Gaya Hidup

Cara Pijat Perineum untuk Melancarkan Persalinan Ibu

Cara Pijat Perineum untuk Melancarkan Persalinan Ibu

Menjelang hari persalinan, umumnya Ibu hamil akan sibuk mempersiapkan segala kebutuhan bayi untuk menyambut kelahiran. Namun sayangnya, ada satu hal yang seringkali terlewat, yaitu pijat perineum. Melakukan pijatan ini penting untuk membantu mengurangi risiko robekan pada area jalan lahir, sehingga proses persalinan dapat berjalan dengan lancar.

Perlu Ibu ketahui, perineum merupakan area kecil di antara vagina dan anus. Selama persalinan, area ini akan meregang untuk memberi ruang bagi bayi agar bisa lahir. Jika tidak lentur, maka area ini bisa robek, sehingga menyebabkan persalinan menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, pijatan akan membuat area ini menjadi lebih elastis, sehingga tubuh Ibu lebih siap untuk melahirkan.

Manfaat Pijat Perineum bagi Ibu Hamil

Mengutip dari Healthline, sekitar 40-80% Ibu yang bersalin secara normal mengalami robekan pada area perineum. Padahal, risiko terjadinya robekan ini dapat dikurangi dengan memijat area tersebut secara rutin.

Sebab jika terlanjur mengalami robekan, hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah di kemudian hari. Beberapa di antaranya yaitu kesulitan menahan buang air kecil, prolaps uterus (peranakan yang turun), atau ketidaknyamanan saat berhubungan intim.

Oleh karena itu, Ibu bisa memijat perineum dengan lembut selama hamil untuk meningkatkan kelenturan otot pada jaringan perineum. Bahkan apabila terjadi robekan, pijatan yang rutin dilakukan sebelumnya dapat mengurangi kemungkinan Ibu memerlukan jahitan setelah persalinan.

Adapun manfaat dari melakukan pijatan ini, yaitu:

Meningkatkan Aliran Darah

Pijatan pada area perineum dapat membantu meningkatkan aliran darah, sehingga jaringan menjadi lebih lentur dan mampu menyesuaikan diri dengan tekanan selama melahirkan yang pada akhirnya dapat mengurangi rasa sakit dan risiko cedera selama proses persalinan. Tidak hanya memberikan manfaat fisik, pijat ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental untuk Ibu.

Mempercepat Pemulihan

Salah satu manfaat yang signifikan dari pijatan ini adalah mengurangi tingkat keparahan, yang berarti lebih sedikit jahitan yang dibutuhkan. Melansir dari Healthline, pijat ini dapat menurunkan kebutuhan jahitan hingga 10%, yang berarti membantu proses pemulihan menjadi lebih cepat dan nyaman.

Apabila sebelumnya Ibu sudah pernah melahirkan, maka pijatan pada kehamilan kali ini juga membantu melembutkan perineum yang kaku akibat bekas luka dari persalinan sebelumnya.

Cara Melakukan Pijat Perineum

Untuk memulai pijatan, pastikan tangan Ibu dalam keadaan bersih, termasuk kuku yang telah dipotong pendek untuk menghindari ketidaknyamanan. Selain itu, gunakan minyak zaitun yang aman untuk kulit sebagai pelumas. Kemudian pijatan dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  • Pilih posisi yang nyaman, seperti duduk bersandar dengan bantal atau berdiri dengan satu kaki diangkat.
  • Masukkan ibu jari sekitar 2,5-4 cm ke dalam dinding belakang vagina, lalu tekan perlahan ke arah anus hingga terasa sedikit meregang.
  • Gerakkan ibu jari seperti huruf "U".
  • Fokuskan pijatan di area bawah selama 2-3 menit.

Jika Ibu kesulitan menjangkau area ini, mintalah bantuan Ayah untuk melakukannya dengan panduan yang sama.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai?

Pijatan sebaiknya dilakukan mulai minggu ke-34 kehamilan. Sebab saat kehamilan sudah memasuki minggu ke-34, jaringan perineum telah siap untuk latihan melakukan peregangan. Sebaliknya, memijat terlalu awal belum bisa memberikan manfaat maksimal, karena jaringannya belum cukup elastis.

Agar manfaatnya lebih terasa, Ibu bisa melakukannya sebanyak 1-2 kali dalam seminggu, di mana masing-masing sesi berlangsung selama 5 menit. Jika Ibu merasa nyaman, frekuensi pijatan ini dapat ditingkatkan setiap minggunya. Meskipun begitu, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk melakukannya ya.

Keamanan Pijat Perineum bagi Ibu Hamil

Bu, umumnya pijatan ini aman dilakukan, terutama jika kehamilan sudah memasuki trimester ketiga. Namun, apabila Ibu mengalami infeksi vagina seperti keputihan akibat jamur, herpes genital, atau luka terbuka di area perineum, sebaiknya hindari pijatan ini. Sebab jika tetap dilakukan, infeksi dapat menyebar ke vagina atau rahim.

Selain itu, metode ini juga perlu dihindari apabila letak plasenta cenderung mendekati vagina (plasenta rendah) karena dapat memicu pendarahan. Untuk mengetahui apakah posisi plasenta ibu rendah atau tidak, ibu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Di sisi lain, metode ini juga perlu dihindari, jika Ibu pernah menjalani operasi perineum atau jika ketuban telah pecah.

Untuk memastikan keamanan, selalu konsultasikan dengan dokter atau bidan sebelum memulai pijat perineum ya, Bu. Tenaga medis dapat memberikan panduan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Ibu. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pijatan memberikan manfaat optimal tanpa menimbulkan risiko bagi Ibu dan Buah Hati.

Meskipun begitu, kelancaran persalinan tidak hanya ditentukan oleh pijatan ini saja, ya. Kebutuhan nutrisi penting seperti PROTEIN harus terpenuhi dengan baik. Asupan PROTEIN yang cukup sangat penting untuk menumbuhkan lebih banyak jaringan perineum yang elastis, dan memberikan lebih banyak energi saat proses persalinan.

Agar kebutuhan PROTEIN terpenuhi dengan baik, Ibu bisa mengonsumsi susu PRENAGEN mommy secara rutin. Susu ini tak hanya memiliki kandungan PROTEIN yang tinggi, ada nutrisi lengkap lainnya seperti asam folat, omega 3, kalsium, zat besi, dan DHA. Banyak Ibu hamil lainnya yang telah memilih PRENAGEN mommy untuk menemani masa kehamilan mereka. Ingin tahu mengapa mereka menyukai susu ini? Yuk, baca lebih lanjut di sini: Mengapa Kandungan PRENAGEN mommy Disukai Para Ibu?

Referensi:

  • American Pregnancy Association. Perineal Massage During Pregnancy. Diakses pada 02 Januari 2025. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/labor-and-birth/perineal-massage-pregnancy/
  • Pregnancy Birth & Baby. Perineal massage. Diakses pada 02 Januari 2025. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/perineal-massage

Artikel Terbaru Lainnya

Masa Kehamilan
Cegah Risiko Lahir Prematur dengan Mengenali Kontraksi Dini
Kenali kontraksi dini di trimester 3, ciri-ciri dan penyebabnya, serta risiko prematur agar Ibu lebih waspada dan siap menjaga kehamilan.
Masa Kehamilan
Persalinan Caesar ERACS vs Biasa, Mana yang Lebih Cepat Pulih?
Pahami perbedaan operasi caesar biasa & ERACS. Ketahui keunggulan teknik ERACS yang minim nyeri dan percepat pemulihan agar Ibu bisa segera kembali beraktivitas.
Masa Kehamilan
Tes Genetik untuk Kehamilan Geriatri & Kapan Waktu Terbaik Melakukannya
Tes genetik pada kehamilan usia >35 tahun? Ketahui waktu terbaik skrining di trimester 1 dan 2 untuk deteksi dini janin. Pantau kesehatan Ibu dan buah hati demi persiapan matang!
Masa Kehamilan
Cegah Perdarahan Antepartum untuk Kesehatan Calon Buah Hati
Kenali perdarahan antepartum di trimester 3, penyebabnya, dan langkah pencegahan melalui nutrisi serta gaya hidup sehat ibu hamil.
Masa Kehamilan
AFLP pada Kehamilan Penyebab, Gejala, dan Cara Menjaga Kesehatan Ibu
Pelajari tentang AFLP atau Acute Fatty Liver of Pregnancy pada kehamilan, gejala umum, dan tips pola hidup yang membantu menjaga kesehatan ibu hamil.
Masa Kehamilan
Tips Aman Mudik Saat Hamil dan Perlengkapan yang Wajib Ada
Simak tips aman mudik saat hamil dan checklist perlengkapan wajib agar perjalanan Lebaran tetap nyaman dan aman untuk Ibu dan janin.

PRENAGEN Club, untuk Moms!

Dengan menjadi member, Moms akan mendapatkan beragam keuntungan seperti program pengumpulan poin berhadiah, promo dan kegiatan menarik, serta bergabung dalam forum diskusi. Ayo bergabung bersama PRENAGEN Club dan nikmati setiap manfaatnya untuk mendukung perjalanan kehamilan dan peran Moms sebagai orang tua.
PRENAGEN