Masa Kehamilan

8 Efek Tidur Larut Malam yang Mengganggu Kesehatan Ibu Hamil

Ditulis oleh: Prenagen Writer

8 Efek Tidur Larut Malam yang Mengganggu Kesehatan Ibu Hamil

Jangan remehkan kebiasaan tidur larut malam yang setiap hari Ibu lakukan, karena dampak yang ditimbulkannya bisa sangat berbahaya. Menjaga kondisi tubuh agar tetap fit merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan pada saat seorang wanita tengah mengandung. Apabila tubuh Ibu sehat, maka Ibu dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa adanya gangguan. Ibu tidak boleh melupakan efek tidur larut malam yang bisa mengintai kesehatan Ibu.

Baca Juga: Mengatasi Gangguan Kehamilan, Sulit Tidur

Efek Tidur Larut Malam bagi Kesehatan Ibu Hamil

Pada tahun 2009 silam, peneliti dari Amerika dan Prancis mengungkapkan bahwa dengan waktu tidur yang cukup, otak memberikan stimulasi reaksi yang dinamakan sharp wave ripple atau riak gelombang tajam yang memiliki peran signifikan dalam proses penguatan memori. Riak tersebut mengirim data atau informasi yang disimpan pada bagian otak hippocampus menuju neokorteks, dimana ingatan jangka panjang disimpan. Dengan kata lain, semakin berkurang waktu tidur maka semakin berkurang pula ingatan yang akan disimpan otak Ibu. Berikut ini efek tidur larut malam lainnya yang tidak baik dilakukan Ibu hamil.

Pusing dan Sakit Kepala

Pusing dan sakit kepala, terutama pada saat Ibu bangun tidur, selama proses kehamilan dapat timbul karena kurangnya waktu istirahat. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada bagian sel otak.

Lebih Mudah Stres

Ibu yang kurang beristirahat karena kerap tidur larut malam akan menyebabkan kondisi pertahanan tubuh dan otak melemah. Hal ini akan meningkatkan risiko timbulnya stres yang rawan mengganggu kehamilan.

Diabetes

Tidur larut malam dapat merusak susunan hormon dalam tubuh, hingga akhirnya insulin yang dihasilkan pun berkurang. Dengan berkurangnya insulin tersebut, tubuh Ibu akan rentan terhadap glukosa, yang merupakan faktor pemicu penyakit diabetes.

Sistem Imun Menurun

Dengan Ibu terjaga sampai larut malam, tubuh akan menghancurkan leukosit atau sel-sel darah putih yang berguna sebagai sistem kekebalan tubuh. Berkurangnya leukosit dalam darah menjadikan tubuh lebih rentan terhadap gejala penyakit dan infeksi. Padahal Ibu harus selalu sehat selama mengandung demi kesehatan bayi juga.

Kontraksi Dini

Kelelahan yang terjadi akibat kurang tidur pada masa kehamilan sebenarnya bukanlah faktor utama penyebab terjadinya kontraksi. Meskipun begitu, hal ini sangat perlu diwaspadai. Kontraksi dini pada Ibu hamil dapat menjadi penyebab keguguran hamil muda.

Keguguran dan Kelahiran Prematur

Berlangsungnya kontraksi yang berlebihan akibat kelelahan dan kurang tidur pada trimester pertama kehamilan bisa menjadi faktor utama meningkatnya resiko keguguran. Di samping itu, bila kondisi tersebut terjadi pada trimester kedua dan ketiga, mampu meningkatkan resiko kelahiran prematur.

Preeklampsia

Apabila Ibu hamil terus menerus tidur larut malam, maka dapat meningkatkan risiko mengalami preeklampsia. Kondisi tersebut terjadi karena komplikasi kehamilan serius yang berhubungan erat dengan tekanan darah tinggi.

Penyakit Jantung dan Stroke

Gangguan tidur yang sudah sangat kronis misalnya kurang tidur secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama merupakan faktor pemicu bagi gangguan fungsi jantung atau gagal jantung, tekanan darah tinggi, dan juga stroke.

Baca Juga: Cara Tidur Ibu Hamil yang Baik Bagi Kandungan

Pada umumnya, seorang wanita membutuhkan waktu tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam per hari selama kehamilan. Akan lebih baik lagi jika tidur selama sembilan jam secara teratur. Apabila waktu tidur kurang dari jumlah yang dianjurkan tersebut, maka akan menimbulkan efek tidur larut malam yang dapat mengganggu kesehatan.