Penyebab Diare Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Amicis

Penyebab Diare Pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Banyak wanita yang mengalami diare ketika masa kehamilan. Diare bisa menguras cairan dalam tubuh sehingga memicu dehidrasi. Bila tidak segera ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berdampak fatal bahkan mematikan. Untuk mengatasinya, obat diare ibu hamil harus dikonsumsi. Pada umumnya, diare yang dirasakan ibu hamil terjadi pada semester ketiga masa kehamilan, namun tidaklah semua ibu hamil mengalaminya. Lalu apa saja obat diare untuk ibu hamil? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Baca Juga: 5 Khasiat Buah Belimbing untuk Konsumsi Ibu Hamil

Perubahan Hormon

Selain dapat mengakibatkan konstipasi, perubahan pada hormon dapat mempercepat sistem pencernaan Ibu. Keadaan ini dapat membuat diare menjadi sebuah masalah yang serius.

Perubahan Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Untuk menjaga asupan gizi pada janin, banyak sekali wanita mengganti asupan yang dikonsumsi. Perubahan tersebut membuat perut menjadi terganggu yang dapat menjadi salah satu pemicu diare. Selain pada pola makan yang berubah, mengonsumsi vitamin secara berlebihan saat hamil juga dapat menjadi salah satu pemicu diare.

Perubahan Kepekaan pada Makanan

Beberapa diantara ibu hamil dapat mengalami perubahan kepekaan terhadap makanan tertentu. Hal ini juga disebabkan oleh hormon yang berubah, sehingga menjadikan Ibu lebih sensitif soal makanan. Jika sebelumnya Ibu tidak memiliki masalah saat memakan sesuatu, bukan tidak mungkin Ibu akan merasa mual hanya dengan mencium bau makanan tersebut saat mengandung.

Stres Berlebih

Stres yang dialami ibu saat mengandung akan berpengaruh pada emosi dan menjadikan perut mulas, yang pada akhirnya bisa menyebabkan diare. Oleh karena itu, Ibu harus lebih menenangkan diri dengan melakukan beragam olahraga khusus ibu hamil yang baik bagi janin dan tubuh Ibu.

Infeksi Bakteri

Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri parasit dan virus seperti bakteri E, Coli ataupun Salmonella yang ada dalam bahan makanan dapat menyebabkan tubuh mengalami diare. Obat diare pada ibu hamil bisa dilakukan dengan pencegahan, seperti mencuci tangan sebelum makan, hanya mengonsumsi makanan yang diproduksi secara higienis, memisahkan makanan mentah dan matang, mengutamakan bahan makanan segar, menyimpan makanan di kulkas agar tidak lekas basi, dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari terlalu lama.

Umumnya, penderita diare serius akan buang air besar setidaknya 5 kali sehari. Hal ini juga dapat menyebabkan penderita diare kekurangan cairan. Selain itu, diare juga bisa disertai dengan pendarahan pada feses, kram pada perut, muntah, demam, nyeri kepala, jantung berdebar sampai urine berwarna keruh atau kuning gelap. Sebelum mengonsumsi obat diare, Ibu bisa menggunakan cairan oralit. Cairan tersebut dapat dibuat sendiri dengan mencampurkan satu sendok garam dengan 1 sendok gula pasir, kemudian larutkan pada satu gelas air. Namun, jika diare termasuk dalam kategori serius, maka segera periksakan diri ke dokter. Sementara itu, terdapat beberapa cara untuk untuk mempercepat pemulihan setelah diare, yaitu:

  • Memperbanyak waktu istirahat
  • Meningkatkan asupan cairan elektrolit pada tubuh agar terhindar dari dehidrasi
  • Perbanyak minum air putih atau oralit
  • Jika masih terjadi diare ringan, usahakan untuk mengonsumsi sup, minuman jahe atau roti panggang untuk membantu mengatasi diare yang Ibu alami.

Baca Juga: 7 Khasiat Kandungan Bayam untuk Ibu Hamil

Demi menjaga kesehatan janin saat hamil, Ibu harus mengetahui solusi yang tepat saat Ibu mengalami diare. Bila Ibu telah mengonsumsi obat diare untuk ibu hamil tapi belum juga membaik, segera kunjungi dokter. Jangan membiasakan diri untuk membeli obat di sembarang tempat, agar ibu dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.