Pada awal trimester, terlebih bagi Ibu yang baru pertama kali hamil rasanya sulit mengetahui perbedaan darah haid dan hamil. Perbedaan yang bisa Ibu perhatikan yaitu menggumpal atau tidaknya darah yang keluar. Umumnya darah menstruasi yang keluar disertai dengan gumpalan. Sedangkan darah flek hamil (implantasi) tidak disertai gumpalan. Selain itu, masih ada cara lainnya yang bisa Ibu gunakan untuk membedakan keduanya. Baca selengkapnya di sini yuk.
Pendarahan implantasi adalah pendarahan saat embrio menempel pada rahim. Kondisi ini dialami ketika masa ovulasi dimana sel telur dikeluarkan dari indung telur atau ovarium. Sering kali Ibu sulit membedakan kapan bercak darah tanda hamil muncul. Pendarahan implantasi terjadi seminggu setelah ovulasi atau sekitar 6 hingga 12 hari setelah pembuahan.
Pendarahan implantasi terjadi saat pembuahan berhasil, embrio akan mulai berkembang. Setelah ovulasi, pembuahan mengikuti masa hidup sel telur atau biasanya dalam 24-36 jam pada tuba falopi. Embrio yang berhasil dibuahi akan bergerak mencapai rahim mulai 6-12 hari.
Saat inilah, dinding rahim akan menebal untuk melindungi dan memberikan dukungan nutrisi untuk embrio. Embrio yang telah berada di rahim akan menempel pada dinding dan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil, atau dikenal juga dengan pendarahan implantasi.
Serupa tapi tak sama. Ibu pasti sering mendengar kalimat ini. Sama seperti darah haid atau tanda kehamilan, gejalanya serupa tapi tidaklah sama. Untuk itu, sering kali sulit dibedakan keduanya. Kenapa tanda pra-menstruasi dan kehamilan cenderung mirip? Hal ini disebabkan adanya perubahan hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh.
Untuk memastikan kehamilan, tentunya Ibu perlu melakukan tes kehamilan dengan test pack di rumah setelah seminggu terlambat haid atau konsultasi ke dokter. Pada fasilitas kesehatan, Ibu disarankan melakukan serangkaian pemeriksaan. Sebelum itu, ketahui dulu perbedaan darah haid dan hamil, beserta tanda lainnya berikut ini.
“Apakah darah implantasi ada gumpalannya?” Tentu, Ibu cenderung bingung jika haid umumnya ditemui gumpalan darah yang besar dan terlihat saat buang air kecil. Namun pendarahan implantasi, tidak berupa gumpalan. Bahkan hanya setitik atau segaris darah saja yang keluar.
Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari dengan rata-rata 28 hari. Waktu haid terjadi pada umumnya yakni 3 hingga 7 hari. Tetapi, pendarahan implantasi berlangsung dalam rentang dalam beberapa jam sampai dengan maksimal 3 hari. Namun, soal aroma darah implantasi tidak terlalu menyengat mengingat pendarahan bisa hanya beberapa jam saja.
Jika haid umumnya berwarna gelap dan cenderung terang setelah mendekati akhir periode, berbeda dengan darah implantasi yang merah muda. Dilansir KlikDokter, darah implantasi seperti pink dan coklat. Ini juga bisa menjadi warna darah haid terakhir sebelum hamil.
Kondisi haid yang normal mengeluarkan volume darah sekitar 20-60 milliliter per hari. Tak heran, jika Ibu harus memakai pembalut agar melindungi celana tidak ternoda. Namun, contoh flek tanda kehamilan atau pendarahan implantasi tidak memerlukan pembalut, volumenya lebih sedikit bahkan bisa berupa satu hingga dua tetes saja.
Siapa Ibu yang kalau lagi haid sering sakit perut? Sakitnya terus menerus dan cenderung berpusat pada satu titik seperti bagian tengah perut bawah. Pada saat implantasi, sakit perut tetap dialami, namun terasa tipis, sering menghilang dan muncul kembali. Bagian perut bawah yang sakit pada sisi kiri dan kanan atau keduanya.
Menurut KlikDokter, pada saat Premenstrual Syndrome atau PMS nyeri payudara berlangsung selama 2-3 hari sebelum haid. Rasanya kencang dan nyeri saat tersentuh. Berbeda dengan tanda hamil, nyeri payudara berlangsung lama bahkan hingga kehamilan 7-8 minggu. Pada trimester ketiga, payudara juga akan mengalami nyeri karena sedang persiapan menyusui.
Menjelang haid, rasa lelah sering kali Ibu rasakan dan inginnya terus istirahat. Namun begitu, rasa lelah ini akan berangsur menghilang saat haid tiba. Berbeda dengan kehamilan, rasa lelah dialami dalam waktu yang lama yaitu terjadi selama kehamilan. Rasa lelahnya seperti lesu dan lemas.
Ketika menstruasi tiba, perut kadang kembung dan bisa terkena diare. Namun tidak disertai dengan gejala mual muntah. Sedangkan tanda kehamilan, mual muntah menjadi salah satu gejala umum dimulai setelah pembuahan sampai usia kehamilan 9 minggu. Tetapi, tidak semua ibu hamil bisa mengalami morning sickness atau mual muntah.
Ibu sudah mengenali perbedaan darah haid dan hamil, serta melakukan test pack. Hasilnya adalah positif, akan tetapi ada keluar darah seperti haid. Apakah ini normal? Sebelum itu, Ibu perlu tahu seperti apa darah yang keluar. Misalnya saja, warna darah dan volume darah tersebut banyak atau hanya sedikit berupa flek.
Ibu yang sedang hamil tidak akan mengalami haid, sehingga anggapan contoh hamil tapi haid tentu tidaklah ada. Jika volume darah tidak banyak atau flek berwarna coklat, hal ini normal terjadi. Flek coklat menandakan adanya pendarahan ringan pada sistem reproduksi. Sebanyak 20-30% ibu hamil mengalami flek pada trimester awal.
Baca juga: Apakah Telat Haid Salah Satu Ciri-ciri Kehamilan? Kenali Sebabnya
Kendati begitu, Ibu tetap disarankan berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa tanda dan penyebab pendarahan saat kehamilan.
Setelah tahu perbedaan darah haid dan hamil, Ibu bisa melakukan test pack untuk mendapatkan hasil hamil atau tidak secara sementara. Jika hasil test pack menunjukkan hasil positif atau negatif, Ibu disarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dan dokter dalam memastikan kondisi terkini.