Syarat Ibu Hamil yang Mau Puasa Ramadhan

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Syarat Ibu Hamil yang Mau Puasa Ramadhan

Antusiasme Ibu hamil untuk menjalankan puasa Ramadhan di Indonesia cukup tinggi. Namun, agar tetap aman, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Beberapa hal yang penting untuk diketahui yaitu syarat boleh puasa, cara, serta keadaan janin. Lihat penjelasannya di sini yuk.

Syarat Ibu Hamil Boleh Puasa

Syarat bagi Ibu hamil untuk berpuasa terdiri dari beberapa hal. Pertama-tama, kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Selain itu, perlu dipastikan bahwa tekanan darah, pernapasan, denyut jantung, dan suhu tubuh berada dalam kondisi normal. Hal ini penting untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang berbahaya.

Selain itu juga perlu memperhatikan pola makan dan minum yang seimbang saat sahur dan berbuka. Penting juga untuk membatasi aktivitas fisik yang terlalu berat, serta mendapatkan cukup istirahat dan tidur yang berkualitas.

Bagi Ibu hamil yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes atau hipertensi, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa. Selain itu, jika merasakan gejala-gejala tidak nyaman, seperti pusing, lemas, atau mual, maka sebaiknya segera membatalkannya dan mengonsumsi makanan dan minuman yang bernutrisi.

Cara Puasa Saat Hamil

Untuk menjalani puasa saat hamil, Ibu tidak boleh melewatkan sahur serta mengonsumsi makanan yang kaya serat dan protein. Hal ini dapat membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Selain itu juga disarankan untuk minum air putih yang cukup pada saat sahur dan berbuka untuk menghindari dehidrasi.

Setelah tiba waktunya berbuka, Ibu perlu segera makan atau minum untuk mengembalikan energi yang hilang. Disarankan untuk mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu, seperti buah-buahan atau jus buah, sebelum makan makanan berat. Selain itu, hindari juga mengonsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis atau berlemak pada saat berbuka, karena hal tersebut dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis.

Jumlah kalori makanan yang diasup saat sahur dan berbuka sebaiknya mencukupi kebutuhan harian Ibu, yaitu sekitar 2,000-2,200 kalori per hari. Pilihlah makanan yang kaya serat, protein, vitamin, dan mineral, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, dan ikan.

Selain itu juga disarankan untuk sering beristirahat dan menghindari aktivitas yang terlalu berat. Usahakan untuk tidur yang cukup dan hindari stres yang berlebihan. Jika merasa tidak nyaman atau mengalami gejala yang tidak biasa, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Keadaan Janin Saat Ibu Puasa

Menurut penelitian yang diterbitkan di Pakistan Journal of Medical Sciences tahun 2015, puasa pada Ibu hamil tidak memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan Buah Hati.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa berat badan lahir, lingkar kepala, dan panjang tubuh tidak berbeda signifikan antara bayi yang lahir dari Ibu hamil yang berpuasa dan tidak. Skor APGAR juga tidak berbeda antara kedua kelompok, termasuk dalam hal aktivitas otot, denyut jantung, refleks, warna tubuh, dan pernapasan.

Kadar glukosa darah ditemukan tidak berbeda antara kelompok yang berpuasa dan tidak. Selain itu, Ibu hamil yang berpuasa mengalami peningkatan jumlah air ketuban, yang dapat menjadi tanda perkembangan Buah Hati yang normal.

Nah, supaya Ibu selalu lancar puasa Ramadhan-nya, jangan lupa minum susu hamil ya, Bu. Pilihlah susu yang cocok untuk kesehatan Ibu dan perkembangan Buah Hati. Masih bingung memilih susu yang tepat? Ayo baca selengkapnya di sini, Bu: 2 Susu Ibu Hamil yang Bagus untuk Perkembangan Buah Hati