Pentingnya PROTEIN untuk Ibu Hamil Trimester 3

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Pentingnya PROTEIN untuk Ibu Hamil Trimester 3

Menjelang melahirkan, pemenuhan kebutuhan PROTEIN untuk Ibu hamil trimester 3 harian sangat dibutuhkan. Ini disebabkan perannya dalam membangun organ Buah Hati yang semakin berkembang. Karena itu, memenuhi kebutuhan gizinya penting untuk meningkatkan kesehatan Buah Hati yang akan lahir. Yuk, cari tahu tentang pentingnya nutrisi satu ini untuk Ibu hamil menjelang akhir kehamilan di sini.

Kebutuhan PROTEIN untuk Ibu Hamil Menjelang Melahirkan

Kebutuhan PROTEIN di masa akhir kehamilan memang lebih tinggi dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya. Ini disebabkan pertumbuhan organ tubuh Buah Hati yang semakin pesat. Menurut rekomendasi dari Institute of Medicine (IOM), saat menjelang melahirkan Ibu membutuhkan sekitar 71 gram per hari. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan saat awal kehamilan yang hanya sekitar 46 gram per hari.

Mengoptimalkan Pertumbuhan Buah Hati

Pada saat akhir kehamilan, organ-organ tubuh Buah Hati berkembang semakin matang dengan cepat. Jantungnya telah memiliki ruangan yang lebih lengkap, sehingga berfungsi untuk menukar udara kotor dengan udara bersih dengan baik.

Ia juga telah memiliki hidung serta tenggorokan yang sebenarnya sudah dapat digunakan untuk bernafas. Jika parunya telah matang, maka ia bisa saja bernafas dengan baik di luar rahim Ibu. 

Selain itu, tulang-tulangnya juga terus bertumbuh dan mengeras. Ia memiliki tungkai yang memungkinkannya bergerak-gerak untuk menendang. Kedua lengannya juga telah tumbuh, dan beberapa kali ia akan terlihat pada layar pemeriksaan dokter sedang menggenggam atau bahkan mengisap jarinya sendiri. 

Agar alat-alat tubuhnya dapat berkembang optimal seperti ini, ia memerlukan asupan nutrisi yang seimbang. Salah satunya, PROTEIN, merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk membangun sel-sel tubuh. Nutrisi ini juga berperan dalam membentuk enzim dan hormon yang dibutuhkan untuk metabolisme sel-sel tulang. Dengan asupan yang cukup, metabolisme sel-sel tulang menjadi lancar sehingga tulang-tulang Buah Hati dapat tumbuh mencapai ukuran yang optimal.

Peningkatan Sel Darah Merah Ibu

Pada Ibu hamil, kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya meningkat drastis. Salah satu penyebab peningkatan kebutuhan ini ialah volume darah Ibu yang harus meningkat sampai sekitar 30-50% daripada sebelum kehamilan. 

Volume darah ini harus lebih banyak, karena Ibu perlu mengalirkan lebih banyak nutrisi ke dalam rahimnya. Ibu juga perlu mengalirkan lebih banyak oksigen ke dalam organ-organ tubuhnya sendiri, supaya tetap dapat berfungsi dengan baik.

Dampaknya, Ibu juga harus memproduksi sel darah merahnya sendiri dengan lebih banyak. Untuk memproduksi sel darah merah, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang cukup.

Sumber makanan hewani merupakan bahan ideal untuk membentuk sel darah merah. Karena tidak hanya mengandung PROTEIN, makanan hewani juga mengandung zat besi untuk membentuk hemoglobin yang menjadi kendaraan untuk mengalirkan nutrisi ke organ-organ tubuh.

Hemoglobin akan mengalir dalam sel darah merah. Agar sel darah merah ini kuat, maka perlu mengandung vitamin B12 yang banyak didapatkan dari sumber makanan hewani. Kekurangan asupan PROTEIN, zat besi, dan vitamin B12 dapat menghambat produksi sel darah merah. Akibatnya, Ibu akan mengalami anemia.

Pembentukan ASI

ASI adalah nutrisi penting karena mengandung berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang. Saat hamil, kelenjar susu di payudara Ibu mulai menghasilkan ASI, meskipun dalam jumlah yang kecil. Pada bulan-bulan menjelang melahirkan, produksi ASI meningkat secara signifikan. Produksi ini merupakan tabungan ASI Ibu yang akan diberikan pada Buah Hati. Bila penjelasan lebih dalam tentang kapan sebenarnya ASI mulai diproduksi ibu hamil, yuk baca selengkapnya di sini: Air Susu Keluar pada Usia Kehamilan Berapa?

ASI mengandung sejumlah nutrisi penting, termasuk PROTEIN yang merupakan bahan pembentuk otot serta tulang. Selain itu, ASI mengandung asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh bayi sendiri. ASI juga mengandung karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serta imunoglobulin, yang semuanya penting untuk pertumbuhan dan perkembangan Buah Hati.

Pada awal-awal setelah kelahiran, ASI yang dihasilkan Ibu sering disebut sebagai kolostrum yang kaya akan immunoglobulin dan faktor-faktor kekebalan tubuh lainnya. Fungsinya untuk membantu melindungi Buah Hati dari berbagai macam penyakit, termasuk infeksi.

Jadi, penting untuk memperhatikan asupan nutrisi untuk ibu hamil trimester 3 untuk mendukung produksi ASI yang cukup dan berkualitas. Ini juga memastikan bahwa ASI yang dihasilkan mengandung nutrisi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Bila Ibu ingin melakukan persiapan laktasi sejak hamil trimester 3, yuk ikuti langkah-langkahnya di sini: Yuk, Persiapkan Diri Menjadi Ibu Menyusui Sejak Hamil

Tantangan Memberikan PROTEIN

Ada beberapa tantangan yang sering dihadapi Ibu hamil dalam memenuhi nutrisi yang cukup, di antaranya:

  • Kesulitan meningkatkan asupan karena kebiasaan makan yang tidak berubah sejak sebelum hamil. Solusinya adalah dengan mengonsumsi makanan bernutrisi lebih banyak, seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak.
  • Kesulitan mencerna karena asam lambung yang tinggi. Ini dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan tinggi PROTEIN bersama makanan berat pada pagi hari yang mengandung nasi atau sereal. Hal ini akan membantu menurunkan asam lambung dan mempermudah pencernaan.
  • Membutuhkan waktu dan usaha lebih dalam mempersiapkan makanan. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan susu hamil sebagai alternatif sumber nutrisi yang praktis.

Meningkatkan asupan PROTEIN sangat penting selama masa kehamilan karena berperan dalam memperbaiki jaringan tubuh, termasuk plasenta dan otot-otot Buah Hati. Oleh karena itu, Ibu perlu mengonsumsinya dengan jumlah yang cukup untuk memastikan kesehatan dan pertumbuhan yang optimal bagi Buah Hati dalam kandungan.

Kesulitan Meningkatkan PROTEIN

Beberapa Ibu mungkin mengalami kesulitan meningkatkan asupan nutrisi ini karena mengandalkan menu makanan yang sama seperti sebelum hamil. 

Sebagian Ibu di Indonesia terbiasa makan makanan yang mengandung banyak karbohidrat dan sayur-mayur, namun kurang memperhatikan asupan makanan yang tinggi PROTEIN. Contoh, makan nasi dengan mie tanpa daging, atau makan nasi dengan lalapan tanpa telur. 

Ibu perlu memperbaiki kebiasaan makan sehat dan bernutrisi untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Tabel di bawah adalah contoh makanan yang dapat dikonsumsi serta jumlah kandungannya.

Jenis Makanan

Kandungan PROTEIN per 80 gram

Daging ayam bagian dada tanpa kulit

26 gram

Ikan Salmon

17 gram

Daging sapi bagian lidah

16 gram

Cumi

12 gram

Telur 50 gram

6 gram

 

Kesulitan Proses Pencernaan PROTEIN pada Tubuh Ibu

Pada beberapa kondisi, Ibu hamil mungkin mengalami kesulitan dalam mencerna PROTEIN. Ini bisa disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron yang dapat mengurangi kontraksi otot pencernaan. Karena kontraksi berkurang, maka Ibu perlu waktu lebih lama untuk mencerna makanan.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi PROTEIN bersama dengan menu yang mengandung nasi atau sereal pada pagi hari. Ini bisa membantu menurunkan kadar asam lambung dan mempercepat pencernaan. Beberapa contoh makanan yang bisa dikonsumsi adalah telur, daging ayam, ikan, dan kacang-kacangan.

Selain itu juga disarankan untuk makan dengan porsi kecil namun frekuensi yang lebih sering. Ini akan membantu tubuh untuk mencerna makanan dengan lebih baik. Selain itu, makan dengan porsi lebih kecil tapi sering akan mencegah terjadinya gangguan pencernaan. Jangan lupa untuk memilih makanan yang sehat dan seimbang untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

Membutuhkan Lebih Banyak Waktu dan Usaha untuk Mengolah Bahan Makanan

Salah satu tantangan dalam memberikan asupan PROTEIN yang cukup selama kehamilan adalah membutuhkan waktu dan usaha yang lebih untuk mempersiapkan makanan. Selain itu, masih jarang tersedia suplemen khusus kehamilan di pasaran. Namun, ada solusi alternatif, yaitu dengan mengonsumsi susu hamil dengan nutrisi yang tepat.

Susu hamil kaya akan nutrisi penting seperti PROTEIN, kalsium, dan zat besi yang diperlukan oleh Ibu dan Buah Hati dalam kandungan. Susu yang kaya gizi ini akan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian dengan praktis dan efisien.

Bu, mari tingkatkan asupan nutrisi selama masa kehamilan dengan mengonsumsi makanan yang kaya PROTEIN. Lengkapi juga dengan mengonsumsi susu PRENAGEN mommy. PRENAGEN mommy terbukti memiliki kandungan PROTEIN lebih tinggi, serta diperkaya dengan nutrisi penting lainnya yang baik untuk Ibu dan Buah Hati. Yuk cari tahu nutrisi-nutrisi tersebut di sini: Mengapa Kandungan PRENAGEN mommy Disukai Para Ibu?.