Masa Menyusui

Ingin Produksi ASI Lancar? Yuk, Coba Memijat Payudara Bu!

Ditulis oleh: Amicis

Ingin Produksi ASI Lancar? Yuk, Coba Memijat Payudara Bu!

ASI merupakan nutrisi terbaik untuk menunjang tumbuh kembang buah hati Ibu agar tetap sehat. Pemberian ASI eksklusif selama kurang lebih 6 bulan merupakan cara terbaik untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan buah hati. Namun, terkadang beberapa Ibu merasa ASI yang diproduksi terlalu sedikit sehingga membuat stres karena takut tidak bisa memenuhi nutrisi dan gizi anak. Jangan khawatir Bu, ada banyak cara memijat payudara agar ASI lancar saat hamil. Simak ulasannya berikut ini yuk Bu!

Baca juga:Tips Merawat Payudara Untuk Persiapan Menyusui

Faktor Produksi ASI Tidak Lancar

Ada beberapa faktor mengapa produksi ASI tidak lancar. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya nutrisi dan gizi yang diterima bayi. Berikut adalah beberapa faktor mengapa produksi ASI tidak lancar:

  1. Stres

    Jika Ibu tidak mengelola stres dengan baik, maka let-down reflex, yaitu refleks yang membantu ASI keluar lebih lancar saat menyusui akan terganggu. Sehingga menjadi penyebab ASI Ibu sedikit. Ciptakan suasana yang nyaman, tenang, dan dengarkan musik yang menenangkan saat menyusui agar terbebas dari stres sehingga produksi ASI dapat meningkat.
  2. Pelekatan Payudara dan Mulut Bayi Kurang Tepat

    Bayi tidak menyusu dengan benar menjadi salah satu penyebab paling umum produksi ASI sedikit. Hal ini dikarenakan saat menyusu, mulut bayi tidak menempel dengan benar sehingga tidak bisa mengeluarkan ASI dari payudara Ibu dengan baik. Selain itu, jika bayi memiliki tongue tied yaitu bayi susah mengangkat dan menjulurkan lidah ke arah gigi, maka dampaknya adalah ASI tidak lancar dan ASI dalam payudara masih penuh. Padahal pengosongan ASI dari payudara merupakan sinyal untuk tubuh agar memproduksi lebih banyak lagi ASI.
  3. Perhatikan Intensitas dan Frekuensi

    Ada beberapa alasan mengapa Ibu jarang menyusui anaknya. Biasanya karena Ibu ingin beristirahat ataupun membereskan rumah. Ternyata, hal ini justru membuat ASI tidak lancar lho Bu! Frekuensi menyusui berkurang dapat mengakibatkan payudara jarang distimulasi untuk menghasilkan jumlah ASI yang cukup. Selain itu, menyusui anak dengan intensitas sebentar membuat bayi tidak mendapatkan hindmilk yaitu ASI berlemak penuh gizi.
  4. Memberi Empeng

    Terkadang, memberikan empeng pada bayi akan membuat bayi lebih banyak menghabiskan waktu mengisap empeng dibandingkan payudara Ibu. Dengan begitu payudara akan penuh, namun tubuh menangkap sinyal bahwa payudara tidak membutuhkan asupan ASI sehingga ASI yang diproduksi hanya sedikit.
  5. Kondisi Medis

    Sebagian Ibu mungkin memiliki puting payudara terpendam atau rata bahkan sakit saat menyusui. Hal ini menyebabkan Ibu susah untuk menyusui langsung sang buah hati atau bahkan enggan menyusui. Akibatnya pengosongan ASI tidak berjalan lancar, sehingga produksi ASI pun hanya sedikit. Tak hanya itu, terkadang beberapa kondisi medis khusus seperti hipertensi saat kehamilan, diabetes, sindrom polikistik ovarium (PCOS), masalah tiroid, dan kista ovarium dapat mengganggu produksi ASI. Jika memiliki kondisi tersebut, periksakan segera pada dokter ya, Bu!
  6. Pola Hidup Tidak Sehat

    Terlalu malas bergerak, mengonsumsi makanan yang tidak lengkap nutrisi dan gizi, kebiasaan merokok, dan minum alkohol dapat menurunkan produksi ASI. Untuk itu, ubah pola hidup Ibu agar produksi ASI semakin lancar.

Selain rutin mengonsumsi susu khusus ibu menyusui untuk memperlancar produksi ASI, pemijatan payudara juga menjadi salah satu cara ampuh dan aman lho! Cara ini bisa dilakukan sendiri di hadapan cermin atau bisa juga dilakukan oleh suami. Hal yang terpenting adalah melakukan teknik dengan benar, sehingga tujuan utama dari memijat payudara bisa didapatkan, Bu.

Manfaat Memijat Payudara

Memijat payudara memiliki beragam manfaat yang baik lho! Tentu saja pemijatan pada payudara berfungsi untuk memudahkan produksi ASI. Ketika dilakukan pemijatan payudara, peredaran pada daerah payudara berjalan lancar, merangsang hormon prolaktin agar memproduksi lebih banyak ASI, dan mengurai kelenjar susu yang mengendap pada saluran ASI.

Tak hanya itu, pemijatan ini dapat meredakan pembengkakan yang kerap terjadi pada Ibu menyusui dan dapat membuat tubuh Ibu lebih rileks. Ibu dapat meminta bantuan suami untuk berperan dalam proses ini, agar Ibu semakin bersemangat dalam memberikan ASI pada buah hati. Dilansir dari American Pregnancy Association, melakukan pijat payudara secara rutin, sudah terbukti berhasil memperlancar produksi ASI sehingga Ibu bisa mengASIhi buah hati hingga 2 tahun.

Selain hormon prolaktin, ada pula hormon oksitosin yang juga penting dalam produksi ASI. Hormon oksitosin dikenal sebagai hormon keibuan, hormon anti-stres, dan hormon cinta lho, Bu! Saat menyusui dapat merangsang pelepasan oksitosin dari otak sang Ibu, sehingga memainkan peran penting dalam pelepasan ASI. Jika onset laktasi atau payudara terasa keras, penuh dan berat terjadi dengan cepat, maka seharusnya bayi mendapatkan ASI sebagai nutrisi pertama kehidupannya.

Cara Memijat Payudara Agar ASI Lancar

Salah satu cara agar ASI keluar dengan lancar dan deras adalah dengan mempercepat onset laktasi. Salah satunya dengan cara melakukan sedikit pijatan, Bu. Pijatan dapat dijadikan sebagai suatu terapi non-farmakologi untuk mempercepat terjadi onset laktasi, sehingga ASI bisa dengan mudah diproduksi tubuh. Ada beberapa jenis pijatan yang dapat dilakukan untuk membantu proses laktasi yaitu pijat laktasi dan pijat oksitosin. Apa bedanya ya?

Pijat Laktasi

Pijat laktasi merupakan salah satu teknik pijat yang sangat populer di kalangan ibu menyusui. Hal ini dikarenakan teknik pijat untuk membantu keluarnya ASI, sangat penting membuat ibu rileks sebelum menyusui. Selain itu, pijat laktasi dapat membantu Ibu mengurangi bengkak pada payudara. Ibu bisa meminta bantuan suami atau bidan untuk melakukan teknik pemijatan pada beberapa bagian tubuh seperti kepala, leher, bahu, punggung, dan payudara. Pijat payudara Ibu setidaknya minimal 15 menit dan dilakukan sebelum waktunya menyusui atau memerah ASI.

Setelah mencuci tangan Ibu dengan air dan sabun, Ibu bisa mencari posisi yang nyaman untuk melakukan pijat laktasi. Berikut adalah cara pijat laktasi:

  • Apabila melakukan pijat laktasi sendiri, Ibu bisa menggunakan cermin sebagai alat bantu untuk mengetahui apakah teknik yang dilakukan sudah tepat atau belum. Siapkan minyak berbahan dasar alami seperti minyak zaitun, minyak kelapa, ataupun baby oil. Tuangkan secukupnya dan gosokkan pada kedua telapak tangan.
  • Angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri, kemudian tahan bagian atas payudara dengan tangan kanan. Lakukan gerakan memutar secara perlahan dengan arah yang berlawanan sebanyak kurang lebih 15-20 kali. Setelah itu, Ibu bisa menggerakkan kedua telapak tangan dengan gerakan naik turun secara bergantian juga sebanyak 15-20 kali. Ulangi gerakan-gerakan tadi di sisi payudara lainnya.
  • Untuk mengatasi tersumbatnya ASI atau mastitis dapat dilakukan pijat oksitosin. Sebab sumbatan pada puting juga bisa menyebabkan terjadinya milk blister yang terlihat seperti jerawat pada puting. Ibu dapat menempatkan empat jari tangan di atas sekitar puting, sementara ibu jari di sisi bawah puting. Lakukan gerakan melingkar di area tersebut 20 kali atau sampai sumbatan hilang.
  • Setelah merasa sumbatannya sudah hilang, Ibu dapat melakukan pemijatan di area payudara dari sisi luar untuk membantu melancarkan aliran ASI. Lakukan pijatan lembut dari bagian luar payudara atau area di bawah ketiak dan tengah belahan dada, menuju ke puting susu.

Pijat Oksitosin

Hormon oksitosin merupakan salah satu hormon penting bagi wanita dan berperan penting dalam proses menyusui. Hal ini dikarenakan saat menyusui terjadi pelepasan hormon, sehingga Ibu merasa rileks dan mengantuk. Menurut buku Mommyclopedia, Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun, ada beberapa titik refleksi yang dapat membantu melancarkan ASI yaitu tiga titik di payudara (titik di atas puting, titik di bawah puting, dan titik tepat pada puting) dan titik di punggung tubuh yang letaknya segaris dengan payudara.

Untuk memunculkan suasana yang rileks, Ibu dapat meminta suami untuk membantu stimulasi ASI agar lancar dengan melakukan pijat oksitosin pada titik-titik refleksi tersebut. Selain menambah keintiman dengan suami, pijat oksitosin dapat melancarkan aliran darah, membuat timbulnya perasaan rileks, menurunkan rasa nyeri, dan menurunkan ketegangan pada otot dan saraf. Simak cara pijat oksitosin berikut ini:

  • Ibu bisa duduk bersandar ke depan, melipat lengan di atas meja, dan meletakkan kepala di atas lengan. Lepaskan pakaian dan bra Ibu.
  • Pemijatan dimulai dari leher, kemudian pundak dan kepala. Suami dapat melakukan pemijatan di sepanjang kedua sisi tulang belakang Ibu. Pijat dengan memakai ibu jari atau kepalan tangan yang dirasa lebih cocok. Pada bagian tulang belakang leher, carilah bagian tulang yang paling menonjol. Dari titik tulang tersebut, maka turun sedikit ke bawah sekitar 1-2 jari . Lalu, geser kembali ke kanan dan kiri.
  • Suami Ibu dapat memulai melakukan pemijatan dengan gerakan yang memutar, lakukan secara perlahan ke arah bawah hingga mencapai batas garis bra. Tekan (jangan terlalu kuat dan membentuk gerakan melingkar kecil menggunakan kedua ibu jari.
  • Lakukan pemijatan mulai dari leher, lalu turun ke bawah hingga ke arah tulang belikat. Umumnya pemijatan hanya dilakukan selama 5-10 menit saja. Saat suami mulai memijat di bagian belakang, Ibu dapat mengompres payudara dengan air hangat. Tarik puting perlahan, lalu putar puting dengan jari-jari. Usap ringan payudara menggunakan ujung jari.

Baca juga:Payudara Tetap Menarik Saat Menyusui

Pada prinsipnya, kedua teknik pijat, baik itu pijat laktasi maupun oksitosin berfungsi untuk membantu menimbulkan efek relaksasi, serta meningkatkan hormon oksitosin yang berperan sebagai hormon pengeluar ASI. Setelah melakukan pijat laktasi dan pijat oksitosin ini, produksi ASI segera meningkat dan lancar. Segera bersihkan payudara dari sisa minyak sebelum menyusui buah hati. Selamat mencoba, Bu!