator perkiraan lahir. Yuk, perkirakan tanggal lahir janin Ibu melalui kalkulator ini: Kalkulator Perkiraan Lahir

Ibu, cara menghitung usia kehamilan dalam kebidanan yang sering digunakan adalah perhitungan HPHT dan pemeriksaan USG. Namun, hasil keduanya bisa jadi tidak sama, karena masing-masing memiliki kondisi yang berbeda untuk mendapatkan hasil akurat.

Namun Ibu tidak perlu khawatir, karena dokter dan bidan akan selalu memantau proses kehamilan Ibu hingga anak lahir ke dunia. Untuk itu, selain beberapa cara menghitung kehamilan dari hari pertama haid terakhir di atas, pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin perlu dilakukan untuk memantau tumbuh kembang janin dalam rahim Ibu. Saat berkonsultasi jangan lupa meminta saran dan anjuran, serta bila Ibu mengalami hal darurat segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat ya Bu!