Gaya Hidup

Cara Asik Self-Care untuk Ibu Baru di Hari Valentine

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Dewi Virdianti Pangastuti

dr. Dewi Virdianti Pangastuti adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Selain itu, dr. Dewi Virdianti juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Cara Asik Self-Care untuk Ibu Baru di Hari Valentine

Merawat diri setelah melahirkan bukan hanya soal memulihkan tubuh, tetapi juga menjaga kesehatan mental, terutama di momen penuh makna seperti Valentine’s Day. Cara merawat diri setelah melahirkan yang benar melibatkan pemulihan fisik dan emosional secara seimbang, mulai dari nutrisi yang cukup, aktivitas ringan, hingga menjaga kesehatan mental untuk mengatasi baby blues dan mencegah depresi pascapersalinan.

Hari Valentine atau Valentine’s Day memang identik dengan cokelat dan bunga dari pasangan. Namun bagi Ibu yang baru melahirkan, hadiah terindah justru adalah waktu dan izin untuk mencintai diri sendiri kembali. Ibu tidak bisa menuang dari gelas yang kosong, mencintai diri sendiri adalah cara terbaik agar Ibu memiliki energi untuk mencintai si Kecil dan pasangan.

Menata Ulang Definisi Cinta di Hari Valentine

Biasanya, Hari Valentine sering dimaknai sebagai momen untuk mencintai orang lain, pasangan, keluarga, atau orang terdekat. Namun di fase kehidupan yang begitu intens setelah melahirkan, Valentine tahun ini bisa menjadi ajakan lembut bagi Ibu untuk berhenti sejenak, menoleh ke cermin, dan mengapresiasi diri sendiri. Cinta tidak selalu harus keluar; terkadang, cinta justru perlu kembali pulang ke diri Ibu.

Stretch marks di perut, garis gelap linea nigra, hingga bekas jahitan persalinan, baik normal maupun sesar, bukanlah “kerusakan” yang harus disembunyikan. Semua itu adalah tanda jasa, jejak keberanian dari tubuh yang telah menyelesaikan tugas luar biasa: menciptakan, mengandung, dan melahirkan sebuah kehidupan.

Tubuh Ibu telah bekerja melampaui batasnya, beradaptasi, dan bertahan demi hadirnya si Kecil ke dunia. Setiap guratan adalah cerita tentang kekuatan, bukan kekurangan. Penting bagi Ibu untuk memahami bahwa self-care bukanlah kemewahan, apalagi tindakan egois yang merebut waktu dari bayi. Justru sebaliknya, self-care adalah fondasi pemulihan pascamelahirkan.

Pemulihan fisik dan mental yang optimal membantu Ibu memiliki energi, kestabilan emosi, dan daya tahan yang lebih baik dalam merawat buah hati. Tanpa pemulihan yang cukup, kelelahan fisik dan emosional dapat menumpuk dan berdampak pada kualitas perawatan jangka panjang.

Mencintai diri sendiri di Hari Valentine bukan berarti mencintai si Kecil lebih sedikit. Itu berarti memastikan bahwa Ibu memiliki “isi” yang cukup (secara fisik maupun mental) agar bisa terus memberi dengan penuh kehangatan dan kesadaran.

Cara Merawat Diri Setelah Melahirkan secara Fisik dan Mental

Perawatan pascamelahirkan (postpartum care) yang tepat tidak bisa dilakukan secara parsial. Tubuh dan pikiran adalah satu kesatuan, kesehatan fisik merupakan “rumah” bagi ketenangan mental, sementara pikiran yang stabil membantu tubuh pulih dengan lebih optimal. Jika Ibu hanya fokus merawat tubuh namun mengabaikan kondisi emosional, atau sebaliknya, proses pemulihan tidak akan berjalan sempurna.

Prioritaskan Nutrisi sebagai "Kado" untuk Tubuh

Setelah melahirkan, tubuh Ibu memasuki fase pemulihan besar-besaran. Jaringan yang meregang dan terluka perlu diperbaiki, volume darah yang berkurang harus diseimbangkan kembali, dan energi cadangan terus digunakan untuk memproduksi ASI bagi si Kecil.

Asupan kaya PROTEIN berperan penting dalam proses penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Zat besi membantu mencegah anemia dan rasa lemas pascamelahirkan, sementara kalsium dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi Ibu selama menyusui.

Di tengah kesibukan merawat bayi, meminum susu khusus Ibu menyusui dapat menjadi “kado” paling praktis karena mengandung berbagai mikronutrisi penting yang sering kali sulit dipenuhi hanya dari makanan padat.

Tidur Berkualitas Saat Ada Kesempatan

Nasihat “tidurlah saat bayi tidur” sering kali terdengar sederhana, namun tidak selalu mudah dilakukan. Sebagai alternatif yang lebih realistis, Ibu bisa memanfaatkan konsep power nap, tidur singkat selama 20–30 menit, yang terbukti efektif dalam memulihkan fungsi kognitif, meningkatkan fokus, dan mengurangi kelelahan.

Secara medis, kurang tidur kronis dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol. Kondisi ini berhubungan dengan perubahan suasana hati, seperti mudah menangis, cemas, atau marah, yang kerap dikaitkan dengan baby blues. Meminta bantuan orang lain untuk menjaga si Kecil agar Ibu bisa beristirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan strategi cerdas untuk menjaga kestabilan emosi dan kesehatan mental.

Rutinitas Perawatan Tubuh Sederhana

Self-care pascamelahirkan tidak harus rumit atau memakan waktu lama. Fokuslah pada rutinitas kecil yang bisa dilakukan dalam 5–10 menit. Mandi air hangat, misalnya, bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga berfungsi sebagai terapi hidro yang membantu merelaksasi otot yang tegang akibat menggendong atau menyusui.

Mengoleskan pelembab atau krim stretch mark juga bukan semata soal kecantikan. Aktivitas ini adalah bentuk sentuhan penuh perhatian pada diri sendiri, sebuah sinyal ke otak bahwa Ibu tetap berharga, layak dirawat, dan berhak merasa nyaman di dalam tubuhnya sendiri.

Afirmasi Positif dan Me-Time Tanpa Rasa Bersalah

Selain merawat tubuh, penting bagi Ibu untuk melatih dialog batin yang lebih ramah. Saat merasa kewalahan, Ibu bisa berhenti sejenak, menarik napas dalam, dan berkata pada diri sendiri, “Aku adalah Ibu yang baik, dan tubuhku butuh istirahat sejenak.” Afirmasi positif membantu menurunkan stres dan meningkatkan rasa percaya diri.

Me-time juga tidak harus lama atau mewah. Minum teh hangat tanpa terdistraksi ponsel, atau mendengarkan satu lagu favorit selama 15 menit, sudah cukup untuk memberi ruang bernapas bagi pikiran. Jeda singkat dari tugas domestik ini dapat meningkatkan hormon oksitosin, hormon bahagia yang berperan penting dalam rasa nyaman emosional dan membantu kelancaran aliran ASI.

Mengajak Pasangan Menjadi Bagian dari Perjalanan Self-Love

Hari Valentine bukan hanya tentang romansa, tetapi juga momen yang tepat untuk mempererat kerja sama tim antara Ibu dan pasangan. Dalam fase pascamelahirkan, self-care bagi Ibu baru hampir mustahil terwujud tanpa “izin” emosional dan dukungan nyata dari pasangan.

Dukungan ini bukan sekadar membantu secara fisik, tetapi juga memahami bahwa pemulihan Ibu adalah kebutuhan, bukan permintaan berlebihan. Pasangan perlu menyadari bahwa Ibu yang bahagia, terawat, dan didukung dengan baik akan membawa energi positif bagi seluruh keluarga.

Tips Komunikasi Efektif dengan Pasangan

Komunikasi yang sehat menjadi fondasi utama kerja sama dalam merawat bayi dan menjaga kesehatan mental Ibu.

  • Gunakan Kalimat “I Message”: Alih-alih menyampaikan keluhan dengan nada menyalahkan, Ibu dapat mengungkapkan kebutuhan melalui perasaan pribadi. Contohnya, “Sayang, aku merasa sangat lelah hari ini. Aku butuh waktu 20 menit untuk mandi tenang tanpa gangguan, bisa bantu jaga si Kecil sebentar?” Kalimat ini lebih mudah diterima dibandingkan ungkapan yang bernada menyudutkan.
  • Sampaikan Kebutuhan secara Spesifik: Pasangan sering kali ingin membantu, tetapi tidak selalu tahu harus melakukan apa. Dengan menyampaikan kebutuhan secara jelas, apakah itu menjaga bayi, menyiapkan makanan, atau membantu pekerjaan rumah, Ibu membantu pasangan berperan lebih efektif tanpa kebingungan.
  • Apresiasi Hal Kecil: Memberikan apresiasi atas bantuan sekecil apa pun, seperti mengganti popok atau membuatkan minum, dapat memperkuat rasa dihargai. Apresiasi ini membangun ritme kerja sama yang lebih harmonis dan saling mendukung.

Contoh Konkret Dukungan Nyata dari Pasangan

Sebagai “kado Valentine” terbaik, pasangan dapat menunjukkan cinta melalui tindakan nyata, bukan hanya kata-kata, seperti:

  • Menjaga “Shift” Malam: Mengganti popok atau menggendong bayi saat terbangun di malam hari membantu Ibu mendapatkan durasi tidur yang lebih panjang dan berkualitas.
  • Inisiatif Pekerjaan Domestik: Mengambil alih tugas mencuci botol, merapikan tempat tidur, atau menyiapkan camilan sehat tanpa perlu diminta dapat mengurangi beban fisik dan mental Ibu.
  • Memberikan “Waktu Bebas”: Memberi waktu sekitar satu jam bagi Ibu untuk membaca buku, beristirahat, atau sekadar menikmati waktu sendiri, sementara pasangan sepenuhnya bertanggung jawab atas bayi.
  • Validasi Emosional: Memberikan pujian tulus atas perjuangan fisik dan emosional Ibu, serta mendengarkan keluh kesah tanpa langsung menghakimi atau memberi solusi jika tidak diminta, sangat membantu kesehatan mental Ibu.

Mengembalikan Kepercayaan Diri dengan Pemulihan yang Tepat

Perubahan bentuk perut adalah salah satu hal yang paling sering membuat Ibu merasa kurang percaya diri setelah melahirkan. Kulit yang terasa lebih kendur, perut yang belum kembali seperti sebelum hamil, atau munculnya garis-garis peregangan kerap menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Penting untuk diingat bahwa perubahan ini adalah respons alami tubuh setelah mengalami kehamilan dan persalinan.

Pemulihan bentuk tubuh pascamelahirkan bukanlah proses instan. Tubuh membutuhkan waktu, kesabaran, dan pendekatan yang sehat untuk kembali pulih. Para ahli menegaskan bahwa upaya ekstrem seperti diet ketat atau olahraga berlebihan justru dapat mengganggu pemulihan, memengaruhi produksi ASI, dan berdampak negatif pada kesehatan mental.

Sebaliknya, pemulihan yang bertahap, melalui nutrisi seimbang, aktivitas fisik ringan yang sesuai, serta perawatan tubuh yang konsisten, akan membantu Ibu membangun kembali kepercayaan diri secara aman dan berkelanjutan.

Dengan memberi waktu pada tubuh untuk pulih sesuai ritmenya, Ibu tidak hanya merawat penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan jangka panjang. Ketika tubuh diperlakukan dengan penuh kasih dan kesabaran, rasa percaya diri akan tumbuh secara alami, seiring dengan meningkatnya kekuatan dan kenyamanan Ibu dalam menjalani peran barunya.

Ingin mengembalikan kepercayaan diri melalui pemulihan fisik yang aman? Yuk, simak panduan lengkapnya di sini: Cara Mengecilkan Perut yang Buncit Pasca Bersalin.

Referensi:

  • ACOG. Optimizing Postpartum Care. Diakses 1 Februaru 2026. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2018/05/optimizing-postpartum-care
  • Mayo Clinic. Labor and delivery, postpartum care. Diakses 01 Februari 2026. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/postpartum-care/art-20047233
  • WHO. Postnatal Care for Mothers and Newborns. Diakses 01 Februari 2026. https://www.who.int/docs/default-source/mca-documents/nbh/brief-postnatal-care-for-mothers-and-newborns-highlights-from-the-who-2013-guidelines.pdf
  • National Sleep Foundation. Ever wonder whether napping is good for you? Turns out most people who enjoy a nap, benefit from it. Diakses 01 Februari 2026. https://www.thensf.org/the-benefits-of-napping/
  • WHO. Perinatal mental health. Diakses 01 Februari 2026. https://www.who.int/teams/mental-health-and-substance-use/promotion-prevention/maternal-mental-health

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Cara Asik Self-Care untuk Ibu Baru di Hari Valentine
Rayakan Valentine's day dengan cara merawat diri setelah melahirkan. Temukan tips merawat diri setelah melahirkan untuk Ibu yang sehat dan bahagia.
Masa Persiapan
Rutinitas Skincare yang Aman untuk Ibu Menyusui
Ibu menyusui ingin pakai skincare? Simak panduan rutinitas skincare pagi dan malam yang aman serta tips agar kulit sehat dari dalam berikut ini!
Masa Persiapan
Rahasia Sleep Training Aman Agar Tidur Bayi Berkualitas
Pelajari definisi sleep training, usia aman memulainya, dan beragam metode yang paling efektif dan nyaman. Ketahui juga kunci agar sleep training berhasil.
Masa Persiapan
Langkah Pertolongan Pertama Diare pada Ibu Menyusui
Pahami cara pertolongan pertama diare pada ibu menyusui yang aman dilakukan. Cari tahu penyebab dan tindakan preventif yang bisa dilakukan.
Masa Persiapan
Panduan Lengkap Isi Diaper Bag untuk Bepergian dengan Bayi
Daftar barang yang perlu ada di diaper bag dan rekomendasi jumlah pakaian yang ideal untuk dibawa. Perjalanan bersama bayi jadi lebih aman dan nyaman.
Masa Persiapan
Usia Aman Bayi Naik Pesawat, Syarat, dan Tips Perjalanan
Ingin melakukan perjalanan udara bersama bayi? Ketahui syaratnya, tips menjaga kenyamanan telinga bayi, dan dokumen yang wajib dibawa oleh orangtua.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN