Waspada, Inilah Penyebab Asi Berkurang dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh: Amicis

Waspada, Inilah Penyebab Asi Berkurang dan Cara  Mengatasinya

Setelah melahirkan, seorang Ibu pada umumnya akan langsung menyusui bayinya. Pada masa menyusui, ada beberapa masalah yang akan membuat Ibu khawatir. Salah satunya adalah jumlah ASI yang sedikit. Hal ini akan pastinya memicu kekhawatiran Ibu tentang asupan nutrisi Si kecil. 

Selain kurangnya ASI, ada beberapa masalah lain tentang hal menyusui seperti posisi bayi yang sulit ketika disusui,nyeri di dada, kurangnya ASI. Mari simak penyebab asi berkurang dan cara mengatasinya!

 

Penyebab ASI sedikit

Berbagai faktor dapat menyebabkan suplai ASI yang kurang selama menyusui. Salah satunya yaitu menunggu terlalu lama untuk mulai menyusui, tidak cukup sering menyusui, pelekatan yang tidak tepat dan penggunaan obat-obatan tertentu. Terkadang bila Ibu menjalani operasi payudara sebelumnya juga dapat memengaruhi produksi ASI. Inilah beberapa penyebab ASI berkurang dan solusinya:

1. Stres dan Kelelahan

Setelah melahirkan, naluri Ibu untuk merawat bayi akan datang sendiri. Namun, sebagian besar Ibu akan mengalami stress disebabkan oleh kurangnya tidur dan kelelahan. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya hormon oksitosin yang memiliki peran untuk memproduksi ASI. Sebaiknya, Ibu jangan terlalu stres dan kelelahan.

2. Konsumsi Obat dan Kontrasepsi

Beberapa obat alergi dan flu mengandung pseudoephedrine, bisa menurunkan produksi ASI. Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti suntik KB atau pil juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Ada baiknya untuk berhenti mengonsumsi obat tertentu dan kontrasepsi selama menyusui.

3. Pemberian Susu Formula

Bila susu formula diberikan secara terus-menerus dengan jumlah yang banyak akan menyebabkan berkurangnya intensitas menyusui. Ini menyebabkan rangsangan produksi ASI dari payudara  turun. Adaptasi dot dan puting juga akan lebih sulit untuk Si kecil karena sudah terbiasa dengan dot.

Menurut IDAI, Penggunaan dot menyebabkan bayi tidak terbiasa dengan puting Ibu dan menyebabkan menyusui yang salah. Akibatnya, ibu mengalami puting lecet karena mulut bayi sehingga Ibu kesakitan. Hal ini menyebabkan frekuensi menyusui yang berkurang. 

4. Kurangnya intensitas menyusui

Dilansir dari American Pregnancy, tubuh Ibu mendapat sinyal untuk membuat lebih banyak ASI saat payudara kosong, jadi menyusuilah sesering yang diinginkan bayi. Ibu yang sering menyusui bayi akan semakin banyak ASI yang diproduksi. Bila jarang menyusui atau membatasi waktu maka akan mengakibatkan payudara yang kurang aktif memproduksi ASI.

5. Pelekatan yang Tidak Tepat

Pelekatan puting pada mulut bayi yang tidak sesuai ketika menyusui menyebabkan berkurangnya rangsangan untuk memproduksi ASI. Pelekatan yang tidak sesuai pada bayi mempunyai berbagai alasan seperti terbiasa dengan dot atau masalah dengan lidah bayi atau biasa disebut dengan tongue tie.

6. Makanan yang Mengurangi Produksi ASI

Menjaga pola makan sangat dianjurkan untuk menghasilkan produksi ASI. Menurut American pregnancy, Ibu harus mengonsumsi jenis makanan yang mencakup kaya protein, seperti daging tanpa lemak, telur, susu, kacang-kacangan, lentil dan makanan laut rendah merkuri, ditambah biji-bijian, buah-buahan dan sayuran. Sebaliknya, makanan penyebab asi berkurang termasuk makanan laut yang mengandung merkuri yang tinggi, chasteberry, kopi, alkohol dan peppermint.

Bila Ibu makan berbagai makanan yang sehat saat menyusui akan mengubah rasa ASI. Ini akan memaparkan bayi pada selera yang berbeda, yang mungkin membantu mereka lebih mudah menerima makanan padat di kemudian hari. Jadi, lebih baik ibu mengonsumsi makanan yang dianjurkan supaya menghasilkan ASI yang sehat.

Baca juga: 7 Jenis Makanan Penambah ASI Lancar dan Berlimpah

 

Ciri Produksi ASI yang Sedikit

Ada beberapa tanda yang dapat ibu lihat jika produksi ASI berkurang. Inilah ciri-ciri produksi asi berkurang:

1. Bayi Terlihat Mengantuk atau Lesu

Ibu yang memiliki ASI yang sedikit akan memiliki bayi dengan energi rendah yang mengakibatkan bayi cepat mengantuk.

2.  Intensitas Menyusui Dengan Waktu yang Singkat Atau terlalu lama  

Bayi akan mudah tertidur lelap yang jika tidak menyusu dengan baik, atau mungkin menghabiskan waktu yang lama sekitar 30-40 menit untuk menyusui.

3. Susah Memiliki Berat Badan yang Normal 

Berat badan bayi belum dapat meningkat pada usia 10-14 hari, atau berat badan bayi naik secara lambat dan tidak sesuai yang diharapkan.

 4. Bayi Jarang Buang Air Besar

Bayi pada normalnya buang air besar 3-4 kali per hari pada usia empat hari. Air seni bayi juga tidak pucat.

 

Cara Mengatasi ASI yang Sedikit

Mengetahui bahwa Si kecil sudah cukup mengonsumsi ASI itu mudah. Contohnya adalah buang air kecil teratur, berat badan bertambah, bayi terlihat tenang. Namun,  Penyebab ASI yang sedikit dapat diatasi dengan sering menyusui dan menyusui yang benar. 

Diana West dari IBCLC (International Board-Certified Lactation Consultant) mengatakan bahwa perubahan dalam teknik menyusui dapat membantu meningkatkan produksi ASI secara signifikan. Berikut ini merupakan beberapa teknik untuk meningkatkan produksi ASI yang menurun agar Si kecil terpenuhi nutrisinya: 

1. Hindari Memberikan Susu Formula

Sebaiknya, ibu tidak memberikan susu formula selama 6 bulan pertama. Jika ibu mengkhawatirkan nutrisi bayi, konsultasi dulu dengan dokter sebelum memberikan formula. 

2. Selalu Terapkan Hidup Sehat

Selama menyusui, Ibu disarankan untuk menghindari merokok dan minum alkohol sebab dapat menurunkan produksi ASI. Lebih baik, ibu minum air putih yang banyak dan konsumsi makanan yang sehat supaya asupan nutrisi dan produksi ASI tercukupi.

Baca juga: Penting Jaga Emosi Saat Menyusui Si Kecil

3. Sering Berikan ASI

Tahukah ibu, bahwa isapan dari mulut Si kecil ketika sedang menyusui sangat mempengaruhi rangsangan produksi ASI di hari berikutnya. Maka dari itu, sebaiknya memberikan asi sesering mungkin. Bila ibu tetap memberikan susu formula untuk nutrisi tambahan bayi, tetaplah memompa ASI sesering mungkin supaya muncul stimulasi untuk produksi ASI. 

Pompa payudara dua kali, contohnya, lima menit di payudara kiri, lima menit di payudara kanan, dan lakukan lagi. ASI yang dipompa perlu disusui oleh bayi. Menurut Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing, disebutkan bahwa bayi yang sering menyusu setelah kelahiran terbukti memiliki efek positif pada produksi susu berikutnya.

4. Perhatikan Posisi Menyusui 

Hal pertama kali untuk mengatasi produksi ASI yaitu dengan memeriksa mulut Si kecil. Periksakan mulut dan puting ibu, apakah sudah sempurna melekat pada payudara atau belum. Selain itu, cobalah selalu menyusui dalam keadaan yang nyaman untuk bayi dan ibu.

5. Perhatikan Kondisi Bayi

Bila Si kecil tertidur di payudara, sebaiknya kurangi wakt menyusui. Jangan lupa untuk selalu mengawasi Si kecil ketika ia menyusui ya, bu.

Itu dia bu, penjelasan lengkap penyebab ASI yang sedikit dan cara mengatasinya. Jadi, ternyata ada beberapa faktor yang menyebabkan ASI sedikit dan juga ada cara mengatasinya. Jika Ibu mengalami permasalahan ASI  yang sedikit, Ibu dapat berkonsultasi dengan ahli laktasi atau dokter ya.

Ibu juga dapat mengonsumsi susu yang membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Selain itu, susu ini memiliki kandungan Vitamin D, dan Kalsium untuk menjaga kesehatan tulang ibu serta Omega 3 dan DHA untuk mengoptimalkan perkembangan otak Si kecil.