Gawat janin atau fetal distress adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika keadaan janin terganggu, terutama akibat berkurangnya pasokan oksigen. Kondisi ini perlu diwaspadai selama kehamilan, terutama pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, karena dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan janin. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan Ibu di rumah adalah memperhatikan pola gerakan buah hati secara rutin. Perubahan atau berkurangnya gerakan dari pola biasanya dapat menjadi tanda adanya masalah yang perlu segera diperiksa dan ditangani oleh tenaga kesehatan (Cleveland Clinic, 2026; American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), 2021).
Gawat janin atau fetal distress dapat terjadi ketika keadaan janin terganggu, salah satunya akibat berkurangnya pasokan oksigen dari plasenta. Plasenta berperan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari Ibu kepada buah hati. Oleh karena itu, gangguan pada fungsi plasenta dapat memengaruhi kondisi janin. Selain masalah pada plasenta, beberapa kondisi lain juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada janin, seperti tekanan darah tinggi pada Ibu, gangguan aliran darah pada tali pusat, serta jumlah air ketuban yang terlalu sedikit (Cleveland Clinic, 2026).
Ketika mengalami kekurangan oksigen, tubuh janin dapat memberikan berbagai respons adaptif untuk mempertahankan fungsi organ-organ vital. Salah satu dampaknya adalah aktivitas gerakan janin dapat berkurang. Oleh karena itu, perubahan atau penurunan gerakan buah hati dari pola biasanya perlu diperhatikan dan segera diperiksakan kepada tenaga kesehatan (ACOG, 2021).
Perubahan pola gerakan janin yang tiba-tiba berkurang merupakan salah satu tanda peringatan penting yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Penurunan gerakan janin tidak selalu berarti buah hati mengalami gawat janin, tetapi dapat menjadi tanda adanya masalah yang perlu segera dievaluasi. Penurunan gerakan janin juga diduga dapat berkaitan dengan respons adaptif terhadap gangguan fungsi rahim dan plasenta serta kekurangan oksigen pada janin (ACOG, 2021).
Janin memiliki siklus tidur dan aktif yang normal, sehingga gerakannya dapat berubah-ubah sepanjang hari. Namun, jika gerakan buah hati terasa jauh lebih sedikit atau berbeda dari pola biasanya, jangan abaikan kondisi tersebut. Percayai apa yang Ibu rasakan dan segera hubungi tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Meskipun perubahan pola gerakan terkadang bersifat sementara dan tidak berbahaya, penurunan gerakan janin (reduced fetal movement (RFM)) dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada kondisi janin atau fungsi plasenta. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa RFM berkaitan dengan peningkatan risiko luaran kehamilan yang perlu diwaspadai, seperti skor Apgar rendah, berat badan lahir rendah, hingga kebutuhan perawatan intensif (neonatal intensive care unit (NICU)) setelah lahir (Ilyas et al., 2025). Jika Ibu merasa gerakan buah hati berkurang atau berbeda dari biasanya, segera lakukan pemeriksaan medis agar kondisi buah hati dapat dievaluasi lebih lanjut.
Metode kick count dilakukan dengan cara menghitung gerakan buah hati selama periode tertentu. Ibu dapat melakukannya saat sedang duduk tenang atau berbaring menyamping di tempat yang nyaman agar lebih fokus merasakan gerakan janin. Pilih waktu ketika buah hati biasanya paling aktif, misalnya setelah Ibu makan atau saat malam hari. Mengenali waktu ketika buah hati biasanya lebih aktif dapat membantu Ibu lebih mudah memperhatikan pola gerakannya.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah menghitung waktu yang dibutuhkan buah hati untuk melakukan 10 gerakan. Umumnya, 10 gerakan diharapkan dapat dirasakan dalam waktu hingga 2 jam. Namun, tidak ada satu metode penghitungan gerakan janin yang terbukti paling unggul untuk digunakan secara rutin pada semua kehamilan. Tinjauan Cochrane juga menyimpulkan bahwa bukti yang tersedia belum cukup untuk menentukan satu metode formal tertentu sebagai metode terbaik untuk pemantauan gerakan janin (Mangesi et al., 2015).
Oleh karena itu, poin yang paling penting adalah kesadaran Ibu terhadap pola gerakan buah hati secara keseluruhan. Jika gerakan terasa berkurang atau berbeda dari biasanya, jangan menunggu hingga mencapai batas hitungan tertentu atau menunggu keesokan harinya. Segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut (ACOG, 2021).
Status gizi Ibu sebelum dan selama kehamilan berperan penting dalam mendukung perkembangan dan fungsi plasenta serta pertumbuhan buah hati. Penelitian oleh Abu-Saad dan Fraser (2010) menunjukkan bahwa kecukupan nutrisi Ibu berkaitan dengan perkembangan plasenta, pertumbuhan janin, dan berbagai luaran kehamilan. Oleh karena itu, memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan Ibu dan buah hati.
Plasenta merupakan organ penting yang berperan dalam pertukaran oksigen dan penyaluran zat gizi dari Ibu kepada buah hati. Oleh karena itu, Ibu perlu memenuhi kebutuhan berbagai zat gizi selama kehamilan melalui pola makan bergizi seimbang. Zat besi dan asam folat, misalnya, berperan penting dalam membantu mencegah anemia selama kehamilan, sedangkan protein dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan jaringan Ibu dan buah hati (Abu-Saad & Fraser, 2010; World Health Organization (WHO), 2024).
Anemia selama kehamilan, terutama jika berat atau tidak tertangani, dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi Ibu dan buah hati. Oleh karena itu, kebutuhan zat besi dan folat perlu diperhatikan sejak awal kehamilan sesuai dengan anjuran dari tenaga kesehatan (WHO, 2024).
Jangan lupakan pula kebutuhan cairan. Minum air putih yang cukup membantu menjaga hidrasi Ibu. Hidrasi maternal juga dapat meningkatkan volume air ketuban pada kondisi tertentu, meskipun bukti mengenai manfaatnya terhadap luaran klinis kehamilan masih terbatas (Hofmeyr et al., 2002).
Untuk melengkapi asupan harian di trimester akhir, Ibu bisa memilih nutrisi pendukung yang diformulasikan untuk masa kehamilan, seperti PRENAGEN Mommy yang kandungannya disukai para ibu. Jadikan menghitung tendangan janin sebagai momen menyenangkan untuk menjalin ikatan dengan buah hati, sekaligus cara Ibu memastikan ia tumbuh dengan baik sampai hari persalinan tiba.
Referensi