Masa Menyusui

8 Hal yang Bunda Harus Perhatikan Saat Melakukan Pumping Bayi

Ditulis oleh: Amicis

8 Hal yang Bunda Harus Perhatikan Saat Melakukan Pumping Bayi

Menjadi ibu baru tidak mudah, ada banyak pengalaman baru yang harus ibu hadapi, salah satunya adalah pumping bayi. Bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun memang sangat disarankan untuk mendapatkan ASI eksklusif agar tumbuh kembangnya bisa maksimal. Untuk memastikan kebutuhan ASI buah hati tercukupi, tak jarang ibu harus memompa ASI atau pumping bayi. ASI yang sering dipompa dapat memicu payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak. Selain itu, memompa ASI juga bisa meringankan tekanan di dalam payudara jika ibu memiliki produksi ASI yang berlebih.

Baca juga:Cara Menyusui Bayi Baru Lahir Tanpa Khawatir

Pumping bayi bisa dilakukan secara manual maupun dengan cara modern menggunakan alat pompa elektrik. Walaupun terlihat sepele dan mudah, namun memompa ASI tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Agar aman untuk ibu dan buah hati, ada beberapa hal yang perlu ibu tahu saat melakukan pumping bayi. Apa saja?

1. Pilih Pompa ASI yang Tepat

Saat ini ada banyak pilihan alat pumping bayi, mulai dari manual hingga elektrik yang menggunakan teknologi canggih. Agar nyaman dan bisa memompa ASI dengan maksimal, ibu harus memilih alat pompa yang tepat. Pasalnya pemilihan alat pumping bayi bisa mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan.

Menurut beberapa dokter, pompa ASI elektrik lebih disarankan dibandingkan pompa ASI manual. Hal ini karena pompa manual kadang tidak menjamin kelancaran keluarnya ASI. Selain itu, pastikan ibu memilih alat pompa dengan ukuran yang sesuai dengan payudara. Alat pompa yang tidak sesuai ukuran bisa menyebabkan payudara menjadi lecet.

2. Lakukan Pumping 2 hingga 3 Jam Sekali

Bagi ibu yang memiliki produksi ASI lancar dan cenderung berlebih, bisa melakukan pumping bayi setiap 2 hingga 3 jam sekali secara teratur. Jika tidak dilakukan secara rutin, justru bisa menghambat keluarnya ASI karena hormon inhibitor dalam tubuh menjadi tidak terkontrol. Kondisi ini menyebabkan nyeri di payudara ibu sekaligus membuat bayi tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif.

Jika telah tiba waktunya pumping namun ASI belum maksimal, ibu bisa mencoba melakukan metode power pump. Metode ini dilakukan dengan menggosokkan stok ASI yang telah dipompa ke payudara ibu untuk memberi sinyal agar produksi ASI meningkat. Ibu juga bisa melakukan metode ini di tengah melakukan pumping untuk mendapatkan ASI yang lebih maksimal.

3. Makan Makanan Bergizi

Untuk mendapatkan ASI yang berkualitas, ada baiknya sebelum melakukan pumping, ibu mengonsumsi makanan bergizi terlebih dahulu. Pasalnya nutrisi yang didapatkan oleh bayi tergantung dari makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu. Oleh karena itu, pastikan konsumsi makanan yang bergizi dan mengandung nutrisi baik untuk tumbuh kembang bayi.

Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu bisa memilih makanan kaya protein, zat besi, kalsium, asam folat dan juga vitamin A, D, E dan K. Makanan yang disarankan untuk meningkatkan pumping bayi adalah kacang almond, edamame, pepaya dan bayam. Dengan konsumsi makanan tersebut, produksi ASI bisa meningkat dan menghasilkan nutrisi ASI sesuai dengan kebutuhan buah hati.

4. Lakukan Pumping Saat Bayi Berusia 2 Bulan

Pada dasarnya pumping bayi bisa dilakukan sejak bayi baru lahir atau ketika ASI sudah mulai keluar. Akan tetapi untuk hasil pompa ASI yang lebih maksimal, ada baiknya proses ini dilakukan ketika bayi telah berusia 2 bulan. Pada usia dua bulan pertama, ada baiknya bayi menyusu secara langsung kepada ibu untuk mempererat hubungan antara ibu dan buah hati.

Sebelum memasuki usia 2 bulan, sebaiknya ibu mulai mencari tahu bagaimana cara memompa ASI yang benar serta informasi tentang alat pompa yang tepat mulai dari harga pumping bayi, jenis hingga cara menggunakannya. Dengan begitu, ketika memasuki masa pumping, ibu tidak perlu bingung lagi.

5. Istirahat Cukup dan Minum Susu Ibu Menyusui

Meskipun pumping bayi harus dilakukan secara teratur, namun ibu juga harus memperhatikan waktu untuk istirahat. Pasalnya jika kelelahan dan terlalu sering menggunakan pumping bayi elektrik, justru bisa membuat produksi ASI menjadi tidak lancar dan berkurang. Tidak hanya itu, kualitas ASI juga bisa menjadi menurun karena ibu terlalu lelah.

Untuk memastikan produksi ASI tetap lancar dan berkualitas, ibu dapat mengonsumsi susu khusus ibu menyusui yang kaya akan asam folat, zat besi , vitamin D, omega 3 dan juga tinggi kalsium yang bagus untuk tumbuh kembang bayi. Jadi sebelum menggunakan alat pumping bayi, pastikan ibu istirahat dengan cukup dan minum susu menyusui.

6. Gunakan Cup Feeder Saat Memberikan ASI Pumping pada Bayi

Pumping artinya memompa ASI untuk ditampung diberikan kepada bayi pada waktu yang dibutuhkan. Saat ibu ingin memberikan ASI hasil pumping kepada bayi, sebaiknya menggunakan cup feeder dibanding dengan menggunakan dot atau empeng. Hal ini bertujuan agar lidah bayi tetap terangsang untuk bergerak, seperti minum ASI secara langsung dari payudara ibu. Jadi ketika bayi mulai menyusu kepada ibu secara langsung tidak pasif, dengan begitu kemampuan menghisap bayi akan tetap terlatih dengan baik.

Pastikan ibu memilih jenis cup feeder yang aman untuk bayi. Pilih cup feeder dengan ujung lembut sehingga tidak akan melukai mulut buah hati. Pastikan juga sebelum digunakan, cup feeder dalam kondisi bersih dan steril. Jika diperlukan rendam sebentar dengan air hangat agar lebih steril dan ujung cup feeder menjadi lebih lembut. Dengan begitu, ASI hasil pumping bayi bisa dinikmati dengan maksimal oleh buah hati.

7. ASI Pumping Jangan Dikonsumsi Lebih Dari 3 Bulan

ASI hasil pumping bayi sebaiknya tidak dikonsumsi jika telah disimpan lebih dari 3 bulan. ASI yang sudah disimpan dalam waktu lama, biasanya akan mengalami penurunan zat-zat bioaktif sehingga lebih mudah terkontaminasi dengan bakteri. Untuk menjaga kandungan nutrisi ASI tetap utuh, pastikan ibu menyimpan ASI di lemari es dalam wadah yang tertutup rapat seperti botol kaca.

8. Bayi Tetap Rutin Menyusu Secara Langsung

Pumping bayi memang bisa menjadi alternatif bagi ibu yang sibuk bekerja dan harus meninggalkan buah hati dalam waktu yang cukup lama. Dengan lakukan pompa ASI, bayi akan tetap mendapatkan ASI eksklusif meskipun ibu harus bekerja dan atau beraktivitas di luar rumah. Kualitas ASI hasil pumping elektrik juga tidak jauh berbeda dengan menyusu langsung jika disimpan dengan tepat.

Baca juga:Beberapa Penyebab Puting Lecet Saat Menyusui

Walaupun lebih praktis, akan tetapi ada baiknya bayi tetap memberikan ASI secara langsung jika memiliki waktu senggang. Dengan menyusu secara langsung, bayi akan memiliki ikatan batin yang lebih kuat dengan ibu. Selain itu, menyusu langsung dari payudara ibu juga melatih sensorik dan kognitif bayi untuk berkembang lebih baik.

Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah yang didambakan oleh setiap wanita. Akan tetapi dibalik kebahagian tersebut, ada perjuangan yang harus ibu lakukan agar buah hati bisa tumbuh dengan baik. Salah satunya adalah dengan melakukan pumping bayi untuk memastikan stok ASI bayi tercukupi. Pastikan ibu memilih alat pompa yang tepat dan terbaik agar hasil ASI yang dipompa juga bisa maksimal, ya!