Benarkah Ibu Bisa Tes Kehamilan dengan Meraba Perut?

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Benarkah Ibu Bisa Tes Kehamilan dengan Meraba Perut?

Bagi Ibu yang sedang program hamil atau promil, pastinya saat tes kehamilan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, sekaligus menggetarkan hati. Ya, pada satu sisi Ibu penasaran akan hasilnya, akan tetapi takut juga kecewa. Apapun itu, Ibu tetap harus semangat dan sehat ya. Nah, tapi apa Ibu pernah dengar tes kehamilan dengan meraba perut?

Usia kehamilan bisa diketahui dengan berbagai metode. Ibu disarankan untuk tahu usia kehamilan agar bisa mempersiapkan persalinan dengan baik. Umumnya, usia kehamilan dihitung pada saat pembuahan dilakukan. Namun, tentu hal ini tidak bisa diketahui dengan mudah ya, Bu. Maka dari itu, pentingnya berkonsultasi lebih lanjut pada dokter spesialis.

Baca juga: Menguji Tanda-Tanda Kehamilan Dengan Tes

Bila Ibu masih penasaran benarkah bisa tes kehamilan dengan meraba perut, atau melihat dari bentuk perut hamil muda saat tidur, yuk simak artikel ini karena akan dibahas perihal mitos atau fakta tersebut serta metode tes kehamilan yang bisa Ibu lakukan. Intip selengkapnya di sini ya, Bu.

Mitos atau Fakta: Tes Kehamilan dengan Meraba Perut

Mendengar tes kehamilan dengan meraba perut mungkin Ibu sudah tidak asing lagi. Dengan tes ini, Ibu bisa mengetahui kondisi sedang hamil atau tidak. Umumnya, bagian perut tampak lebih menonjol. Namun, metode tes kehamilan ini belum ada penelitian secara lanjut dalam dunia medis sehingga disarankan Ibu melakukan metode lain untuk memastikan kehamilan.

Salah satu metode untuk menghitung usia kehamilan, yaitu dengan mengukur Tinggi Fundus Uteri atau TFU. Dilansir KlikDokter, metode ini mengacu berdasarkan puncak rahim atau fundus uteri. Dokter atau bidan akan mengukur puncak rahim yang menonjol pada dinding perut dari tulang kemaluan.

Jarak antara tulang kemaluan dan dinding perut yang menonjol menandakan usia kehamilan Ibu, Misalnya, kalau jaraknya sekitar 28 cm, Ibu sedang berada pada usia kehamilan 28 minggu. Maksimal fundus uteri adalah 36 minggu. Jadi batas ini tidak akan bertambah hingga usia kehamilan 40 minggu.

Menurut The Open University dalam jurnal Antenatal Care Module, Ibu bisa melakukan tes kehamilan dengan jari yaitu mengukur tinggi fundus. Jika bagian atas rahim berada di bawah pusar, ukur berapa jari di bawah pusar. Namun jika bagian atas rahim berada di atas pusar, ukur berapa banyak jari di atas pusar tersebut.

Selain pengukuran fundus uteri, dokter atau bidan juga bisa mengetahui usia kehamilan dari tinggi rahim. Caranya, dokter atau bidan akan meletakkan satu tangan di mulut rahim dan tangan lainnya di perut untuk meraba rahim. Metode ini bisa dilakukan pada ibu hamil dengan usia kehamilan mulai 12 minggu.

Bagaimana Cara Mengetahui Kehamilan Melalui Denyut Nadi?

Jika tes kehamilan dengan meraba perut dapat diketahui dari fundus uteri, apa bisa kehamilan dideteksi dari denyut nadi? Satu lagi Bu, metode tes kehamilan ini tidak ada penelitian lebih lanjut. Saat hamil, perubahan sistem organ tubuh memang terjadi seperti ukuran rahim membesar, namun jantung dan pembuluh darah juga berubah.

Perubahan pada jantung ini sering kali disambungkan dengan denyut nadi yang bertambah ketika hamil. Menurut KlikDokter, pertambahan volume darah sebanyak 40-50% selama kehamilan dimulai pada usia kandungan 6-8 minggu dan terus bertambah. Manfaatnya, adanya pertukaran nutrisi, metabolisme dan meminimalkan kehilangan darah selama persalinan.

Dengan bertambahnya volume darah, jumlahnya atau cardiac output yang dipompa jantung akan meningkat 30-40%. Pertambahan laju detak jantung pun bertambah atau sekitar 10-20 kali per menit. Otot jantung dan kinerjanya juga cenderung menebal serta bekerja semakin keras dibandingkan sebelum hamil.

Metode Tes Kehamilan yang Bisa Dilakukan

Baik mengetahui Ibu sedang hamil atau tidak dan usia kandungan, sebaiknya lakukan tes kehamilan secara akurat. Selain tes kehamilan dengan meraba perut menggunakan metode mengukur fundus uteri, Ibu bisa mencoba beberapa tes di bawah ini mulai dari medis hingga alami.

1. Test Pack

Ini dia tes kehamilan yang sudah menjadi metode umum bagi Ibu dalam memastikan sedang mengandung atau tidak. Caranya dan mendapatkan alatnya yang mudah membuat Ibu bisa mengetahui hasil sementara. Jika muncul dua garis yang artinya positif hamil, Ibu tetap perlu mengecek secara pasti dengan berkonsultasi pada dokter spesialis kandungan.

Ada kondisi dimana hasil test pack positif, tapi saat dicek ke dokter Ibu tidak hamil. Kondisi bisa diakibatkan kehamilan ektopik atau terjadi pada luar rahim, keguguran karena lambatnya penurunan kadar hormon hCG, infeksi saluran kemih, kista ovarium, konsumsi obat tertentu dan pengaruh obat kesuburan.

2. Ultrasonografi (USG)

Saat awal kehamilan, USG dapat menandakan adanya kehamilan melalui kantong janin yang telah terbentuk. Usia kehamilan juga bisa diketahui dengan pemeriksaan USG. Besarnya perut tidak bisa mengukur usia kehamilan. Maka dari itu, tes kehamilan dengan meraba perut tidak bisa dilakukan begitu saja.

USG bekerja mendeteksi adanya gelombang suara yang diproses menjadi sebuah gambar. Umumnya, Ibu bisa melakukan USG pada usia kehamilan mulai 4-6 minggu atau saat kantong janin sudah terbentuk.

Kemudian untuk menentukan usia kehamilan, USG dapat mengukur panjang badan janin dari kepala hingga bokong pada trimester pertama, serta diameter kepala bayi untuk trimester kedua dan ketiga.

3. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Ibu tentunya sudah tidak asing bukan dengan metode satu ini? Selain dapat mengetahui usia kehamilan, Ibu juga bisa mengetahui Hari Perkiraan Lahir (HPL). Misalnya haid terakhir terjadi pada Januari 2021, kemudian Maret 2021 Ibu dinyatakan hamil oleh dokter. Maka usia kehamilan Ibu dihitung dari Januari 2021 yaitu 8 minggu.

Kelemahan dari metode ini, Ibu diharuskan mengingat tanggal periode haid dan jika siklus menstruasi teratur. Umumnya, haid terjadi setiap 21-35 hari. Sedangkan bila Ibu ingin mengetahui kapan HPL tiba, gunakan tes kehamilan online seperti Kalkulator Perkiraan Lahir dengan memasukan HPHT dan lama siklus menstruasi rata-rata.

4. Gerakan Janin

Metode selain tes kehamilan dengan meraba perut selanjutnya, yakni gerakan janin. Pada usia kehamilan 16-20 minggu, gerakan janin sudah mulai bisa dirasakan. Akan tetapi, aktivitas keseharian dan kesadaran Ibu mempengaruhi aktifnya gerakan janin di perut.

5. Gula dan Garam

Bila Ibu ingin tes kehamilan dengan bahan alami, gula dan garam bisa menjadi pilihan. Caranya, campurkan satu sendok makan gula dengan satu sendok makan urine. Jika gula larut dengan cepat artinya hasil negatif, sebaliknya jika gula tak larut artinya hasil positif. Sama seperti gula, cara tes kehamilan dengan garam juga bisa dilakukan.

Siapkan satu cangkir urine pertama pada pagi hari, lalu campurkan 2 hingga 3 sendok makan garam. Tunggu sampai dengan 5 menit. Kalau hasilnya positif, garam akan tampak menggumpal dan hasilnya negatif, garam akan larut dan tidak menggumpal. Hal tersebut dapat terjadi akibat peran hormon hCG.

6. Bahan Lainnya

Selain tes kehamilan dengan meraba perut atau bahan alami seperti gula dan garam, Ibu bisa mencoba bahan lainnya. Dilansir Orami, tes kehamilan dengan shampo juga bisa dilakukan. Ibu dapat menyiapkan urine pertama dicampurkan dengan dua tetes shampo. Jika shampo berbusa hasilnya positif dan jika tidak ada reaksi apapun hasilnya negatif.

Baca juga: Alat Tes Kehamilan yang Akurat dengan Test Pack

Tak hanya shampo, pasta gigi juga bisa menjadi alternatif. Campurkan satu sendok pasta gigi dengan dua sendok makan urine dan tunggu 5-10 menit. Jika pasta gigi berbusa dan kebiruan, hasilnya positif. Sedangkan jika tak ada reaksi, hasilnya negatif.

Itulah metode yang bisa Ibu coba lakukan, selain tes kehamilan dengan meraba perut seperti mengukur fundus uteri. Tes kehamilan dengan bahan alami memang tidak bisa dipastikan tingkat keakuratannya. Untuk itu, Ibu disarankan melakukan test pack, USG, menghitung HPHT, serta berkonsultasi pada dokter.