Masa Kehamilan

Tanda-Tanda Mau Melahirkan yang Paling Umum

Ditulis oleh: Amicis

Tanda-Tanda Mau Melahirkan yang Paling Umum

Bagi Ibu yang hanya tinggal menunggu beberapa hari ke sebuah proses yang mendebarkan yaitu melahirkan, tanda-tanda mau melahirkan menjadi sebuah hal yang penting. Namun sebelum hal tersebut terwujud, sebaiknya Ibu harus mengetahui apa sebetulnya proses melahirkan itu. Ibu dapat memulainya dari tanda-tanda seperti apa, hingga Ibu benar-benar yakin jika mendapatkan tanda tersebut. Mental, tenaga dan pikiran juga harus Ibu jaga guna menghadapi proses melahirkan.

Baca Juga: Benarkan Minum Minyak Kelapa Bisa Melancarkan Persalinan? Mitos atau Fakta?

Tanda-Tanda Mau Melahirkan yang Tepat

Tanda Mau Melahirkan

Kebanyakan wanita, melahirkan dimulai saat minggu ke 39 dan 41 usia kehamilan. Namun, lama kehamilan setiap orang berbeda-beda, beberapa bayi justru dilahirkan pada salah satu minggu tersebut. Bahkan, bayi menunjukkan adanya tanda-tanda prematur atau lahir terlambat. Pada bulan-bulan akhir kehamilan, tubuh Ibu akan memproduksi progesteron yang bertujuan untuk melunakkan jaringan di sekitar serviks (leher rahim menghubungkan uterus dan vagina). Selain itu, pelvis (panggul) juga terjadi kelunakan untuk persiapan proses melahirkan. Melahirkan dimulai ketika kontraksi rahim mulai meregangkan jaringan di sekitar serviks. Berikut beberapa gejala mau melahirkan yang harus Ibu ketahui:

  1. Terasa Nyeri di Selangkangan
    Ibu akan merasakan nyeri di bagian selangkangan saat merasakan tanda-tanda mau melahirkan. Hal ini disebabkan adanya tekanan akibat posisi kepala janin telah turun ke bawah, ke daerah rangka tulang pelvis. Akibatnya, janin akan menekan kandung kemih, sehingga Ibu menjadi sering buang air kecil. Selain itu, Ibu juga merasakan sakit pada perut, mulas, sering buang air besar, dan juga buang angin.
  2. Sakit pada Panggul dan Tulang Belakang
    Ibu akan merasakan sakit berlebih pada area panggul dan bagian tulang belakang saat ingin melahirkan. Rasa sakit ini disebabkan oleh pergeseran dan juga pergerakan janin yang mulai menekan tulang belakang.
  3. Keluarnya Lendir Kental Bercampur Darah
    Selama masa kehamilan, bayi Ibu tersumbat dalam gumpalan lendir yang lengket di leher rahim. Saat persalinan dimulai dan serviks mulai membuka, gumpalan lendir tadi terhalau. Pada saat bersamaan, membran yang mengelilingi janin Ibu, dan cairan amniotik cukup memisah dari dinding rahim. Penampakan dari darah dan lendir yang keluar tampak seperti cairan lengket berwarna merah muda. Hal ini merupakan tanda agar Ibu segera akan menjalani proses persalinan.
  4. Kontraksi
    Tanda-tanda mau melahirkan yaitu, terjadinya suatu kontraksi yang kuat. Awalnya, kontraksi terasa seperti sakit di area punggung bawah, yang terus-menerus bergeser ke bagian bawah perut. Kejadian ini hampir mirip dengan mulas saat haid. Saat mulas bergerak di bagian perut, tangan Ibu dapat merasakan adanya bagian perut yang mengeras. Kejangnya mirip dengan kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu). Tetapi lebih terasa teratur, semakin seiring dengan kemajuan proses persalinan. Rahim tersusun atas otot-otot longitudinal involuntary, yaitu otot-otot yang tidak dapat Ibu kontrol semaunya. Selama proses melahirkan, otot-otot tersebut akan semakin menebal dan padat seiring terjadinya kontraksi.
    Saat itu juga, otot-otot itu terus-menerus menipis, atau menghapus serviks. Proses ini berlanjut sampai dengan pembukaan menjadi penuh, ukuran lebarnya antara 8 hingga 10 cm. Tahap awal dilatasi dari 1 sampai 4 cm berlangsung paling lama. Kontraksi perlahan dan muncul tiap 15-20 menit, lalu berangsur menguat dan semakin sering sehingga menjadi setiap 2-5 menit, yang menjadikan Ibu merasa tak nyaman. Bila air ketuban Ibu belum pecah, lebih baik segeralah datang ke rumah sakit begitu kontraksi terasa setiap 10 menit. Begitu pengembangan serviks mencapai 4 hingga 5 cm, kontraksi akan terasa semakin cepat hingga seperti bergelombang. Guna mengatasinya, ambillah nafas pendek-pendek namun cepat, dan waktu untuk menarik nafas diantaranya akan terasa amat singkat. Inilah masa terberat melahirkan, yang bisa membuat Ibu menjadi ingin memperoleh obat penghilang nyeri.
  5. Pecahnya Air Ketuban
    Pada sejumlah kasus, membran masih utuh sampai akhir tahap pertama persalinan. Lalu, desakan kontraksi dan tekanan kepala bayi Ibu pada mulut serviks, menyebabkan pecahnya air ketuban. Saat air ketuban mulai bocor, Ibu akan merasakan semburan air atau hanya rembesan, namun peristiwa sebenarnya pecahnya air ketuban tidak terasa, karena membran tidak memiliki syaraf. Tugasnya adalah menampung 2 liter air amniotik steril, yang saat keluar sekaligus juga membersihkan jalur persalinan. Seiring dengan pecahnya membran, proses melahirkan akan berjalan cepat. Kepala bayi akan berusaha keras menekan serviks, guna membukanya dan merangsang pelepasan prostaglanding untuk memacu kontraksi Ibu.

Baca Juga: Beberapa Latihan yang Diperlukan Sebagai Persiapan Persalinan

Selain dengan mengenali tanda-tanda mau melahirkan di atas, Jangan lupa untuk menanamkan kepercayaan diri Ibu saat melahirkan agar Ibu bisa tetap fokus. Usai melahirkan, Ibu membutuhkan nutrisi tambahan yang bisa diperoleh dari PRENAGEN lactamom yang diperkaya asam folat, zat besi, omega-3, omega-6, dan inulin, sehingga Ibu dapat meningkatkan kualitas ASI yang baik bagi perkembangan otak bayi.