Kenali Cara Menstimulasi Tumbuh Kembang Bayi Berusia 2 Bulan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Kenali Cara Menstimulasi Tumbuh Kembang Bayi Berusia 2 Bulan

Sejak awal Si kecil lahir ke dunia, Ibu pastinya penasaran dengan tumbuh kembangnya setiap hari. Tahukkah Bu, bayi pada usia 2 bulan tidak hanya fisik yang mulai berubah tetapi otak, pendengaran dan penglihatan juga sudah mulai berkembang.

Perkembangan pada bayi umur 2 bulan ini sudah banyak sehingga Ibu perlu mengetahui sejauh mana perkembangan Si kecil. Mulai dari pendengaran, penglihatan, gerakan, juga beberapa stimulasi yang Ibu dapat berikan untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

 

Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan

Memberikan yang terbaik dengan cara memenuhi kebutuhannya dan mendukung berbagai aspek adalah naluri seorang Ibu. Jadi, apa yang perlu Ibu lakukan untuk mengoptimalkan perkembangannya? Dan perkembangan apa saja yang sudah dicapai oleh bayi usia 2 tahun? Begini perkembangan bayi 2 bulan:

  1. Perkembangan Komunikasi

Bayi 2 bulan sudah mulai mengenali orang-orang di sekitarnya. Pada usia 2 bulan, bayi sudah bisa menjawab merespon orangtua dengan senyuman. Ada cara untuk menunjang kemampuan sosialnya yaitu Ibu dapat lakukan kontak mata sambil tersenyum manis. 

Si kecil juga dapat melakukan komunikasi dengan membuat suara mendengkur serta dapat menoleh ke arah sumber suara. Komunikasi bayi pada usia 2 bulan ini perlu ditingkatkan supaya kemampuan berbahasanya lancar sesuai perkembangan usianya. 

Lakukan percakapan dengan Si kecil saat dia mengeluarkan suara, dan Ibu dapat menjawab untuk menimpali suara tersebut.

      2. Perkembangan Kemampuan Motorik

Sejak usia 5 minggu, bayi sudah memiliki kemampuan bergerak secara teratur. Berikut  perkembangan kemampuan motorik Si kecil di usia 2 bulan:

  • Bayi dapat menegakkan kepala sekitar 45 derajat sambil telungkup. 
  • Bayi melihat sesuai dengan pergerakan objek. Ibu dapat melatih pergerakan bola mata Si kecil dengan menggerakan objek kesukaanya.
  • Bayi dapat membuka, menggenggam tangannya sendiri dan bermain dengan tangannya sendiri
  • Bayi dapat menenangkan dirinya sendiri jika ingin menangis atau kesal. Biasanya, bayi akan mengisap ibu jarinya untuk menenangkan dirinya.

Perlu diingat bahwa semua anak mempunyai perkembangan yang berbeda. Namun biasanya pada usia 2 bulan sudah dapat melakukan hal yang disebutkan di atas. Jika belum dapat melakukan yang di atas, Ibu segera temui dokter, ya.

     3. Perkembangan otak

Ketika Si kecil menginjak usia 2 bulan, otaknya bertumbuh sebanyak 5 sentimeter. Di usia ini, bayi memerlukan tidur yang lebih lama di malam hari. Bila Si kecil susah tidur, Ibu dapat membuat tubuhnya rileks dan memijatnya dengan lembut.

Ciri bayi cerdas 2 bulan adalah ketika ia dapat tersenyum. Bayi 2 bulan dapat menanggapi bila melihat orang lain menghiburnya. Bayi akan mulai tersenyum dan terlihat gembira bermain dengan orang tersebut. Bayi merespon dengan cara tersenyum.

 Baca juga: Perkembangan Bayi Usia 0 Sampai 6 Bulan

 

Cara Menstimulasi Bayi 2 Bulan

Perkembangan bayi selalu berjalan setiap waktu. Meski usianya baru 2 bulan, namun bayi sudah dapat diajak bermain bersama. Ini akan membantu merangsang perkembangan kognitif, motorik, emosi, dan bahasa pada bayi. Ibu dapat menstimulasi tumbuh kembangnya dengan mengikuti cara bermain dengan bayi 2 bulan berikut ini:

1. Mengenalkan suara dari Berbagai sumber bunyi

Tahukkah Ibu, bahwa bayi sudah dapat mendengar dari dalam perut? Dan tentunya suara orang tuanya yang paling ia sukai. Begitu Si kecil lahir, ia mulai memperhatikan suara-suara yang ada di sekitarnya terutama suara yang bernada tinggi karena ia lebih merespon kepada suara-suara yang bernada tinggi.

Nah, Ibu dapat mengenalkan suara dari berbagai bunyi misalnya, menirukan suara burung atau ajak bayi berbicara pada adik. Ibu bisa menirukan suara burung dan juga menambahkan tentang suara yang dimaksud, seperti “Eh, ada suara ayam, kukuruyuuuuk.”

Ibu juga dapat memberikan mainan gantung yang menimbulkan suara ketika diremas atau digerakkan. Mainan tersebut dapat bisa menjadi stimulasi pendengaran Si kecil. Mengenalkan suara akan melatih kemampuan berbahasa bayi di masa depan. 

2. Memindah-mindahkan Benda 

Pada awal kelahiran Si kecil, bayi belum bisa melihat dengan jelas. Namun, saat  menginjak usia 1 bulan, penglihatan mulai fokus pada jarak sekitar 20-30 cm. Jadi, Ibu dapat memegang benda dalam jarak 20-30 cm di depan Si kecil. Tunggu sampai ia mulai fokus lalu gerakkan benda secara perlahan ke kanan dan ke kiri.

Mata si Kecil akan mengikuti pergerakkan benda yang Ibu gerakkan. Permainan ini dapat mengembangkan kemampuan anak menelusuri dan memantau gerak benda. Ketika Ibu menstimulasi secara konsisten, Si kecil akan terdorong untuk mengambil benda tersebut. Ini adalah dasar yang baik untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

3. Bermain dengan posisi tengkurap

Orang Tua biasanya sering khawatir saat melatih bayi untuk tengkurap. Padahal, posisi tengkurap atau tummy time, baik sekali untuk melatih otot lehernya. Sebenarnya, Ibu dapat menengkurapkan sejak usia satu minggu. Sebagai permulaan, Ibu boleh memposisikan bayi tengkurap di atas dada Ibu untuk mempererat bonding antara Ibu dan bayi.

Jika Ibu sudah yakin jika si Kecil sudah dapat tengkurap, coba tengkurapkan bayi di atas kasur rata, pastikan juga bahwa tidak ada selimut dan bantal menutupi sekitar. Lalu, posisikan kepala Si kecil ke kanan dan ke kiri bergantian. Jangan lupa untuk periksa apakah Si kecil dapat bernapas dengan nyaman dan aman.

4. Memainkan Jari

Ketika bayi sadar ia mempunyai dua tangan dan sepuluh jari, jari tangan menjadi benda kesukaan yang akan dimasukkan dalam mulut. Namun, tak perlu khawatir, ketika itu terjadi artinya bayi sedang dalam fase oral. Namun, Ibu dapat memanfaatkan ketertarikan bayi pada tangannya dengan mencoba permainan jari dengannya.

Permainan yang bisa dilakukan dengan jari yaitu dengan cara Ibu menggerakkan jari-jari di depan pandangan bayi dengan berbagai bentuk. Contohnya, jari berbentuk huruf V, berbentuk mekar-kuncup atau kelinci. Padukan gerakan tersebut dengan suara bernada tinggi rendah dan variasi gerakan yang cepat dan lambat. Biasanya si Kecil akan tertawa melihat hal yang sederhana ini.

5. Bermain dengan gerakan senam motorik

Bayi usia 0-3 bulan dapat melakukan senam sederhana, Ibu cukup menggerakkan kaki dan tangan bayi dengan gerakkan. Ibu dapat mengangkat kedua kakinya dengan posisi seperti mengayuh sepeda. Gerakkan posisi ini akan menyadarkan bayi untuk sadar bahwa ia dapat menggerakan kakinya. 

Ibu bisa menyilangkan kaki dan tangan pada posisi yang berlawanan. Tekuk dan pegang kaki kiri, selanjutnya angkat tangan kanannya sampai menyentuh lutut kaki kiri. Ibu juga dapat melakukan gerakan serupa dengan tangan kiri dan kaki kanannya.

 

Kesehatan Bayi 2 Bulan

Cara mencukupi kesehatan bayi 2 bulan adalah dengan asupan nutrisi yang sehat dan istirahat yang cukup. ASI merupakan sumber nutrisi yang baik untuk pertumbuhan. Kualitas ASI dipengaruhi oleh kondisi dan asupan yang Ibu konsumsi. Ibu dapat mengonsumsi nutrisi seperti protein, kolin, vitamin, hingga zat besi untuk menghasilkan ASI yang berkualitas. 

Ibu juga perlu memperhatikan jam istirahat Si kecil ya. Sebab, bayi yang berusia 2 bulan cenderung tidur dengan jangka waktu yang lama. Biasanya, bayi berusia 2 bulan akan menunjukkan tanda mereka mengantuk atau lelah setengah jam setelah makan.

 

Makanan Berbahaya pada Usia 2 Bulan

Mungkin Ibu sudah tahu bahwa bayi yang berusia 0-6 bulan tidak boleh diberikan makanan atau minuman sembarangan. Yang diperlukan bayi untuk asupan gizi usia 2 bulan yaitu ASI. Kandungan gizi dalam ASI juga sudah sesuai dengan pencernaan bayi. Ada kandungan whey yang tidak ada di susu formula. 

Menurut IDAI, Makanan pendamping ASI hanya boleh diberikan pada bayi saat berusia 6 bulan. Jika diberikan makanan atau nutrisi tambahan selain ASI dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan seperti diare, alergi sampai gangguan tumbuh kembang. Hal ini terjadi karena sistem pencernaannya yang belum siap menerima makanan padat dan juga setengah padat. 

Pada enam bulan pertama, bayi disarankan untuk diberikan ASI eksklusif tanpa konsumsi cairan atau makanan lain. Setelah enam bulan, orang tua disarankan tetap memberi ASI sambil didampingi makanan pendamping. Jadi, memberi makanan atau minuman selain asi tidak boleh dilakukan pada bayi 2 bulan.

Baca juga: Permainan-permainan yang Merangsang Motorik Anak

 

Perkembangan Bayi 1 Bulan ke 2 Bulan

Perkembangan bayi 1 bulan ke 2 bulan akan lebih banyak tidur. Bayi belum dapat membedakkan siang dan malam sehingga Ibu biasanya akan sering begadang di malam hari. Tumbuh kembang pada pigmen mata bayi belum berkembang secara sempurna. Ini akan menyebabkan warna mata yang berubah-ubah. Di usia ini, bayi menangis jika lapar dan akan menggenggam jemari untuk menenangkan dirinya. 

 

Perkembangan bayi 2 bulan ke 3 bulan

Perkembangan bayi 2 bulan lebih mengalami perubahan jam tidurnya. Si kecil bisa jadi mengalami dua hingga empat periode tidur panjang setiap harinya atau sekitar 14-16 jam dalam 24 jam. Kebiasaan lain yaitu Si kecil akan sering ngiler atau ngeces sebab ia akan sering memasukan benda-benda ke mulut.

Perkembangan bayi 2 bulan setengah ditandai dengan kemampuannya mengenali orang-orang yang berada di sekitarnya, membedakkan warna, dan berguling. 

Untuk mengoptimalkan perkembangan usia 2 bulan ke 3 bulan, ajaklah bayi berkomunikasi, berbicara, dan bernyanyi. Selain itu, Ibu juga bisa mendeskripsikan gambar untuk mendukung pertumbuhan bayi 2 bulan.

Ternyata, tidak perlu menggunakan mainan mahal untuk mengajak bayi bermain dan menstimulasi tumbuh kembangnya. Semoga Ibu dapat terbantu dengan semua pencapaian yang dilakukan oleh bayi 2 bulan dan cara stimulasi perkembangan Si kecil untuk lebih pintar dan sehat. 

Selain cara di atas, Ibu juga dapat mengoptimalkan perkembangan otak Si kecil dengan PRENAGEN lactamom yang mengandung Omega 3 dan DHA. Selain mencerdaskan Si kecil, mengandung nutrisi lengkap seperti vitamin B12 dan vitamin B2 untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI serta Vitamin D dan Kalsium untuk menjaga kesehatan tulang Ibu.