6 Penyebab Janin Tidak Berkembang Dengan Baik

6 Penyebab Janin Tidak Berkembang Dengan Baik

Sebagai seorang wanita yang ingin mempunyai anak, penting bagi Ibu untuk mengetahui penyebab janin tidak berkembang. Terdapat berbagai faktor penyebab janin tidak berkembang, baik disebabkan oleh penyakit yang menyerang ibu saat hamil maupun genetik bawaan pada janin.

Di dunia kedokteran, janin yang tidak berkembang dinilai melalui sejumlah pemeriksaan yang dilakukan pada masa kehamilan. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk memeriksakan kandungan secara teratur. Berikut sejumlah faktor penyebab janin tidak berkembang :

  1. Gangguan Darah
    Terjadi kelainan darah atau gangguan darah pada wanita hamil yang dikenal dengan istilah trombofilia. Darah penderita penyakit tersebut mempunyai kecenderungan untuk mengalami pembekuan, yang menyebabkan janin dalam kandungan tidak akan berkembang. Keguguran berulang, sering dikeluhkan oleh para penderita trombofilia, untuk itu segera periksakan diri jika hal itu terjadi pada Ibu.
     
  2. Masalah Genetik
    Masalah seperti ini sering ditemui pada wanita hamil, yang dimana setelah melalui tahap pembuahan, janin justru tidak berkembang. Faktor penyebab kondisi kelainan genetik ini berasal dari kualitas sel telur ibu dan kualitas sperma ayah. Apabila kualitas keduanya tidak optimal, maka janin tidak dapat berkembang dengan baik.
     
  3. Ibu Merokok
    Gaya hidup sang ibu yang buruk, baik sebelum hamil maupun saat hamil berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan dan bisa menyebabkan bayi menjadi cacat.
     
  4. Kurang Asupan Asam Folat
    Kurangnya asupan asam folat pada masa trimester awal kehamilan akan menyebabkan kandungan tidak dapat berkembang. Asam folat sangat penting untuk perkembangan sistem saraf dan juga perkembangan otak janin. Selain itu, asam folat bisa Ibu dapatkan dari beberapa makanan, seperti bayam, brokoli, selada, kubis, brokoli maupun kacang hijau. Untuk mengetahui penjelasan terkait kandungan asam folat dalam makanan tersebut, baca artikel ini ya: Makanan yang Mengandung Asam Folat untuk Ibu Hamil
     
  5. Blighted Ovum
    Blighted ovum atau dikenal dengan istilah kehamilan kosong merupakan suatu kondisi kehamilan dimana tidak adanya perkembangan embrio usai proses pembuahan di dalam tubuh ibu, dan hanya terdapat kantung janinnya saja. Gangguan tersebut disebabkan oleh kualitas telur dan sperma. Kondisi blighted ovum ini menjadi salah satu faktor janin tidak berkembang.
     
  6. Infeksi
    Sejumlah parasit dan virus seperti virus rubella, toksoplasma, virus herpes simpleks, dan cytomegalovirus rentan menyerang ibu hamil. Jika Ibu hamil terserang virus tersebut maka dapat berakibat fatal bagi janin. Selain menjadikan janin tidak dapat berkembang, virus itu juga dapat menimbulkan keguguran, gangguan penglihatan dan pendengaran bayi ketika lahir nanti.

Tanda Janin Tidak Berkembang

  • Terjadinya Kram/Nyeri Hebat
    Kram perut muncul pada masa awal kehamilan, sebenarnya hal itu merupakan sesuatu yang normal. Namun, jika muncul kram perut hebat disertai dengan pendarahan, maka dapat menjadi tanda-tanda janin tidak berkembang dengan baik.
     
  • Tidak Ada Gerakan Janin
    Kehamilan yang normal, biasanya ibu dapat merasakan bahwa adanya gerakan janin dalam rahim. Di Awal masa kehamilan, biasanya gerakan janin sudah ada walaupun sedikit. Seiring bertambahnya usia kehamilan, gerakan janin juga akan semakin jelas dirasakan oleh ibu. Akan tetapi, jika janin tidak berkembang, maka ibu tidak bisa merasakan adanya gerakan di dalam rahimnya.
     
  • Tidak Mengalami Kenaikan Berat Badan
    Umumnya wanita normal mengalami kenaikan berat badan dengan bertambahnya usia kehamilan. Ibu hamil yang mengandung janin tidak berkembang hanya mengalami kenaikan berat badan yang sangat kecil. Maka dari itu, lakukanlah pengecekan secara rutin guna mengetahui berat badan ibu sekaligus perkembangan janin.

Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada masa kehamilan, lakukanlah pemeriksaan ke dokter kandungan secara rutin. Walaupun hanya kejadian kecil, janganlah Ibu menyepelekannya.

Ibu juga perlu mengetahui perkembangan janin dari bulan ke bulan untuk memastikan kondisinya sehat dan optimal. Yuk, baca selengkapnya di sini: Perkembangan Janin Trimester 1 sampai 3 Lengkap

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!
Masa Kehamilan
Cegah Perdarahan Antepartum untuk Kesehatan Calon Buah Hati
Kenali perdarahan antepartum di trimester 3, penyebabnya, dan langkah pencegahan melalui nutrisi serta gaya hidup sehat ibu hamil.
Masa Kehamilan
AFLP pada Kehamilan Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Ibu
Pelajari tentang AFLP atau Acute Fatty Liver of Pregnancy pada kehamilan, gejala umum, dan tips pola hidup yang membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Masa Kehamilan
Tips Aman Mudik Saat Hamil dan Perlengkapan yang Wajib Ada
Simak tips aman mudik saat hamil dan checklist perlengkapan wajib agar perjalanan Lebaran tetap nyaman dan aman untuk Ibu dan janin.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN