Gejala & Solusi

Positif Hamil tapi Keluar Darah Terus: Penyebab, Tanda Bahaya & Solusi

Positif Hamil tapi Keluar Darah Terus: Penyebab, Tanda Bahaya & Solusi

Positif hamil tapi keluar darah terus-menerus, kondisi tersebut tentu membuat Ibu khawatir, bukan? Beberapa orang mungkin berpikir bahwa perdarahan saat hamil merupakan tanda-tanda keguguran. Padahal, kondisi ini sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh keguguran, lho.

Keluar darah dari vagina saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan hormon dan aktivitas fisik secara berlebihan berlebihan. Lantas, apa penyebab positif hamil tapi keluar darah terus-menerus? Agar lebih memahaminya, Ibu bisa simak ulasan di bawah ini sampai tuntas, ya!

Apakah Normal Mengalami Pendarahan Terus Menerus Saat Hamil? Kapan Harus Khawatir?

Ketika Ibu dinyatakan positif hamil tapi keluar darah, wajar jika rasa khawatir muncul. Perlu dipahami, tidak semua pendarahan saat hamil berbahaya. Faktanya, flek atau pendarahan ringan di trimester pertama cukup umum terjadi dan seringkali tidak mengancam kehamilan.

Pendarahan Normal (Implantasi atau Perubahan Hormon):

  • Warna: Merah muda, cokelat muda, atau merah terang yang sangat sedikit.
  • Intensitas: Hanya flek atau bercak, tidak membasahi pembalut.
  • Durasi: Beberapa jam hingga 1-2 hari, bersifat timbul-tenggelam.
  • Gejala Penyerta: Kram perut ringan, tidak ada nyeri hebat.

Namun, Ibu HARUS SEGERA menghubungi dokter kandungan jika mengalami:

  • Pendarahan berat: Darah yang keluar banyak, membasahi pembalut dalam waktu singkat (seperti menstruasi berat).
  • Warna darah merah terang atau kehitaman: Terutama jika disertai gumpalan darah besar.
  • Nyeri perut hebat: Kram kuat yang terus-menerus, nyeri tajam di satu sisi perut, atau nyeri punggung yang parah.
  • Keluarnya jaringan: Ada gumpalan darah besar atau jaringan yang keluar dari vagina.
  • Pusing, lemas, atau pingsan: Ini bisa menjadi tanda kehilangan darah yang signifikan.
  • Demam atau menggigil: Bisa mengindikasikan infeksi.

Ingat, meskipun pendarahan ringan bisa normal, setiap perdarahan saat hamil perlu diwaspadai. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi kehamilan Ibu dan janin.

Penyebab Perdarahan saat Hamil

Penyebab perdarahan saat kehamilan sangat bervariasi, mulai dari kondisi ringan yang tidak berbahaya hingga komplikasi serius yang memerlukan penanganan medis segera. Berikut adalah beberapa penyebab paling umum:

1. Pendarahan Implantasi

Ini sering terjadi di awal kehamilan (sekitar 6-12 hari setelah pembuahan) ketika embrio menempel pada dinding rahim. Biasanya berupa flek ringan berwarna merah muda atau cokelat yang berlangsung singkat.

2. Perubahan Hormon dan Aliran Darah ke Serviks

Selama kehamilan, peningkatan hormon dan aliran darah ke leher rahim (serviks) membuat area ini lebih sensitif. Kontak fisik, seperti setelah berhubungan intim atau pemeriksaan panggul, bisa menyebabkan pendarahan ringan.

3. Olahraga atau Aktivitas Fisik Berlebihan

Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat atau berlebihan tanpa istirahat yang cukup dapat memicu stres pada tubuh Ibu hamil, yang kadang-kadang bermanifestasi sebagai flek atau pendarahan ringan. Penting untuk mendengarkan tubuh dan menyesuaikan intensitas aktivitas.

4. Infeksi Vagina atau Leher Rahim

Infeksi, seperti infeksi jamur atau bakteri, dapat menyebabkan iritasi dan pendarahan ringan. Penting untuk segera diobati untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

5. Polip Serviks

Polip adalah pertumbuhan non-kanker pada leher rahim yang dapat berdarah, terutama setelah berhubungan intim atau aktivitas fisik.

6. Keguguran

Ini adalah kekhawatiran terbesar bagi banyak Ibu hamil. Pendarahan akibat keguguran biasanya dimulai dengan bercak ringan yang kemudian menjadi lebih deras, disertai kram perut yang kuat, nyeri punggung, dan keluarnya gumpalan darah atau jaringan. Keguguran sering terjadi pada trimester pertama.

7. Kehamilan Ektopik (Di Luar Kandungan)

Kondisi serius di mana embrio menempel di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Gejalanya meliputi pendarahan vagina yang tidak normal, nyeri tajam di satu sisi perut, pusing, dan lemas. Ini adalah kondisi darurat medis.

8. Masalah Plasenta (Trimester Kedua dan Ketiga)

Pada tahap kehamilan yang lebih lanjut, pendarahan bisa disebabkan oleh kondisi seperti plasenta previa (plasenta menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir) atau solusio plasenta (plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum waktunya). Kedua kondisi ini memerlukan perhatian medis segera.

Penting untuk diingat bahwa diagnosis penyebab pendarahan hanya bisa dilakukan oleh dokter. Jangan menunda untuk mencari bantuan medis jika Ibu mengalami pendarahan saat hamil.

Perbedaan Perdarahan Normal dan Keguguran

Pendarahan atau flek yang normal saat hamil biasanya memiliki beberapa karakteristik khas, di antaranya berwarna kecoklatan, merah muda, atau merah terang, terjadi 6–12 hari setelah pembuahan, terjadi selama beberapa jam atau hari, bersifat timbul hilang, dan disertai dengan kram perut ringan. Darah tanda hamil bukan berarti haid. Kenali perbedaan keduanya agar tidak keliru.

Sementara itu, sejumlah gejala yang menandakan bahwa Ibu mengalami kehamilan akibat keguguran, di antaranya:

  • Dimulai dengan bercak ringan yang intensitasnya akan terus meningkat.
  • Seiring waktu, dapat mengeluarkan perdarahan lebih deras dan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan perdarahan kehamilan pada umumnya (normal).
  • Mengeluarkan gumpalan darah lebih padat dan besar. Terkadang, Ibu dapat melihat adanya jaringan janin yang telah terbentuk dalam gumpalan tersebut.
  • Warna darah lebih gelap, biasanya merah kehitaman, namun tidak selalu merah gelap.
  • Keguguran disertai dengan sejumlah gejala lain, seperti:
  • Kram dan nyeri perut bagian bawah (lebih parah daripada menstruasi).
  • Nyeri punggung ringan hingga berat.
  • Keluar keputihan berwarna kemerahan.
  • Berat badan menurun.
  • Kontraksi menyakitkan.
  • Berkurangnya gerakan janin.

Kapan Harus Segera ke Dokter? Tanda Bahaya Pendarahan Saat Hamil

Meskipun beberapa pendarahan saat hamil bisa normal, ada tanda-tanda peringatan yang menunjukkan bahwa Ibu perlu segera mencari bantuan medis. Jangan pernah mengabaikan tanda-tanda ini:

  • Pendarahan Hebat: Jika darah yang keluar sangat banyak, membasahi pembalut dalam waktu singkat (seperti menstruasi berat), atau terus-menerus mengalir.
  • Darah Merah Terang atau Kehitaman dengan Gumpalan Besar: Terutama jika disertai keluarnya jaringan janin.
  • Nyeri Perut Hebat atau Kram Kuat: Nyeri yang tidak tertahankan, nyeri tajam di satu sisi perut, atau kram yang lebih parah dari menstruasi.
  • Nyeri Punggung yang Parah: Terutama jika disertai pendarahan.
  • Pusing, Lemas, atau Pingsan: Tanda-tanda kehilangan darah atau syok.
  • Demam atau Menggigil: Bisa mengindikasikan infeksi.
  • Tidak Merasakan Gerakan Janin (pada kehamilan lanjut): Jika Ibu sudah merasakan gerakan janin, namun tiba-tiba berkurang atau berhenti, segera hubungi dokter.

Segera hubungi dokter kandungan atau pergi ke unit gawat darurat jika Ibu mengalami salah satu gejala di atas. Penanganan cepat sangat penting untuk kesehatan Ibu dan janin.

Cara Mengatasi Perdarahan saat Hamil secara Mandiri

Perawatan medis bagi Ibu yang positif hamil tapi keluar darah terus-menerus akan disesuaikan dengan penyebabnya. Kendati demikian, ada beberapa tips perawatan mandiri yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi perdarahan di masa kehamilan, di antaranya:

  • Istirahat yang cukup.
  • Menciptakan pola tidur berkualitas.
  • Mengganjal kaki saat duduk atau tidur menggunakan bantal.
  • Menghindari aktivitas fisik dengan intensitas berat.
  • Menghindari perjalanan jarak jauh atau bepergian jauh.
  • Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum cukup air putih sebanyak 8–12 gelas per hari untuk Ibu hamil guna mencegah dehidrasi.

Di samping menerapkan beberapa saran perawatan mandiri di rumah tersebut, jangan lupa juga untuk memenuhi gizi seimbang Ibu hamil guna mengatasi maupun mencegah masalah kehamilan, termasuk perdarahan abnormal.

Untuk menjaga kesehatan kandungan dan Ibu selama kehamilan, dibutuhkan berbagai nutrisi, termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Di mana, kebutuhan nutrisi tersebut bisa didapatkan melalui menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Itulah pentingnya memperhatikan pilihan makanan selama kehamilan.

Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dapat membantu Ibu hamil mewujudkan kehamilan yang berlangsung sehat, baik bagi Ibu maupun si kecil. Ingin tahu apa saja makanan bergizi yang baik dikonsumsi oleh Ibu hamil? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel Nutrisi dan Makanan yang Baik untuk Ibu Hamil.

Referensi:

  • Alodokter. Penyebab Positif Hamil tapi Tetap keluar Darah Terus-menerus. Diakses tanggal 14 Februari 2024. https://www.alodokter.com/penyebab-positif-hamil-tetapi-keluar-darah-terus-menerus-dan-penanganannya.
  • Healthy WA. Bleeding or pain in Early Pregnancy. Diakses tanggal 14 Februari 2024. https://www.healthywa.wa.gov.au/Articles/A_E/Bleeding-or-pain-in-early-pregnancy#:~:text=Vaginal%20bleeding%20in%20the%20early,first%2012%20weeks%20of%20pregnancy.
  • Klik Dokter. Perbedaan Darah Keguguran dan Perdarahan Normal. Diakses tanggal 14 Februari 2024. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/perbedaan-darah-keguguran-dan-perdarahan-normal.
  • Siloam Hospitals. Perbedaan Flek Hamil dan Haid. Diakses tanggal 14 Februari 2024.https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/perbedaan-flek-hamil-dan-haid.

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Kenali Penyebab Gingivitis Gravidarum dan Cara Mengatasinya
Pahami apa itu gingivitis gravidarum, risiko radang gusi di tiap trimester, pengaruh morning sickness, hingga nutrisi penting pencegah radang gusi.
Masa Kehamilan
Usia Kehamilan Aterm untuk Persalinan dan Tumbuh Kembang Buah Hati
Ketahui jawaban pasti berapa minggu usia kehamilan aterm menurut klasifikasi medis terbaru, risiko persalinan, serta panduan nutrisi trimester ketiga di sini.
Masa Kehamilan
Manfaat Pilates Ibu Hamil dan Gerakan Aman Per Trimester
Ketahui mengenai pilates untuk ibu hamil, manfaatnya bagi persalinan, panduan gerakan per trimester, hingga tips nutrisi untuk pemulihan otot Ibu.
Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN