Gejala & Solusi

Gejala Payudara Mastitis dan Cara Aman Mengatasinya

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Theresia Sugiarto

Theresia adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2018 dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Selain itu, Theresia juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Gejala Payudara Mastitis dan Cara Aman Mengatasinya

Payudara mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang sering dialami oleh Ibu menyusui, terutama pada beberapa minggu pertama pascapersalinan (Pratiksha Gondkar et al., 2024). Kondisi ini umumnya dipicu oleh penumpukan ASI yang menyumbat saluran laktasi (stasis ASI) atau masuknya bakteri melalui celah lecet pada puting. Gejala utamanya meliputi payudara membengkak, terasa hangat atau panas saat disentuh, kemerahan berbentuk baji (wedge-shaped), serta disertai demam tinggi dan tubuh menggigil. Meskipun terasa sangat nyeri, Ibu wajib tetapmenyusui atau mengosongkan payudara karena ASI dari payudara mastitis 100% aman dikonsumsi oleh bayi.

Gejala Mastitis: Sumbatan Biasa vs Infeksi Lanjut

Memahami perbedaan antara sumbatan saluran ASI biasa (engorgement/plugged duct) dan peradangan mastitis membantu Ibu menentukan langkah penanganan yang tepat (Pratiksha Gondkar et al., 2024):

Parameter Gejala Sumbatan Saluran ASI (Tahap Awal) Peradangan Mastitis (Infeksi Lanjut)
Tampilan Payudara Benjolan keras terlokalisir di satu area Kemerahan meluas berbentuk baji (wedge-shaped)
Suhu Payudara Terasa hangat di area benjolan Payudara terasa sangat panas dan membengkak hebat
Rasa Nyeri Nyeri pegal saat ditekan atau sebelum disusui Nyeri hebat menusuk saat menyusui/memompa
Suhu Tubuh Ibu Suhu tubuh normal (tanpa demam) Demam tinggi (>38,5°C) disertai menggigil dan lemas
Pemicu Utama Aliran ASI terhambat atau pengosongan tidak tuntas Komplikasi sumbatan yang terinfeksi bakteri

 

Solusi Alami Mengatasi Sumbatan dan Mastitis di Rumah

Penanganan awal yang cepat dan tepat di rumah dapat mencegah peradangan makin memburuk (Arief & Hening, 2022):

  1. TETAP Menyusui dari Payudara yang Terdampak: Jangan menghentikan proses menyusui. Pengosongan ASI secara teratur adalah obat alami terbaik untuk mengurai sumbatan dan meredakan tekanan pada jaringan payudara.
  2. Kombinasi Kompres Hangat dan Dingin:
    • Tempelkan kompres hangat selama 10–15 menit sebelum menyusui untuk memperlancar aliran ASI.
    • Aplikasikan kompres dingin setelah selesai menyusui untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa nyeri.
  3. Pijat Laktasi Lembut: Lakukan pijatan perlahan mengarah ke area puting saat menyusui atau mandi air hangat untuk membantu mendorong gumpalan ASI keluar.
  4. Perbaiki Posisi dan Perlekatan (Latching): Pastikan mulut Si Kecil menempel sempurna pada area areola agar pengosongan ASI berjalan maksimal dari seluruh kuadran payudara.

Kapan Harus ke Dokter dan Kebutuhan Antibiotik

Ibu disarankan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau konselor laktasi jika (WHO, 2020):

  • Gejala mastitis tidak membaik atau justru memburuk dalam kurun waktu 24 jam setelah penanganan mandiri.
  • Demam tinggi tidak kunjung turun atau timbul nanah dari puting.

Dokter dapat memberikan resep obat pereda nyeri (analgesik) yang aman untuk busui serta antibiotik khusus selama 10–14 hari jika mastitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Pastikan Ibu menghabiskan seluruh dosis antibiotik yang diresepkan agar infeksi tidak kambuh kembali.

Apakah ASI dari Payudara Mastitis Aman untuk Bayi?

Banyak Ibu merasa cemas dan ragu untuk memberikan ASI saat sedang mengalami mastitis. Secara medis, ASI dari payudara yang terkena mastitis sangat aman dikonsumsi oleh bayi (Pratiksha Gondkar et al., 2024).

Kandungan protein, antibodi, dan zat gizi dalam ASI tidak rusak oleh peradangan. Jika terdapat sedikit bakteri atau sel radang di dalam ASI, asam lambung alami Si Kecil yang kuat akan menghancurkannya secara efektif tanpa mengganggu kesehatan pencernaannya. Justru, menghentikan aliran ASI tiba-tiba akan memperparah sumbatan dan memperburuk kondisi mastitis Ibu.

Dukungan Nutrisi dan Pelekatan untuk Mencegah Mastitis Berulang

Agar peradangan tidak terjadi kembali di kemudian hari, terapkan langkah pencegahan rutin berikut:

  • Jadwal Menyusui Teratur: Jangan menunda waktu menyusui atau memompa ASI.
  • Gunakan Pakaian dan Bra yang Nyaman: Hindari penggunaan underwire bra (bra kawat) atau pakaian ketat yang menekan saluran ASI.
  • Istirahat Cukup dan Cukupi Cairan: Kelelahan fisik dan dehidrasi dapat menurunkan daya tahan tubuh Ibu, sehingga jaringan payudara lebih rentan mengalami peradangan.
  • Penuhi Nutrisi Pelancar ASI: Imbangi pola makan harian dengan mengonsumsi asupan tinggi protein, kalsium, zat besi, dan vitamin penunjang laktasi.

Ibu dapat mendampingi masa menyusui dengan nutrisi harian tepercaya khas PRENAGEN Lactamom yang dirancang khusus untuk memperlancar dan meningkatkan kualitas ASI. Selain mencukupi gizi harian, pastikan pula posisi dan teknik menyusui Ibu sudah tepat agar terhindar dari risiko iritasi puting maupun sumbatan saluran ASI. Ibu dapat mempelajari panduan posisi menyusui selengkapnya di sini: Posisi dan Cara Pelekatan Menyusui yang Benar. 

Referensi

  • Arief, N., & Hening, T. (2022). Manajemen Laktasi dan Penanganan Masalah Menyusui pada Ibu Postpartum. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 10(2), 45–52.
  • Pratiksha Gondkar, et al. (2024). Mastitis in Lactating Mothers: Etiology, Risk Factors, and Clinical Management. International Journal of Women’s Health, 16, 112–125.
  • World Health Organization (WHO). (2020). Mastitis: Causes and Management. Geneva: World Health Organization.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Kulit Bayi Sensitif, Amankah Ibu Minum PRENAGEN Lactamom?
Kulit bayi sensitif, amankah Ibu tetap minum PRENAGEN Lactamom? Kenali beda kulit kering biasa dan gejala alergi susu sapi lewat ASI.
Masa Persiapan
Bayi Cukup ASI atau Tidak? Ini Tanda dan Cara Ceknya
Cek tanda bayi cukup ASI dari frekuensi pipis pup, tabel kenaikan berat badan bayi ASI eksklusif standar WHO KMS, dan ciri dehidrasi di sini.
Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Benarkah payudara kecil produksi ASI sedikit? Cek fakta medis kelenjar ASI, kapasitas penyimpanan, perlekatan benar, dan tips melancarkan ASI di sini.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Apakah makanan busui bisa membuat kulit bayi putih bersih? Cek fakta medis genetik, daftar nutrisi pemicu kulit bayi sehat bebas ruam, dan tipsnya di sini.
Masa Persiapan
Bolehkah Busui Makan Daging Kambing Ini Fakta Medis dan Mitosnya
Bolehkah ibu menyusui makan daging kambing? Cek fakta medis mitos ASI panas, manfaat nutrisi zat besi, porsi aman, dan tips mengolahnya di sini.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Bolehkah ibu menyusui donor darah? Cek syarat medis PMI dan WHO, batas usia bayi, dampak terhadap produksi ASI, serta tips pemulihannya di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN