Dampak Puasa Saat Hamil Trimester 2 pada Buah Hati

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Dampak Puasa Saat Hamil Trimester 2 pada Buah Hati

Sudah tahukah Bu, asalkan dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter, berpuasa dapat memberikan manfaat untuk ibu hamil dan Buah Hati. Hal ini terutama puasa saat hamil trimester 2, dimana risiko terjadinya diabetes gestasional lebih tinggi. Ayo lihat penjelasannya di sini.

Keadaan Janin Saat ibu Puasa

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Pakistan Journal of Medical Sciences tahun 2015 menunjukkan bahwa puasa pada ibu hamil tidak memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan Buah Hati. Beberapa hasil penelitian yang diperoleh di antaranya:

Berat badan

Tidak terdapat perbedaan dalam berat badan lahir, lingkar kepala, dan panjang tubuh antara Buah Hati yang dilahirkan dari ibu hamil yang berpuasa dan tidak.

Nilai APGAR

Tidak terdapat perbedaan dalam skor APGAR antara Buah Hati yang dilahirkan dari ibu hamil yang berpuasa dan tidak. Penilaian APGAR meliputi: aktivitas otot, denyut jantung, reflex, warna tubuh, dan pernapasan.

Kadar glukosa

Tidak terdapat perbedaan dalam kadar glukosa darah ibu dan janin yang berpuasa dan tidak.

Jumlah air ketuban

Ibu hamil yang berpuasa mengalami peningkatan jumlah air ketuban dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini dapat menjadi tanda perkembangan Buah Hati yang normal.

Air ketuban adalah cairan penting yang melindungi Buah Hati dari benturan, memberikan ruang gerak untuk tumbuh kembangnya, serta menyediakan lingkungan yang optimal untuk perkembangan organ-organ vitalnya selama dalam kandungan. Bu, yuk pelajari lebih lanjut fungsi air ketuban berikut ini: Fungsi Air Ketuban bagi Janin dalam Kandungan.

Diabetes Gestasional

Studi yang diterbitkan di National Institute of Health tahun 2022 menunjukkan bahwa diabetes gestasional umumnya terjadi pada kehamilan memasuki minggu ke-24 sampai minggu ke-28.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Clinical & Diagnostic Research tahun 2016 menunjukkan bahwa diabetes gestasional merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada ibu hamil, dan dapat memengaruhi kesehatan ia dan Buah Hati. Oleh karena itu,disarankan untuk melakukan skrining diabetes gestasional saat kehamilan memasuki trimester ke-2.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth tahun 2019 menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam angka kejadian persalinan prematur, berat lahir rendah, kelainan bawaan, dan kematian janin antara kelompok ibu hamil yang berpuasa dan yang tidak.

Penelitian tersebut juga tidak menemukan adanya peningkatan risiko diabetes gestasional pada ibu yang berpuasa. Walau begitu, disarankan ia yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskannya.

Puasa Saat Hamil Trimester Ke-2

Penelitian yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth tahun 2019 menyatakan bahwa tidak ditemukan peningkatan risiko diabetes gestasional pada ibu hamil yang berpuasa.

Saat berpuasa, kadar hormon insulin dalam tubuh akan menurun. Kadar hormon insulin yang rendah ini dapat membantu tubuh dalam meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh lebih efektif dalam menggunakan insulin untuk mengontrol kadar gula darah. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko diabetes dan penyakit lain terkait insulin.

Namun demikian, pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu, puasa dapat memperburuk masalah gula darah. Oleh karena itu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai puasa, terutama bagi ia yang memiliki riwayat penyakit diabetes atau masalah gula darah lainnya.

Nah, untuk ibu yang sudah berkonsultasi ke dokter dan diizinkan untuk berpuasa pasti memerlukan persiapan untuk memastikan kondisi tubuh tetap kuat selama melaksanakan puasa. Intip yuk, Tips puasa untuk ibu hamil biar sehat dan bugar