Gejala & Solusi

Apa Itu Hernia Umbilikalis? Kenali Tandanya Saat Hamil

Dalam artikel ini telah diperiksa keakuratannya oleh dokter spesialis Obgyn untuk memastikan Bunda mendapatkan panduan kesehatan yang terpercaya bagi Si Kecil.

dr. Aditya Nugroho

Aditya Nugroho adalah seorang Health Communicatior di PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Consumer Health). Beliau merupakan lulusan Pendidikan Kedokteran 2021 dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain itu, Aditya Nugroho juga dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Apa Itu Hernia Umbilikalis? Kenali Tandanya Saat Hamil

Hernia umbilikalis saat hamil merupakan kondisi ketika sebagian jaringan lemak atau usus terdorong keluar melalui celah dinding otot perut yang melemah di sekitar pusar akibat peningkatan tekanan rahim. Secara umum, kondisi ini tidak berbahaya bagi janin dan tidak mengganggu tumbuh kembangnya di dalam kandungan. Kebanyakan Ibu hamil dengan hernia umbilikalis tetap dapat melahirkan secara normal, kecuali jika terjadi komplikasi benjolan yang terjepit (inkarserata/strangulasi) yang memerlukan evaluasi medis khusus dari dokter spesialis kandungan. 

Perbedaan utama pusar menonjol normal dengan hernia umbilikalis terletak pada penyebabnya. Pusar normal menonjol karena dorongan rahim yang semakin membesar, sedangkan hernia terjadi ketika sebagian usus atau jaringan lemak menonjol melalui area dinding perut yang melemah di sekitar pusar. Hernia umbilikalis dapat menjadi lebih terlihat saat Ibu memasuki trimester kedua dan ketiga seiring membesarnya perut. Ibu tidak perlu panik melihat perubahan di area pusar, karena sebagian besar hernia yang tidak mengalami komplikasi tidak memerlukan tindakan darurat. Namun, kondisi ini tetap perlu diperhatikan, terutama jika muncul nyeri atau tanda-tanda komplikasi lainnya (Kulacoglu, 2018).

Apa Itu Hernia Umbilikalis pada Kehamilan?

Hernia umbilikalis adalah kondisi medis ketika sebagian usus atau jaringan lemak perut menonjol melalui area dinding perut yang melemah di sekitar pusar. Celah kecil pada dinding perut inilah yang menjadi jalan keluarnya jaringan tersebut. Pada trimester kedua dan ketiga, tekanan dari rahim yang terus berkembang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga perut dan membuat hernia yang sudah ada menjadi lebih terlihat. Tekanan ini wajar terjadi seiring pertumbuhan janin (Kulacoglu, 2018).

Kabar baiknya, dalam banyak kasus, hernia umbilikalis yang muncul selama kehamilan dapat mengecil atau mengalami perbaikan setelah persalinan seiring dengan pemulihan kondisi dinding perut. Jika hernia tidak menimbulkan gejala atau komplikasi, dokter umumnya menyarankan pendekatan observasi (wait and see) sampai setelah melahirkan. Perlu diketahui juga bahwa risiko hernia umbilikalis dapat lebih tinggi pada Ibu yang memiliki riwayat hernia sebelumnya. Kondisi ini umumnya tidak secara langsung mengganggu perkembangan janin selama tidak terjadi komplikasi.. Hal yang perlu Ibu lakukan adalah tetap tenang dan memantau perubahan pada area pusar agar dapat mengenali perubahan yang perlu diperiksakan ke dokter (Kulacoglu, 2018; Henriksen et al., 2020a).

Penting untuk diketahui bahwa kondisi pemisahan otot perut atau diastasis recti sering terjadi selama kehamilan. Kondisi ini lumrah dan dapat terjadi akibat peregangan dinding perut seiring pertumbuhan rahim. Diastasis recti dan hernia umbilikalis juga dapat terjadi bersamaan, sehingga membantu menilai kondisi dinding perut Ibu dan menentukan penanganan yang sesuai (Hernández-Granados et al., 2021; Henriksen et al., 2020). 

Cara Membedakan Hernia dengan Pusar Menonjol Biasa

Untuk membantu Ibu memahami perbedaan antara pusar menonjol yang normal selama kehamilan dengan hernia umbilikalis secara lebih jelas dan praktis, berikut adalah tabel perbandingan yang dapat Ibu jadikan sebagai gambaran awal: 

Fitur Pusar Menonjol Normal Hernia Umbilikalis
Penyebab Dorongan mekanis dari rahim yang membesar. Sebagian usus atau jaringan keluar melalui celah otot perut yang melemah.
Sensasi Terasa kenyal dan tidak menimbulkan nyeri. Kerap disertai sensasi tarikan ringan atau tekanan tidak nyaman.
Reaksi terhadap Tekanan Tetap stabil. Benjolan cenderung makin keluar saat Ibu batuk atau mengejan.
Kemampuan Kembali Tidak perlu didorong kembali. Terkadang bisa masuk kembali saat Ibu berbaring rileks (jika ringan).

Benjolan akibat hernia terkadang dapat mengecil atau masuk kembali dengan sendirinya saat Ibu berbaring dan rileks. Namun, kemampuan benjolan untuk masuk kembali tidak dapat dijadikan satu-satunya tanda untuk menentukan apakah hernia tergolong ringan. Jika benjolan terasa nyeri, keras, tidak dapat masuk kembali, atau disertai mual dan muntah, Ibu perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut karena dapat menjadi tanda komplikasi hernia (Kaminsky et al., 2014; Henriksen et al., 2020a).

Apakah Hernia Umbilikalis Memengaruhi Janin dan Metode Persalinan?

Dua kekhawatiran terbesar yang sering dirasakan Ibu adalah keselamatan janin dan proses melahirkan:

  • Dampak Pada Janin: Hernia umbilikalis berada di lapisan dinding otot perut luar Ibu, sehingga tidak akan menekan atau membahayakan posisi janin di dalam rahim.
  • Melahirkan Normal vs Caesar: Sebagian besar Ibu hamil dengan hernia umbilikalis ringan tetap dapat melahirkan secara normal. Dokter mungkin akan membantu mengarahkan teknik mengejan yang efisien agar tidak menambah tekanan berlebih pada perut. Operasi caesar biasanya baru direkomendasikan jika hernia berukuran sangat besar, menimbulkan nyeri hebat, atau bersamaan dengan adanya indikasi medis kehamilan lainnya.

Gejala Hernia yang Membutuhkan Penanganan Medis

Beberapa gejala menandakan hernia perlu penanganan darurat, yaitu nyeri perut hebat, mual dan muntah, hingga benjolan pusar yang memerah atau kebiruan. Tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan. Kondisi yang perlu diwaspadai adalah hernia inkarserata, ketika jaringan yang menonjol melalui celah pada dinding perut terjebak dan tidak dapat didorong kembali. Jika jaringan yang terjebak mengalami gangguan aliran darah, kondisi ini disebut strangulasi dan dapat memicu rasa sakit yang berat serta memerlukan penanganan segera. Penelitian terbaru menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap komplikasi ini selama kehamilan agar penanganan medis dapat dilakukan secara tepat waktu (Shumarova dkk., 2025).

Segera ke unit gawat darurat jika benjolan di pusar tidak bisa didorong masuk kembali, terasa sangat keras, atau kaku saat disentuh, terutama jika disertai nyeri hebat, mual, muntah, atau perubahan warna pada kulit di sekitar benjolan. Mengenali gejala darurat ini dan mendapatkan penanganan medis dengan segera dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.

Tips Meredakan Ketidaknyamanan dan Pemulihan Pasca Melahirkan

Untuk meredakan rasa tidak nyaman di area pusar selama hamil, terapkan kebiasaan berikut:

  1. Hindari Mengangkat Beban Berat: Mengangkat benda berat dapat meningkatkan tekanan dalam perut (intraabdomen) yang membuat benjolan makin terdorong keluar.
  2. Cegah Sembelit / Sembelit: Konsumsi makanan tinggi serat dan cukup air putih agar Ibu tidak perlu mengejan keras saat buang air besar.
  3. Sangga Perut Saat Batuk atau Bersin: Tekan lembut area pusar menggunakan tangan atau bantal kecil saat batuk untuk menyangga dinding perut.
  4. Apakah Hernia Hilang Setelah Melahirkan? Setelah persalinan dan rahim kembali mengecil, tekanan pada dinding perut akan berkurang secara drastis. Benjolan hernia ringan sering kali mengecil atau membaik dengan sendirinya. Namun, jika benjolan tetap bertahan dan terasa mengganggu, dokter dapat menyarankan prosedur perbaikan minor pascamasa menyusui selesai.

Pantau Perubahan Fisik dan Tanda Bahaya Lainnya

Tonjolan di area pusar perlu Ibu pantau secara berkala untuk melihat perubahan ukuran, tingkat ketidaknyamanan, maupun munculnya keluhan baru yang mungkin timbul. Catat dan amati setiap perubahan yang dirasakan. Selain itu, Ibu disarankan menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan pada area perut secara berlebihan, seperti mengangkat beban berat atau mengejan berlebihan.

Terkait penanganan hernia setelah melahirkan, pada beberapa kasus operasi perbaikan hernia elektif dapat ditunda hingga sekitar 1 tahun pascapersalinan (Kulacoglu, 2018). Jeda ini memberikan waktu bagi tubuh untuk pulih setelah kehamilan dan persalinan serta memungkinkan berat badan lebih stabil sebelum tindakan dilakukan. Penting untuk diketahui bahwa penanganan hernia selama kehamilan bersifat sangat individual (individualized approach), tergantung pada tingkat kedaruratan, kondisi hernia, dan usia kehamilan Ibu. Jika Ibu dijadwalkan menjalani persalinan Caesar, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan perbaikan hernia sekaligus dalam prosedur yang sama. Keputusan ini perlu dipertimbangkan secara individual dengan memperhatikan kondisi Ibu serta penilaian manfaat dan risikonya (Kulacoglu, 2018; Henriksen et al., 2020b). 

Pastikan untuk selalu menjaga komunikasi dengan dokter kandungan dan melaporkan setiap perubahan yang dirasakan selama kehamilan. Pemeriksaan rutin sangat penting karena membantu dokter memantau kondisi hernia sekaligus menentukan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut menjelang persalinan. Perlu Ibu ingat, tonjolan pada pusar hanyalah salah satu perubahan fisik yang dapat terjadi selama kehamilan dan bukanlah satu-satunya kondisi yang perlu diperhatikan. Terdapat berbagai gejala lain yang juga dapat menjadi tanda perlunya evaluasi medis lebih lanjut. Agar Ibu lebih waspada dan siap menghadapi berbagai kondisi kesehatan selama kehamilan, mari pahami lebih dalam mengenai tanda bahaya kehamilan yang penting dikenali sejak dini dan tidak boleh diabaikan.

Referensi

  • Kulacoglu, H. (2018). Umbilical hernia repair and pregnancy: Before, during, after... Frontiers in Surgery, 5, Article 1. https://doi.org/10.3389/fsurg.2018.00001
  • Henriksen, N. A., Montgomery, A., Kaufmann, R., Berrevoet, F., East, B., Fischer, J., Hope, W., Klassen, D., Lorenz, R., Renard, Y., Garcia Ureña, M. A., & Simons, M. P. (2020a). Guidelines for treatment of umbilical and epigastric hernias from the European Hernia Society and Americas Hernia Society. British Journal of Surgery, 107(3), 171–190. https://doi.org/10.1002/bjs.11489 
  • Hernández-Granados, P., Henriksen, N. A., Berrevoet, F., Cuccurullo, D., López-Cano, M., Nienhuijs, S., Ross, D., & Montgomery, A. (2021). European Hernia Society guidelines on management of rectus diastasis. British Journal of Surgery, 108(10), 1189–1191. https://doi.org/10.1093/bjs/znab128 
  • Hernández-Granados, P., Henriksen, N. A., Berrevoet, F., Cuccurullo, D., López-Cano, M., Nienhuijs, S., Ross, D., & Montgomery, A. (2021). European Hernia Society guidelines on management of rectus diastasis. British Journal of Surgery, 108(10), 1189–1191. https://doi.org/10.1093/bjs/znab128
  • Henriksen, N. A., Kaufmann, R., Simons, M. P., Berrevoet, F., East, B., Fischer, J., Hope, W., Klassen, D., Lorenz, R., Renard, Y., Garcia Ureña, M. A., & Montgomery, A. (2020b). EHS and AHS guidelines for treatment of primary ventral hernias in rare locations or special circumstances. BJS Open, 4(2), 342–353. https://doi.org/10.1002/bjs5.50252 
  • Kaminsky, O., Yampolski, I., & Bar-Ziv, J. (2014). Umbilical hernia in pregnancy. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 124(3), 253-254. https://doi.org/10.1016/j.ijgo.2013.08.016
  • Shumarova, S. Y., Koichev, A. G., Mihaylova, T., & Karamisheva, V. (2025). Hernias and pregnancy — when and how to manage? Ginekologia Polska, 96(3), 214–219. https://doi.org/10.5603/gpl.100750

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Penyebab dan Cara Mengurangi Air Liur Berlebih Saat Hamil
Apakah air liur berlebihan saat hamil normal? Ketahui penyebab medisnya, cara mengurangi keluhan, serta tips nutrisi agar Ibu tetap nyaman di sini!
Masa Kehamilan
3 Resep Smoothies untuk Ibu Hamil yang Mudah Dibuat
Ingin mencoba smoothies untuk ibu hamil? Cek panduan kombinasi bahan, buah, dan sumber protein yang bisa jadi variasi asupan sehat di sini!
Masa Kehamilan
Tensi Rendah Saat Hamil, Kenali Penyebab dan Solusinya
Kenali penyebab tensi rendah saat hamil, bedanya dengan anemia, pilihan makanan yang mendukung kebutuhan Ibu, serta kapan perlu diperiksa.
Masa Kehamilan
Posisi Duduk yang Baik untuk Ibu Hamil Trimester 3
Cari posisi duduk yang baik untuk ibu hamil trimester 3? Simak tips sandaran, pijakan kaki, gerakan ringan, serta tanda bengkak yang perlu diperiksa.
Masa Kehamilan
Siapa Saja yang bisa Minum susu PRENAGEN UHT? Ini Jawabannya
PRENAGEN UHT praktis melengkapi asupan harian perempuan aktif. Pelajari nutrisinya, pilihan rasa, dan varian No Added Sugar untuk menemani rutinitas harian Ibu.
Masa Kehamilan
Susu Kental Manis untuk Ibu Hamil, Bolehkah Dikonsumsi?
Penasaran apakah ibu hamil boleh minum susu kental manis? Cek fakta medis soal kandungan gulanya dan pilih sumber nutrisi kehamilan yang lebih tepat!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN