Gejala & Solusi

Busui Wajib Tahu! Ini Gejala & Solusi Mastitis

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Theresia Sugiarto

Theresia adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health) . Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2018 dari Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA). Selain itu, Theresia juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Busui Wajib Tahu! Ini Gejala & Solusi Mastitis

Mastitis payudara adalah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang secara visual tampak kemerahan dan membengkak. Berdasarkan temuan klinis dalam artikel "Mastitis in lactating women: A case report" di Journal of Midwifery, kondisi peradangan ini biasanya muncul pada 12 minggu pertama pascapersalinan dan sayangnya kerap menjadi penyebab utama seorang Ibu memutuskan untuk berhenti menyusui terlalu dini (World Health Organization, 2000).

Secara global, WHO memperkirakan kurang lebih 33% wanita yang sedang menyusui mengalami mastitis. Pada banyak kasus, mastitis dipicu oleh penyumbatan pada saluran payudara yang membuat ASI tidak keluar dengan lancar. Kondisi ini, ditambah dengan adanya luka atau lecet pada puting akibat proses menyusui, menjadi jalan masuk bagi bakteri untuk menginfeksi jaringan payudara. (Pratiksha Gondkar et al., 2024). Oleh karena itu, mengenali secara dini wujud dan sensasi fisik dari radang payudara merupakan hal penting agar Ibu dapat segera melakukan langkah penanganan medis maupun alami yang aman, sehingga Ibu bisa kembali merasa nyaman saat menyusui si Kecil.

Gejala Visual dan Sensorik Mastitis pada Payudara

Untuk mendeteksi mastitis sedini mungkin, Ibu perlu memperhatikan perubahan visual secara detail pada area payudara. Gejala visual yang paling umum meliputi kulit payudara yang tampak kemerahan, area payudara yang bengkak membesar secara tidak wajar, atau terkadang ditandai dengan munculnya bintik putih perih berukuran sekitar 1 mm tepat di ujung puting.

Selain tanda visual, secara sensorik payudara yang mengalami mastitis akan terasa sangat panas saat disentuh dan keras akibat adanya penumpukan ASI. Ibu perlu waspada untuk mencari bantuan medis profesional jika gejala lokal pada payudara tersebut memburuk dan mulai memicu gejala sistemik pada tubuh. Gejala lanjutan ini biasanya meliputi kelesuan ekstrem menyerupai flu, tubuh menggigil hebat, serta demam tinggi yang mencapai suhu di atas 38.5°C.

Kapan Harus ke Dokter? Mengenal Penanganan Medis yang Tepat untuk Mastitis

Ketika gejala radang payudara terasa sangat menyakitkan dan mulai menghambat proses laktasi, Ibu disarankan untuk segera beralih pada penanganan medis yang tepat. Penanganan ideal harus bersifat komprehensif, mencakup penggunaan pereda nyeri, evaluasi kebutuhan terapi antibiotik, hingga langkah antisipasi terhadap risiko komplikasi infeksi penyerta. Ibu disarankan tidak melakukan pengobatan secara mandiri (self-medication) tanpa pemantauan tenaga kesehatan, karena diagnosis yang keliru berisiko memperburuk kondisi peradangan.

Konsultasi dengan dokter menjadi mendesak jika gejala demam dan pembengkakan keras pada payudara tidak membaik dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam setelah upaya perawatan mandiri, seperti pengosongan ASI rutin dan kompres.

Solusi Alami Mengatasi Sumbatan Saluran ASI

Sebagai pendamping terapi medis, Ibu sangat diinstruksikan untuk tetap rutin mengeluarkan ASI dari payudara sesering mungkin, baik melalui proses menyusui langsung, penggunaan pompa ASI, maupun teknik perahan tangan (marmet). Menghentikan proses menyusui secara mendadak saat terjadi mastitis tidak dianjurkan. Tindakan ini berisiko memperparah penumpukan ASI yang dapat memicu komplikasi lebih serius, seperti abses atau bisul bernanah pada payudara (Pevzner & Dahan, 2020).

Untuk memudahkan keluarnya ASI, Ibu bisa mengaplikasikan kompres hangat selama beberapa menit sebelum menyusui. Langkah ini bisa diikuti dengan pijatan yang dilakukan melalui usapan sangat lembut dari area luar puting mengarah ke atas menuju ketiak. Teknik pijatan ringan ini sangat efektif untuk memfasilitasi drainase penumpukan cairan getah bening di dalam payudara. Selain itu, pastikan Ibu menghindari faktor risiko tambahan yang rentan memperburuk sumbatan jaringan, seperti pemakaian bra yang terlalu ketat sehingga menekan kelenjar susu, atau kebersihan payudara yang buruk (Pratiksha Gondkar et al., 2024).

Dukungan Nutrisi dan Pelekatan untuk Mencegah Mastitis Berulang

Kondisi gizi yang buruk pada Ibu menyusui rupanya menjadi salah satu faktor risiko yang bisa diubah (modifiable risk factor) dalam mencegah mastitis (Pratiksha Gondkar et al., 2024). Oleh sebab itu, pemenuhan asupan PROTEIN berkualitas tinggi dibutuhkan tubuh sebagai bahan baku meregenerasi dan memperbaiki jaringan payudara yang rusak akibat meradang. PROTEIN adalah kunci regenerasi jaringan, dan PRENAGEN Lactamom menyediakannya dalam bentuk yang mudah diserap, lengkap dengan vitamin pendukung untuk mempercepat penyembuhan luka internal akibat peradangan. Pemenuhan gizi seimbang, dikombinasikan dengan durasi istirahat yang cukup serta hidrasi yang optimal (minum air minimal 3 liter sehari), sangat esensial untuk mendongkrak sistem imunitas Ibu dalam melawan infeksi dan mempercepat fase penyembuhan.

Selain kedisiplinan dalam memenuhi asupan nutrisi dan hidrasi harian, kunci utama dan paling krusial untuk mencegah terjadinya stasis (penumpukan) ASI yang kerap memicu mastitis berulang adalah memastikan bahwa teknik pelekatan mulut bayi saat menyusu sudah seratus persen tepat. Pelekatan yang dangkal akan membuat ASI tidak terkuras sempurna dari gudang susu. Oleh karena itu, Ibu disarankan untuk memperdalam wawasan mengenai cara Posisi dan Cara Pelekatan Menyusui yang Benar, agar aliran ASI senantiasa lancar dan payudara Ibu dapat kosong secara optimal di setiap sesi laktasi.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Persiapan
Benarkah Payudara Kecil Produksi ASI Sedikit? Simak Penjelasannya!
Payudara kecil produksi ASI sedikit itu hanya mitos. Temukan fakta produksi ASI dan pentingnya nutrisi untuk mendukung kebutuhan Ibu selama menyusui.
Masa Persiapan
Makanan Ibu Menyusui Bisa Membuat Bayi Putih? Ini Faktanya!
Benarkah makanan ibu menyusui bisa membuat bayi putih? Simak faktanya, faktor yang memengaruhi warna kulit bayi, dan nutrisi untuk menjaga skin barrier.
Masa Persiapan
Apakah Boleh Busui Makan Daging Kambing? Ini Fakta Medisnya
Cari tahu apakah ibu menyusui boleh makan daging kambing, meluruskan mitos ASI panas dan darah tinggi, serta tips olahan sehat untuk ASI lancar.
Masa Persiapan
Aturan Resmi Ibu Menyusui Donor Darah dan Waktu Amannya
Cari tahu bolehkah ibu menyusui donor darah, pedoman waktu resmi dari WHO dan PMI, serta tips nutrisi jaga ASI tetap lancar dan tubuh selalu bugar.
Masa Persiapan
Cara Mengatasi ASI Terlalu Deras Agar Bayi Tidak Tersedak
Pelajari cara mengatasi aliran ASI yang terlalu deras melalui posisi menyusui bersandar (uphill nursing), teknik block feeding, dan bedanya dengan hiperlaktasi kronis.
Masa Persiapan
Cara Support Teman yang Sedang Menyusui Lewat Aksi Nyata
Pelajari cara support teman perempuan yang sedang menyusui lewat langkah praktis di rumah dan kantor agar produksi ASI mereka tetap lancar.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN