Gejala & Solusi

Apa Itu Hernia Umbilikalis? Kenali Tandanya Saat Hamil

Apa Itu Hernia Umbilikalis? Kenali Tandanya Saat Hamil

Perbedaan utama pusar menonjol normal dengan hernia umbilikalis terletak pada penyebabnya. Pusar normal menonjol karena dorongan rahim dari dalam, sedangkan hernia terjadi ketika sebagian usus atau jaringan keluar melalui celah otot perut yang menipis.Hernia umbilikalis cukup sering dialami saat Ibu memasuki trimester kedua dan ketiga seiring membesarnya perut. Ibu tidak perlu panik melihat perubahan di area pusar, karena sebagian besar kasus hernia ringan tidak membahayakan keselamatan buah hati.

Apa Itu Hernia Umbilikalis pada Kehamilan

Hernia umbilikalis adalah kondisi medis ketika sebagian usus atau jaringan lemak perut menembus area dinding otot pusar yang melemah. Celah kecil pada otot inilah yang menjadi jalan keluarnya jaringan tersebut. Pada trimester kedua dan ketiga, tekanan dari rahim yang terus berkembang menjadi pemicu utama renggangnya struktur otot perut bagian tengah. Tekanan ini wajar terjadi seiring pertumbuhan janin (Kulacoglu, 2018).

Kabar baiknya, dalam banyak kasus, hernia umbilikalis yang muncul selama kehamilan sering kali mengecil atau bahkan hilang secara spontan setelah persalinan seiring dengan kembalinya struktur otot perut ke kondisi semula. Jika hernia tidak menimbulkan gejala nyeri hebat, mual, atau muntah, dokter umumnya menyarankan pendekatan observasi (wait and see) sampai setelah melahirkan. Perlu diketahui juga bahwa risiko hernia umbilikalis cenderung lebih tinggi pada Ibu yang memiliki riwayat hernia serupa sebelum hamil, mengandung bayi kembar, atau memiliki riwayat peregangan otot perut yang signifikan dari kehamilan sebelumnya. Kondisi peregangan ini lumrah dialami ibu hamil dan secara umum tidak mengganggu ruang gerak maupun perkembangan janin. Hal yang perlu Ibu lakukan adalah tetap tenang dan memantau bentuk pusar secara berkala agar bisa mengenali perubahannya.

Penting untuk diketahui bahwa kondisi pemisahan otot perut atau diastasis recti sering terjadi selama kehamilan. Kondisi ini lumrah dan dapat memengaruhi proses perbaikan hernia di masa depan, sehingga konsultasi mendalam dengan dokter kandungan sangat disarankan untuk memantau kondisi otot perut Ibu.

Cara Membedakan Hernia dengan Pusar Menonjol Biasa

Untuk membantu Ibu memahami perbedaan antara pusar menonjol yang normal dengan hernia umbilikalis secara lebih jelas dan praktis, berikut adalah tabel perbandingan yang bisa Ibu jadikan acuan:

Fitur Pusar Menonjol Normal Hernia Umbilikalis
Penyebab Dorongan mekanis dari rahim yang membesar. Sebagian usus atau jaringan keluar melalui celah otot perut yang melemah.
Sensasi Terasa kenyal dan tidak menimbulkan nyeri. Kerap disertai sensasi tarikan ringan atau tekanan tidak nyaman.
Reaksi terhadap Tekanan Tetap stabil. Benjolan cenderung makin keluar saat Ibu batuk atau mengejan.
Kemampuan Kembali Tidak perlu didorong kembali. Terkadang bisa masuk kembali saat Ibu berbaring rileks (jika ringan).

Benjolan akibat hernia terkadang bisa masuk kembali dengan sendirinya saat Ibu berbaring rileks. Jika benjolan masih bisa didorong masuk dan tidak nyeri, umumnya kondisinya tergolong ringan (Kaminsky dkk., 2014).

Gejala Hernia yang Membutuhkan Penanganan Medis

Beberapa gejala menandakan hernia perlu penanganan darurat, yaitu nyeri perut hebat, mual dan muntah, hingga benjolan pusar yang memerah atau kebiruan. Tanda-tanda ini tidak boleh diabaikan. Kondisi paling serius adalah usus terjepit atau inkarserasi, ketika aliran darah menuju usus terhambat sehingga memicu rasa sakit yang berat. Penelitian terbaru menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap komplikasi ini selama kehamilan agar penanganan medis dapat dilakukan secara tepat waktu (Shumarova dkk., 2025).

Segera ke unit gawat darurat jika benjolan di pusar tidak bisa didorong masuk kembali, terasa sangat keras, atau kaku saat disentuh. Kecepatan Ibu mengenali gejala darurat ini sangat menentukan untuk mencegah komplikasi yang membahayakan.

Pantau Perubahan Fisik dan Tanda Bahaya Lainnya

Tonjolan di area pusar perlu Ibu pantau secara berkala untuk melihat perubahan ukuran, tingkat ketidaknyamanan, maupun munculnya keluhan baru yang mungkin timbul. Catat dan amati setiap perubahan yang dirasakan. Selain itu, Ibu disarankan menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan tekanan pada area perut, seperti mengangkat beban berat atau mengejan berlebihan.

Terkait penanganan hernia setelah melahirkan, banyak ahli menyarankan jeda waktu ideal sekitar 1 tahun pascapersalinan sebelum melakukan operasi perbaikan hernia elektif (Kulacoglu, 2018). Jeda ini memberikan waktu bagi tubuh untuk menstabilkan hormon dan mengembalikan berat badan ke kondisi normal, yang sangat membantu proses pemulihan struktur otot perut Ibu. Penting untuk diketahui bahwa penanganan hernia selama kehamilan bersifat sangat individual (individualized approach), tergantung pada tingkat kedaruratan dan usia kehamilan Ibu. Jika Ibu dijadwalkan menjalani persalinan Caesar, dokter mungkin mempertimbangkan tindakan perbaikan hernia sekaligus dalam prosedur yang sama. Pendekatan kombinasi ini dinilai aman dan efektif, serta dapat menghindari Ibu dari kebutuhan operasi tambahan di masa depan.

Pastikan untuk selalu menjaga komunikasi dengan dokter kandungan dan melaporkan setiap perubahan yang dirasakan selama kehamilan. Pemeriksaan rutin sangat penting karena membantu dokter memantau perkembangan hernia sekaligus menentukan apakah diperlukan penanganan lebih lanjut menjelang persalinan. Perlu Ibu ingat, tonjolan pada pusar hanyalah salah satu perubahan fisik yang dapat terjadi selama kehamilan dan bukanlah satu-satunya kondisi yang perlu diperhatikan. Terdapat berbagai gejala lain yang juga dapat menjadi tanda perlunya evaluasi medis lebih lanjut. Agar Ibu lebih waspada dan siap menghadapi berbagai kondisi kesehatan selama kehamilan, mari pahami lebih dalam mengenai tanda bahaya kehamilan yang penting dikenali sejak dini dan tidak boleh diabaikan.

Referensi

  • Kaminsky, O., Yampolski, I., & Bar-Ziv, J. (2014). Umbilical hernia in pregnancy. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 124(3), 253-254. https://doi.org/10.1016/j.ijgo.2013.08.016 
  • Kulacoglu, H. (2018). Umbilical hernia repair and pregnancy: Before, during, after... Frontiers in Surgery, 5, Article 1. https://doi.org/10.3389/fsurg.2018.00001 
  • Shumarova, S. Y., Koichev, A. G., Mihaylova, T., & Karamisheva, V. (2025). Hernias and pregnancy — when and how to manage? Ginekologia Polska, 96(3), 214–219. https://doi.org/10.5603/gpl.100750

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Pusar Ibu Hamil Menonjol, Apakah Normal?
Penasaran mengapa pusar ibu hamil menonjol keluar? Temukan fakta penyebabnya dan penuhi nutrisi akhir kehamilan Ibu demi kesehatan buah hati tercinta.
Masa Kehamilan
Apa Itu Hernia Umbilikalis? Kenali Tandanya Saat Hamil
Cari tahu apa itu hernia umbilikalis dan bedanya dengan pusar menonjol normal saat hamil. Pahami tanda bahayanya demi kesehatan Ibu dan buah hati di sini.
Masa Kehamilan
Apa Itu Fetal Distress dan Cara Pantau Gerakan Janin
Ketahui apa itu kondisi gawat janin atau fetal distress di trimester akhir. Pantau gerakan buah hati dan penuhi nutrisi Ibu demi kehamilan yang sehat.
Masa Kehamilan
Penyebab Flek Coklat Saat Hamil dan Kondisi Normalnya
Khawatir flek coklat saat hamil menandakan bahaya? Temukan fakta penyebabnya di tiap trimester dan penuhi nutrisi Ibu demi kesehatan buah hati di sini.
Masa Kehamilan
Cara Mengetahui Ciri-Ciri Air Ketuban Merembes
Pahami cara mengetahui air ketuban merembes di rumah, bedanya dengan urine, dan langkah pertolongan pertama sebelum ke rumah sakit.
Masa Kehamilan
Waktu Tepat Ibu Hamil Boleh Main Gym Ball dan Pilihan Gerakan yang Aman
Cari tahu kapan ibu hamil boleh main gym ball, manfaatnya meredakan nyeri, dan panduan gerakan aman untuk trimester 2 hingga trimester 3.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN