Masa Kehamilan

Bunda Harus Tahu! Dampak Kelebihan Nutrisi Ibu saat Hamil

Ditulis oleh: Amicis

Bunda Harus Tahu! Dampak Kelebihan Nutrisi Ibu saat Hamil

Pada masa kehamilan, kelebihan nutrisi ibu hamil sama berbahayanya dengan kekurangan nutrisi. Ibu yang tengah mengandung buah hati memang membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Akan tetapi, asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh juga harus tetap dikontrol. Karena jika terlalu berlebihan justru bisa memberikan dampak buruk, baik terhadap ibu maupun janinnya. Nah, berikut ini merupakan beberapa dampak jika ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang terlalu banyak.

Baca juga:4 Nutrisi Ibu Hamil yang Wajib Dikonsumsi

1. Meningkatkan Berat Badan Ibu

Salah satu dampak dari pemberian asupan nutrisi yang terlalu berlebihan kepada ibu saat hamil, adalah mampu meningkatkan berat badan secara signifikan. Biasanya pada masa kehamilan, ibu memang mengalami peningkatan berat badan. Akan tetapi peningkatan berat badan tersebut juga harus dikontrol, karena jika terlalu banyak justru bisa berbahaya baik untuk ibu maupun janinnya.

Pemberian nutrisi pada ibu hamil harus disesuaikan dengan usia kandungan. Misalnya saja nutrisi ibu hamil trimester 1 berbeda dengan nutrisi untuk trimester 2 maupun 3. Untuk bisa mengontrol kebutuhan nutrisi dengan tepat, konsultasikan dengan dokter kandungan. Pasalnya, masing-masing ibu hamil biasanya memiliki kebutuhan akan nutrisi yang berbeda-beda. Agar tidak kekurangan maupun kelebihan nutrisi ibu hamil, pola makanan untuk satu ibu hamil dengan ibu hamil lainnya juga tidak bisa disamakan.

2. Berat Badan Janin Tidak Terkontrol

Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil tidak hanya serap oleh tubuhnya sendiri. Akan tetapi janin dalam kandungan juga mengambil nutrisi dari makanan yang dikonsumsi ibunya. Asupan nutrisi yang berlebihan tidak hanya berdampak pada meningkatnya berat badan ibu saja. Akan tetapi, kelebihan nutrisi ibu hamil juga membuat perkembangan berat badan janin dalam kandungan menjadi tidak terkontrol atau overweight.

Untuk menjaga agar berat badan janin dalam kandungan tetap aman, ibu harus mengontrol makanan dan menghitung kandungan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Untuk memastikan nutrisi janin terpenuhi, tidak ada salahnya juga untuk mengkonsumsi susu nutrisi ibu hamil yang disarankan oleh dokter. Sebagai penyeimbang nutrisi yang masuk dalam tubuh, ibu hamil juga harus sering bergerak atau melakukan olahraga ringan agar pertumbuhan janin bisa lebih maksimal.

3. Meningkatkan Risiko Diabetes dan Preeklampsia

Pada masa kehamilan, ibu memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit diabetes. Risiko ini bisa semakin meningkat jika kelebihan nutrisi ibu hamil tidak terkontrol dengan baik. Menurut penelitian, kadar gula pada ibu hamil lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Kondisi ini membuat ibu hamil sangat rentan kelebihan kadar gula jika tidak bisa mengontrol asupan nutrisi selama masa kehamilan tersebut.

Tidak hanya ancaman diabetes saja, kelebihan gizi pada ibu hamil juga meningkatkan risiko terkena preeklampsia. Preeklampsia merupakan komplikasi yang terjadi akibat dari kadar gula darah yang terlalu tinggi pada ibu hamil. Jika kondisi ini dibiarkan, bisa memicu penyakit lainnya yaitu tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi ini sangat berbahaya jika terjadi pada ibu hamil karena meningkatkan risiko kematian saat melahirkan.

Untuk menghindari terjadinya komplikasi penyakit ketika hamil, ibu harus sangat menjaga pola makan. Oleh sebab itulah, saat hamil ibu harus mengontrol asupan nutrisi yang masuk dalam tubuh khususnya makanan yang bisa memicu meningkatkan kadar gula dalam darah. Ibu hamil juga harus menjaga kesehatan mental dengan menghindari hal-hal yang bisa memicu stres karena meningkatkan risiko hipertensi.

4. Pertumbuhan Janin Terhambat

Nutrisi ibu hamil dan pertumbuhan janin memiliki kaitan yang sangat erat. Pertumbuhan dan perkembangan janin sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh ibunya. Oleh sebab itu, ibu harus memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi. Karena asupan nutrisi yang berlebih pada ibu hamil justru bisa membuat pertumbuhan janin menjadi terhambat.

Ibu yang kelebihan asupan nutrisi ketika hamil umumnya mengalami peningkatan berat badan signifikan dan berisiko terkena diabetes. Tidak hanya itu, kelebihan nutrisi ibu hamil juga bisa menyebabkan edema atau bengkak. Kondisi ini bisa memicu terjadinya hipertensi sehingga suplai nutrisi ke janin justru akan terhambat karena pembuluh darah mengalami penyempitan.

Untuk menghindari risiko pertumbuhan janin yang terhambat, ibu harus memperhatikan setiap asupan nutrisi atau makanan yang masuk ke dalam tubuh. Namun jangan sampai juga ibu kekurangan nutrisi, karena terlalu menjaga makanan yang akan dikonsumsi. Agar asupan nutrisi sesuai kebutuhan, pastikan selalu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan. Jika ada tanda-tanda kekurangan gizi, segera cari tahu cara mengatasi kekurangan nutrisi pada ibu hamil agar tidak mempengaruhi pertumbuhan janin.

5. Meningkatkan Risiko Janin Meninggal Dalam Kandungan

Kelebihan nutrisi ibu hamil juga bisa meningkatkan risiko janin meninggal dalam kandungan. Ibu hamil yang kelebihan nutrisi umumnya kerap mengalami obesitas. Kondisi ini memicu tekanan darah tinggi yang bisa menyebabkan suplai nutrisi pada janin menjadi terhambat karena terjadi penyempitan pembuluh darah.

Tidak hanya kelebihan nutrisi saja, kekurangan nutrisi saat hamil juga memiliki risiko yang sama. Maka dari itu, penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan dan mengontrol asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Jika terjadi gejala kekurangan nutrisi pada ibu hamil, segera tambah asupan nutrisinya seperti dengan mengkonsumsi susu ibu hamil secara rutin.

6. Menyulitkan Proses Kelahiran

Janin yang mendapatkan kelebihan nutrisi ibu hamil terlalu banyak selama dalam kandungan biasanya akan mengalami obesitas. Kondisi ini bisa menyulitkan si ibu pada saat proses kelahiran nantinya. Berat janin di usia kandungan 34 minggu idealnya adalah 2,5 kg dengan panjang 46 cm. Jika pada masa itu berat janin ibu lebih dari itu artinya telah mengalami obesitas, sehingga ibu harus segera mengontrol asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh agar tidak menyulitkan pada masa kelahiran nanti.

Untuk memastikan asupan nutrisi tidak kekurangan maupun kelebihan, ibu hamil harus mengetahui kebutuhan nutrisi sesuai usia kehamilan. Pasalnya kebutuhan nutrisi ibu hamil trimester 1, 2, dan 3 tidak sama alias berbeda-beda. Kebutuhan nutrisi ini disesuaikan berdasarkan pada pertumbuhan dan perkembangan janin.

Baca juga:Sesuaikan Nutrisi Ibu Hamil dengan Tahap Kehamilan

Menjaga janin agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik memang bukan perkara mudah. Maka dari itulah, ibu hamil harus benar-benar memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh agar janin bisa berkembang dengan baik. Ibu hamil juga perlu tahu bahwa asupan pada setiap trimester berbeda-beda. Misalnya saja kebutuhan nutrisi janin pada trimester pertama berbeda dengan nutrisi ibu hamil trimester kedua dan trimester ketiga.

Pada masa kehamilan, rata-rata ibu akan memberikan nutrisi yang maksimal bagi calon bayinya. Namun faktanya, kelebihan nutrisi ibu hamil justru tidak baik dan bisa berdampak buruk baik untuk ibu maupun janinnya. Dengan mengetahui dampaknya tersebut, diharapkan ibu hamil bisa mengontrol asupan nutrisi sesuai kebutuhan sehingga janin bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.