Ini Dia Cara Benar Mengetahui Hasil Ukuran Normal USG dan Perkembangan Janin

Ditulis oleh: Amicis

Ini Dia Cara Benar Mengetahui Hasil Ukuran Normal USG dan Perkembangan Janin

Ketika menjalani pemeriksaan USG, tentunya Ibu sudah senang melihat Si Kecil bertumbuh dengan baik dan sehat. Tahukkah Bu, kini telah ada standar menghitung berat normal janin dalam kandungan. Ibu tidak perlu khawatir bila hasil USG memberikan hasil yang tidak sesuai dengan hasil normal atau jika hasil USG menunjukkan berat janin lebih kecil dari perhitungan. 

Berikut penjelasan seputar ukuran normal hasil USG serta tahap perkembangan janin yang perlu Ibu ketahui.

 

Ukuran Normal Hasil USG Janin

Dikutip dari American Pregnancy, selama dokter tidak mengatakan ada gangguan dalam janin, maka janin masih dalam keadaan sehat meskipun tidak sesuai ukuran normal pada umumnya. Namun, inilah ukuran normal hasil USG pada janin:

 

  • Pada usia 9 sampai 13 minggu atau akhir trimester pertama, janin memiliki berat 28 gram. Sebelum 20 minggu, berat badan bayi belum dapat diukur dengan jelas karena organ kaki masih meringkuk.
  • Di usia 14 sampai 16 minggu atau trimester kedua, janin mempunyai berat antara 43 - 100 gram dan panjang 15 cm. 
  • Memasuki usia 17 hingga  20 minggu, janin akan memiliki berat 300 gram dan panjang 13 - 16,4 cm. 
  • Pada trimester kedua, diameter kepala bayi dapat diukur. Ukuran kepala janin dalam kandungan atau biparietal diameter (BPD ) Lingkar kepala janin ukuran normal hasil usg pertama kali dapat diukur dari trimester kedua yaitu 2,4 sentimeter. Dikutip dari verywell, Pengukuran diameter biparietal meningkat dari kira-kira 2,4 sentimeter pada 13 minggu menjadi sekitar 9,5 cm ketika janin cukup bulan. 
  • Pada usia 21 sampai 23 minggu, janin mencapai 26,7 - 28,9 cm, dan berat janin sekitar 453 gram. 
  • Di kehamilan 24 sampai 26 minggu akhir trimester dua, berat janin adalah 600 - 760 gram dan panjang 30 - 35,6 cm.

  • Di trimester akhir, pada usia 27 hingga 32 minggu, tulang mulai terbentuk dan penyerapan mineral mulai terjadi dalam janin. Berat janin dapat mencapai 1,8 kg dan panjang 36,6 - 42,4 cm. 
  • Pada usia kehamilan 33 hingga 36 minggu, berat badan janin bertambah sangat cepat  mencapai 1,9 - 2,6 kg dan panjangnya 40 - 48 cm. Ukuran normal hasil usg 34 minggu yaitu 1,9 - 2,6 kg dan panjangnya 40 - 48 cm
  • Usia kandungan 37 sampai 40 minggu adalah usia menjelang kelahiran. Janin akan sering bergerak. Beratnya sekitar 2,8 - 3,6 kg dan panjang 48 - sampai 53 cm. Organ janin seperti paru-paru sudah sempurna dan janin siap untuk dilahirkan.
  • Pada usia kehamilan 36 minggu ke atas, Ibu harus sering melakukan cek kesehatan dan melakukan pemeriksaan USG terutama berat badannya. Ini adalah tahap terakhir untuk mempersiapkan bayi untuk lahir.

Baca juga: Perkembangan Janin Trimester Dua dan Tiga

 

Tahapan Perkembangan Janin

Bu, selain memperhatikan ukuran normal hasil USG janin, ada juga yang harus diperhatikan yaitu perkembangan janin. Sebagian besar Ibu mengira perkembangan anak dimulai dari masa anak-anak tetapi masa kehamilan juga penting untuk melihat proses perkembangan anak. 

Masa kehamilan merupakan perubahan yang luar biasa untuk memantau perkembangan psikologis di masa depan. Sebab, otak berkembang selama masa prenatal dan akan terus banyak mengalami perubahan selama awal tahun masa kanak-kanak. 

Tahapan perkembangan janin terjadi dalam tiga tahap. Dua tahap pertama setelah pembuahan atau disebut dengan germinal, minggu ketiga sampai minggu kedelapan disebut dengan periode embrio, dan yang terakhir yaitu dari minggu sembilan sampai kelahiran merupakan periode janin.

 

1. Tahap Germinal

Selain memperhatikan ukuran normal hasil USG janin, Ibu juga harus memantau perkembangan janin. Tahap pertama perkembangan janin adalah tahap germinal. Tahap ini dimulai ketika saat pembuahan yaitu sel telur dan sperma bersatu di saluran tuba.  Telur yang sudah dibuahi dinamakan zigot. Setelah pembuahan, beberapa jam kemudian zigot akan bersel tunggal dan berjalan menuruni tuba falopi dan selanjutnya ke rahim.

Setelah pembuahan, kira-kira 24 sampai 36 jam, zigot terbelah jadi dua sel, empat sel, delapan sel, enam belas sel, dan seterusnya. Setelah tercapai delapan titik, sel akan mulai menentukan jenis sel yang akan jadi. Ketika sel berkembang biak, sel akan terpisah jadi dua sel: sel dalam yang membentuk embrio dan sel luar yang akan jadi plasenta. 

Pembelahan sel selanjutnya akan mempunyai kecepatan yang tinggi selama satu minggu. Perjalanan ini yaitu dari tuba falopi menuju ke dinding rahim. Sel-sel akan berkembang menjadi blastokista. Pada akhirnya blastokista sampai dan menempel di rahim Ibu atau dikenal sebagai implantasi.

Bila implantasi telah berhasil, Ibu akan mengalami perubahan hormonal yang menghentikan siklus menstruasi dan mengalami beberapa perubahan fisik.

2. Tahap Embrio

Tahap selanjutnya yaitu tahap embrio. Tahap ini, sel bernama embrio memainkan peran penting pada perkembangan otak. Pada minggu keempat setelah pembuahan, terbentuklah tabung saraf. Tabung saraf akan terbentuk menjadi sistem saraf pusat termasuk otak dan sumsum tulang belakang.

Beberapa hari berikutnya, banyak tonjolan terbentuk ke dalam sehingga tabung saraf berbentuk lubang. Selanjutnya, sel-sel akan terbentuk di dekat pusat dan tabung mulai menutup dan vesikula otak terbentuk.

Pada minggu keempat, pembuluh darah menjadi jantung dan berdenyut diikuti dengan kepala, telinga, mata, dan mulut. Ketika minggu kelima, tunas mulai membentuk lengan serta tungkai mulai muncul.

Ketika minggu kedelapan, embrio hampir selesai dan memiliki semua organ kecuali organ seks. Pada tahap ini, embrio mempunyai panjang satu inci dan berapa satu gram. Tahap terakhir embrio terjadi saat struktur dasar otak dan sistem saraf pusat terbentuk. Struktur dasar sistem saraf tepi akan ditentukan pada tahap ini. Sel otak dimulai di hari ke-42 setelah pembuahan dan selesai pada pertengahan kehamilan.

Baca juga: Hitung Usia Kehamilan, Upaya Ketahui Kesehatan Janin

3. Tahap Janin

Tahap berikutnya adalah tahap janin. Setelah sebagian besar diferensiasi sel selesai, embrio selanjutnya memasuki tahap janin. Tahap perkembangan ini dimulai pada minggu kesembilan sampai melahirkan. 

Tahap embrio tetap berlanjut dan berkembang pada titik ini. Saraf berkembang menjadi sumsum tulang belakang dan otak  atau neuron akan terbentuk. Antara minggu Sembilan dan dua belas, janin akan mulai melakukan pergerakan refleksif dengan kaki dan tangannya.

Ketika bulan ketiga Ibu hamil, organ intim mulai berdiferensiasi. Akhir bulan ketiga adalah akhir trimester pertama kehamilan. Selama trimester ini hingga enam, system tubuh lainnya berkemban dan detak jantung semakin kuat. Menjelang bulan terakhir kehamilan seluruh tubuh akan terbentuk.  

Selama tujuh bulan hingga lahir, janin terus berkembang, menambah berat badan, dan mempersiapkan kehidupan di luar rahim.  

Jadi, mengapa kita perlu memperhatikan perkembangan janin? Sebab, otak dan sistem saraf menjadi sangat responsif mulai dari trimester kedua. Ketika minggu 28, otak mulai responsif dengan aktivitas yang mirip dengan bayi yang baru lahir dan tertidur.

 

Itulah perkembangan ukuran normal hasil USG dari minggu ke minggunya dan tahapan perkembangan janin. Selama masa kehamilan, Ibu dianjurkan memantau dengan rutin perkembangan janin untuk mendeteksi bila ada masalah kehamilan. 

Ibu juga sebaiknya mengkonsumsi susu kehamilan yang membantu perkembangan bayi dalam kandungan. Prenagen Mommy adalah susu yang cocok untuk perkembangan janin karena mengandung nutrisi makro (Karbohidrat, Lemak, dan Protein) dan nutrisi mikro (Vitamin & Mineral), serta DHA dan Kalsium dengan jumlah yang seimbang dan sesuai kebutuhan ibu hamil.