Masa Kehamilan

Frekuensi Hubungan Seks Kehamilan Yang Baik

Ditulis oleh: Amicis

Frekuensi Hubungan Seks Kehamilan Yang Baik

Bolehkah melakukan hubungan seks ketika hamil? Pertanyaan seperti ini pasti sering ditanyakan oleh mommy yang baru menjalani kehamilan untuk pertama kalinya. Mommy tidak perlu khawatir karena banyak ahli yang mengatakan bahwa berhubungan seks ketika hamil itu diperbolehkan. Walaupun demikian, mommy dan suami wajib untuk mengetahui frekuensi hubungan seks yang aman dan tidak mengganggu kesehatan dan perkembangan janin.

Baca Juga: Seks Tepat untuk Kehamilan Sehat

Dr. H Boyke Dian Nugraha, SpOG, juga mengatakan demikian. Dalam seminarnya yang bertemakan “Seks yang Sehat dan Aman saat Hamil”, Dokter Boyke menjelaskan posisi-posisi hubungan seks yang aman dilakukan saat hamil. Hal ini akan mencegah timbulnya masalah pada bayi di kandungan saat mommy melakukan hubungan intim dengan pasangan. Jadi, sekarang mommy tidak perlu khawatir lagi karena selama hubungan seks yang dilakukan benar, maka tidak akan ada masalah yang terjadi.

Namun, Dokter Boyke menyarankan bagi pasangan yang masih ragu sebaiknya tidak usah berhubungan intim dulu selama mengandung. Pasalnya, keraguan tersebut akan menjadikan mereka susah menerima rangsangan dalam hubungan intim nantinya. Ditambah lagi, hal tersebut akan menciptakan ketidaknyamanan selama berhubungan seks.

Bagaimana dengan usia kandungan yang mempengaruhi proporsi dari hubungan seks tersebut? Apakah jika usia kandungan sudah mencapai 7 hingga 8 bulan aktivitas seks harus dihentikan? Tentu saja tidak. Dr. Boyke menjelaskan bahwa berhubungan seks selama kandungan berusia 7 sampai 9 bulan itu juga masih dapat dilakukan.

Satu hal yang pasti, banyak sekali keuntungan dari berhubungan seks kehamilan pada saat hamil. Dr. Boyke mengemukakan bahwa hubungan seks saat hamil akan menyebabkan pasangan mudah mengalami orgasme. Hal ini dikarenakan tubuh wanita terlihat lebih indah dibandingkan biasanya.

Baca Juga: Posisi Berhubungan Seks yang Aman Saat Hamil

Di samping itu, organ kewanitaan pada saat hamil juga akan mudah bereaksi terhadap rangsangan seksual. Hasilnya penetrasi seks yang dilakukan oleh kedua pasangan akan terasa lebih nikmat. Walau sedikit kasus keguguran yang terjadi akibat hubungan seks kehamilan, namun kedua pasangan tetap harus memperhatikan keamanan posisi seks. Jangan sampai hal ini mempengaruhi janin mommy.