Gejala & Solusi

Cara Mengatasi Kekurangan PROTEIN pada Ibu Hamil

Cara Mengatasi Kekurangan PROTEIN pada Ibu Hamil

Ibu hamil yang kekurangan PROTEIN dapat mengalami masalah berupa kekurangan energi. Selain itu, tumbuh kembang bayi yang dikandungnya juga dapat terganggu. Karena itu, Ibu perlu mengetahui cara mengatasi kekurangan PROTEIN ini agar Ibu dan bayi tetap sehat selama hamil.

Akibat Kekurangan PROTEIN pada Ibu Hamil

Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang bisa terjadi akibat kekurangan asupan PROTEIN selama kehamilan:

  • Perkembangan bayi ketika lahir nanti menjadi terhambat, termasuk pada perkembangan motoriknya. Sebab, asupan PROTEIN diperlukan untuk membentuk otot bayi yang akan mendukung perkembangan motorik tersebut.
  • Pertumbuhan bayi yang terhambat, ditandai dengan berat badan lahir yang rendah, karena PROTEIN juga diperlukan untuk pertumbuhan jaringan pada tubuhnya.
  • Infeksi, yang seharusnya dapat dihindari dengan pembentukan antibodi yang bisa dibentuk dari PROTEIN.
  • Gangguan perkembangan pada organ-organ bayi, yang seharusnya dapat dihindari karena asupan PROTEIN bertujuan mendukung perkembangan jaringan dari organ-organ tersebut.
  • Gangguan hormonal pada bayi setelah lahir.

Kekurangan protein juga dapat menjadi salah satu faktor risiko stunting setelah lahir. Asupan protein yang kurang menyebabkan pertumbuhan janin yang tidak optimal, sehingga dapat meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan potensi stunting. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mencegahnya sejak kehamilan, Ibu bisa membaca panduan lengkapnya di sini: Pencegahan Stunting dengan Nutrisi yang Tepat Sejak Kehamilan.

Semua dampak tersebut menunjukkan pentingnya memastikan asupan PROTEIN yang cukup selama kehamilan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat timbul baik bagi Ibu maupun bayi yang dikandungnya.

Cara Mengatasi Kekurangan PROTEIN

Dalam mengatasi kekurangan PROTEIN selama hamil, Ibu dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

Konsumsi Makanan Tinggi PROTEIN

Ada berbagai makanan tinggi PROTEIN yang cocok untuk Ibu yang sedang hamil, seperti:

  • Dada ayam: 32 gram PROTEIN per 100 gram
  • Telur: 12,3 gram PROTEIN per 100 gram
  • Ikan salmon: 25 gram PROTEIN per 100 gram
  • Daging sapi (tanpa lemak): 36 gram PROTEIN per 100 gram
  • Daging kambing: 29,2 gram PROTEIN per 100 gram

Banyak pula makanan dari sumber nabati yang dapat memberikan PROTEIN bagi Ibu, antara lain:

  • Kacang kedelai: 8 gram PROTEIN per 100 gram
  • Kacang merah: 8,7 gram PROTEIN per 100 gram
  • Kacang hijau: 1,8 gram PROTEIN per 100 gram
  • Kacang tanah: 25 gram PROTEIN per 100 gram

Ketahui manfaat protein nabati untuk ibu hamil dan menyusui pada artikel berikut: Sumber Protein Nabati Terbaik Untuk Ibu Hamil dan Keluarga

Konsumsi Camilan Sehat Tinggi PROTEIN

Selain makanan utama, Ibu hamil juga dapat menambahkan camilan sehat yang tinggi PROTEIN pula, seperti:

  • Greek yogurt dengan potongan buah dan kacang
  • Telur rebus
  • Hummus dengan potongan sayuran
  • Cottage cheese dengan buah
  • Trail mix
  • Whole wheat bread dengan selai kacang
  • Edamame
  • Dendeng sapi
  • Salad tuna dengan biskuit dari gandum berjenis whole wheat
  • Kacang kedelai panggang

Susu Tinggi PROTEIN

Susu hamil seperti PRENAGEN dapat memberikan PROTEIN yang cukup tinggi bagi Ibu, yaitu sebesar 7-10 gram dalam setiap sajiannya. Di dalamnya juga terkandung vitamin, mineral, dan asam lemak esensial yang mendukung kesehatan Ibu dan bayi.

Dengan memperhatikan asupan PROTEIN selama kehamilan, Ibu dapat memastikan kesehatan dan perkembangan optimal bagi dirinya dan bayinya. Banyak makanan yang dapat memberikan PROTEIN bagi Ibu, tetapi mendapatkannya melalui susu ini paling praktis ya, Bu. 

Nah, ada berbagai susu yang khusus dirancang untuk Ibu yang sedang hamil dan juga sekaligus tinggi PROTEIN. Yuk, simak berbagai jenis susu hamil tersebut di sini: Susu Tinggi PROTEIN untuk Ibu Hamil, Wajib Diminum

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Gusi Berdarah Saat Hamil? Ini Penyebab Gingivitis Gravidarum dan Cara Mengatasinya
Pahami apa itu gingivitis gravidarum, risiko radang gusi di tiap trimester, pengaruh morning sickness, hingga nutrisi penting pencegah radang gusi.
Masa Kehamilan
Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati
Ketahui jawaban pasti berapa minggu usia kehamilan aterm menurut klasifikasi medis terbaru, risiko persalinan, serta panduan nutrisi trimester ketiga di sini.
Masa Kehamilan
Manfaat Pilates Ibu Hamil dan Gerakan Aman Per Trimester
Ketahui mengenai pilates untuk ibu hamil, manfaatnya bagi persalinan, panduan gerakan per trimester, hingga tips nutrisi untuk pemulihan otot Ibu.
Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN