Masa Persiapan

Cara Menyimpan ASI yang Aman untuk Dikonsumsi Bayi

Ditulis oleh: Amicis

Cara Menyimpan ASI yang Aman untuk Dikonsumsi Bayi

Bagi ibu yang harus menyimpan ASI untuk buah hatinya karena hal-hal tertentu seperti bekerja atau pergi untuk jangka waktu yang lama, namun tetap ingin memberikan ASI pada buah hatinya maka ASI ibu dapat di peras lalu disimpan. Berikut tips dari Prenagen tentang penyimpanan ASI yang tepat agar ASI tetap dalam kondisi baik saat disimpan.

Baca Juga: ASI Tak Lancar? Ketahui Solusi Mudahnya!

ASI bisa disimpan dalam jangka waktu tertentu. Tetapi ASI paling lama dapat disimpan tak lebih dari 6 bulan dalam keadaan beku, jika disimpan lebih lama dari 6 bulan komposisi yang terkandung dalam ASI akan terurai.

Cara penyimpanan ASI dan batas waktu penyimpanan yang baik adalah sebagai berikut:

  1. ASI yang diperas kemudian disimpan untuk dikonsumsi 6 jam setelahnya, ASI dapat disimpan dalam suhu ruangan normal dan tidak perlu disimpan di lemari pendingin.
     
  2. ASI yang disimpan dalam sebuah termos dan diberi es batu dapat bertahan hingga 24 jam.
     
  3. ASI yang diperas kemudian disimpan untuk dikonsumsi 72 jam setelahnya dapat disimpan dalam lemari pendingin (di bawah suhu 5 derajat Celcius tapi tidak dalam keadaan beku).
     
  4. ASI yang diperas kemudian disimpan untuk dikonsumsi 3 bulan setelahnya, ASI harus disimpan di bagian atas lemari pendingin (freezer), kemudian dibekukan dalam suhu di bawah -18 derajat Celcius. Dengan penyimpanan khusus ini ASI dapat dibekukan sampai 6 bulan. Hal ini biasanya dilakukan ketika ibu akan pergi dalam jangka waktu tertentu dan cukup lama, sehingga perlu mengumpulkan ASI sebelum meninggalkan bayinya.
     
  5. Jangan lupa membubuhkan label setiap kali akan menyimpan botol asi dengan mencantumkan tanggal dan jam asi dipompa untuk mengetahui lama penyimpanan ASI.

Baca Juga: 5 Tips Menghasilkan ASI yang Berkualitas dan Lancar

Membekukan ASI sebenarnya dapat merusak beberapa zat antibodi dalam susu sebaiknya sedapat mungkin buah hati ibu mengonsumsi ASI segar jika tidak terjadi kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan ASI disimpan.