Masa Kehamilan

Kenali Cara Mengatasi Flu Pada Ibu Hamil

Ditulis oleh: Amicis

Kenali Cara Mengatasi Flu Pada Ibu Hamil

Memahami cara mengatasi flu pada Ibu hamil tidaklah sesederhana seperti dilakukan pengobatan orang pada umumnya. Sebab, janin bisa ikut terkena dampaknya apabila pemilihan obat flu untuk Ibu hamil tidak tepat. Tahan tubuh seorang Ibu hamil melemah, sehingga bisa semakin rentan terkena flu. Bahkan penelitian menunjukan, jika flu pada Ibu hamil bisa berlangsung 3 kali lebih lama. Gejala flu Ibu hamil, umumnya serupa dengan orang lain pada umumnya, yakni batuk, sakit tenggorokan, demam tinggi dan pilek. Tak jarang jika gejala lain juga bisa muncul seperti lelah, muntah, diare, sakit kepala, serta rasa sakit pada tubuh.

Baca Juga: Nutrisi Lengkap Kehamilan: Pentingnya Nutrisi Mikro dan Makro

Beberapa Cara Mengatasi Flu Pada Ibu Hamil

Terjadinya flu pada masa kehamilan mempunyai risiko komplikasi lebih tinggi, seperti bronkitis dan pneumonia. Selain itu, juga dicemaskan jika flu bisa mempengaruhi pertumbuhan bayi sehingga menyebabkan persalinan prematur bahkan berat badan lahir rendah. Adapun beberapa cara penanganan yang bisa Anda lakukan yaitu:

Penanganan Alami

Mengobati sakit flu secara alami, Ibu hamil bisa meminum banyak cairan seperti air putih ataupun jus, mengonsumsi permen pelega tenggorokan dan juga banyak beristirahat. Agar dapat meredakan hidung tersumbat, letakkanlah mesin pelembab udara di dalam ruangan. Selain itu, Anda juga dapat mencoba mandi dengan air hangat. Sementara untuk meringankan sakit tenggorokan atau batuk, berkumurlah menggunakan air hangat yang dicampur sedikit garam. Mengonsumsi makanan-makanan hangat seperti sup ayam juga diyakini bisa membantu meredakan peradangan dan juga meredakan nafas tersumbat.

Penggunaan Obat Flu untuk Ibu Hamil

Mengonsumsi obat-obatan tidak dianjurkan pada Ibu hamil sebagai cara mengatasi flu pada Ibu hamil, terutama pada 12 minggu pertama yang menjadi masa penting perkembangan organ vital bayi. Bahkan, sebagian dokter melarang pemakaian obat hingga usia kehamilan 28 minggu. Sejumlah jenis obat dianggap aman sesudah kehamilan melewati minggu ke-12. Yang perlu diingat, hindari obat yang bisa mengatasi beberapa gejala sekaligus, sebaiknya pilihlah satu obat guna mengatasi satu gejala yang benar-benar mengganggu. Untuk meredakan rasa sakit dan demam, Ibu bisa mengonsumsi parasetamol. Sementara beberapa jenis obat sebaiknya dihindari karena mampu meningkatkan risiko kehamilan, seperti kodein, dan aspirin. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter tentang konsumsi obat-obatan pada masa kehamilan.

Waspadai Gejala Khusus

Jangan pernah anggap remeh flu pada kehamilan. Berikut beberapa kondisi ibu hamil ketika menderita flu yang harus segera mendapat pertolongan ahli medis, antara lain:

  • Flu tidak menunjukkan tanda membaik sesudah 4 hari.
  • Kesulitan dalam bernapas.
  • Demam tinggi.
  • Nyeri dada.
  • Batuk disertai lendir kental, berwarna kuning kehijauan atau berdarah.
  • Rasa sakit pada bagian perut.
  • Muntah.

Tips Menangkal Flu

Berikut terdapat beberapa cara mengatasi flu pada Ibu hamil yang bisa Ibu lakukan:

  • Rajin mencuci tangan. Bila perlu, bawalah pewangi tangan untuk digunakan ketika tidak tersedia air mengalir.
  • Gunakanlah alat makan yang berbeda untuk setiap orang dan hindari berbagi-bagi makanan yang sama.
  • Menerapkan pola makan yang sehat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengurangi stres.
  • Menghindarilah kontak dengan teman atau keluarga yang sakit.
  • Jangan menyentuh hidung, mata atau mulut saat tangan tidak bersih.
  • Tidur secukupnya

Baca Juga: Manfaat Air Kelapa Muda bagi Ibu Hamil Muda

Sakit flu pada Ibu hamil lebih baik ditangani dengan hati-hati. Apabila memang gejala memburuk atau mengganggu, segeralah konsultasi dengan dokter. Jika Ibu ingin melakukan cara mengatasi flu pada Ibu hamil di atas, sebaiknya Ibu lakukan jika hanya dianggap perlu, dan sebaiknya selalu dalam pengawasan dokter. Agar terhindar dari banyaknya serangan penyakit saat hamil, Ibu juga bisa mengonsumsi PRENAGEN mommy agar nutrisi harian dapat terpenuhi, sehingga Ibu juga tidak mudah terserang penyakit saat hamil.