Masa Persiapan

9 Cara Mudah Cepat Hamil Setelah Haid yang Efektif

Ditulis oleh: Amicis

9 Cara Mudah Cepat Hamil Setelah Haid yang Efektif

Siapa sih yang tidak ingin segera punya momongan setelah menikah? Ibu dan Ayah pasti memiliki harapan untuk memiliki keturunan. Cara cepat hamil setelah haid dapat Ibu dan Ayah lakukan sebagai salah satu upaya untuk menimang buah hati. Pada dasarnya, pembuahan, yaitu bertemunya sel telur dan sperma dalam tubuh menjadi syarat terjadinya kehamilan. Nah, bagaimana cara cepat hamil setelah haid selesai yang sebaiknya Ibu dan Ayah lakukan? Simak pembahasannya berikut ini!

Baca juga:Kenali Berbagai Tanda Awal Kehamilan Selain Telat Haid

Kenali Siklus Haid

Cara cepat hamil setelah haid yang paling mudah adalah dengan mengetahui siklus haid Ibu. Siklus haid merupakan rentang jumlah hari dari hari pertama darah haid keluar hingga hari pertama darah haid berikutnya keluar. Dengan mengetahui siklus haid Ibu, akan memperbesar peluang Ibu dan suami untuk memiliki momongan. Hal ini tergambar dari diketahuinya masa subur, yaitu saat wanita mengalami ovulasi atau keluarnya sel telur dari ovarium.

Walaupun siklus haid dapat berubah setiap bulannya, Ibu sebaiknya mencatat siklus haid selama beberapa bulan. Wanita dengan siklus haid 28 hari akan memiliki sekitar 6 hari masa subur yaitu 5 hari sebelum ovulasi dan 1 hari saat ovulasi. Pada waktu ini, persentase untuk terjadi kehamilan cukup tinggi. Tandai hari pertama haid sebagai hari ke-1. Dari catatan siklus haid selama beberapa bulan, Ibu bisa mengetahui siklus haid paling pendek dan paling panjang. Setelah mengetahui siklus haid, Ibu dapat memperkirakan masa subur.

Pahami Masa Subur Wanita

Masa subur seorang wanita adalah 2-5 hari sebelum ovulasi. Mengetahui kapan terjadinya ovulasi penting dilakukan karena pada saat itulah sel telur dilepaskan dari ovarium dan harus dibuahi dalam waktu 12-24 jam. Ketika sel telur dan sperma bertemu pada waktu yang tepat, ada kemungkinan besar embrio akan dihasilkan.

Periode ovulasi setiap wanita mungkin berbeda, tergantung pada panjang siklus menstruasinya. Misalnya, dalam siklus menstruasi rata-rata 28 hari, ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-12 hingga ke-14 setelah hari pertama menstruasi.

Tantangannya adalah lamanya periode menstruasi seorang wanita berubah dari waktu ke waktu, biasanya berlangsung 2-7 hari. Keadaan ini membuat ovulasi mungkin satu minggu lebih awal atau lebih lambat dari periode sebelumnya.

Cara Menghitung Masa Subur Setelah Haid

Setelah mencatat siklus haid selama kurang lebih 8 bulan untuk mengetahui masa subur Ibu. Berikut adalah cara menghitung masa subur Ibu:

  • Ketahui siklus terpendek Ibu. Sebagai contoh, siklus terpendek menstruasi adalah 27 hari. Kurangi 27 dengan 18 dan hasilnya adalah 9. Angka ini adalah hari pertama saat Ibu berada pada posisi paling subur.
  • Ketahui siklus terpanjang Ibu. Sebagai contoh, siklus terpanjang menstruasi adalah 30 hari. Kurangi 30 dengan 11 dan hasilnya adalah 19. Angka ini adalah hari terakhir saat Ibu paling subur.

Dengan demikian, jika siklus haid Ibu rata-rata adalah 27–30 hari, masa paling subur Anda adalah pada hari ke-9 hingga ke-19.

Indikator Masa Subur Setelah Haid

Ibu masih ragu dengan masa subur Ibu? Agar semakin yakin setelah menghitung masa subur, Ibu juga dapat menggunakan indikator lain yang bisa dijadikan tanda bahwa Ibu memasuki masa subur, seperti:

1. Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat bangun di pagi hari. Jika saat bangun pagi suhu tubuh Ibu sedikit lebih tinggi dari 35,5–36,6 derajat Celcius yang merupakan suhu normal tubuh, ini bisa menjadi tanda Ibu sedang mengalami masa ovulasi.

2. Adanya Perubahan Lendir dari Mulut Rahim

Cairan serviks atau lendir setelah haid juga bisa dijadikan sebagai tanda masa pembuahan, sebagai cara agar cepat hamil setelah haid. Tekstur dan warna lendir serviks akan berubah. Jumlah cairan yang ada juga tergantung pada kadar hormon. Untuk mengetahui munculnya lendir serviks, ada banyak cara yang bisa dilakukan, Ibu bisa menggunakan tisu atau jari tangan untuk mencapai posisi serviks.

Setelah periode menstruasi, Ibu memiliki sangat sedikit lendir pada serviks, atau mungkin lendir tampak keruh dan kental. Ini bukan waktu yang tepat untuk mencapai kehamilan. Jika setelah haid lendir serviks menjadi lebih jernih dan halus, seperti putih telur. Ketika lendir ini semakin banyak, itu berarti Ibu semakin dekat dengan masa subur.

Lendir pada serviks muncul setelah tiga hari, yang dapat diregangkan menjadi filamen, dan Ibu dapat mencobanya dengan jari-jari Ibu atau suami. Setelah satu atau dua hari, jumlah lendir serviks akan meningkat dan teksturnya akan licin. Bahkan, tidak jarang dapat membuat pakaian dalam menjadi basah. Ini merupakan tanda masa subur yang dapat digunakan sebagai pendukung cara cepat hamil setelah haid.

Jika siklus haid tergolong pendek, maka lendir serviks masa subur akan dimulai tidak lama setelah haid selesai. Namun jika siklus haid panjang, maka masa-masa ketika lendir serviks sedikit atau lengket akan lebih lama, sebelum muncul lendir yang menandakan masa subur.

3. Nyeri pada Perut atau Punggung

Pada masa ovulasi, beberapa wanita akan merasakan nyeri ringan hingga berat pada perut bagian bawah atau punggung. Rasa nyeri ini dapat menjadi salah satu tanda untuk membantu mendeteksi masa subur.

4. Perasaan Lebih Bergairah

Sebagian wanita merasakan lebih bergairah, lebih bersemangat, dan lebih mudah bersosialisasi tepat sebelum ovulasi terjadi. Tak hanya itu, seorang wanita juga akan terlihat lebih seksi saat berada pada masa subur sehingga tak jarang suami menggoda Ibu karena terlihat ‘lebih’ di matanya.

Cara Cepat Hamil Setelah Haid

Walaupun kondisi kesehatan dan masa subur setiap orang berbeda, ada beberapa kemungkinan yang dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya kehamilan. Berikut beberapa cara agar cepat hamil setelah haid yang bisa Ibu lakukan dengan pasangan:

1. Menghitung Masa Subur yang Tepat

Seperti yang diketahui, menghitung masa subur merupakan salah satu untuk meningkatkan kemungkinan hamil setelah berhubungan badan. Setelah mengetahui masa subur Ibu, lakukan aktivitas seksual secara teratur yaitu 2-3 kali per minggu. Selain itu, untuk meningkatkan kemungkinan hamil setelah haid adalah melakukan hubungan seksual satu kali setiap hari menjelang masa subur.

2. Periksakan Kesehatan Reproduksi

Walaupun Ibu merasa tidak ada gangguan kesehatan, tidak ada salahnya untuk tetap memeriksakan diri ke dokter kandungan. Lantas, mengapa ini menjadi salah satu cara agar cepat hamil setelah haid?

Memeriksakan diri ke dokter dilakukan untuk memastikan apakah Ibu dan Ayah tidak mempunyai masalah kesuburan. Tidak hanya itu saja, Ibu juga bisa memahami lebih jelas mengenai perencanaan kehamilan. Ibu juga bisa bertanya kepada dokter apa saja obat-obatan yang sebaiknya dihindari sebagai cara agar cepat hamil setelah haid.

Selain itu, dokter juga dapat membantu Ibu dan Ayah mempersiapkan tubuh untuk kehamilan yang sehat. Sebagai contoh, memberi saran untuk berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, atau susu khusus persiapan kehamilan.

3. Berhubungan Intim Setiap Hari

Banyak yang salah kaprah untuk meningkatkan peluang kehamilan adalah dengan melakukan hubungan seksual setiap hari. Hal ini justru salah besar lho, Bu. Untuk meningkatkan peluang memiliki momongan, sperma yang dimiliki Ayah haruslah yang berkualitas. Bila hubungan seksual dilakukan setiap hari, kualitas sperma akan menurun.

Untuk itu, banyak dokter seksologi menyarankan agar cepat hamil setelah haid adalah berhubungan seksual 2-3 kali dalam seminggu saat masa subur. Mengapa? Agar memberikan waktu untuk memproduksi sperma yang berkualitas. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara agar cepat hamil setelah haid dan untuk menjaga kualitas sperma tetap sehat. Apalagi, sperma mempunyai masa bertahan hidup hingga 5 hari setelah ejakulasi.

4. Melakukan Posisi Seks yang Sesuai

Sebenarnya, semua posisi seks dapat Ibu lakukan dan dapat menjadi cara cepat hamil setelah haid. Namun, dengan melakukan posisi tertentu diharapkan akan mempermudah sperma menuju sel telur. Sebagai contoh adalah posisi misionaris, women on top serta doggy style dapat meningkatkan peluang kehamilan lebih besar.

5. Hindari Penggunaan Pelumas

Ada kalanya Ibu dan Ayah perlu menggunakan pelumas sebagai rangsangan sebelum penetrasi untuk bantu melicinkan vagina. Namun, jika Ibu ingin cepat hamil setelah haid, sebaiknya hindari penggunaan pelumas saat berhubungan sebagai cara untuk melumasi vagina.

6. Konsumsi Makanan Sehat

Asam folat sangat diperlukan pada tahap awal kehamilan. Kebanyakan ibu hamil baru menyadari bahwa dirinya benar-benar hamil setelah minggu kelima, dan janin membutuhkan asam folat selama minggu pertama dalam kandungan. Semakin dini mengonsumsi makanan kaya akan asam folat, tumbuh kembang janin akan semakin baik dan optimal. Manfaat utama protein sehat dan vitamin E yang menyasar tubuh ibu adalah menjaga kestabilan hormon yang mengatur kesuburan. Inilah sebabnya mengapa komponen protein dan vitamin E penting agar cepat hamil setelah haid.

Ibu dapat tetap sehat dengan mengonsumsi nutrisi dari berbagai sayuran, buah-buahan, protein, biji-bijian, produk susu khusus persiapan kehamilan, dan sumber lemak sehat atau omega-3. Misalnya, makanan kesuburan pasca menstruasi mulai dari salmon hingga sayuran hijau.

7. Rutin Berolahraga

Cara cepat hamil setelah haid yang selanjutnya yakni dengan rajin berolahraga. Melakukan olahraga secara rutin walau tidak berat bisa memudahkan Ibu cepat hamil. Misalnya, rutin berjalan kaki 30-45 menit setiap harinya bisa membantu kelancaran aliran darah Ibu.

Rutin berolahraga juga bisa mengatur kondisi fisik Ibu dan Ayah. Sehingga, tubuh tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus. Sebab, aktivitas fisik dan berat badan yang berlebihan pada wanita juga bisa menghambat kehamilan, lho. Tentu Ibu tidak ingin rencana kehamilan terganggu, bukan? Jadi, biasakanlah diri untuk rutin berolahraga, minimal 5 kali dalam seminggu, ya.

8. Kelola Stres

Tahukah Ibu bahwa menghindari stres juga merupakan cara cepat hamil setelah haid? Stres adalah gangguan mental yang membuat Ibu merasa tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari, karena gangguan ini mempengaruhi kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan mengelola stres.

Untuk mengelola stres, Ibu dapat melakukannya secara mandiri atau dengan bantuan tenaga profesional seperti psikolog atau terapis. Jadi, jangan memaksakan diri untuk terlihat baik. Santai saja! Mungkin Ibu suka maraton nonton film, wisata kuliner makanan yang lagi trending di internet, atau sekadar mendengarkan musik kesukaan? Lakukan aktivitas yang dapat memicu peningkatan hormon kebahagiaan. Semakin bahagia Anda dan pasangan, semakin harmonis hubungan Ibu.

9. Stop Kebiasaan Buruk

Menghindari stres saja tidak cukup lho, Bu! Ibu dan Ayah juga harus menjauhi hal-hal yang dapat membahayakan kehamilan, terutama ibu hamil muda. Hindari aktivitas yang membuat lelah atau terlalu banyak makan durian, karena akan memberikan efek panas pada perut.

Baca juga:Mengetahui Sebab-sebab Haid Tidak Teratur Sehingga Sulit Hamil

Selain itu, jika Ibu dan Ayah sedang dalam program hamil sebaiknya stop merokok. mempengaruhi hormon estrogen dan masa-masa ovulasi. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dari rokok dapat menurunkan kualitas sel telur. Sehingga, dapat menghambat kehamilan pada wanita. Suami juga harus mengurangi jumlah batang rokok yang dihabiskan setiap harinya. Karena sangat berbahaya jika Ibu menghirup asap rokok di sekitarnya.

Cara cepat hamil setelah haid di atas patut dicoba lho, Bu. Namun, tetap membutuhkan kesabaran dari pihak istri maupun suami. Jika perlu, konsultasikan perencanaan kehamilan Ibu dan Ayah ke dokter kandungan ya!