Perbedaan Darah Haid dan Hamil

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Perbedaan Darah Haid dan Hamil

Wanita sering salah mengartikan bercak darah saat hamil sebagai darah haid. Pasalnya, perdarahan implantasi bisa mirip dengan menstruasi, tetapi lebih ringan. Durasi dan warna darahnya pun berbeda. 

Saat haid, bercak darah yang muncul biasanya berwarna merah cerah dan durasinya bisa berlangsung hingga 7 hari. Sedangkan, darah hamil atau perdarahan implantasi berwarna merah muda atau kecoklatan dan hanya berlangsung sekitar tiga hari saja. 

Untuk mengetahui penjelasan selengkapnya terkait perbedaan keduanya, simak artikel ini sampai habis ya Bu.

Apa Itu Pendarahan Implantasi?

Pendarahan implantasi adalah pendarahan saat embrio menempel pada rahim. Kondisi ini dialami ketika masa ovulasi dimana sel telur dikeluarkan dari indung telur atau ovarium. Sering kali Ibu sulit membedakan kapan bercak darah tanda hamil muncul. Pendarahan implantasi terjadi seminggu setelah ovulasi atau sekitar 6 hingga 12 hari setelah pembuahan.

Pendarahan implantasi terjadi saat pembuahan berhasil, embrio akan mulai berkembang. Setelah ovulasi, pembuahan mengikuti masa hidup sel telur atau biasanya dalam 24-36 jam pada tuba falopi. Embrio yang berhasil dibuahi akan bergerak mencapai rahim mulai 6-12 hari.

Saat inilah, dinding rahim akan menebal untuk melindungi dan memberikan dukungan nutrisi untuk embrio. Embrio yang telah berada di rahim akan menempel pada dinding dan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil, atau dikenal juga dengan pendarahan implantasi.  Ingin mengetahui jenis pendarahan ini lebih detail? Yuk, kenali apa itu pendarahan implantasi.

Perbedaan Darah Haid dan Hamil

Serupa tapi tak sama. Ibu pasti sering mendengar kalimat ini. Sama seperti darah haid atau tanda kehamilan, gejalanya serupa tapi tidaklah sama. Untuk itu, sering kali sulit dibedakan keduanya. Kenapa tanda pra-menstruasi dan kehamilan cenderung mirip? Hal ini disebabkan adanya perubahan hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh.

Untuk memastikan kehamilan, tentunya Ibu perlu melakukan tes kehamilan dengan test pack di rumah setelah seminggu terlambat haid atau konsultasi ke dokter. Pada fasilitas kesehatan, Ibu disarankan melakukan serangkaian pemeriksaan. Sebelum itu, ketahui dulu perbedaan darah haid dan hamil, beserta tanda lainnya berikut ini.

1. Darah Haid: Adanya Gumpalan - Darah Implantasi: Tidak Ada Gumpalan

“Apakah darah implantasi ada gumpalannya?” Tentu, Ibu cenderung bingung jika haid umumnya ditemui gumpalan darah yang besar dan terlihat saat buang air kecil. Namun pendarahan implantasi, tidak berupa gumpalan. Bahkan hanya setitik atau segaris darah saja yang keluar.

Sebenarnya, bagaimana tanda awal kehamilan? Untuk informasi selengkapnya, baca di sini: 11 Ciri-ciri Hamil yang Wajib Diketahui dan Mudah Dikenali.

2. Jangka Waktu Haid: 3-7 Hari - Jangka Waktu Implantasi: Maksimal 3 Hari

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari dengan rata-rata 28 hari. Waktu haid terjadi pada umumnya yakni 3 hingga 7 hari. Tetapi, pendarahan implantasi berlangsung dalam rentang dalam beberapa jam sampai dengan maksimal 3 hari. Namun, soal aroma darah implantasi tidak terlalu menyengat mengingat pendarahan bisa hanya beberapa jam saja.

3. Warna Darah Haid: Gelap - Warna Darah Implantasi: Merah Muda

Jika haid umumnya berwarna gelap dan cenderung terang setelah mendekati akhir periode, berbeda dengan darah implantasi yang merah muda. Dilansir KlikDokter, darah implantasi seperti pink dan coklat. Ini juga bisa menjadi warna darah haid terakhir sebelum hamil.

4. Volume Darah Haid: Banyak - Volume Darah Implantasi: Sedikit

Kondisi haid yang normal mengeluarkan volume darah sekitar 20-60 milliliter per hari. Tak heran, jika Ibu harus memakai pembalut agar melindungi celana tidak ternoda. Namun, contoh flek tanda kehamilan atau pendarahan implantasi tidak memerlukan pembalut, volumenya lebih sedikit bahkan bisa berupa satu hingga dua tetes saja.

5. Haid: Sakit Perut Intens - Tanda Hamil: Timbul dan Muncul Kembali

Siapa Ibu yang kalau lagi haid sering sakit perut? Sakitnya terus menerus dan cenderung berpusat pada satu titik seperti bagian tengah perut bawah. Pada saat implantasi, sakit perut tetap dialami, namun terasa tipis, sering menghilang dan muncul kembali. Bagian perut bawah yang sakit pada sisi kiri dan kanan atau keduanya.

6. Haid: Nyeri Payudara Menghilang - Tanda Hamil: Nyeri Payudara Tetap Berlangsung

Menurut KlikDokter, pada saat Premenstrual Syndrome atau PMS nyeri payudara berlangsung selama 2-3 hari sebelum haid. Rasanya kencang dan nyeri saat tersentuh. Berbeda dengan tanda hamil, nyeri payudara berlangsung lama bahkan hingga kehamilan 7-8 minggu. Pada trimester ketiga, payudara juga akan mengalami nyeri karena sedang persiapan menyusui.

7. Haid: Rasa Lelah Hilang Saat Periode Tiba - Tanda Hamil: Rasa Lelah Berlangsung Lama

Menjelang haid, rasa lelah sering kali Ibu rasakan dan inginnya terus istirahat. Namun begitu, rasa lelah ini akan berangsur menghilang saat haid tiba. Berbeda dengan kehamilan, rasa lelah dialami dalam waktu yang lama yaitu terjadi selama kehamilan. Rasa lelahnya seperti lesu dan lemas.

8. Haid: Cenderung Tidak Mual Muntah - Tanda Hamil: Mual Muntah

Ketika menstruasi tiba, perut kadang kembung dan bisa terkena diare. Namun tidak disertai dengan gejala mual muntah. Sedangkan tanda kehamilan, mual muntah menjadi salah satu gejala umum dimulai setelah pembuahan sampai usia kehamilan 9 minggu. Tetapi, tidak semua ibu hamil bisa mengalami morning sickness atau mual muntah.

9. Apakah Darah Implantasi Berlendir?

Adanya lendir tidak menjadi tanda utama apakah itu darah implantasi karena pada darah haid juga terdapat lendir. Hanya saja yang membedakan lendir keduanya adalah warna dan konsistensinya.

Beberapa perempuan kemungkinan akan mengalami gejala yang berbeda terkait pendarahan implantasi, ada yang perdarahannya bercampur lendir dan ada yang tidak.

Lendir yang muncul pada darah implantasi merupakan lendir serviks. Lendir ini juga muncul saat haid, konsistensinya seperti putih telur. Sedangkan pada saat hamil, lendir serviks akan terlihat putih seperti susu. Masih bingung mengenali keduanya? Yuk, baca artikel selengkapnya mengenai perbedaan darah haid dan hamil serta penyebabnya.

Bagaimana Jika Positif Hamil Tapi Keluar Darah Seperti Haid?

Ibu sudah mengenali perbedaan darah haid dan hamil, serta melakukan test pack. Hasilnya adalah positif, akan tetapi ada keluar darah seperti haid. Apakah ini normal? Sebelum itu, Ibu perlu tahu seperti apa darah yang keluar. Misalnya saja, warna darah dan volume darah tersebut banyak atau hanya sedikit berupa flek.

Ibu yang sedang hamil tidak akan mengalami haid, sehingga anggapan contoh hamil tapi haid tentu tidaklah ada. Jika volume darah tidak banyak atau flek berwarna coklat, hal ini normal terjadi. Flek coklat menandakan adanya pendarahan ringan pada sistem reproduksi. Sebanyak 20-30% ibu hamil mengalami flek pada trimester awal.

Baca juga: Apakah Telat Haid Salah Satu Ciri-ciri Kehamilan? Kenali Sebabnya

Pendarahan saat Hamil Muda yang perlu Diwaspadai

Kendati begitu, Ibu tetap disarankan berkonsultasi ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Sebab, pendarahan saat sedang hamil muda dapat disebabkan oleh beragam penyakit yang perlu dirawat sebaik mungkin.

Berikut ini kemungkinan penyebabnya:

  • Ancaman keguguran
  • Kehamilan ektopik, atau kehamilan di luar kandungan
  • Blighted ovum atau hamil kosong
  • Infeksi saluran reproduksi, akibat jamur atau bakteri

Ibu, berhubungan seks ketika sedang hamil muda juga dapat menyebabkan pendarahan. Oleh karena itu, perlu dihindari ya.

Adapun pendarahan yang disebabkan oleh ancaman keguguran perlu segera dilaporkan ke dokter. Sebab, dokter akan berupaya agar janin Ibu dapat diselamatkan. Bila tidak berhasil diselamatkan, dokter juga akan berusaha agar rahim Ibu dapat memperoleh kesuburannya kembali. Ingin tahu seperti apa pendarahan yang terjadi karena keguguran? Yuk, lihat di sini: Keluar Flek Sedikit Saat Hamil Muda

Cara Menghentikan Flek Saat Hamil Muda

Jika Ibu mengalami pendarahan saat hamil, jangan panik ya. Berikut beberapa cara yang bisa Ibu terapkan untuk mengatasi kondisi ini.

Istirahat 

Hal pertama yang perlu Ibu lakukan yaitu beristirahat secara total. Sebab, Ibu perlu mengurangi aktivitas berdiri dan berjalan. Dengan beristirahat secara penuh, plasenta dapat melindungi rahim dan dapat mengurangi risiko keguguran. 

Jangan Berhubungan Intim

Saat mengalami pendarahan, sebaiknya jangan berhubungan intim untuk sementara waktu. Lalu kapan Ibu dan Ayah boleh berhubungan intim lagi? Untuk ini, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter ya Bu. Sebab, Ibu dan Ayah perlu benar-benar memastikan kondisi Buah Hati dalam keadaan baik. 

Menggunakan Pembalut

Memakai pembalut merupakan cara lain yang bisa Ibu lakukan. Dengan memakai pembalut, Ibu dapat memantau volume darah yang keluar dan warna seperti merah muda atau kecoklatan. Dengan mengetahui volume dan warna darah, Ibu dapat mengidentifikasi apakah pendarahan yang Ibu alami normal atau tidak. 

Setelah tahu perbedaan darah haid dan hamil, Ibu bisa melakukan test pack untuk mendapatkan hasil hamil atau tidak secara sementara. Jika hasil test pack menunjukkan hasil positif atau negatif, Ibu disarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dan dokter dalam memastikan kondisi terkini.