Masa Kehamilan

Kenali Persiapan Menjelang Masa Persalinan

Ditulis oleh: Amicis

Kenali Persiapan Menjelang Masa Persalinan

Memasuki kehamilan trimester tiga, Ibu sering kali merasa cemas. Kecemasan umumnya terjadi karena, Ibu hamil merasakan kurang melakukan persiapan menjelang masa persalinan. Persiapan tidak hanya perlengkapan persalinan namun juga fisik, psikis serta dukungan dari orang sekitar. Perasaan yang tenang tidak hanya timbul di dalam diri Ibu saja, namun dukungan dari orang sekitar. Sehingga Ibu bisa menghadapi persalinan tenang. Ibu hamil sering kali bingung apa saja yang perlu dipersiapkan mendekati hari persalinan.

Baca Juga: Beberapa Latihan yang Diperlukan Sebagai Persiapan Persalinan

Ibu hamil, bahkan sering kali menjadi stres karena perasan persiapan menjelang masa persalinan yang akan terlewati. Pastinya dengan mengelola diri dan juga persiapan perlengkapan yang diperlukan sesuai pada kebutuhan persalinan, Ibu hamil dapat melewati persalinan dengan tenang.

Persiapan Masa Persalinan

Saat memasuki trimester ketiga Ibu hamil sering kali merasa tidak nyaman. Sebab, selain kondisi fisik Ibu yang makin membesar, pikirannya juga dihantui dengan perasaan cemas yang berlebihan untuk mempersiapkan persalinan. Semestinya, Ibu hamil mempunyai persiapan fisik dan mental menjelang persalinan. Biasanya, persiapan persalinan bisa dilakukan pada usia kehamilan 5 minggu sebelum persalinan atau bahkan lebih awal dari waktu tersebut dengan mempersiapkan diri dengan latihan-latihan yang mendukung persalinan. Berikut terdapat beberapa persiapan menjelang masa persalinan:

  1. Persiapan Mental
    Walaupun Ibu menginginkan persalinan normal, namun jika kondisi Ibu dan janin tidak mendukung, persalinan caesar bisa menjadi pilihan. Setiap persalinan, mempunyai kelebihan dan kekurangan sehingga Ibu menjadi lebih siap menjelang persalinan terhadap metode pilihan yang Ibu tentukan. Dengan begitu, akan membantu Ibu mengusir rasa cemas. Ibu dapat mempersiapkan mental dengan mengelola rasa stres dan khawatir yang berlebih, dengan berfikir jika persalinan adalah proses yang membahagiakan untuk menyambut hadirnya buah hati.
  2. Menyiapkan Tempat Persalinan
    Saat memasuki usia kehamilan 7 bulan Ibu harus mempersiapkan lokasi persalinan yang tepat. Perhatikanlah jarak tempuh yang antara rumah dan rumah sakit bersalin sehingga Ibu bisa melakukan persiapan. Sejumlah rumah bersalin bahkan bisa melakukan reservasi kamar. Sehingga bisa memesan dari jauh hari untuk bisa mendapatkan kamar yang diinginkan. Beberapa Ibu hamil justru akan merasakan dampak kepada kondisi psikis yang memburuk karena kondisi ruangan yang tak sesuai harapan.
  3. Perlengkapan Ibu dan Bayi
    Tidak kalah penting untuk mempersiapkan persalinan tenang yang didukung oleh perlengkapan Ibu dan bayi. Perlengkapan bayi bisa Ibu persiapkan 4 minggu sebelum memasuki masa persalinan. Ibu dapat membeli pakaian yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti membeli pakaian yang bisa membantu Ibu dengan membeli selimut, popok, tisu, sarung tangan, kaos kaki, bantal, tempat tidur, dan juga perlengkapan bayi. Bahkan Ibu bisa menambahkannya dengan keperluan lainnya seperti pompa ASI. Sedangkan bagi Ibu sesudah persalinan perlu mempersiapkan pembalut, bra khusus Ibu menyusui, baju yang berkancing depan.
  4. Memahami Persalinan dan Dukungan dari Keluarga
    Menyadari jika waktu persalinan semakin dekat, Ibu bisa mencari informasi dari dokter kandungan atau berbagi cerita dengan Ibu yang sudah melahirkan sehingga tidak keliru pada kontraksi yang dialami Ibu hamil. Beberapa kontraksi bisa saja hanya kontraksi palsu yang membuat Ibu hamil menganggap telah mendekati hari lahir. Untuk itu, Ibu juga harus mengetahui rasa kontraksi yang tepat sehingga Ibu tidak salah.

Baca Juga: Hindari Rasa Takut Sebagai Persiapan Persalinan

Selain mempersiapkan beberapa hal saat memasuki masa persalinan, Ibu juga harus memeriksakan kandungan ke dokter secara rutin untuk memantau kondisi kesehatan janin agar Ibu tenang saat proses persalinan nanti, Ibu bisa mengurang rasa cemas dengan menceritakannya kepada suami sehingga bisa berdiskusi untuk menemukan solusi yang terbaik.