Merawat bayi baru lahir memang penuh dengan tantangan yang menguras tenaga dan emosi. Oleh karena itu, Ibu perlu menormalisasi perhatian pada diri sendiri, karena saat Ibu merasa bahagia (happy) dan sehat, kualitas ASI akan senantiasa terjaga dan kebutuhan nutrisi buah hati dapat terpenuhi dengan optimal. Jika Ibu sedang mencari tahu pilihan makanan ibu menyusui agar pusar bayi cepat kering, jawabannya harus difokuskan pada sumber PROTEIN hewani dan nabati berkualitas tinggi, serta asupan yang kaya akan Vitamin C dan Zinc.
Segala nutrisi penyembuh luka yang Ibu konsumsi setiap hari akan disalurkan secara langsung melalui ASI. Nutrisi inilah yang bekerja dari dalam untuk membantu proses regenerasi sel serta penutupan jaringan pada perut buah hati. Namun, perlu diingat bahwa selain mengoptimalkan kualitas ASI dari dalam, Ibu juga sangat perlu memahami strategi perawatan pusar dari luar agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat, aman, dan terbebas dari risiko infeksi.
Pemenuhan gizi Ibu memiliki dampak langsung terhadap kecepatan pemulihan si Kecil. Asupan makronutrien berupa PROTEIN berkualitas tinggi dari makanan Ibu bertindak layaknya "bahan baku" utama yang sangat dibutuhkan oleh tubuh buah hati untuk membelah sel-sel baru dan menutup jaringan luka pada sisa potongan tali pusat. Lebih jauh lagi, mikronutrien dari makanan Ibu juga memiliki mekanisme penyembuhan yang spesifik. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Nutrients, Vitamin C berperan penting dalam merangsang pembentukan kolagen pada kulit bayi (Pullar et al., 2017) . Di sisi lain, mineral zinc berfungsi untuk mempercepat perbaikan jaringan epitel pada area tali pusat yang sedang dalam proses mengering (Lin et al., 2018).
Selain itu, sangat penting bagi Ibu untuk memperbanyak asupan makanan kaya Omega-3 dan DHA, seperti ikan salmon atau sarden. Asam lemak esensial ini bertindak sebagai agen anti-inflamasi alami yang ampuh untuk mencegah terjadinya peradangan berlebih pada area pusar buah hati (Fink et al., 2016). Kombinasi gizi makro dan mikro yang seimbang ini merupakan sistem pertahanan internal terbaik untuk memastikan proses puput tali pusat berjalan lancar tanpa kendala medis.
Dengan asupan nutrisi ASI yang kaya dan berkualitas, pusar bayi pada umumnya membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 minggu untuk benar-benar lepas (puput) secara alami. Namun, durasi ini bisa dipercepat. Merujuk pada studi dari jurnal PLOS ONE yang berjudul "Umbilical cord separation time, predictors and healing complications in newborns with dry care", tercatat bahwa dengan metode perawatan luar yang tepat, rata-rata waktu pemisahan tali pusat bisa terjadi lebih cepat, yakni sekitar 6,61 hari (López-Medina et al., 2020).
Lebih lanjut, temuan klinis dari jurnal PLOS ONE tersebut juga mencatat bahwa sekitar 45,7% bayi mengalami pendarahan ringan (berupa beberapa tetes darah di area popok atau baju) pasca-puput. Penting untuk diedukasikan kepada Ibu bahwa keluarnya sedikit darah ini adalah bagian dari proses penyembuhan jaringan yang sangat normal, sehingga Ibu sama sekali tidak perlu panik.
Selain asupan gizi melalui ASI, penting bagi Ibu untuk menyadari bahwa terdapat faktor teknis dan klinis tertentu yang dapat memperlama durasi lepasnya tali pusat buah hati. Berdasarkan literatur dari jurnal PLOS ONE, tingkat kelembapan yang tinggi merupakan musuh utama. Area pusar yang sering basah saat bayi dimandikan dan tidak dikeringkan dengan benar terbukti secara signifikan memperlama waktu puput tali pusat. Studi tersebut juga mendetailkan beberapa faktor prediktor klinis lainnya yang dapat menunda pengeringan, seperti berat badan lahir bayi yang lebih tinggi, riwayat penggunaan antibiotik intrapartum oleh Ibu saat proses persalinan, hingga skor Apgar bayi yang tergolong rendah saat dilahirkan (López-Medina et al., 2020).
Nutrisi berkualitas dari dalam tubuh harus didampingi dengan kedisiplinan perawatan dari luar. Cara agar pusar bayi cepat kering yang saat ini paling direkomendasikan secara medis adalah metode dry cord care (perawatan kering). Metode ini sangat sederhana, yakni dengan membiarkan area pusar bayi tetap terbuka, selalu bersih, kering, dan pastikan lipatan popok berada di bawah pusar agar tidak menutupi atau menggesek sisa tali pusat.
Ibu dilarang menggunakan cairan antiseptik jenis apa pun pada pusar bayi dengan dalih agar cepat kering. Rujukan tinjauan sistematis dari jurnal Anales de Pediatría berjudul "Recommendations for the care of the umbilical cord in the newborn" menegaskan secara medis bahwa penggunaan antiseptik justru dapat membunuh bakteri baik pelindung kulit yang secara alami bertugas membantu proses pelepasan tali pusat (Castellanos et al., 2019).
Selain itu, Ibu juga dilarang mengoleskan alkohol pada area pusar si Kecil. Meta-analisis dalam jurnal Cureus yang berjudul "The Use of Alcohol versus Dry Care for the Umbilical Cord in Newborns" menemukan fakta bahwa penggunaan alkohol 70% secara signifikan justru memperlambat waktu pemisahan tali pusat hingga hampir 2 hari (tepatnya 1,93 hari) jika dibandingkan dengan metode perawatan kering murni (Al-Shehri, 2019).
Pada praktiknya di rumah, upaya pemenuhan mineral Zinc, Vitamin C, PROTEIN, hingga asam lemak esensial DHA murni dari makanan sehari-hari terkadang sulit diukur secara presisi. Hal ini sangat wajar terjadi di tengah padatnya kesibukan mengurus bayi baru lahir dan kurangnya waktu istirahat yang Ibu miliki.
Oleh karena itu, melengkapi diet harian dengan susu ibu menyusui yang difortifikasi nutrisi lengkap seperti PRENAGEN Lactamom adalah cara paling terukur, praktis, dan lezat untuk memastikan kualitas ASI senantiasa prima dalam mendukung penyembuhan jaringan buah hati. PRENAGEN Lactamom diformulasikan khusus bukan hanya sebagai ASI booster, tetapi juga sebagai energy booster sekaligus mood booster yang sangat efektif untuk menjaga stabilitas kesehatan mental maupun fisik Ibu selama fase menyusui yang melelahkan.
Dengan rutin mengonsumsi varian rasanya yang lezat, Ibu tidak hanya mendistribusikan nutrisi unggulan agar pusar bayi cepat kering, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri sehingga stamina harian tetap stabil dan aliran ASI pun makin lancar. Ingatlah, menormalisasi perhatian pada kesehatan dan kebahagiaan Ibu adalah kunci utama agar proses menyusui berjalan sukses dan kesehatan buah hati tetap terjaga sempurna. Ibu dapat senantiasa mendukung kualitas ASI dan mempercepat pemulihan tubuh pascapersalinan dengan asupan nutrisi yang lengkap setiap hari. Pelajari lebih lanjut mengenai manfaat PRENAGEN Lactamom sebagai mood booster dan penunjang nutrisi ASI untuk menemani perjalanan laktasi Ibu yang mengesankan.
Referensi: