Masa Kehamilan

Hindari 4 Akibat Kekurangan Kalsium pada Ibu Hamil

Ditulis oleh: Amicis

Hindari 4 Akibat Kekurangan Kalsium pada Ibu Hamil

Gangguan kesehatan yang tidak jarang menghampiri ibu hamil adalah anemia. Adapun anemia pada Ibu hamil terjadi akibat peningkatan jumlah plasma dan eritrosit. Kondisi peningkatan plasma tiga kali lebih besar pada jumlah eritrosit akan menyebabkan turunnya perbandingan hemoglobin-hematokrit sehingga meningkatkan risiko anemia fisiologis pada saat hamil. Meskipun kondisi termasuk dalam keadaan yang normal, Ibu tetap perlu mengetahui berbagai dampak dan gejala anemia pada Ibu hamil.

Baca Juga: Kenali Anemia dan Morning Sickness Lebih Jauh

Ibu hamil dideteksi mengalami anemia bila ditemukan kadar hemoglobin kurang dari 11 gr/dl pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Selain itu pada trimester kedua kehamilan kadar hemoglobin kurang dari 10,5 gr/dl. Sedangkan pada Ibu hamil yang mengalami anemia penyebab utamanya adalah gangguan produksi hemoglobin karena defisiensi nutrisi atau produksi rantai hemoglobin.

Hindari Dampak Anemia Pada Ibu Hamil

Ibu hamil adalah golongan terbesar mengalami anemia, ada sekitar 56% wanita mengalami anemia pada saat hamil. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil di antaranya adalah produksi rantai hemoglobin disebabkan terjangkit penyakit tertentu atau mengalami gangguan produksi hemoglobin akibat kurangnya zat besi, asam folat, maupun vitamin B12. Pada beberapa kasus Ibu hamil dapat mengalami anemia akibat terjadinya infeksi parasit, pendarahan, kegagalan sumsum tulang atau penyakit kronis lainnya. Berikut adalah hal yang berkaitan dengan dampak anemia pada ibu hamil, antara lain:

  • Berat Badan Lahir Rendah
    Dampak yang pertama adalah berat badan lahir bayi rendah. Selain itu, anemia pada ibu hamil dapat mengganggu pemberian nutrisi pada janin. Dengan adanya penurunan sel darah merah atau hemoglobin dapat mengakibatkan janin tidak mendapatkan nutrisi secara sempurna melalui plasenta. Bayi dengan berat badan lahir rendah (<2000 gram) atau berat badan lahir sangat rendah (<1.500 gram) biasanya berkaitan dengan kurangnya asupan zat besi serta asam folat. Bayi dengan berat badan lahir rendah akan semakin meningkatkan risiko kematian. Kondisi berat badan lahir rendah juga dapat berdampak di kemudian hari misalnya seperti malnutrisi dan anak mudah terkena infeksi penyakit. Pada beberapa studi lain juga terungkap bahwa dengan berat badan lahir rendah akibat dari anemia pada ibu hamil yaitu adanya penurunan fungsi organ otak dan kemampuan interaksi alami anak, bahkan mengganggu kecerdasan kognitif anak saat sekolah. Tidak terkecuali perkembangan mental dan kemampuan daya tangkap anak.
     
  • Kelahiran Prematur
    Pada kondisi menurunnya sel darah merah atau hemoglobin pada tubuh Ibu akan menyebabkan peningkatan volume plasma dan mengakibatkan kontraksi pada rahim. Dengan demikian kelahiran prematur terkadang tidak terelakkan. Ditambah dengan kondisi janin yang tidak sesuai perkembangan berdasarkan usia kehamilan Ibu, pada umumnya kehamilan prematur juga meningkatkan risiko kematian pada saat dilahirkan.
     
  • Kematian Janin
    Risiko kematian janin dipicu oleh banyak faktor, mulai dari kondisi janin, kondisi Ibu secara keseluruhan, dan proses persalinan yang berlangsung. Pada kasus Ibu hamil terdapat risiko peningkatan kejadian hipoksia (kekurangan pasokan oksigen) janin pada saat proses persalinan, sehingga semakin meningkatkan kematian pada janin.

Baca Juga: Kenali Penyebab Anemia Pada Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Menghindari dampak dan gejala anemia pada ibu hamil perlu dilakukan dengan penanganan yang baik. Konsumsi buah dan sayuran sehat yang mengandung banyak zat besi dan asam folat, dilengkapi susu kehamilan sebagai nutrisi harian. Kunjungan dokter sebelum dan selama masa kehamilan turut berperan penting untuk dapat memenuhi kesehatan ibu dan janin.