Kenali Sebab Bayi Tidak Mau Menyusui

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Kenali Sebab Bayi Tidak Mau Menyusui

Kadang-kadang, tiba-tiba bayi tidak mau menyusu. Ibu tidak tahu apakah bayi sedang marah saat diajak menyusu. Ibu juga bingung apakah ini tanda bahwa bayi sedang sakit. Yuk, Ibu, cari penyebabnya di sini agar tidak menduga-duga terus.

Bayi Sakit, Sehingga Tidak Mau Menyusu

Penyebab pertama bayi tidak mau menyusui adalah karena kondisi bayi yang kurang sehat. Sakit ini membuat bayi tidak dapat menghisap ASI yang cukup. Akhirnya, bayi jadi cepat lelah dan uring-uringan.

Salah satu penyakit yang paling sering terjadi pada bayi ialah pilek. Hidung yang tersumbat membuatnya tidak dapat bernafas, terutama bila mulutnya tersumbat puting Ibu. Jadi, ia merasa tidak nyaman untuk menghisap susu. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan menghangatkan tubuhnya agar pileknya sedikit membaik dan tidak menghalanginya bernafas.

Penyakit seperti infeksi telinga juga bisa menjadi alasan bayi tidak mau menyusui. Infeksi ini menyakitinya saat harus berbaring menghadap satu sisi, sehingga posisi ini membuatnya merasa kurang nyaman untuk menyusui.

Adanya sariawan juga dapat menjadi penyebabnya tidak mau menyusu. Sariawan membuatnya sakit setiap berusaha mengisap puting. Sariawan ini dapat berupa nyeri yang bersumber pada gusi, bibir, langit-langit mulut, atau bahkan pada lidah. 

Salah satu gejala sariawan pada lidah ialah lidah yang berwarna putih, dan terasa nyeri pada bayi, sehingga bayi tidak mau menyusu. Yuk, Bu, pelajari tentang kelainan bercak putih pada lidah bayi ini di sini: Lidah Bayi Putih, Gimana Cara Menghilangkannya? 

Untuk mengatasinya, Ibu perlu pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Bayi Malas Menyusu

Bayi dapat menjadi malas menyusu, jika ia sering memperoleh dot dan empeng. Pada usia dini, ia bingung bagaimana membedakan dot, empeng, dan puting Ibu. Kebingungan ini membuatnya sulit mengisap puting dengan benar. Dampaknya, ia jadi malas menyusu dan merasa lebih mudah minum dari dot saja.

Inilah sebabnya Ibu perlu menghindari memberikan dot dan empeng kepada bayi terlalu dini.

Posisi menyusui yang salah juga membuat bayi kesulitan mendapatkan air susu ibu yang cukup. Hidungnya tertutup oleh payudara, padahal ia juga masih terlalu kecil untuk bisa mengangkat kepalanya sendiri demi menemukan puting. Jika Ibu kurang telaten untuk mencarikan posisi menyusui yang nyaman dan malah memberinya dot, maka bayi akan malas menyusu dan lebih suka meminum dari dot saja.

Dampak lebih panjang lagi, produksi ASI Ibu semakin berkurang karena bayi jarang melekat untuk mengisap. Inilah sebabnya Ibu perlu berkonsultasi pada konselor laktasi untuk tips menyusui dengan baik atau belajar dari buku dan internet tentang posisi yang paling tepat saat menyusui. Yuk, Bu, lihat bagaimana pelekatan dari posisi menyusui yang benar akan mengatasi ASI yang seret di sini: Cara Meningkatkan Produksi ASI yang Seret

Bayi Menolak Menyusu Langsung

Bayi dapat menolak menyusu langsung karena ternyata sering tersedak oleh aliran ASI yang terlalu deras. Solusinya, Ibu dapat memompa ASI terlebih dahulu, dengan demikian volume ASI akan berkurang. Maka, bayi dapat menghisap puting dengan nyaman.

Bayi Tidak Fokus Saat Menyusu

Penyebab selanjutnya, bayi mungkin menolak menyusui jika mereka sudah berusia 6-9 bulan, karena mereka kesulitan fokus. Pada usia ini, bayi suka mengamati lingkungannya sekitarnya, sehingga mereka lebih memilih menonton lingkungan daripada menyusui.

Bayi Marah Saat Mau Menyusu

Terkadang, bayi juga menolak menyusui karena ia marah. Penyebab marah ini karena ia merasa terlalu sering dipaksa untuk menyusu. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk menjaga suasana yang santai dan tidak memaksa bayi untuk menyusu.

Bayi Mual Saat Mau Menyusu

Bayi bisa mual jika Ibu memakai parfum yang tidak biasa Ibu gunakan. Menggunakan wewangian yang aromanya berbeda, atau tidak sedap bagi bayi, dapat membuatnya mual, sehingga tidak mau menyusui. Sebaiknya sebelum Ibu memberikan ASI, Ibu dapat membersihkan diri terlebih dahulu, agar bayi dapat lebih nyaman saat menyusu.

Oleh karena itu, menyusui perlu persiapan. Jangan menyusui sambil melakukan kegiatan lainnya agar Ibu dan bayi merasa nyaman. Jangan juga membuat jam khusus menyusui ya. Berikan ASI saat bayi memang membutuhkannya.

Bayi Sudah Kenyang 

Bayi tidak mau menyusu mungkin karena ia sudah kenyang. Tandanya bisa terlihat dari bayi yang menunjukkan kepuasan atau rasa tenang setelah menyusu, berhenti mengisap pada puting susu, atau menunjukkan kurangnya minat untuk menyusu lebih lanjut. Ketahui selengkapnya tanda-tanda bayi cukup ASI berikut ini: Tanda yang Ditunjukkan Bayi Cukup ASI dan Ketika Lapar.