Masa Kehamilan

Hiperemesis Gravidarum, Gejala Mual Muntah Berlebih Pada Ibu Hamil

Ditulis oleh : Amicis

Hiperemesis Gravidarum, Gejala Mual Muntah Berlebih Pada Ibu Hamil

Morning sickness merupakan kondisi yang seringkali menimpa ibu hamil di trimester awal kehamilan. Meski disebut sebagai ‘morning sickness’, sebetulnya kondisi ini tidak hanya terjadi di pagi hari saja, tetapi juga bisa terjadi sepanjang hari. Gejalanya sendiri adalah mual dan muntah, yang meski tidak berbahaya namun bisa mempengaruhi aktivitas harian ibu hamil. Banyak cara untuk mengatasi mual saat hamil yang bisa dicoba oleh Ibu saat gejala ini terjadi, mulai dari rajin minum air untuk mengurangi risiko dehidrasi, menghindari aroma makanan yang membuat mual, hingga beristirahat yang cukup.

Baca Juga: Benarkah Mual Muntah Merupakan Tanda Janin Kuat dan Aktif?

Meskipun jarang terjadi, untuk beberapa Ibu, kondisi morning sickness ini bisa berujung pada sesuatu yang membahayakan, seperti Hiperemesis Gravidarum. Hiperemesis Gravidarum adalah sebuah kondisi dimana ibu hamil mengalami mual muntah dalam frekuensi yang sering dan lebih parah dibanding morning sickness. Gejalanya adalah menurunnya berat badan Ibu yang signifikan, dehidrasi, sakit kepala, hingga kelelahan yang ekstrem. Tidak hanya itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan komplikasi dan bisa membahayakan ibu serta bayi yang ada di kandungan.

Ketika hiperemesis gravidarum terjadi pada ibu hamil, sang Ibu akan mengalami ketidakseimbangan mineral dalam tubuh. Hal ini terjadi karena elektrolit di dalam tubuh menurun, sehingga Ibu akan merasa pusing, lemas, dan juga terjadi perubahan tekanan darah. Jika kondisinya semakin parah, Ibu harus menjalani bedrest karena otot-otot mulai melemah, mual secara terus menerus, serta tidak nafsu makan yang berujung pada malnutrisi.

Penanganan hiperemesis gravidarum sendiri tergantung dari seberapa parah gejala yang dialami oleh ibu hamil. Namun, biasanya dokter akan menyarankan untuk mengubah cara makan, yakni makan dengan porsi kecil namun sering, minum lebih banyak, serta banyak beristirahat. Untuk menggantikan elektrolit yang hilang, dokter juga akan memberikan suplemen nutrisi serta vitamin. Ketika gejala hiperemesis gravidarum semakin ekstrim, barulah dokter akan menyarankan Ibu untuk melakukan rawat inap.

Baca Juga: Mual Muntah di Kehamilan 4 Bulan

Nah, meski hiperemesis gravidarum ini jarang terjadi pada ibu hamil, bukan berarti Ibu bisa terhindar dari kondisi ini. Jika mual muntah yang dialami setiap hari sudah masuk ke dalam kategori yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ibu juga bisa mengurangi mual muntah yang dirasakan ini dengan meminum PRENAGEN mommy emesis. PRENAGEN mommy emesis mengandung vitamin B6 dan protein yang telah teruji klinis dapat mengurangi mual muntah, serta mengandung zat besi, asam folat, dan tinggi kalsium. Susu ini bisa diminum secara rutin dua gelas per hari di pagi hari sebelum beraktivitas serta di malam hari sebelum tidur. PRENAGEN mommy emesis hadir dalam dua rasa, yakni coklat dan vanila delight. Ibu bisa tetap memenuhi kebutuhan nutrisi sembari mengurangi rasa mual yang sering dirasakan setiap hari.