Gejala & Solusi

Penyebab Nafsu Makan Menurun Saat Hamil dan Tips Mengatasinya

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Dewi Virdianti Pangastuti

dr. Dewi Virdianti Pangastuti adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran dari Universitas Kristen Indonesia (UKI). Selain itu, dr. Dewi Virdianti juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Penyebab Nafsu Makan Menurun Saat Hamil dan Tips Mengatasinya

Penurunan nafsu makan saat hamil merupakan kondisi umum yang dipicu oleh perubahan hormon, mual (morning sickness), serta tekanan rahim pada lambung. Untuk memastikan janin tetap ternutrisi, Ibu dapat menerapkan pola makan porsi kecil tetapi sering, memilih makanan bertekstur dingin atau cair, serta memenuhi kebutuhan gizi harian melalui asupan alternatif seperti sup bening, krekers, dan susu ibu hamil. 

Menjalani fase kehamilan seperti ini memang tidak nyaman. Namun, meskipun nafsu makan Ibu menurun, kebutuhan nutrisi janin justru sedang berada di puncaknya untuk persiapan kelahiran. Itu artinya, Ibu perlu tetap rajin makan demi kesehatan Ibu dan anak menjelang kelahiran.

Penyebab Nafsu Makan Menurun Berdasarkan Trimester Kehamilan

Tantangan pencernaan yang Ibu alami dapat berbeda-beda di setiap tahap kehamilan:

  1. Trimester Pertama (Minggu 1–12): Dipicu oleh lonjakan hormon hCG dan estrogen yang menimbulkan rasa mual (morning sickness), sensitivitas berlebih terhadap bau, serta rasa pahit di mulut.
  2. Trimester Kedua (Minggu 13–27): Nafsu makan biasanya mulai membaik, tetapi sebagian Ibu masih merasakan gangguan akibat pergerakan saluran pencernaan yang melambat.
  3. Trimester Ketiga (Minggu 28–40): Ukuran janin dan rahim yang makin membesar menekan organ lambung, sehingga perut cepat terasa penuh, begah, atau mengalami asam lambung (heartburn).

Mengapa Nafsu Makan Menurun Saat Hamil 7 Bulan ke Atas?

Di trimester ketiga, ukuran janin berkembang pesat, sehingga rahim yang terus membesar ini mulai mendorong organ-organ di sekitarnya ke atas, termasuk lambung. Secara anatomis, lambung yang normalnya berbentuk seperti kantung elastis kini "terjepit" di ruang yang semakin sempit. Kapasitas tampung lambung jadi berkurang drastis, sehingga Ibu merasa cepat kenyang bahkan setelah makan dalam jumlah kecil.

Selain itu, perubahan hormonal, seperti peningkatan progesteron yang memperlambat motilitas saluran cerna, sehingga membuat makanan lebih lama dicerna. Faktor hormonal ini, ditambah dengan penekanan pada lambung, menciptakan sensasi begah yang berkepanjangan dan tak jarang disertai dengan heartburn (rasa panas di dada) karena asam lambung naik ke kerongkongan.

Pada dasarnya kondisi ini normal terjadi pada kehamilan trimester akhir. Namun, Ibu perlu tetap waspada kalau-kalau rasa tidak nyaman tersebut merupakan sinyal bahwa tubuh perlu perhatian khusus. Risiko yang mungkin dialami Ibu hamil alami adalah kurang terpenuhinya asupan nutrisi sebagai akibat penurunan nafsu makan. Jadi, penting bagi Ibu untuk membedakan antara penurunan nafsu makan yang normal dengan tanda-tanda kekurangan nutrisi yang perlu diwaspadai. 

Penurunan nafsu makan normal biasanya disertai dengan rasa cepat kenyang atau begah setelah makan, energi masih cukup untuk aktivitas sehari-hari, dan berat badan janin tetap bertambah sesuai target.

Sementara itu, tanda kekurangan nutrisi yang harus segera dikonsultasikan meliputi lemas berlebihan yang mengganggu aktivitas, pusing atau kepala terasa ringan saat berdiri, berat badan stagnan atau turun selama beberapa minggu berturut-turut, suasana hati sangat tidak stabil, hingga mudah jatuh sakit.

Bahaya Kurang Nutrisi di Trimester Akhir yang Harus Dihindari

Di usia kehamilan 7-9 bulan, janin berada dalam fase pematangan sistem organ (terutama paru-paru dan otak) serta peningkatan berat badan yang pesat untuk persiapan hidup di luar rahim. Pada periode ini, janin membutuhkan asupan energi dan nutrisi penting, termasuk PROTEIN, dalam jumlah optimal. Ketika asupan nutrisi Ibu tidak mencukupi dalam periode ini, beberapa risiko yang mungkin terjadi.

Pertama, janin mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kondisi ini ditandai dari berat bayi kurang dari 2.500 gram saat ditimbang dalam satu jam pertama setelah lahir. Bayi dengan masalah BBLR berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi saat lahir, termasuk gangguan pernapasan, rentan terhadap infeksi, hingga berisiko mengalami ketidakstabilan mental.

Risiko kedua adalah keterbatasan stamina Ibu saat menghadapi proses persalinan. Melahirkan memerlukan kekuatan fisik dan energi yang besar, sehingga status nutrisi yang kurang optimal dapat menyebabkan Ibu lebih cepat merasa lelah saat kontraksi berlangsung. Kondisi ini berisiko memicu persalinan lama (prolonged labor) yang meningkatkan kemungkinan diperlukannya intervensi medis.

Strategi Mengatasi Penurunan Nafsu Makan di Trimester Ketiga

Ibu tidak perlu merasa bersalah atau stres jika mengalami nafsu makan menurun di trimester akhir, karena bagaimanapun juga ini merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan fisik yang terjadi. Upaya pemenuhan nutrisi bukan semata-mata dinilai dari "seberapa banyak" makanan yang masuk dalam sekali waktu, melainkan bagaimana Ibu dapat beradaptasi dengan kondisi ini agar setiap asupan tetap bermakna bagi pertumbuhan janin.

Berikut adalah strategi praktis yang bisa Ibu terapkan untuk memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa merasa terbebani.

Menerapkan Pola Makan Porsi Kecil namun Sering

Rahim yang membesar akan menekan lambung dari bawah, sehingga kapasitas tampungnya berkurang dari ukuran normal. Atas dasar inilah Ibu tidak bisa memaksakan makan tiga kali sehari dalam porsi besar karena menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut, bahkan bisa memicu mual atau muntah.

Solusi yang lebih efektif adalah membagi asupan menjadi 5-6 kali waktu makan dalam sehari dengan porsi yang lebih kecil. Tetap jalani rutinitas makan biasanya (sarapan, makan siang, makan malam) tapi kali ini diselingi dengan memakan camilan sehat padat nutrisi di sela-sela jadwal makan tersebut. Pola makan seperti ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari, mencegah rasa lemas tak berenergi, dan mengurangi sensasi begah yang berlebihan.

Memisahkan Waktu Makan Padat dengan Waktu Minum

Cairan dapat mengisi volume lambung dengan sangat cepat. Ketika Ibu minum cairan dalam jumlah banyak di tengah waktu makan, lambung akan cepat mengirimkan sinyal kenyang ke otak padahal nutrisi yang masuk belum memadai. 

Untuk mencegah kondisi kenyang palsu ini, Ibu bisa mulai menerapkan strategi jeda minum 30 menit sebelum atau setelah makan. Jika pun harus minum di tengah waktu makan, misalnya karena makanan tertahan di kerongkongan, batasi konsumsi air hanya untuk membantu menelan. Strategi sederhana ini sangat efektif untuk memaksimalkan asupan makanan padat yang kaya gizi tanpa membuat lambung terlalu penuh.

Memilih Asupan Cair yang Padat Nutrisi

Ada kalanya makanan padat terasa sangat sulit dikonsumsi karena kondisi perut membuat Ibu kehilangan nafsu makan. Bahkan tak jarang, sekadar melihat atau mencium baunya saja sudah membuat Ibu kehilangan selera. Kalau sudah seperti ini, asupan nutrisi berbentuk cair atau semi-cair adalah solusi yang sangat membantu.

Beberapa pilihan asupan cair padat nutrisi meliputi smoothie buah, sup kaldu dengan PROTEIN sesuai selera (ayam, daging sapi, atau ikan), atau minuman bernutrisi khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi trimester akhir. Selain itu, suhu dingin pada minuman (seperti smoothie atau susu dingin) bisa memberikan sensasi segar dan menekan rasa mual, sehingga diharapkan dapat membantu mengembalikan keinginan makan.

Memprioritaskan Kualitas Nutrisi di Setiap Suapan

Ketika kapasitas lambung dan kemampuan makan Ibu mulai terbatas, menerapkan prinsip "quality over quantity" adalah cara strategis mengendalikan input nutrisi ke dalam tubuh. Sederhananya, jika Ibu hanya sanggup makan dalam jumlah sedikit, pastikan setiap suapan mengandung nutrisi esensial yang dibutuhkan janin di fase akhir kehamilan.

Contoh nutrisi prioritas yang wajib Ibu penuhi selama kehamilan trimester ketiga, antara lain PROTEIN dari daging ayam, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan dan susu; zat besi melalui konsumsi daging merah, hati ayam, sayuran hijau; dan kalsium dari susu, keju, yogurt, ikan teri dan sarden.

Hindari mengisi lambung dengan makanan tinggi kalori kosong seperti kue manis, gorengan, atau camilan tinggi gula tetapi rendah nutrisi. Makanan seperti ini akan membuat Ibu cepat kenyang tanpa memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan janin di fase akhir kehamilan ini.

Rekomendasi Makanan Alternatif Penyelamat Nutrisi Bumil

Saat makanan padat terasa sulit ditelan, Ibu dapat mengonsumsi pilihan makanan alternatif berikut agar kebutuhan gizi Si Kecil tetap terjaga:

Keluhan Bumil Makanan / Minuman Alternatif Manfaat Nutrisi
Mual Hebat & Enek (Trimester 1) Krekers tawar, roti panggang, smoothie dingin Meredakan asam lambung dan memberi energi cepat
Mulut Pahit & Sensitif Bau Buah segar (beri, jeruk), sup bening hangat Menyegarkan lidah dan menjaga cairan tubuh
Perut Begah & Cepat Kenyang (Trimester 3) Porsi kecil tapi sering, susu UHT / susu hamil Mudah dicerna tanpa memberatkan lambung

 

Dampak Penurunan Nafsu Makan dan Kapan Harus ke Dokter

Penurunan nafsu makan yang bersifat sementara umumnya tidak membahayakan janin. Namun, jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, asupan gizi yang kurang berisiko memicu penurunan berat badan Ibu serta menghambat pertumbuhan berat badan janin. Segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan jika Ibu mengalami tanda bahaya berikut:

  • Tidak bisa mengonsumsi makanan atau minuman sama sekali selama lebih dari 24 jam.
  • Berat badan Ibu terus menurun secara drastis.
  • Mengalami tanda-tanda dehidrasi parah, seperti pusing hebat, lemas, dan urine berwarna sangat gelap.

Optimalkan Nutrisi di Trimester Akhir

Trimester akhir adalah fase terakhir perjalanan kehamilan Ibu sebelum bertemu dengan buah hati yang telah dinanti. Menjaga asupan nutrisi di masa-masa akhir ini adalah bentuk perjuangan dan cinta Ibu yang luar biasa, meskipun tantangannya tidak mudah apalagi harus melawan momok perut begah dan nafsu makan yang menurun.

Memilih produk pendukung nutrisi yang tepat sangat krusial di tahap ini. Ketika makanan padat terasa sulit dikonsumsi, asupan tambahan dalam bentuk yang mudah dicerna bisa menjadi alternatif untuk memastikan kebutuhan energi dan nutrisi menjelang persalinan tetap terpenuhi.

Cari tahu pilihan asupan yang tepat untuk mendukung persiapan lahir si kecil. Temukan rekomendasi susu PRENAGEN yang cocok untuk akhir kehamilan di sini: Susu PRENAGEN untuk Akhir Kehamilan.

 

Sumber:

  • https://utswmed.org/medblog/third-trimester-discomfort/ 
  • https://www.thebump.com/a/loss-of-appetite-early-pregnancy#4 
  • https://www.happiestbaby.com/blogs/pregnancy/pregnancy-bloating 
  • https://www.themotherbabycenter.org/blog/2022/08/foods-that-fight-nausea-during-pregnancy/ 
  • https://www.ajmc.com/view/understanding-how-fitness-affects-digestive-diseases 
  • https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-faktor-faktor-penyebab-berat-badan-lahir-rendah 
  • https://www.alodokter.com/trimester-3-ini-perkembangan-janin-hingga-persiapan-ibu-hamil-menjelang-persalinan 
  • https://www.alodokter.com/catat-ini-tanda-kurang-gizi-selama-hamil 
  •  https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/masalah-kehamilan/perut-begah-saat-hamil/ 
  • https://www.alodokter.com/5-olahraga-bagi-ibu-hamil-trimester-3-yang-aman-dilakukan

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Posisi Menyusui yang Nyaman bagi Ibu dan Bayi
Temukan beragam pilihan posisi menyusui yang nyaman dan aman untuk bayi baru lahir agar ASI lancar serta bonding antara Ibu dan Si Kecil semakin kuat.
Masa Kehamilan
Cara Tepat Membandingkan Susu Hamil dari Label Nutrisi
Bingung pilih susu kehamilan yang tepat? Bandingkan protein, DHA, asam folat & kalori PRENAGEN mommy dengan merek lain lewat label resmi.
Masa Kehamilan
Susu Ibu Hamil Bisakah Menambah Berat Badan? Ini Faktanya
Apakah minum susu ibu hamil bikin gemuk? Cek fakta medis dampak pada BB ibu vs janin, panduan porsi berdasarkan IMT, dan batas gula aman di sini.
Masa Kehamilan
Apakah Susu Hamil Bebas Gula Tambahan Tetap Bernutrisi?
Apakah susu hamil bebas gula tambahan tetap bernutrisi? Cek jaminan nutrisinya, beda laktosa vs gula tambahan, batas WHO, dan rekomendasi PRENAGEN di sini.
Masa Kehamilan
Susu UHT atau Bubuk, Mana Lebih Cocok untuk Ibu Bekerja?
Lebih bagus susu UHT atau susu bubuk untuk ibu hamil bekerja? Cek beda gizi, kepraktisan di kantor, batas simpan UHT, dan tips nutrisinya di sini.
Masa Kehamilan
Pentingkah Susu Hamil Meski Sudah Makan Sehat dan Bergizi?
Apakah ibu hamil perlu minum susu meski sudah makan sehat? Cek pemicu nutrisi, tabel pembanding gizi, waktu terbaik memulainya, dan solusinya di sini.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN