Gaya Hidup

Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Theresia Sugiarto

Theresia adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2018 dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Selain itu, Theresia juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati

Kehamilan aterm merupakan kehamilan yang telah mencapai usia cukup bulan atau dalam rentang 37 hingga 42 minggu. Dalam perkembangan dunia medis, rentang ini kini diklasifikasikan lebih spesifik untuk membantu memastikan hasil kesehatan yang lebih optimal bagi Ibu dan buah hati saat persalinan.

Menjelang kelahiran, setiap tambahan waktu yang dihabiskan janin di dalam kandungan, terutama pada minggu-minggu terakhir, merupakan hal yang sangat berharga. Periode ini berperan penting dalam menyempurnakan perkembangan organ vital serta mendukung perkembangan kecerdasan Si Kecil di masa depan. Oleh karena itu, memahami fase kehamilan aterm dengan lebih baik menjadi langkah penting dalam mempersiapkan persalinan secara optimal.

Klasifikasi Terbaru Usia Kehamilan Aterm Menurut Standar Medis

Dulu, bayi yang lahir antara minggu ke-37 hingga ke-42 akan langsung dilabeli "aterm" atau cukup bulan. Namun, organisasi medis seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) kini telah menghentikan penggunaan label tunggal tersebut. Alasannya, kondisi kesehatan bayi yang lahir di minggu ke-37 ternyata sangat berbeda dengan bayi yang lahir di minggu ke-39 atau ke-40 (ACOG, 2013).

Untuk meningkatkan akurasi, klasifikasi kehamilan aterm kini dibagi menjadi beberapa kategori:

  • Early Term (Awal Cukup Bulan): Usia 37 minggu 0 hari hingga 38 minggu 6 hari.
  • Full Term (Cukup Bulan Penuh): Usia 39 minggu 0 hari hingga 40 minggu 6 hari.
  • Late Term (Akhir Cukup Bulan): Usia 41 minggu 0 hari hingga 41 minggu 6 hari.
  • Postterm (Lewat Bulan): Usia 42 minggu ke atas.

Bayi yang lahir pada fase full term umumnya memiliki kondisi kesehatan paling optimal, dengan risiko gangguan pernapasan dan komplikasi lain yang lebih rendah. Sementara itu, pada fase late term dan postterm, pengawasan medis biasanya akan ditingkatkan karena risiko mulai meningkat kembali.

Mengapa Minggu Terakhir Kehamilan Sangat Krusial bagi Janin?

Pada tahap akhir kehamilan, tubuh janin mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama pada otak. Penelitian dalam jurnal PLOS ONE mencatat bahwa volume korteks otak (bagian yang mengatur kecerdasan) mengalami lonjakan ukuran hingga 50% di antara minggu ke-34 hingga ke-40 (Espel et al., 2014).

Hasilnya, bayi yang lahir di masa full term terbukti memiliki skor perkembangan mental dan kemampuan motorik yang lebih baik saat mereka berusia 12 bulan, dibandingkan dengan bayi yang lahir lebih cepat atau early term (Espel et al., 2014). Selain otak, organ penting lain seperti paru-paru dan hati (liver) juga terus mengalami penyempurnaan fungsi secara pesat hingga minggu ke-39.

Menunggu hingga usia kehamilan mencapai 39 minggu memberikan peluang terbaik bagi buah hati untuk memulai hidup dengan kondisi yang lebih optimal. Oleh karena itu, para ahli memberikan peringatan klinis agar Ibu menghindari operasi sesar secara elektif (tanpa alasan medis darurat) atau induksi persalinan sebelum minggu ke-39 demi menjaga potensi kecerdasan otak buah hati kelak.

Risiko Kesehatan Jika Melahirkan di Luar Rentang Full Term

Meski bayi kategori early term (37–38 minggu) sering dianggap sudah aman untuk dilahirkan, organ tubuh mereka sebenarnya belum matang secara sempurna. Bayi yang lahir di masa ini cenderung lebih rentan mengalami penyakit kuning (jaundice), kesulitan saat menyusu, hingga masalah pernapasan (Ruth et al., 2014).

Sebaliknya, bagaimana jika lahir melampaui waktu (late/postterm)? Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), Ibu yang melahirkan di usia kandungan 41 minggu ke atas memiliki risiko lebih tinggi untuk menjalani proses induksi persalinan serta risiko operasi sesar.

Selain itu, bayi yang terlalu lama di dalam kandungan (melebihi 41 minggu) berisiko lebih tinggi mengalami makrosomia, yaitu kondisi berat badan lahir yang berlebih atau terlalu besar (Ranjbar et al., 2023). Itulah sebabnya, memastikan keakuratan usia kehamilan melalui pemeriksaan USG sejak dini (sebelum 24 minggu) sangatlah penting, agar dokter dapat menentukan waktu persalinan yang paling aman untuk Ibu.

Pentingnya Kehamilan Aterm untuk Mencapai Berat Badan Lahir Ideal

Mencapai fase cukup bulan penuh (full term) adalah salah satu strategi paling utama untuk memastikan bayi lahir dengan berat badan ideal, yaitu minimal 2.500 gram. Bayi yang lahir terlalu dini (prematur atau early term) sering kali belum memiliki waktu yang cukup untuk menumpuk simpanan lemak tubuh yang sehat.

Pada trimester ketiga, asupan nutrisi Ibu berperan besar dalam mendukung pertambahan berat badan janin. Nutrisi penting seperti PROTEIN berkualitas, DHA, zat besi, dan kalsium menjadi kunci untuk membantu mencapai berat lahir yang optimal menjelang persalinan.

Selain memantau usia kandungan secara rutin ke dokter, Ibu juga perlu membekali diri dengan mengetahui apa saja faktor-faktor lain yang bisa memicu kelahiran bayi dengan berat rendah. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai langkah pencegahan dan hal-hal yang memengaruhi berat lahir buah hati dan persiapan yang bisa Ibu lakukan dari masa kehamilan di sini: Ketahui Penyebab dan Cara Mencegah BBLR pada Bayi.

Informasi yang Sering Ibu Tanyakan

1. Apa yang dimaksud dengan usia kehamilan aterm menurut standar medis terbaru?

Kehamilan aterm adalah kehamilan cukup bulan dalam rentang 37 hingga 42 minggu, namun kini dibagi menjadi kategori lebih spesifik untuk akurasi medis. Klasifikasi terbaru menetapkan Early Term (37 minggu 0 hari – 38 minggu 6 hari) dan Full Term (39 minggu 0 hari – 40 minggu 6 hari), di mana usia Full Term dianggap sebagai waktu paling optimal bagi kesehatan bayi karena memiliki risiko gangguan pernapasan terendah.

2. Mengapa bayi yang lahir pada minggu ke-39 dan ke-40 (Full Term) dianggap lebih ideal?

Minggu-minggu terakhir kehamilan sangat krusial karena otak janin mengalami peningkatan volume korteks sebesar 50% antara minggu ke-34 hingga ke-40. Bayi yang lahir Full Term terbukti memiliki skor perkembangan mental, motorik, serta kematangan organ paru dan hati yang jauh lebih baik dibandingkan bayi yang lahir lebih awal (Early Term).

3. Apa risiko kesehatan jika bayi lahir dalam kategori Early Term (37–38 minggu)?

Meski sering dianggap sudah cukup bulan, bayi Early Term sebenarnya memiliki organ yang belum matang sempurna sehingga lebih rentan mengalami penyakit kuning (jaundice), kesulitan menyusu, hingga masalah pernapasan. Menghindari induksi atau sesar elektif sebelum minggu ke-39 sangat penting untuk memastikan bayi lahir dengan berat badan ideal (minimal 2.500 gram) dan simpanan lemak tubuh yang cukup.

4. Bagaimana risiko persalinan jika usia kehamilan melampaui 41 minggu (Late/Post Term)?

Berdasarkan data dari WHO, Ibu yang melahirkan di usia kandungan 41 minggu ke atas memiliki risiko lebih tinggi untuk menjalani proses induksi persalinan serta risiko operasi sesar, sehingga diperlukan pengawasan medis yang jauh lebih ketat melalui pemindaian USG rutin.

5. Nutrisi apa yang paling penting dikonsumsi Ibu di trimester ketiga menuju persalinan aterm?

Untuk mencapai berat badan janin ideal dan mendukung perkembangan otak di akhir kehamilan, Ibu wajib mencukupi asupan PROTEIN, DHA, zat besi, dan kalsium. Nutrisi ini berfungsi sebagai modal utama untuk mempercepat pertumbuhan jaringan janin serta memastikan bayi lahir dengan stamina yang kuat.

Referensi:

  • American College of Obstetricians and Gynecologists. (2013). Committee Opinion No 579: Definition of term pregnancy. Obstetrics and Gynecology, 122(5), 1139–1140. https://doi.org/10.1097/01.aog.0000437385.88715.4a
  • Espel, E. V., Glynn, L. M., Sandman, C. A., & Davis, E. P. (2014). Longer Gestation among Children Born Full Term Influences Cognitive and Motor Development. PLOS ONE, 9(11), e113758. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0113758
  • Ruth CA, Roos NP, Hildes-Ripstein E, Brownell MD. Early term infants, length of birth stay and neonatal readmission for jaundice. Paediatr Child Health. 2014 Aug;19(7):353-4. doi: 10.1093/pch/19.7.353. PMID: 25332672; PMCID: PMC4173902. 
  • World Health Organisation (WHO). WHO recommendations on induction of labour, at or beyond term. 2022.
  • Ranjbar A, Mehrnoush V, Darsareh F, Pariafsay F, Shirzadfardjahromi M, Shekari M. The Incidence and Outcomes of Late-Term Pregnancy. Cureus. 2023 Jan 9;15(1):e33550. doi: 10.7759/cureus.33550. PMID: 36779141; PMCID: PMC9907390

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Pusar Ibu Hamil Menonjol, Apakah Normal?
Penasaran mengapa pusar ibu hamil menonjol keluar? Temukan fakta tentang penyebabnya dan penuhi kebutuhan nutrisi akhir kehamilan Ibu demi mendukung kesehatan buah hati tercinta.
Masa Kehamilan
Apa Itu Hernia Umbilikalis? Kenali Tandanya Saat Hamil
Cari tahu apa itu hernia umbilikalis dan bedanya dengan pusar menonjol normal saat hamil. Pahami tanda bahayanya demi kesehatan Ibu dan buah hati di sini.
Masa Kehamilan
Apa Itu Fetal Distress dan Cara Pantau Gerakan Janin
Ketahui apa itu kondisi gawat janin atau fetal distress di trimester akhir. Pantau gerakan buah hati dan penuhi nutrisi Ibu demi kehamilan yang sehat.
Masa Kehamilan
Penyebab Flek Coklat Saat Hamil dan Kondisi Normalnya
Khawatir flek coklat saat hamil menandakan bahaya? Temukan fakta penyebabnya di tiap trimester dan penuhi nutrisi Ibu demi kesehatan buah hati di sini.
Masa Kehamilan
Cara Mengetahui Ciri-Ciri Air Ketuban Merembes
Pahami cara mengetahui air ketuban merembes di rumah, bedanya dengan urine, dan langkah pertolongan pertama sebelum ke rumah sakit.
Masa Kehamilan
Waktu Tepat Ibu Hamil Boleh Main Gym Ball dan Pilihan Gerakan yang Aman
Cari tahu kapan ibu hamil boleh main gym ball, manfaatnya meredakan nyeri, dan panduan gerakan aman untuk trimester 2 hingga trimester 3.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN