Berbahayakah Perut Terasa Sakit Saat Hamil?

Ditulis oleh: Redaksi Klikdokter.com

Berbahayakah Perut Terasa Sakit Saat Hamil?

Umumnya, perut terasa sakit saat hamil merupakan kondisi normal. Walau begitu, kondisi ini tetap dapat berbahaya jika disertai gejala yang tidak biasa. Apa saja sih kondisi yang perlu Ibu waspadai? Baca selengkapnya di sini, yuk.

Bahayakah Perut Sakit Saat Hamil?

Perubahan signifikan yang terjadi pada tubuh Ibu saat hamil, terkadang memunculkan rasa tidak nyaman seperti sakit perut. Hal ini terjadi karena janin yang terus berkembang membuat perut menjadi lebih berat dan terjadi perubahan pada organ-organ tubuh Ibu. Sakit pada perut ini umumnya tidak berbahaya jika sakitnya bersifat ringan, tidak terus-menerus meningkat, serta berkurang setelah beristirahat. 

Namun, perlu juga diingat, tidak semua sakit perut selama kehamilan ini merupakan kondisi yang normal. Jika nyeri yang dirasakan terus bertambah atau disertai dengan gejala lain seperti perdarahan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Pemicu Perut Sakit Saat Hamil

Ada beberapa faktor yang bisa memicu sakit perut saat hamil, di antaranya:

Penumpukan Gas dalam Perut

Penumpukan gas merupakan salah satu pemicu sakit yang umum terjadi. Selama kehamilan, Ibu mengalami peningkatan produksi hormon progesteron dalam tubuh. Hormon ini memiliki efek relaksasi pada otot polos, termasuk otot-otot di saluran pencernaan. Akibatnya, gerakan peristaltik yang menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan dapat melambat, menyebabkan penumpukan gas.

Produksi gas yang meningkat dapat menyebabkan kembung dan nyeri. Kondisi ini sering kali lebih terasa pada awal-awal kehamilan. Selain itu, penumpukan gas juga dapat menyebabkan sensasi tekanan atau nyeri.

Sembelit

Peningkatan kadar progesteron dapat memperlambat gerakan usus, sehingga makanan bergerak lebih lambat melalui saluran pencernaan. Selain itu, pertumbuhan rahim yang berkembang dapat menekan usus, juga berkontribusi pada terjadinya sembelit.

Faktor lain meliputi kekurangan asupan serat, kurangnya aktivitas fisik, atau kecemasan. Ibu yang mengalami sembelit dapat merasakan nyeri yang beragam, mulai dari rasa tidak nyaman hingga sensasi tajam, kram, atau perasaan ditusuk-tusuk.

Nyeri Ligamen

Kondisi ini terjadi karena kedua ligamen yang membentang dari rahim ke selangkangan mengalami peregangan akibat pertumbuhan rahim yang harus menopang bayi yang sedang berkembang. Nyeri ligamen dapat dirasakan sebagai rasa sakit menusuk yang tajam, terutama pada perut bagian bawah, pinggul, atau selangkangan.

Rasa nyeri ini seringkali muncul ketika Ibu merubah posisi tubuh, seperti bangkit dari duduk atau berbaring, dan juga dapat dipicu oleh bersin atau batuk. Sebab, aktivitas tersebut menyebabkan perubahan tekanan pada ligamen, yang dapat memicu sensasi nyeri yang tajam dan singkat.

Kontraksi Palsu

Meskipun kontraksi palsu dapat memberikan sensasi yang mirip dengan kontraksi asli, perbedaannya terletak pada intensitas dan frekuensi kontraksi. Kontraksi palsu bukanlah tanda bersalin, karena kontraksi ini bersifat lebih ringan dan tidak meningkat seiring berjalannya waktu.

Selama kontraksi palsu, Ibu mungkin merasakan bagian rahim, perut bagian bawah, atau selangkangan mengencang, namun kemudian rileks dengan sendirinya tanpa peningkatan intensitas atau frekuensinya. Kontraksi palsu lebih banyak terjadi pada akhir kehamilan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Sakit perut saat hamil dengan ciri tertentu memang perlu mendapatkan perhatian serius, dan ada beberapa gejala yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Jika sakitnya terasa lama, disertai kram, dan menjalar sampai ke bawah perut, sakit ini dapat menjadi tanda masalah yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

Rasa nyeri yang disertai perdarahan yang tidak berhenti merupakan gejala serius yang harus segera diwaspadai. Jika terdapat demam, menggigil, mual, muntah, dan nyeri saat buang air kecil bersamaan dengan sakit perut dan perdarahan, nyeri ini bisa menjadi tanda infeksi atau masalah serius lainnya yang memerlukan perhatian medis segera.

Penting juga untuk memperhatikan apakah nyeri yang dirasakan tidak segera menghilang setelah beristirahat. Jika tetap berlanjut, berkembang menjadi lebih intens, atau disertai gejala lain yang mencurigakan, segera berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan diagnosis yang akurat. 

Komplikasi Kehamilan

Ada berbagai indikasi medis yang dapat menyebabkan komplikasi. Kondisi ini meliputi:

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Ibu hamil lebih rentan terhadap ISK karena perubahan tubuh yang dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi. Infeksi ini dapat terjadi jika Ibu sering menahan kencing, yang dapat memungkinkan bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Selain itu, kurangnya konsumsi air putih juga dapat meningkatkan risiko ISK.

Gejala ISK melibatkan sensasi nyeri atau ketidaknyamanan di area bawah perut, peningkatan frekuensi buang air kecil, dan rasa nyeri saat buang air kecil. Infeksi saluran kemih yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pielonefritis, yaitu infeksi pada ginjal. Pielonefritis dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah pada bayi.

Preeklamsia

Preeklamsia merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan dan umumnya muncul setelah minggu ke-20. Preeklamsia ditandai oleh peningkatan tekanan darah yang signifikan, disertai dengan pembengkakan pada kaki (edema) dan adanya protein dalam urin. Ibu yang mengalami kondisi ini juga mungkin mengalami sakit perut, gangguan penglihatan, pusing, mual, dan muntah.

Tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital seperti ginjal, hati, dan otak. Preeklamsia juga dapat menghambat pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko kelahiran prematur. Komplikasi yang lebih serius dari preeklamsia, seperti eklamsia, dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, dan bahkan kematian Ibu dan bayi.

Prematur

Kelahiran prematur terjadi ketika kontraksi rahim yang menyebabkan pembukaan leher rahim terjadi sebelum kehamilan mencapai usia 37 minggu. Kelahiran prematur ini dapat menyebabkan risiko komplikasi kesehatan bagi bayi, karena organ dan sistem tubuh bayi belum sepenuhnya matang untuk menghadapi kehidupan di luar rahim.

Gejala kelahiran prematur dapat mencakup sakit perut yang terjadi akibat kontraksi, terutama jika kontraksi terjadi lebih dari lima kali dalam satu jam. Selain itu, kram yang mirip dengan kram menstruasi, perdarahan vagina, peningkatan cairan vagina, peningkatan tekanan di area panggul, atau rasa nyeri di bagian bawah punggung juga dapat menjadi tanda-tanda kelahiran prematur.

Keguguran

Keguguran merupakan kondisi di mana janin meninggal dan keluar dari rahim sebelum mencapai usia 20 minggu. Gejala utama keguguran melibatkan sakit perut dan kram di area bawah perut, seringkali disertai dengan perdarahan dari vagina. Rasa nyeri ini bisa bervariasi dari ringan hingga hebat, dan perdarahan dapat berkisar dari sedikit hingga sangat banyak. 

Keguguran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kelainan kromosom pada janin, masalah hormonal, gangguan kesehatan Ibu, atau kondisi rahim yang tidak mendukung pertumbuhan janin. Seiring dengan rasa sakit dan perdarahan, keguguran juga dapat disertai dengan peregangan atau pembukaan leher rahim.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik merupakan kondisi serius yang terjadi ketika janin berkembang di luar rahim, biasanya dalam salah satu saluran telur. Gejala utamanya melibatkan rasa sakit yang tajam dan terfokus di satu sisi bawah perut, seringkali disertai dengan perdarahan aktif dari vagina. Nyeri ini terjadi karena pertumbuhan janin di luar rahim dapat menyebabkan tekanan pada organ sekitarnya. Perdarahan vagina dapat terjadi sebagai hasil dari kerusakan pada saluran tuba falopi atau organ lainnya.

Selain rasa sakit dan perdarahan, kehamilan ektopik juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti pusing atau hilang kesadaran tiba-tiba. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang memerlukan perhatian segera. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan pecahnya saluran telur dan pendarahan yang dapat mengancam jiwa Ibu hamil.

Nah, sekarang Ibu sudah mengetahui bahwa sakit perut saat hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Selama tidak terjadi komplikasi, umumnya kondisi ini adalah normal. Agar Ibu dapat mengatasi sakit perut ini, perkuat daya tahan tubuh Ibu ya, dengan asupan nutrisi yang memadai. 

Pastikan untuk mencakup makanan yang kaya akan nutrisi esensial dalam pola makan sehari-hari. Apa saja sih makanan sehat yang baik untuk Ibu hamil? Yuk temukan jawabannya di sini: Makanan Sehat yang Direkomendasikan untuk Ibu Hamil.

REFERENSI

  • KlikDokter. Sakit Perut Saat Hamil Muda, Berbahayakah? Diakses tanggal 17 November 2023. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/penyebab-sakit-perut-saat-hamil-muda 
  • KlikDokter. Sakit Perut yang Harus Diwaspadai Saat Hamil. Diakses tanggal 17 November 2023. https://www.klikdokter.com/info-sehat/pencernaan/sakit-perut-yang-harus-diwaspadai-saat-hamil
  • Tommy’s. Stomach (abdominal) pain or cramps in pregnancy. Diakses tanggal 17 November 2023. https://www.tommys.org/pregnancy-information/pregnancy-symptom-checker/stomach-abdominal-pain-or-cramps-pregnancy