Gaya Hidup

Makanan Ibu Menyusui Agar Pusar Bayi Cepat Kering dan Perawatannya

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Theresia Sugiarto

Theresia adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2018 dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Selain itu, Theresia juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Makanan Ibu Menyusui Agar Pusar Bayi Cepat Kering dan Perawatannya

Tali pusat bayi baru lahir umumnya akan mengering dan puput (lepas alami) dalam waktu 7–14 hari setelah persalinan (WHO, 2020). Mendorong proses penyembuhan jaringan luka tali pusat Si Kecil dapat dicapai secara optimal melalui kombinasi perawatan dari dalam (asupan nutrisi ASI yang kaya protein, zinc, dan vitamin C) serta perawatan dari luar (metode dry cord care atau menjaga area tali pusat selalu bersih dan kering).

Segala nutrisi penyembuh luka yang Ibu konsumsi setiap hari akan disalurkan secara langsung melalui ASI. Nutrisi inilah yang bekerja dari dalam untuk membantu proses regenerasi sel serta penutupan jaringan pada perut buah hati. Namun, perlu diingat bahwa selain mengoptimalkan kualitas ASI dari dalam, Ibu juga sangat perlu memahami strategi perawatan pusar dari luar agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat, aman, dan terbebas dari risiko infeksi.

Peran Makanan Ibu Menyusui agar Pusar Bayi Cepat Kering

Pemenuhan gizi Ibu memiliki dampak langsung terhadap kecepatan pemulihan si Kecil. Asupan makronutrien berupa PROTEIN berkualitas tinggi dari makanan Ibu bertindak layaknya "bahan baku" utama yang sangat dibutuhkan oleh tubuh buah hati untuk membelah sel-sel baru dan menutup jaringan luka pada sisa potongan tali pusat. Lebih jauh lagi, mikronutrien dari makanan Ibu juga memiliki mekanisme penyembuhan yang spesifik. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Nutrients, Vitamin C berperan penting dalam merangsang pembentukan kolagen pada kulit bayi (Pullar et al., 2017) . Di sisi lain, mineral zinc berfungsi untuk mempercepat perbaikan jaringan epitel pada area tali pusat yang sedang dalam proses mengering (Lin et al., 2018).

Selain itu, sangat penting bagi Ibu untuk memperbanyak asupan makanan kaya Omega-3 dan DHA, seperti ikan salmon atau sarden. Asam lemak esensial ini bertindak sebagai agen anti-inflamasi alami yang ampuh untuk mencegah terjadinya peradangan berlebih pada area pusar buah hati (Fink et al., 2016). Kombinasi gizi makro dan mikro yang seimbang ini merupakan sistem pertahanan internal terbaik untuk memastikan proses puput tali pusat berjalan lancar tanpa kendala medis.

Jenis Nutrisi dan Menu Makanan Busui untuk Penyembuhan Tali Pusat

Berikut jenis nutrisi dan pilihan bahan makanan yang diserap melalui ASI untuk membantu regenerasi jaringan kulit tali pusat Si Kecil:

Nutrisi Pemulihan Pilihan Bahan Makanan Sehat Peran Medis bagi Tali Pusat Bayi
Protein Tinggi Daging tanpa lemak, telur, dada ayam, tahu & tempe Mempercepat pembentukan jaringan kulit dan penutupan luka pangkal tali pusat.
Seng / Zinc Daging sapi, biji labu, kacang-kacangan, hati ayam Mendorong sintesis sel baru dan mencegah risiko peradangan pada tali pusat.
Vitamin C Jeruk, pepaya, brokoli, buah kiwi Membantu pembentukan kolagen alami untuk memperkuat struktur jaringan pusar.
Asam Lemak Omega-3 Ikan salmon, biji chia, alpukat Meredakan risiko reaksi iritasi dan memperkuat lapisan pertahanan kulit (skin barrier).

 

Berapa Lama Timeline Normal Pusar Bayi Mengering?

Dengan asupan nutrisi ASI yang kaya dan berkualitas, pusar bayi pada umumnya membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 minggu untuk benar-benar lepas (puput) secara alami. Namun, durasi ini bisa dipercepat. Merujuk pada studi dari jurnal PLOS ONE yang berjudul "Umbilical cord separation time, predictors and healing complications in newborns with dry care", tercatat bahwa dengan metode perawatan luar yang tepat, rata-rata waktu pemisahan tali pusat bisa terjadi lebih cepat, yakni sekitar 6,61 hari (López-Medina et al., 2020).

Lebih lanjut, temuan klinis dari jurnal PLOS ONE tersebut juga mencatat bahwa sekitar 45,7% bayi mengalami pendarahan ringan (berupa beberapa tetes darah di area popok atau baju) pasca-puput. Penting untuk diedukasikan kepada Ibu bahwa keluarnya sedikit darah ini adalah bagian dari proses penyembuhan jaringan yang sangat normal, sehingga Ibu sama sekali tidak perlu panik.

Faktor yang Memperlambat Puputnya Tali Pusat Bayi

Selain asupan gizi melalui ASI, penting bagi Ibu untuk menyadari bahwa terdapat faktor teknis dan klinis tertentu yang dapat memperlama durasi lepasnya tali pusat buah hati. Berdasarkan literatur dari jurnal PLOS ONE, tingkat kelembapan yang tinggi merupakan musuh utama. Area pusar yang sering basah saat bayi dimandikan dan tidak dikeringkan dengan benar terbukti secara signifikan memperlama waktu puput tali pusat. Studi tersebut juga mendetailkan beberapa faktor prediktor klinis lainnya yang dapat menunda pengeringan, seperti berat badan lahir bayi yang lebih tinggi, riwayat penggunaan antibiotik intrapartum oleh Ibu saat proses persalinan, hingga skor Apgar bayi yang tergolong rendah saat dilahirkan (López-Medina et al., 2020).

Cara agar Pusar Bayi Cepat Kering dari Luar (Dry Care)

Nutrisi berkualitas dari dalam tubuh harus didampingi dengan kedisiplinan perawatan dari luar. Cara agar pusar bayi cepat kering yang saat ini paling direkomendasikan secara medis adalah metode dry cord care (perawatan kering). Metode ini sangat sederhana, yakni dengan membiarkan area pusar bayi tetap terbuka, selalu bersih, kering, dan pastikan lipatan popok berada di bawah pusar agar tidak menutupi atau menggesek sisa tali pusat.

Ibu dilarang menggunakan cairan antiseptik jenis apa pun pada pusar bayi dengan dalih agar cepat kering. Rujukan tinjauan sistematis dari jurnal Anales de Pediatría berjudul "Recommendations for the care of the umbilical cord in the newborn" menegaskan secara medis bahwa penggunaan antiseptik justru dapat membunuh bakteri baik pelindung kulit yang secara alami bertugas membantu proses pelepasan tali pusat (Castellanos et al., 2019).

Selain itu, Ibu juga dilarang mengoleskan alkohol pada area pusar si Kecil. Meta-analisis dalam jurnal Cureus yang berjudul "The Use of Alcohol versus Dry Care for the Umbilical Cord in Newborns" menemukan fakta bahwa penggunaan alkohol 70% secara signifikan justru memperlambat waktu pemisahan tali pusat hingga hampir 2 hari (tepatnya 1,93 hari) jika dibandingkan dengan metode perawatan kering murni (Al-Shehri, 2019).

Mitos Pantangan Makanan Ibu Menyusui Saat Tali Pusat Belum Puput

Masih terdapat kepercayaan tradisional yang melarang Ibu menyusui mengonsumsi telur, ikan, atau daging saat tali pusat bayi belum lepas karena dianggap membuat pusar basah atau bernanah.

Secara medis, anggapan ini adalah MITOS. Telur dan ikan justru merupakan sumber protein serta zinc tertinggi yang sangat dibutuhkan tubuh Si Kecil melalui ASI untuk menutup luka tali pusat dengan cepat. Selama Ibu tidak memiliki riwayat alergi medis, mengonsumsi aneka makanan bergizi sangat aman dan direkomendasikan.

PRENAGEN Lactamom untuk Kualitas ASI Optimal

Pada praktiknya di rumah, upaya pemenuhan mineral Zinc, Vitamin C, PROTEIN, hingga asam lemak esensial DHA murni dari makanan sehari-hari terkadang sulit diukur secara presisi. Hal ini sangat wajar terjadi di tengah padatnya kesibukan mengurus bayi baru lahir dan kurangnya waktu istirahat yang Ibu miliki.

Oleh karena itu, melengkapi diet harian dengan susu ibu menyusui yang difortifikasi nutrisi lengkap seperti PRENAGEN Lactamom adalah cara paling terukur, praktis, dan lezat untuk memastikan kualitas ASI senantiasa prima dalam mendukung penyembuhan jaringan buah hati. PRENAGEN Lactamom diformulasikan khusus bukan hanya sebagai ASI booster, tetapi juga sebagai energy booster sekaligus mood booster yang sangat efektif untuk menjaga stabilitas kesehatan mental maupun fisik Ibu selama fase menyusui yang melelahkan.

Dengan rutin mengonsumsi varian rasanya yang lezat, Ibu tidak hanya mendistribusikan nutrisi unggulan agar pusar bayi cepat kering, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri sehingga stamina harian tetap stabil dan aliran ASI pun makin lancar. Ingatlah, menormalisasi perhatian pada kesehatan dan kebahagiaan Ibu adalah kunci utama agar proses menyusui berjalan sukses dan kesehatan buah hati tetap terjaga sempurna. Ibu dapat senantiasa mendukung kualitas ASI dan mempercepat pemulihan tubuh pascapersalinan dengan asupan nutrisi yang lengkap setiap hari. Pelajari lebih lanjut mengenai manfaat PRENAGEN Lactamom sebagai mood booster dan penunjang nutrisi ASI untuk menemani perjalanan laktasi Ibu yang mengesankan.

Referensi:

  1. Healthline. (2024, January 4). Breastfeeding Diet 101: What to Eat While Breastfeeding. https://www.healthline.com/nutrition/breastfeeding-diet-101
  2. Sanford Health. (n.d.). Top 10 breastfeeding superfoods. https://news.sanfordhealth.org/womens/top-10-breastfeeding-superfoods/
  3. López-Medina, M. D., López-Araque, A. B., Linares-Abad, M., & López-Medina, I. M. (2020). Umbilical cord separation time, predictors and healing complications in newborns with dry care. PLOS ONE, 15(1), e0227209. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0227209
  4. Castellanos, J. L. L., Muñuzuri, A. P., Campillo, C. W. R., López, E. S., Fernández, I. B., Redondo, M. D. S., Gracia, S. R., & Luna, M. S. (2019). Recommendations for the care of the umbilical cord in the newborn. Anales De Pediatría (English Edition), 90(6), 401.e1-401.e5. https://doi.org/10.1016/j.anpede.2019.01.009
  5. Al-Shehri, H. (2019). The Use of Alcohol versus Dry Care for the Umbilical Cord in Newborns: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomized and Non-randomized Studies. Cureus, 11(7), e5103. https://doi.org/10.7759/cureus.5103
  6. Pullar, J. M., Carr, A. C., & Vissers, M. C. M. (2017). The Roles of Vitamin C in Skin Health. Nutrients, 9(8), 866. https://doi.org/10.3390/nu9080866
  7. Lin, P.-H., Sermersheim, M., Li, H., Lee, P. H. U., Steinberg, S. M., & Ma, J. (2018). Zinc in Wound Healing Modulation. Nutrients, 10(1), 16. https://doi.org/10.3390/nu10010016
  8. Fink, N. H., Collins, C. T., Gibson, R. A., Makrides, M., & Penttila, I. A. (2016). Targeting inflammation in the preterm infant: The role of the omega-3 fatty acid docosahexaenoic acid. Journal of Nutrition & Intermediary Metabolism, 5, 55–60. http://dx.doi.org/10.1016/j.jnim.2016.03.004

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Kulit Bayi Sensitif, Amankah Ibu Minum PRENAGEN Lactamom?
Kulit bayi sensitif, amankah Ibu tetap minum PRENAGEN Lactamom? Kenali beda kulit kering biasa dan gejala alergi susu sapi lewat ASI.
Masa Persiapan
Bayi Cukup ASI atau Tidak? Ini Tanda dan Cara Ceknya
Cek tanda bayi cukup ASI dari frekuensi pipis pup, tabel kenaikan berat badan bayi ASI eksklusif standar WHO KMS, dan ciri dehidrasi di sini.
Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Benarkah payudara kecil produksi ASI sedikit? Cek fakta medis kelenjar ASI, kapasitas penyimpanan, perlekatan benar, dan tips melancarkan ASI di sini.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Apakah makanan busui bisa membuat kulit bayi putih bersih? Cek fakta medis genetik, daftar nutrisi pemicu kulit bayi sehat bebas ruam, dan tipsnya di sini.
Masa Persiapan
Bolehkah Busui Makan Daging Kambing Ini Fakta Medis dan Mitosnya
Bolehkah ibu menyusui makan daging kambing? Cek fakta medis mitos ASI panas, manfaat nutrisi zat besi, porsi aman, dan tips mengolahnya di sini.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Bolehkah ibu menyusui donor darah? Cek syarat medis PMI dan WHO, batas usia bayi, dampak terhadap produksi ASI, serta tips pemulihannya di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN