Preeklamsia pada Ibu Hamil: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Preeklamsia pada Ibu Hamil: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Menjalani masa kehamilan dengan lancar dan selalu sehat, pasti menjadi harapan semua Ibu. Tetapi sebaik apapun menjaga diri, kadang terjadi kondisi tak terduga. Bahkan hampir tanpa gejala, yang berpotensi menyebabkan komplikasi dan mengancam keselamatan Ibu dan calon Buah Hati. Contohnya, terjadi preeklamsia. Bu, cari tahu yuk, apa itu preeklamsia, gejala, penyebab, hingga cara mencegahnya dengan membaca artikel ini sampai selesai.

Apa Itu Preeklamsia?

Berdasarkan referensi kesehatan yang tayang di WebMD, Keith Eddleman, MD, Maternal-Fetal Medicine, mengatakan preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan tekanan darah tak terkontrol, adanya protein dalam urine, serta terjadi pembengkakan di kaki dan tangan. 

Gejala Preeklamsia

Preeklamsia menjadi berbahaya karena sering kali tidak memiliki gejala yang kasat mata secara langsung. Biasanya, gejala preeklamsia baru diketahui dari pemeriksaan rutin setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Tapi, untuk beberapa kondisi tertentu, ada Ibu hamil yang mengalami gejala preeklamsia, seperti:

  • Pusing hingga sakit kepala atau kepala terasa berat.
  • Gangguan penglihatan, seperti mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya dan pandangan kabur.
  • Frekuensi buang air kecil berkurang dengan volume air kencing sedikit.
  • Berat badan naik secara tiba-tiba dan terjadi pembengkakan pada kaki, tangan, serta wajah.
  • Muncul rasa nyeri di bagian atas perut sebelah kanan (di bagian bawah tulang rusuk kanan), mual, dan muntah.
  • Tekanan darah sistolik lebih dari 130 mmHg atau tekanan darah diastolik di atas 90 mmHg pada dua kali pemeriksaan dengan jarak minimal 4 jam.

Penyebab Preeklamsia

 

Belum ada referensi yang menyebutkan secara pasti penyebab preeklamsia. Meski begitu, Ibu perlu mewaspadai beberapa faktor berikut yang bisa memicu terjadinya komplikasi kehamilan, di antaranya:

  • Bawaan genetik, seperti punya keluarga yang pernah mengalami preeklamsia atau Ibu sendiri pernah mengalami preeklamsia pada kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan pertama di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun.
  • Kehamilan in vitro fertilization (bayi tabung).
  • Mengalami obesitas selama masa hamil.
  • Punya riwayat penyakit autoimun, hipertensi, diabetes, atau penyakit gangguan darah lainnya.
  • Hamil anak kembar atau jarak kehamilan lebih dari 10 tahun dari kehamilan sebelumnya.

Pencegahan Preeklamsia

Supaya terhindar dari komplikasi kehamilan, Ibu bisa melakukan pencegahan preeklamsia dengan cara:

  • Kontrol kehamilan secara rutin di dokter atau pusat kesehatan, termasuk cek tekanan darah, gula darah.
  • Menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi lengkap, dan membatasi konsumsi garam.
  • Rutin olahraga dan menjaga berat badan selama masa kehamilan.
  • Konsumsi suplemen vitamin dan mineral yang diresepkan dokter kandungan, serta hindari merokok, alkohol atau konsumsi zat berbahaya lainnya.

Pengobatan Preeklamsia

 

Apa yang harus dilakukan saat merasakan gejala preeklamsia? Segera hubungi dokter. Pengobatan preeklamsia tidak bisa dilakukan secara sembarangan ya, Bu, karena berisiko membahayakan keselamatan Ibu dan Buah Hati.

Setelah memahami preeklamsia pada Ibu hamil, mulai dari gejala preeklamsia, penyebab preeklamsia, hingga cara mencegahnya, kini saatnya Ibu mulai menjaga kesehatan. Nah, salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan, yaitu dengan memastikan hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bagus untuk Ibu hamil

 

 

Referensi: