Gejala & Solusi

Hamil 12 Minggu, Tapi Detak Jantung Janin Belum Terdengar

Hamil 12 Minggu, Tapi Detak Jantung Janin Belum Terdengar

Detak jantung janin sudah bisa didengar ketika kehamilan memasuki usia 12 minggu dengan menggunakan Doppler. Namun, jika detaknya belum terdengar pada usia tersebut, tentu akan membuat Ibu khawatir. Sebagian penyebab dari belum terdengarnya detak ini dapat karena janin yang belum ditemukan posisinya, atau memang karena keguguran. 

Bagaimana membedakan kedua penyebab yang sangat berbeda ini? Mari simak dulu penjelasan lengkapnya di sini.

Baca Juga: Cara Mengurangi Mual dan Muntah di Usia Kehamilan 5 Minggu

Penyebab Detak Jantung Janin Tidak Terdeteksi

Mendengar detak jantung janin melalui alat Doppler di usia kehamilan 12 minggu tentu menjadi momen yang sangat ditunggu. Namun, jika detak jantung belum terdeteksi saat pemeriksaan, jangan langsung panik ya, Bu. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkannya:

  • Ukuran dan Posisi Janin
    Pada usia kehamilan 12 minggu, ukuran janin masih sangat kecil. Posisinya juga mungkin berada terlalu dalam di dalam rahim atau membelakangi dinding perut Ibu, sehingga alat Doppler kesulitan menangkap gelombang suara detak jantungnya.
  • Anatomi Rahim dan Dinding Perut
    Posisi rahim yang sedikit miring ke belakang (retroverted uterus) atau adanya lapisan jaringan lemak yang lebih tebal di area perut Ibu juga bisa menghambat sinyal dari alat Doppler untuk membaca detak jantung janin.
  • Sensitivitas Alat Doppler
    Tingkat sensitivitas alat Doppler yang digunakan sangat memengaruhi hasil. Alat Doppler mandiri di rumah biasanya tidak sesensitif alat medis yang ada di klinik atau rumah sakit.
  • Indikasi Masalah Kehamilan
    Di sisi lain, detak jantung yang belum terdengar memang bisa menjadi salah satu tanda awal janin tidak berkembang atau keguguran. Namun, kondisi ini umumnya tidak berdiri sendiri dan ditandai dengan gejala lain, seperti munculnya perdarahan dari vagina dalam beberapa minggu terakhir.

Langkah yang Perlu Ibu Lakukan

Jika detak jantung janin belum terdeteksi melalui Doppler, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan lanjutan menggunakan alat USG (Ultrasonografi). Pemeriksaan USG jauh lebih akurat karena dapat menampilkan visual janin secara langsung di dalam rahim. Tetap tenang dan jadwalkan pemeriksaan ulang sesuai arahan dokter ya, Bu.

Kapan Detak Jantung Dapat Mulai Terdengar?

Ada dua cara yang bisa Ibu gunakan untuk mengetahui detak jantung janin, yaitu melalui alat USG atau menggunakan alat Doppler. 

Alat USG dapat mendengarkan detak pada jantung janin mulai usia kehamilan 8 minggu. Pada usia ini, alat tersebut juga dapat melihat perkembangan calon buah hati Ibu pada layar. 

Berbeda dengan alat Doppler, yang baru bisa digunakan jika kehamilan sudah mencapai usia yang lebih lambat, yaitu 12 minggu. Alat ini hanya mendengarkan detak saja, tetapi tidak dapat melihat perkembangan janin Ibu. Selain itu, syarat yang perlu dipenuhi agar detaknya dapat terdengar, yaitu janin harus berada dekat dengan dinding perut Ibu. 

Jika Detak Jantung Janin Tidak Terdengar

Rasa khawatir dan cemas tentu wajar menyelimuti perasaan Ibu saat detak jantung janin belum juga terdengar. Namun, selama Ibu tidak mengalami gejala perdarahan, cobalah untuk tetap tenang. Berikut adalah langkah medis dan tindakan proaktif yang dapat Ibu lakukan selama masa penantian:

  • Lakukan Pemeriksaan Ulang Secara Bertahap
    Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, Ibu bisa melakukan pengecekan ulang detak jantung janin dengan memberi jeda sekitar 7 hari dari percobaan pertama.
  • Lanjutkan ke Pemeriksaan USG di Dokter Kandungan
    Jika detak jantung belum terdengar via alat Doppler pada minggu ke-12, Ibu disarankan mengambil langkah pemeriksaan USG. Alat USG jauh lebih sensitif dan akurat untuk mendeteksi kondisi janin. Jika dari hasil USG detak jantung tetap tidak terlihat, dokter dapat memberikan penanganan medis yang paling tepat.
  • Opsi Menunggu Hingga Usia Kehamilan 16 Minggu
    Selama tidak ada perdarahan yang Ibu alami, pemeriksaan Doppler juga bisa ditunda hingga usia kehamilan ke-16 minggu. Pada usia ini, organ jantung janin sudah terbentuk lebih sempurna sehingga suara detaknya akan jauh lebih mudah ditangkap oleh alat Doppler.
  • Jaga Kesehatan Mental dan Cari Dukungan Emosional
    Masa menunggu pemeriksaan berikutnya memang tidak mudah. Cobalah mendiskusikan kekhawatiran Ibu dengan suami, keluarga, atau teman dekat. Jika diperlukan, jangan ragu mencari dukungan dari konselor atau grup dukungan sesama ibu hamil.
  • Fokus pada Nutrisi, Istirahat, dan Komunikasi Terbuka
    Tetaplah optimis dengan mencukupi asupan nutrisi harian dan mendapatkan istirahat yang berkualitas. Ibu juga bisa mencoba teknik relaksasi ringan seperti meditasi atau pernapasan dalam. Selalu komunikasikan setiap perubahan fisik atau gejala baru yang Ibu rasakan kepada dokter.

Ingat ya Bu, Ibu tidak sendiri dalam menghadapi situasi ini. Tetap jaga kesehatan fisik dan emosional Ibu demi menyambut tumbuh kembang si Kecil dengan optimal.

Untuk menjaga asupan nutrisi bagi janin dan Ibu sendiri, Ibu dapat mengonsumsi susu khusus Ibu hamil. Susu ini tidak hanya menjaga kandungan Ibu agar tetap kuat, tetapi juga membantu janin supaya dapat bertumbuh dengan normal. Untuk mengetahui rekomendasi susu Ibu hamil yang bagus, lanjut baca artikel berikut ini yuk: 2 Susu Ibu Hamil yang Bagus untuk Perkembangan Buah Hati.

Referensi : 

  • Parents. When Does a Fetus Have a Heartbeat?. Diakses tanggal 17 April 2024.
    https://www.parents.com/pregnancy/stages/when-will-i-see-my-babys-heartbeat-on-an-ultrasound/.
  • Verywell Family. Difficulty Hearing Baby's Heartbeat in Early Pregnancy. Diakses tanggal 17 April 2024.
    https://www.verywellfamily.com/reasons-for-not-hearing-babys-heart-beat-2759777.
  • Parents. What No Fetal Heartbeat on an Early Ultrasound Means. Diakses tanggal 17 April 2024.
    https://www.parents.com/what-no-fetal-heartbeat-on-an-early-ultrasound-means-8598208.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Posisi Menyusui yang Nyaman bagi Ibu dan Bayi
Temukan beragam pilihan posisi menyusui yang nyaman dan aman untuk bayi baru lahir agar ASI lancar serta bonding antara Ibu dan Si Kecil semakin kuat.
Masa Kehamilan
Cara Tepat Membandingkan Susu Hamil dari Label Nutrisi
Bingung pilih susu kehamilan yang tepat? Bandingkan protein, DHA, asam folat & kalori PRENAGEN mommy dengan merek lain lewat label resmi.
Masa Kehamilan
Susu Ibu Hamil Bisakah Menambah Berat Badan? Ini Faktanya
Apakah minum susu ibu hamil bikin gemuk? Cek fakta medis dampak pada BB ibu vs janin, panduan porsi berdasarkan IMT, dan batas gula aman di sini.
Masa Kehamilan
Apakah Susu Hamil Bebas Gula Tambahan Tetap Bernutrisi?
Apakah susu hamil bebas gula tambahan tetap bernutrisi? Cek jaminan nutrisinya, beda laktosa vs gula tambahan, batas WHO, dan rekomendasi PRENAGEN di sini.
Masa Kehamilan
Susu UHT atau Bubuk, Mana Lebih Cocok untuk Ibu Bekerja?
Lebih bagus susu UHT atau susu bubuk untuk ibu hamil bekerja? Cek beda gizi, kepraktisan di kantor, batas simpan UHT, dan tips nutrisinya di sini.
Masa Kehamilan
Pentingkah Susu Hamil Meski Sudah Makan Sehat dan Bergizi?
Apakah ibu hamil perlu minum susu meski sudah makan sehat? Cek pemicu nutrisi, tabel pembanding gizi, waktu terbaik memulainya, dan solusinya di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN